WWW.DADUPOKER.COM

Situs Judi Online Terpercaya INDONESIA, Poker Server V Dengan Tampilan Yang Menarik Dan Bonus Yang Sangat Luar Biasa ( 100% Fair Play / 100% Player Vs Player )

WWW.KOMPASQQ.COM

Situs Judi Yang Menyediakan 6 Permainan Dalam 1 User ID, Dengan Tampilan Yang Sangat Elegant Dan Menarik, Bonus Yang Di Tawarkan Juga Sangat Fantastic.

WWW.MANDIRIQQ.COM

Situs Judi Online Terbesar Dan Terpercaya, Yang Sudah Terjamin Keamanan Akun Di Dalam Situs Ini, Bonus Yang Sangat Meriah Menghadiri Anda.

WWW.VIPMANDIRIQQ.COM

Situs Judi Online Yang Telah Dimainkan Lebih Dari 5000 Orang Dari Indonesia - Panca Negara, Situs Teraman

WWW.METROQQ.COM

Situs Judi Online Dengan 4 Permainan Dan Tampilan Awal Yang Menarik, Bonus Yang Di Berikan Sangat Amat Menggiurkan.

WWW.CUMAPOKER.COM

Situs Judi Online Dengan Jaringan Yang Sangat Baik, 6 Game 1 User ID, Promo Yang Sangat Menguntungkan Bagi Member Baru Maupun Member Lamanya.

Senin, 26 Juni 2017

SERBA HOT - GOYANGAN LIAR YANG DEWI BERIKAN KEPADAKU MEMBUATKU 2X ORGANISME DALAM SEMALAM

SerbaHot
SERBA HOT - Kembali lagi bersama kami para pembaca setia kami, Seperti biasa kami selalu menghadirkan Cerita sex Terupdate untuk anda. Bagaimana dengan aktifitas anda hari ini, Lancar dong pastinya. Nahh.. tidak perlu banyak basa-basi lagi bro. Langsung aja sikat bro cerita panas kami hari ini crrrottttt .

Kejadian ini juga berawal dari email yang masuk memberikan komentar atas kisahku yang dimuat. Rambut kemaluannya tipis sekali, bukan karena tidak tumbuh lebat, melainkan Dewi rajin mencukurnya. Dan ketika burungku bersentuhan dengan bibir vagina bagian luarnya, mengalir perasaan sedikit geli karena rambut-rambut kecilnya tajam menusuk sekitar kemaluanku.

Namun gesekan itu tidak berhenti sampai disitu, vagina yang sudah basah mempermudah jalan masuk penisku yang sudah keras menembus dinding dalam vagina yang walaupun sudah tidak sempit lagi tetapi masih terasa nikmat untuk dikocok keluar masuk pelan, kencang, pelan, kencang.
“Ogh… ogh..!” suaraku sudah tidak teratur lagi.
Gerakan pinggul Dewi sudah semakin liar dan tidak teratur.
“Mmhh.. mmhh.. yaagghh..!” sepertinya orgasme akan datang, dan Dewi tampak menikmatinya.

Tidak sampai lima menit dari penetrasi, Dewi orgasme, dan aku mempercepat gesekanku agar dapat klimaks juga.
“Yess..!”
Aku sempat kaget ketika spermaku berhamburan, sementara aku belum siap menarik keluar burungku, Dewi berteriak. Dia sengaja menekan pantatku supaya aku tidak dapat menarik keluar burungku, dan spermaku keluar di dalam vaginanya.

Kesokan harinya aku datang ke tempat Santi, dan tanpa basa-basi setelah mengobrol seperlunya, kami ke kamar atas dan melucuti pakaian kami masing-masing hingga tidak ada satu pun yang tersisa. Seperti biasa, Santi pintar sekali memainkan lidahnya baik itu di mulutku, juga di kemaluanku. Sementara aku meraba-raba rambut kemaluannya yang lebat dan lurus. Vaginanya rapat dalam satu garis masih kering. Desah nafas kecil kami berdua membuat gerakan tanganku semakin aktif membuka dan mencari klitorisnya, sementara Santi mengajakku berlutut. Aku sudah paham dengan posisi yang diinginkan.

Burungku sudah dikulumnya, sementara lidahku juga sudah berhasil membuat vagina Santi mulai mengeluarkan cairan. Baunya agak berbeda dibanding Dewi, Santi lebih harum. Hisapan mulut Santi yang kuat dan dalam membuat burungku keras sekali dan kadang terasa sakit, namun anehnya Santi pandai mengatur irama, sehingga aku tidak keburu keluar. Dia sudah cukup mengerti daripada permainan usai dan dia belum apa-apa, lebih baik mengalah. Begitulah yang kualami.

Namanya Dewi, umur 37 tahun keturunan indo, tetapi sekilas tidak akan nampak karena rambutnya hitam lebat sebahu. Tinggi rata-rata wanita Indonesia 160 cm, payudara tidak terlalu besar, 32 cup B, kulitnya kuning langsat tetapi tidak terlalu mulus karena katanya waktu kecil nakal, sehingga sering jatuh dari sepeda. Hanya satu yang menunjukkan dia wanita blesteran, yaitu matanya yang biru laut. Semula aku juga mengira itu pun karena dia menggunakan kontak lens, tetapi ternyata mata indah itu memang asli dari sananya.

Percintaanku berawal dari sebuah pesta pernikahan teman istriku. Istriku? Ya, cerita kali ini aku sudah beristri. Bagi pembaca yang mengikuti ceritaku, 6 kisah sebelumnya memang aku belum beristri. Namun kini, meskipun aku sudah memiliki istri yang cantik, tetapi penyakitku untuk bercinta dengan wanita lain belum hilang, walaupun frekuensinya jauh kukurangi. Dan kisah ini adalah perselingkuhanku pertama sejak aku beristri.

Di pesta itu, tentu saja kami bertemu dengan banyak teman istriku. Seperti reuni begitulah gambarannya. Dan dari sekian banyak tamu, aku diperkenalkan dengan Santi, teman istriku waktu kelas dua SMA dulu.

Santi, gadis biasa saja dan masih single (saat itu berumur 26 tahun). Biarpun begitu, tubuhnya sangat ideal dan proporsional. Benar dugaanku, Santi adalah seorang peragawati semi professional. Berbeda dengan model, memang peragawati lebih mengandalkan bentuk tubuh dibanding wajah yang cantik. Namun demikian, dapat dikatakan Santi memiliki wajah yang khas.., ya khas perpaduan antara Jawa dan Itali. Betul. Santi gadis peranakan bapak Italia dan ibu Jawa Tengah. Kami bertiga cepat akrab, dan sebelum berpisah, masing-masing meninggalkan alamat dan nomor telpon.

Empat hari kemudian, Santi menelpon istriku. Kami diundang ulangtahun Santi yang ke 26 di rumahnya, dan hanya dihadiri kerabat dekat dan sanak saudara. Entah kenapa, kami juga ikut diundang, padahal istriku bukan termasuk teman dekatnya, bahkan saat SMA pun bukan termasuk kelompok bermainnya. Mungkin karena saat di pernikahan tempo hari kami termasuk yang akrab dan menemani Santi hingga acara usai, sehingga dia merasa tidak sendiri saat itu. Modal yang cukup untuk menjalin persahabatan baru, begitu mungkin pikiran Santi.

Di pesta ulangtahun itulah, kami diperkenalkan dengan Dewi, kakak perempuan tertua Santi. Karena Santi sibuk menemani sanak saudara, maka kami ditemani Dewi. Sendirian? Ya.., ternyata Dewi datang sendiri saja, karena dia telah bercerai dengan suaminya dua tahun yang lalu. Mantan suaminya adalah orang asing yang bekerja di perusahaan asing, ketika kontrak kerjanya habis, dia kembali ke negeri asalnya, karena terjadi ketidakcocokan, mereka bercerai dan dua anaknya yang masih kecil ikut mantan suaminya.

Bagaimana aku bisa tahu itu semua? Bukanlah hal yang sulit buatku untuk berbincang-bincang dan menggiring ke kehidupan keluarga, di acara pesta sekalipun.

Entah karena kami betah ngobrol atau mungkin karena pestanya tidak lama. Akhirnya tinggal kami berenam di rumah itu, Santi dan Dewi, kami berdua, dan kedua orangtua mereka. Tetapi hanya 15 menit saja orangtua Santi menemani kami, lantas undur diri dalam diskusi kami. Tinggalah kami berempat mengobrol hingga larut malam. Karena obrolan mengarah kepada kisah-kisah SMA dulu, maka aku dan Dewi mencari topik yang lain, karena memang aku tidak satu SMA dengan istriku, dan Dewi meskipun di SMA yang sama dengan mereka tetapi jaraknya jauh di atas, sehingga juga tidak mengerti.

Dari perbincangan dua kutub, akhirnya benar-benar menjadi dua tempat diskusi yang terpisah. Kami mengobrol di halaman depan, sementara Santi dan istriku ngobrol di ruang tengah sambil membuka-buka foto mereka masa SMA dulu. Sementara kami? Dewi lebih banyak ngobrol masalah kehidupan sehari-hari.

“Tidak mencoba cari suami lagi Mbak..?” tanyaku dalam obrolan kami.
“Ingin sih.., tapi masih trauma Dik Sakti.”
“Dua tahun menjanda kan cukup toh Mbak..?”
“Betul.., tapi tujuh tahun pernikahan yang kami jalani lebih membekas tuh..!”
“Trus ngapain dong kalau malam minggu..? Tidak mungkin di rumah aja kan..? Dan juga tidak mungkin jalan-jalan terus kan..?”
“Oh.., biasanya malam minggu aku sibukkan dengan main internet di rumah.”
“Wah, berarti tahu situs-situs porno dong..! Ha.. ha..!”
“Ih ngaco deh Dik Sakti ngomongnya, ntar aku bilangin istrinya lho..!”

“Pernah masuk ke Bispak.org nggak..?”
“Sering..,” jawab Dewi tanpa malu sambil menyebut beberapa cerita yang ada disana. Dan, “Hanya sebatas petting..?”
Betul, salah satu yang terucap dari bibirnya adalah kisah yang berjudul ‘Hanya Sebatas Peting’.
“Kenapa nggak coba menghubungi pengarangnya lewat email Mbak..?” pancingku agar dia mengirim email ke pengarang ‘Hanya Sebatas Peting’, ya.., agar dia mengirim ke emailku, karena aku lah pengarang kisah ‘Hanya Sebatas Peting’ tersebut.

Dua hari kemudian, dugaanku tepat, ada email masuk ke alamatku dan ingin berkenalan lebih jauh setelah membaca kisah ‘Hanya Sebatas Peting’. Aku tahu itu pasti Dewi. Ya, segera kubalas dengan memberikan no. HP-ku (kebetulan Dewi tidak tahu no. HP-ku). Alangkah terkejutnya Dewi ketika menelponku dan mengajak berhubungan seks, ternyata itu adalah aku, suami dari teman adiknya. Dan aku pun lebih terkejut lagi, dia ternyata bukan Dewi, tetapi Santi teman istriku. Santi dan Dewi menggunakan email yang sama dan sama-sama hobby membaca Bispak.org, dan rupanya Dewi menyuruh Santi mengirim email dan menelponnya. Aku terpaksa memohon untuk menutup rahasia ini dari istriku, dan sebagai balasannya kami bertiga akan bercinta.

Kami janjian di rumah Dewi, mula-mula kami bermain kartu, akhirnya Santi menawarkan strip poker. Cukup beruntung, setengah jam Santi dan Dewi dapat kukalahkan, dan seluruhnya berhasil kulucuti pakaiannya, sementara aku baru sebatas telanjang dada saja.

Permainan kami hentikan, dan aku memulai meraba tubuh Santi yang memang lebih seksi dibanding kakaknya Dewi. Meskipun belum menikah, tetapi sepertinya Santi sudah cukup pengalaman dengan pemanasan yang kumainkan. Terbukti, Santi mampu mengimbangi ciumanku, bahkan dalam posisi 69 sekalipun, Santi mampu memainkan burungku di rongga mulutnya cukup lama dan memainkan lidahnya di dalam sana.

Rambut kemaluannya lebih lebat dari Dewi dan lebih mengundang nafsu. Aku mencari klitorisnya dengan lidahku. Ketika kusentuh, terasa getaran reaksi dari Santi. Dapat dikatakan inilah foreplay terlama yang pernah kumainkan. Hanya dengan mengulum burungku, aku klimaks dan mengeluarkan sperma yang langsung ditelannya, setelah itu dijilatinya burungku hingga bersih, terus dan terus permainan tidak berhenti.

Meskipun burungku sudah mengecil karena orgasme, Santi tidak berhenti memainkan burungku di dalam mulutnya, sementara aku sudah kewalahan melayaninya, lidahku sampai pegal memainkan bibir vagina dan klitorisnya. Kulumanku kuhentikan dan kuganti dengan memainkan jemariku di lubang vaginanya yang basah. Dua jari sudah kumasukkan ke dalam lubang vaginanya yang hangat, dan Santi berhasil membangunkan burungku kembali setelah terkulai sekitar sepuluh menit. Dan Santi belum menyelesaikan permainannya.

Luar biasa! Telurku dimainkan dengan sentuhan lidahnya yang halus, merambat pelan bibirnya menyentuh burungku, dan dilumurinya seluruh permukaan burungku dengan jilatannya yang sedari tadi terasa hangat. Aku tidak mau keluar untuk yang kedua kalinya. 45 menit hanya untuk oral, aku segera berbalik badan dan mempersilakan Santi memegang burungku yang sudah keras, dibimbingnya dan diarahkan ke lubang vaginanya.

“Ooougghhh… my god..!” desahku.
Masuk sudah seluruh penisku di lubang kenikmatan Santi, posisiku di bawah dan Santi di atas. Sambil menghentak-hentakkan pantatnya naik turun memompa dan menjepit burungku, rupanya Santi lebih pengalaman dari yang kubayangkan. Kemana Dewi? Dia masih sabar menunggu gilirannya, tetapi aku sudah tidak kuat, daripada dia kecewa nantinya maka kuajak dia mengangkangiku tepat di atas kepalaku. Aku jilat veginanya semampuku, karena aku sudah tidak konsentrasi dan sulit bernafas karena permainan Santi.

Untunglah Dewi lebih mudah terangsang dari yang kuduga. Cukup lima menit vaginanya sudah basah terasa asin dan anyir, tidak seharum Santi. Aku semakin sulit bernafas karena goyangan Santi semakin cepat dan dalam menekan burungku. Sepertinya aku sudah mau dapat, dan Santi masih asyik dengan gerakannya. Maka dengan refleks kutarik batang kemaluanku dan Dewi kurebahkan di bawah. Burungku mengarah ke lubang vagina Dewi yang jauh lebih basah dari Santi, sementara tiga jariku kumasukkan ke vagina Santi menggantikan tugas burungku.

Aku tidak mau keluar sebelum Santi dapat, dan pasti aku kelelahan sebelum Dewi kulayani. Untunglah Santi dapat mengerti, dan tetap menikmati jemariku di dalam vaginanya. Dan Dewi sudah terengah-engah dengan gerakanku keluar masuk vaginanya yang lebih kecil dibanding Santi, walaupun tidak serapat Santi.

Teriakan yang tertahan menandakan Dewi mendapatkan kepuasan, untunglah tugasku sudah selesai dengan Dewi, sehingga aku dapat melanjutkan dengan Santi dan spermaku keluar untuk kedua kalinya tidak lama setelah kumasukkan ke dalam vagina Santi. Mudah-mudahan Santi pun puas, karena aku tidak melihat gejala dia orgasme meskipun kudengar dia teriak saat spermaku menyembur di vaginanya.

Badanku terasa lemas bercinta dengan dua perempuan sekaligus, untunglah Dewi tidak sehebat Santi. Maka sejak saat itu, aku tidak mau lagi bercinta sekaligus, aku baru mau kalau hanya satu-satu, dan aku lebih banyak bercinta dengan Santi karena selain lebih seksi, lebih bergairah dan yang terpenting aku dapat orgasme minimal dua kali. Pernah aku bertanya terus terang dengannya, apa Santi juga orgasme ketika bercinta denganku. Jawabannya kadang-kadang, tapi dia mengakui suka karena kebutuhannya terlampiaskan. Dan ketika tidak orgasme, dia selalu melanjutkan sendiri dengan ‘dildo’-nya.

Dua bulan hubungan kami bertiga berjalan hingga Santi meneruskan studinya ke Jerman memperdalam bidang Information Technology, dan Dewi masih tetap sendiri, hanya saja saat ini ada lelaki yang sedang dekat dengannya dan sepertinya dia mencoba untuk serius. Sementara aku masih tetap menjawab email yang masuk terutama wanita, tetapi kebanyakan mereka tidak ada yang seberani Santi dan Dewi untuk berlanjut lebih dari sekedar berkirim email.

Hingga suatu saat ada email yang kukira junk email dari luar negeri, dan ketika kubuka, Santi..!
“Hey… gue seneng disini. Gue bisa orgasme terus setiap berhubungan dengan temen-temen gue yang orang bule. Ha… ha… burungnya besar-besar lho.., dan penuh di mulut gue… ha… ha…” isi emailnya.
Sialan.., aku kesal tetapi tersenyum juga melihat isi emailnya.

Bagaimana menurut anda dengan cerita panas SERBA HOT!!! hari ini ?. Muantap dong pastinya, Untuk cerita selanjutnya yang pastinya akan bikin kamu nambah crotttt lagi. Ditunggu ya bro makasi banget udah setia dengan blog kami. Salam sejahtera dan happy selalu bersama kami .

Sabtu, 24 Juni 2017

SERBA HOT - TAK KU SANGKA GAIRAH SAHABATKU BISA MEMBAWAKU MENDAPATKAN SENSASI YANG TAKTERLUPAKAN

SerbaHot
SERBA HOT - Kembali lagi bersama kami para pembaca setia kami, Seperti biasa kami selalu menghadirkan Cerita sex Terupdate untuk anda. Bagaimana dengan aktifitas anda hari ini, Lancar dong pastinya. Nahh.. tidak perlu banyak basa-basi lagi bro. Langsung aja sikat bro cerita panas kami hari ini crrrottttt .

Namaku Andhika, aku seorang siswa Kelas 1 di SMU yang cukup top di kota Makassar. Pada hari itu aku ingin mengambil tugas kimia di rumah salah satu teman cewekku, sebut saja Rina. Di sana kebetulan aku ketemu sahabat Rina. Kemudian kami pun berkenalan, namanya Laura, orangnya cukup cantik, manis, putih dan bodinya sudah seperti anak kelas 3 SMU, padahal dia baru kelas 3 SMP.

Pakaian sekolahnya yang putih dan agak kekecilan makin menambah kesan payudaranya menjadi lebih besar. Ukuran payudaranya mungkin ukuran 32B karena seakan akan baju seragam SMP-nya itu sudah tidak mampu membendung tekanan dari gundukan gunung kembar itu.

Kami saling diam, hanya aku sedang mengamati dadanya dan pantatnya yang begitu montok. Wah serasa di langit ke-7 kali kalau aku bisa menikmati tubuh cewek ini, pikirku. Terkadang mata kami bertemu dan bukannya ke GR-an tapi aku rasa cewek ini juga punya perasaan terhadapku. Setelah satu jam berada di rumah Rina, aku pun berpamitan kepada Rina tetapi dia menahanku dan memintaku mengantarkan Laura pulang karena rumahnya agak jauh dan sudah agak sore dan kebetulan aku sedang bawa “Kijang Rangga” milik bapakku.

Akhirnya aku menyetujuinya hitung-hitung ini kesempatan untuk mendekati Laura. Setelah beberapa lama terdiam aku mengawali pembicaraan dengan menanyakan, “Apa tidak ada yang marah kalau aku antar cuma berdua, entar pacar kamu marah lagi..?” pancingku. Dia cuma tertawa kecil dan berkata, “Aku belum punya pacar kok.” Secara perlahan tangan kiriku mulai menggerayang mencoba memegang tangannya yang berada di atas paha yang dibalut rok SMP-nya.

Dia memindahkan tangannya dan tinggallah tanganku dengan pahanya. Tanpa menolak tanganku mulai menjelajah, lalu tiba-tiba dia mengangkat tanganku dari pahanya, “Awas Andhi, liat jalan dong! entar kecelakan lagi..” dengan nada sedikit malu aku hanya berkata, “Oh iya sorry, habis enak sih,” candaku, lalu dia tersenyum kecil seakan menyetujui tindakanku tadi. Lalu aku pun membawa mobil ke tempat yang gelap karena kebetulan sudah mulai malam, “Loh kok ke sini sih?” protes Laura.

Sambil mematikan mesin mobil aku hanya berkata,
“Boleh tidak aku cium bibir kamu?”
Dengan nada malu dia menjawab,
“Ahh tidak tau ahh, aku belum pernah gituan.”
“Ah tenang aja, nanti aku ajari,” seraya langsung melumat bibir mungilnya.

Dia pun mulai menikmatinya, setelah hampir lima menit kami melakukan permainan lidah itu. Sambil memindahkan posisiku dari tempat duduk sopir ke samping sopir dengan posisi agak terbungkuk kami terus melakukan permainan lidah itu, sementara itu dia tetap dalam posisi duduk.

Lalu sambil melumat bibirnya aku menyetel tempat duduk Laura sehingga posisinya berbaring dan tanganku pun mulai mempermainkan payudaranya yang sudah agak besar, dia pun mendesah, “Ahh, pelan-pelan Andhi sakit nih..” Kelamaan dia pun mulai menyukaiku cara mempermainkan kedua payudaranya yang masih dibungkus seragam SMP.

Mulutku pun mulai menurun mengitari lehernya yang jenjang sementara tanganku mulai membuka kancing baju seragam dan langsung menerkam dadanya yang masih terbungkus dengan “minishet” tipis serasa “minishet” bergambar beruang itu menambah gairahku dan langsung memindahkan mulutku ke dadanya.

“Lepas dulu dong ‘minishet’-nya, nanti basah?” desahnya kecil.
“Ah tidak papa kok, entar lagi,” sambil mulai membuka kancing “minishet”, dan mulai melumat puting payudara Laura yang sekarang sedang telanjang dada.Sementara tangan kananku mulai mempermainkan lubang kegadisannya yang masih terbungkus rok dan tanganku kuselipkan di dalam rok itu dan mulai mempermainkan lubangnya yang hampir membasahi CD-nya yang tipis berwarna putih dan bergambar kartun Jepang. Mulutku pun terus menurun menuju celana dalam bergambar kartun itu dan mulai membukanya, lalu menjilatinya dan menusuknya dengan lidahku.

Laura hanya menutup mata dan mengulum bibirnya merasakan kenikmatan. Sesekali jari tengahku pun kumasukkan dan kuputar-putarkan di lubang kewanitaannya yang hanya ditumbuhi bulu-bulu halus. Dia hanya menggenggam rambutku dan duduk di atas jok mobil menahan rasa nyeri. Setelah itu aku kecapaian dan menyuruhnya, “Gantian dong!” kataku.

Dia hanya menurut dan sekarang aku berada di jok mobil dan dia di bawah. Setelah itu aku menggenggam tangannya dan menuntunnya untuk mulai membuka celana “O’neal”-ku dan melorotkannya. Lalu aku menyuruhnya memegang batang kemaluanku yang dari tadi mulai tegang.

Dengan inisiatif-nya sendiri dia mulai mengocok batang kemaluanku.
“Kalau digini’in enak tidak Andhi?” tanyanya polos.
“Oh iya enak, enak banget, tapi kamu mau nggak yang lebih enak?” tanyaku.
Tanpa berbicara lagi aku memegang kepalanya yang sejajar dengan kemaluanku dan sampailah mulutnya mencium kemaluanku. “Hisap aja! enak kok kayak banana split,” dia menurut saja dan mulai melumat batang kemaluanku dan terkadang dihisapnya. Karena merasa maniku hampir keluar aku menyuruhnya berhenti, dan Laura pun berhenti menghisap batang kemaluanku dengan raut muka yang sedikit kecewa karena dia sudah mulai menikmati “oral seks”.

Lalu kami pun berganti posisi lagi sambil menenangkan kemaluanku. Dia pun kembali duduk di atas jok dan aku di bawah dengan agak jongkok. Kemudian aku membuka kedua belah pahanya dan telihat kembali liang gadis Laura yang masih sempit. Aku pun mulai bersiap untuk menerobos lubang kemaluan Laura yang sudah agak basah, lalu Laura bertanya, “Mau dimasukin tuh Andhi, mana muat memekku kecilnya segini dan punyamu segede pisang?” tanyanya polos.

“Ah tenang aja, pasti bisa deh,” sambil memukul kecil kemaluannya yang memerah itu dan dia pun sendiri mulai membantu membuka pintu liang kemaluannya, mungkin dia tidak mau ambil resiko lubang kemaluannya lecet.

Secara perlahan aku pun mulai memasukan batang kemaluanku, “Aah.. ahh.. enak Andi,” desahnya dan aku berusaha memompanya pelan-pelan lalu mulai agak cepat, “Ahh.. ahh.. ahh.. terus pompa Andi.” Novelseks.org Setelah 20 menit memompa maniku pun sudah mau keluar tapi takut dia hamil lalu aku mengeluarkan batang kemaluanku dan dia agak sedikit tersentak ketika aku mengeluarkan batang kemaluanku.

“Kok dikeluarin, Andi?” tanyanya.
“Kan belum keluar?” tanyanya lagi.
“Entar kamu hamilkan bahaya, udah nih ada permainan baru,” hiburku.
Lalu aku mengangkat badannya dan menyuruhnya telungkup membelakangiku.
“Ngapain sih Andi?” tanya Laura.
“Udah tunggu aja!” jawabku.

Dia kembali tersentak dan mengerang ketika tanganku menusuk pantat yang montok itu.
“Aahh.. ahh.. sakit Andhi.. apaan sih itu..?”
“Ah, tidak kok, entar juga enak.”
Lalu aku mengeluarkan tanganku dan memasukkan batang kemaluanku dan desahan Laura kali ini lebih besar sehingga dia menggigit celana dalamku yang tergeletak di dekatnya.

“Sabar yah Sayang! entar juga enak!” hiburku sambil terus memompa pantatnya yang montok. Tanganku pun bergerilya di dadanya dan terus meremas dadanya dan terkadang meremas belahan pantatnya. Laura mulai menikmati permainan dan mulai mengikuti irama genjotanku. “Ahh terus.. Andhi.. udah enak kok..” ucapnya mendesah. Setelah beberapa menit memompa pantatnya, maniku hendak keluar lagi. “Keluarin di dalam aja yah Laura?” tanyaku.

Lalu dia menjawab, “Ah tidak usah biar aku isep aja lagi, habis enak sih,” jawabnya. Lalu aku mengeluarkan batang kemaluanku dari pantatnya dan langsung dilumat oleh Laura langsung dihisapnya dengan penuh gairah, “Crot.. crot.. crot..” maniku keluar di dalam mulut Laura dan dia menelannya. Gila perasaanku seperti sudah terbang ke langit ke-7.

“Gimana rasanya?” tanyaku. “Ahh asin tapi enak juga sih,” sambil masih membersihkan mani di kemaluanku dengan bibirnya.

Setelah itu kami pun berpakaian kembali, karena jam mobilku sudah pukul 19:30. Tidak terasa kami bersetubuh selama 2 jam. Lalu aku mengantarkan Laura ke rumahnya di sekitaran Panakukang Mas. Laura tidak turun tepat di depan karena takut dilihat bapaknya. Tapi sebelum dia turun dia terlebih dahulu langsung melumat bibirku dan menyelipkan tanganku ke CD-nya.

Mungkin kemaluannya hendak aku belai dulu sebelum dia turun. “Kapan-kapan main lagi yach Andhi!” ucapnya sebelum turun dari mobilku. Tapi itu bukan pertemuan terakhir kami karena tahun berikutnya dia masuk SMU yang sama denganku dan kami bebas melakukan hal itu kapan saja, karena tampaknya dia sudah ketagihan dengan permainan itu bahkan Laura pernah melakukan masturbasi dengan pisang di toilet sekolah. Untung aku melihat kejadian itu sehingga aku dapat memberinya “jatah” di toilet sekolah.

Setelah itu kami pun berpakaian kembali, karena jam mobilku sudah pukul 19:30. Tidak terasa kami bersetubuh selama 2 jam. Lalu aku mengantarkan Laura ke rumahnya di sekitaran Panakukang Mas. Laura tidak turun tepat di depan karena takut dilihat bapaknya. Tapi sebelum dia turun dia terlebih dahulu langsung melumat bibirku dan menyelipkan tanganku ke CD-nya. Mungkin kemaluannya hendak aku belai dulu sebelum dia turun.

“Kapan-kapan main lagi yach Andhi!” ucapnya sebelum turun dari mobilku. Tapi itu bukan pertemuan terakhir kami karena tahun berikutnya dia masuk SMU yang sama denganku dan kami bebas melakukan hal itu kapan saja, karena tampaknya dia sudah ketagihan dengan permainan itu bahkan Laura pernah melakukan masturbasi dengan pisang di toilet sekolah. Untung aku melihat kejadian itu sehingga aku dapat memberinya “jatah” di toilet sekolah.

Bagaimana menurut anda dengan cerita panas SERBA HOT!!! hari ini ?. Muantap dong pastinya, Untuk cerita selanjutnya yang pastinya akan bikin kamu nambah crotttt lagi. Ditunggu ya bro makasi banget udah setia dengan blog kami. Salam sejahtera dan happy selalu bersama kami .

Jumat, 23 Juni 2017

SERBA HOT - AKHIRNYA NIATKU TERCAPAI DIMANA IBU KOSTKU SENDIRI AKU JADIKAN KEKASIHKU

SerbaHot
SERBA HOT - Kembali lagi bersama kami para pembaca setia kami, Seperti biasa kami selalu menghadirkan Cerita sex Terupdate untuk anda. Bagaimana dengan aktifitas anda hari ini, Lancar dong pastinya. Nahh.. tidak perlu banyak basa-basi lagi bro. Langsung aja sikat bro cerita panas kami hari ini crrrottttt .

Saya ingin menceritakan pengalaman saya waktu masih kuliah semester lima di Bandung sekitar 4 tahun yang lalu. Nama saya sebut saja Iwan dan berasal dari Jakarta dan waktu itu saya kos di dekat daerah Dago. Tempat kosnya lumayan bagus dan ibu kos saya waktu itu berumur sekitar 28 tahun. Suaminya sudah meninggal karena kecelakaan lalu lintas dan dia belum sempat dikaruniai anak. Untuk membiayai kehidupan sehari-harinya dia bekerja di salah satu bank swasta di Bandung.

Sebelumnya saya kos di daerah Cihampelas dan karena ribut dengan salah satu anak kos, saya coba cari tempat kos lain. Rumah kos baru ini saya ketahui dari salah seorang teman yang masih saudara sepupu ibu kos saya. Waktu pertama kali saya datang ke tempat kos, ibu kos saya (sebut saja namanya Rita) agak ragu-ragu karena dia sebenarnya berencana untuk menerima wanita. Maklum karena dia hanya tinggal sendiri ditemani seorang pembantu. Untung akhirnya Mbak Rita mau menerima saya karena tahu saya adalah teman dekat saudara sepupunya.

Sebagai gambaran, Mbak Rita tingginya 163 cm dengan wajah yang cantik. Kulitnya putih dan badannya juga sangat seksi dengan ukuran dada yang lebih besar dari umumnya wanita Indonesia. Belum lama saya tinggal di sana saya mulai tahu kalau Mbak Rita dibalik penampilan luarnya yang cukup alim, ternyata mempunyai libido seks yang cukup tinggi. Waktu itu saya sedang di rumah sendiri dan saya suruh pembantu untuk membelikan makanan di luar.

Saya iseng dan masuk ke kamarnya serta membuka lemari pakaiannya. Di lacinya, di bawah tumpukan pakaian dalamnya ternyata terdapat dua buah vibrator yang mungkin sering digunakan untuk memenuhi kebutuhan biologisnya. Mbak Rita juga mempunyai beberapa pakaian dalam dan baju tidur yang sangat seksi. Hal ini sebenarnya sudah saya ketahui dengan memperhatikan pakaian-pakaian dalamnya bila dijemur di halaman belakang rumah.

Di rumaHPun Mbak Rita cukup bebas, dia hampir tidak pernah menggunakan bra bila di rumah walaupun dia tahu saya ada di rumah. Di balik baju kaos ketat atau baju tidur yang dikenakannya seringkali putingnya terlihat menonjol dan saya sendiri yang kadang-kadang risih untuk melihatnya. Kalau keluar kamar mandipun Mbak Rita biasanya hanya mengenakan handuk yang tidak terlalu besar dan dililitkan di badannya sehingga kemontokan buah dadanya dan kemulusan pahanya terlihat jelas.

Suatu pagi waktu saya sedang sarapan Mbak Rita masuk ke ruang makan sehabis melakukan senam aerobik di halaman belakang. Dia mengenakan baju senam berwarna merah muda dengan bahan yang cukup tipis tanpa lapisan dalam lagi. Karena bajunya basah oleh keringat, waktu dia masuk saya cukup kaget, karena buah dada dan putingnya terlihat jelas sekali di balik baju senamnya. Saya yakin dia sadar akan hal itu dan sengaja mengenakan baju senam itu untuk menggoda saya.

Waktu saya menoleh ke dadanya, Mbak Rita langsung bertanya, “Hayo, lihat apa kamu?” Saya sendiri hanya tersenyum dan berkata, “Ngga lihat apa-apa kok, lagian Mbak pakai baju kok transparan betul sih?” Mbak Rita balik bertanya, “Memangnya kamu nggak suka lihat yang begini?”. “Ya suka dong Mbak, namanya juga laki-laki”. Waktu itu saya malu sekali dan mencoba untuk mengalihkan pembicaraan ke hal lainnya. Tetapi sepanjang sarapan harus diakui kalau saya berkali-kali mencoba untuk mencuri pandang ke arah dadanya.

Malam harinya ketika saya sedang nonton TV di ruang depan Mbak Rita menghampiri saya dengan menggunakan baju tidurnya yang berwarna putih. Dia ikut nonton TV, dan selang beberapa lama dia berkata kepada saya. “Wan, aku pegal-pegal semua nih badannya, mungkin karena aerobik tadi pagi. Bantu pijitin Mbak yah?” Dengan spontan saya berkata, “Boleh Mbak. Di mana?” “Ke kamar Mbak aja deh”, katanya.

Sebenarnya saya sudah menunggu kesempatan ini sejak lama, tetapi memang karena saya orangnya pemalu, saya tidak pernah berani untuk mencoba-coba mengutarakan hal ini ke Mbak Rita. Saya mengikuti Mbak Rita ke kamarnya dan dia menyuruh saya duduk di tempat tidurnya. Mbak Rita kemudian mengambil baby oil dari laci sebelah tempat tidurnya dan memberikannya ke saya. Saya bilang kalau bajunya nanti kotor bila pakai baby oil.

Tujuan saya sebenarnya adalah supaya Mbak Rita mau melepaskan baju tidurnya. Mbak Rita langsung mengangkat baju tidurnya di hadapan saya dan yang mengejutkan, dia hanya mengenakan celana dalam G-string berwarna putih yang tidak cukup untuk menutupi bulu kemaluannya yang lebat. Di kiri kanan celananya masih tampak bulu kemaluannya, Tubuhnya indah sekali, payudaranya besar dengan bentuk yang indah dan puting yang berwarna coklat kemerahan.

“Bagaimana Wan, menurut kamu badanku bagus?” Sayapun mengangguk sambil menelan ludah. Baru pertama kali ini saya melihat tubuh wanita dalam keadaan yang hampir telanjang bulat. Biasanya saya hanya melihat di film atau majalah saja (waktu itu belum ada internet seperti sekarang). Mbak Rita kemudian merebahkan badannya dan saya mulai memijitnya dari belakang setelah terlebih dulu mengoleskan baby oil.

Luar biasa, kulitnya mulus sekali dan sekujur tubuhnya ditumbuhi oleh bulu-bulu halus yang menambah keseksiannya. Pada waktu saya memijit kaki dan pahanya, Mbak Rita membuka kakinya lebih lebar, dan saya dapat melihat kemaluannya yang tercetak jelas pada celana dalamnya yang kecil itu. Belum lagi bulu kemaluannya yang keluar dan menambah indah pemandangan itu.

Saya terus memijiti paha bagian dalamnya dan saya sengaja untuk tidak sampai ke selangkangannya agar dia terangsang secara perlahan-lahan. Mbak Rita mengeluarkan lenguhan-lenguhan lembut dan saya tahu dia menikmati pijitan saya. Kakinya juga dibuka lebih lebar dan mengharapkan tangan saya menyentuh kemaluannya. Tetap saja saya sengaja untuk tidak menyentuh kemaluannya. Dari kemaluannya sudah mulai keluar sedikit cairan yang membasahi celana dalamnya. Saya tahu kalau dia sudah terangsang.

Saya minta Mbak Rita membalikkan badannya. Dia langsung menurut dan saya usapkan baby oil di dada dan perutnya. Payudaranya cukup kenyal dan waktu saya memainkan jari-jari saya di putingnya dia menutup matanya dan terlihat benar-benar menikmati apa yang saya lakukan. Kemudian Mbak Rita bangun dan meminta saya membuka pakaian saya. Dia berkata kalau dia sudah benar-benar terangsang dan sejak kematian suaminya dia tidak pernah tidur dengan seorang priapun. Aku minta Mbak Rita yang melucuti pakaianku.

Dengan cepat Mbak Rita membuka baju kaos yang aku kenakan dan kemudian celana pendek dan celana dalamku. “Kamu juga sudah terangsang yah Wan?”. “Iya dong Mbak, dari tadi juga sudah berdiri begini”, kataku sambil tertawa. Mbak Rita kemudian memegang kemaluanku dan mulai melakukan oral seks kepadaku. Terus terang itu adalah pertama kali seorang perempuan melakukan hal itu kepada saya. Waktu SMA saya pernah punya pacar tapi kami tidak pernah melakukan hal-hal sejauh itu. Paling-paling juga kami hanya berpegangan tangan dan berciuman. Mbak Rita ternyata ahli sekali dan saya merasakan kenikmatan yang luar biasa.

Selang beberapa lama kemudian, Mbak Rita melepaskan celana dalamnya dan menyuruhku tiduran di ranjang dan dia naik di atasku. Kakinya dibuka lebar di atas kepalaku sambil lidahnya menjilati kemaluanku. Pinggulnya diturunkan dan kemaluannya hanya beberapa senti di atas mukaku. Sungguh pemandangan yang sangat indah.

Langsung saja aku menjilati kemaluan dan clitorisnya dari bawah. Ternyata rasanya tidak jijik seperti yang aku bayangkan sebelumnya. Cairannya sedikit asin dan tidak berbau. Aku tahu kalau dari kesehariannya yang resik, Mbak Rita pasti juga rajin menjaga kebersihan kemaluannya.

Aku terus menjilati kemaluannya dan mulai memberanikan diri menjilati bagian dalamnya dengan membuka kemaluannya dengan jariku lebih lebar. Mbak Rita sangat menikmati dan dia juga menjilati kemaluanku dengan lebih ganas lagi. Kemudian dia bangun dan memintaku memasukkan kemaluanku ke dalam punyanya. “Ayo dong Wan, aku sudah tidak tahan lagi nih”.

Aku bilang kalau aku belum pernah melakukan hal ini dan Mbak Rita berkata, “Kamu tiduran saja, nanti Mbak akan mengajari kamu.” Kemudian Mbak Rita duduk di atasku dan dengan perlahan memasukkan kemaluanku. Rasanya nikmat sekali dan Mbak Rita mulai menggoyangkan pinggulnya. Aku memejamkan mataku dan berpikir kalau beginilah rasanya berhubungan dengan wanita. Kalau sebelumnya hanya imajinasi semata, sekarang aku merasakan bagaimana nikmatnya berhubungan dengan wanita secantik Mbak Rita.

Malam itu kami berhubungan badan dua kali. Setelah kami selesai yang pertama, Mbak Rita mengajak saya mandi dan kemudian mengganti sprei dengan yang baru karena kotor oleh keringat dan baby oil yang digunakan tadi. Kemudian kita lanjut lagi dan mencoba melakukan gaya-gaya lainnya.

Setelah kejadian malam itu, Mbak Rita sering mengajak saya tidur di kamarnya dan hubungan seks di antara kami menjadi hal yang rutin kami lakukan. Mbak Rita juga suka mengajak saya melakukannya di seluruh bagian rumah, dari ruang tamu sampai halaman belakang. Biasanya bila melakukan di luar kamar, kami melakukannya malam hari setelah pembantu tidur.

Pernah sekali pembantu rumah memergoki kami di ruang tengah waktu dia mau mengambil minuman di dapur. Cepat-cepat dia memalingkan muka dan balik ke kamarnya. Setelah itu dia tidak pernah lagi keluar malam-malam dan itu lebih membuat kami lebih bebas melakukannya di rumah. Sewaktu pembantu mudik pada saat lebaran kami menghabiskan waktu di rumah tanpa mengenakan pakaian selembarpun. Mbak Rita yang mengusulkan hal itu dan begitu sampai di rumah Mbak Rita langsung melucuti semua pakaian yang dikenakannya.

Saya juga mulai sering pergi dengan Mbak Rita dan waktu itu hubungan kami sudah layaknya seperti orang pacaran. Diapun sudah tidak mau lagi disapa dengan Mbak dan dia minta saya memanggilnya dengan nama depannya sendiri. Dia juga tidak mau lagi menerima uang kos dari saya dan uang kiriman orang tua dapat saya gunakan untuk bepergian dengan dia.

Satu hal yang saya ingin ceritakan, dia jarang sekali mengenakan celana dalam bila pergi keluar rumah, kecuali kalau ke kantor. Pernah juga beberapa kali saya minta dia ke kantor dengan tidak mengenakan celana dalam di balik roknya dan dia menuruti. Kalau saja karyawan laki-laki di bank tempat dia bekerja tahu kalau di balik roknya yang lumayan pendek itu tidak ada apa-apa lagi.. Kalau bra, biasanya dia kenakan karena bila tidak akan terlihat jelas dan dia risih bila banyak mata lelaki yang memandang ke arah dadanya.

Hubungan kami masih berlangsung sampai sekarang walaupun orang tuaku tidak menyetujui karena usianya yang jauh lebih tua dan statusnya yang janda. Saya sekarang bekerja di Jakarta dan bila akhir pekan saya selalu menghabiskan waktu saya di Bandung. Rencananya akhir tahun ini kami akan menikah walaupun orang tua saya tidak menyetujui.

Bagaimana menurut anda dengan cerita panas SERBA HOT!!! hari ini ?. Muantap dong pastinya, Untuk cerita selanjutnya yang pastinya akan bikin kamu nambah crotttt lagi. Ditunggu ya bro makasi banget udah setia dengan blog kami. Salam sejahtera dan happy selalu bersama kami .

Kamis, 22 Juni 2017

SERBA HOT - BARU PERTAMA KALI AKU MERASAKAN ML BERSAMA DENGAN KAK LINDA

SerbaHot
SERBA HOT - Kembali lagi bersama kami para pembaca setia kami, Seperti biasa kami selalu menghadirkan Cerita sex Terupdate untuk anda. Bagaimana dengan aktifitas anda hari ini, Lancar dong pastinya. Nahh.. tidak perlu banyak basa-basi lagi bro. Langsung aja sikat bro cerita panas kami hari ini crrrottttt .

Sebuah Cerita Dewasa tentang pengalaman aku ML dengan kak Linda – Perkenalkan namaku Rendi, umurku saat ini 19 tahun. Kuliah dikota S yang terkenal dengan sopan santunnya. Aku anak kedua setelah kakakku Ana. Ibuku bekerja sebagai pegawai negeri sipil dan ayahku juga bekerja di kantor. Tinggi badanku biasa saja layaknya anak seusiaku yakni 169 kg. Di situs novelseks.org ini aku akan menceritakan kisah unikku.

Pengalaman pertama dengan apa yang namanya sex. Kisah ini masih aku ingat selamanya karena pengalaman pertama memang tak terlupakan. Saat itu usiaku masih 10 tahun pada waktu itu aku masih kelas 4 SD. Kisah ini benar benar aku alami tanpa aku rubah sedikit pun.

Aku punya teman sebayaku namanya Putri, dia juga duduk di bangku SD. Aku dan dia sering main bersama. Dia anak yang sangat manis dan manja. Dia mempunyai dua kakak. Kakak pertama namanya Rio di sudah bekerja di Jakarta. Dan kakaknya yang satu lagi namanya Linda. Saat itu dia kuliah semester 4 jurusan akuntansi salah satu perguruan tinggi di kota kelahiranku. Dia lebih cantik dari pada adiknya Putri. Tingginya kira kira 160 cm dan ukuran payudaranya cukup seusianya tidak besar banget tapi kenceng.

Waktu itu hari sangat panas, aku dan Putri sedang main dirumahnya. Maklum rumahku dan rumahnya bersebelahan. Saat itu ortu dari Putri sedang pergi ke Bandung untuk beli kain. Putri ditinggal bersama kakaknya Linda.

“Main dokter dokter yuk, aku bosen nich mainan ini terus”ajak Putri

Segera aku siapkan mainannya. Aku jadi dokter dan dia jadi pasiennya. Waktu aku periksa dia buka baju. Kami pun melakukan seperti itu biasa karena belum ada naluri seperti orang dewasa, kami menganggap itu mainan dan hal itu biasa karena masih kecil. Waktu aku pegang stetoskop dan menyentuhkannya didadanya. Aku tidak tahu perasaanya. Tapi aku menganggapnya mainan. Waktu itu pintu tiba tiba terbuka. Linda pulang dari kampusnya. Dengan masih telanjang dada Putri menghampiri kakaknya di depan pintu masuk.

“Hai Kak baru pulang dari kampus” “Ngapain kamu buka baju segala” Kak Linda memandangi adiknya. “Kita lagi main dokter dokteran, aku pasiennya sedangkan Rendi jadi dokternya, tapi sepi Kak masa pasiennya cuma satu. Kakak lelah nggak. Ikutan main ya kak?” “Oh mainan toh.. Ya sudah aku nyusul, aku mau ganti pakaian dulu gerah banget nih”

Kami bertiga pun segera masuk ke kamar lagi, aku dan Putri asyik main dan Kak Linda merebahkan tubuhnya ditempat tidur disamping kami. Aku melihat Kak Linda sangat cantik ketika berbaring. Setelah beberapa menit kemudian dia memperhatikan kami bermain dan dia terbengong memikirkan sesuatu.

“Ayo Kak cepetan, malah bengong” ajak Putri pada kakaknya.

Lalu dia berdiri membuka lemari. Dia kepanasan karena udaranya. Biasanya dia menyuruh kami tunggu di luar ketika dia ganti baju

“Ayo tutup mata kalian, aku mau ganti nih soalnya panas banget” Kak Linda menyuruh kami.

Dia melepaskan pakaian satu persatu dari mulai celana panjangnya, dia memakai CD warna putih berenda dengan model g-string. Saat itu dia masih dihadapan kami. Tertampang paha putih bersih tanpa cacat. Setelah itu dia melepas kemejanya dicopotnya kancing stu perstu. Setelah terbuka seluruh kancingnya, aku dapat melihat bra yang dipakainya. Lalu dia membelakangi kami, dia juga melepas branya setelah kemejanya ditanggalkan.

Aku pun terbengong melihatnya karena belum pernah aku melihat wanita dewasa telanjang apa lagi ketika aku melihat pantatnya yang uuhh. Dia memilih baju agak lama, otomatis aku melihat punggungnya yang mulus dan akhirnya dia memakai baby doll dengan potongan leher rendah sekali tanpa bra dan bahannya super tipis kelihatan putingnya yang berwarna coklat muda. Kulitnya sangat putih dan mulus lebih putih dari Putri. Putri melihatku.

“Rendi koq bengong belum lihat kakakku buka baju ya? Lagian kakak buka baju nggak nyuruh kita pergi.” Kak Linda ngomel,”Idih kalian masih kecil belum tahu apa apa lagian juga aku nggak ngelihatin kalian langsung. Mau lihat ya Ren?”dia bercanda.

Akupun menundukan mukaku karena malu.”Tapikan kak, susunya kakak sudah gede segitu apa nggak malu ama Rendi.”
Putri menjawab ketus.”Kamu aja telanjang kayak itu apa kamu juga nggak malu sudah ayo main lagi.” Linda menjawab adiknya. Kami pun bermain kembali.

Giliran Kak Linda aku periksa. Dia menyuruh aku memeriksanya, dia agak melongarkan bajunya. Ketika stetoskop aku masukkan di dalam bajunya lewat lubang lehernya, tepat kena putingnya. Dia memekik. Aku pun kaget tapi aku pun tidak melihatnya karena malu. Dia menyuruhku untuk untuk lama lama didaerah itu. Dia merem melek kayak nahan sesuatu, dipegangnya tanganku lalu ditekan tekan daerah putingnya. Aku merasa sesuatu mengeras.

“Kak ngapain.. Emang enak banget diperiksa.. Kayak orang sakit beneran banget.” Putri Tanya ama kakaknya.
Kak Linda pun berhenti.”Yuk kita mandi soalnya sudah sore lagikan kamu Putri ada les lho nanti kamu ketinggalan.” Ajak Kak Linda pada kami berdua. Dia menyuruh bawa handuk ama baju ganti.

Setelah mengisi air, aku pun membuka bajuku tanpa ada beban yang ada dan telanjang bulat begitu juga ama Putri. Kamipun bermain air di bathup. Kamar mandi disini amat mewah ada shower bathup dan lain lain lah, maklum dia anak terkaya dikampungku. Setelah itu pintu digedor ama kakaknya dia suruh buka pintu kamar mandinya. Aku pun membukanya. Kak Linda melihatku penuh kagum sambil menatap bagian bawahku yang sudah tanpa pelindung sedikitpun, aku baru tahu itu namanya lagi horny. Lalu dia masuk segera di membuka piyama mandinya. Jreng.. Hatiku langsung berdetak kencang, dia menggunakan bra tranparan ama CD yang tadi dia pake dihadapan kami.

“Bolehkan mandi bersama kalian lagian kalian kan masih anak kecil.”
“Ihh.. Kakak.. Punya kakak itu menonjol” ledek adiknya.

Dia hanya tersenyum menggoda kami terutama aku.”biarin”sambil dia pegang sendiri puting dia menjawab lalu dia membasahi badannya ama air di shower. Makin jelas apa yang nama payudara cewek lagi berkembang. Beitu kena air dari shower bra Kak Linda agak merosot kebawah. Lucu banget bentuknya pikirku. Payudaranya hendak seakan melompat keluar.

“Ayo cepat turun dulu, aku kasih busa di bathupnya..”.

Putri bergegas keluar tapi aku tidak, aku takut kalau ketahuan anuku mengeras, aku malu banget. Baru kali ini aku mengeras gede banget. Lalu Kak Linda mendekat dan melihatku serta menyuruhku untuk turun. Aku turun dengan tertunduk muka Kak Linda melihat bagian bawahku yang sudah mengeras sama pada waktu aku bermain tapi bedanya sekarang langsung dihadapan mata. Dia hanya tersenyum padaku. Aku kira dia marah. Dia kayak sengaja menyenggol senjataku dengan paha mulusnya.

“Ooohh.. Apa itu..” (pura pura dia tidak tahu) Putripun tertawa melihatnya.
“Itu yang dinamakan senjatanya laki laki yang lagi mengeras tapi culun ya kalau belum disunat” Kak Linda memberitahukan pada adiknya.

Setelah busanya melimpah di air kami pun nyebur bareng.

“Adik adik, Kakak boleh nggak membuka bra kakak” pinta Kak Linda pada kami.
“Buka aja to Kak lagian kalau mandi pakai pakaian kayak orang desa.” adiknya menjawab.

Tapi aku nggak bisa jawab. Dengan pelan pelan kancing dibelakang punggung dibukanya lalu lepas sudah pengaman dan pelindung susunya. Dengan telapak tangannya dia menutupi payudaranya.

“Sudah buka aja sekalian CD nya nanti kotor kena bau CD kakak,” ujar Putri kepada kakaknya.

Segera dia berdiri diatas bathup melorotkan CDnya dengan hati hati(kayaknya dia sangat menunggu ekspresiku ketika melihat wanita telanjang bulat dihadapannya). Ketika dia berdiri membetulkan shower diatas kami, aku melihat seluruh tubuhnya yang sudah telanjang bulat.

“Kak anu.. anu.. Susu kakak besarnya, ama bawahan kakak ada rambutnya dikit,” aku memujinya.

dia hanya tersenyum dan memberitahu kalau aslinya bawahan nya lebat hanya saja rajin dicukur. Dia agak berlama lama berdiri kayaknya makin deket aja bagian sensitivenya dengan wajahku, ada sesuatu harum yang berbeda dari daerah sekitar itu. Kak Linda terus berdiri sambil melirikku.

Sambil membilasi payudaranya dengan air hangat serta digoyang dikit dikit bokong bahenolnya. Dia menghadap kami sambil mnyiram bagian sensitifnya. Aku pun tak berani langsung menatapnya. Sambil memainkan payudaranya sendiri dia punya saran plus ide gila.

“Mainan yuk. Aku jadi ibunya, kamu jadi anaknya.”

Lalu Kak Linda menyuruh mainan ibu ibuan, dia menyuruh kami jadi bayi. Lalu dia menyodorkan susunya pada kami.

“Anakku kasihan, sini ibu beri kamu minum” dia berkata pada kami.

Putri pun langsung mengenyot puting susu kakaknya, tapi aku pun tak bergerak sama sekali, lalu dia langsung menyambar kepalaku ditarik ke arah payudaranya.

“Ayo sedot yang kuat.. Ahh.. Cepet.. Gigit pelan pelan.. Acchh,” kata itu keluar.

Tapi koq nggak keluar airnya. Punya Mama keluar air susunya. Tiba tiba Putri berhenti.

“Uhh.. Ini kan namanya mainan jadi nggak beneran. Kamu udahan aja sudah jamnya kamu les” Putri pun bergegas turun dan berganti pakaian sejak saat itu aku tak memdengar langkah dia lagi.

Aku pun masih disuruh mainan dengan putingnya tangan kiriku dikomando supaya meremas susu kirinya. Tiba tiba ada sesuatu yang bikin aku bergetar, ada sesuatu yang berambat dan memegangi anuku. Dengan kanan kanan memegangi tangan kiriku untuk meremas payudaranya ternyata tangan kanannya memainkan penisku.

Segera dia memerintahkan untuk turun dari situ. Kami pun turun dari situ. Lalu. Dia duduk di pingiran sambil membuka selakangannya. Aku baru melihat rahasia cewe.

“Rendi ini yang dinamakan vagina, punya cewek. Tadi waktu kakak berdiri aku tahu kalau kamu memperhatikan bagian kakak yang ini. Ayo aku ajarin gimana mainan ama vagina” akupun hanya mengangguk.

Dia menyuruh menjilatinya setelah dia mengeringkannya dengan handuk. Aku pun menjulurkan lidahku kesana tapi bagian luarnya. Dia hanya tersenyum melihatku. Dengan jari tangan nya dia membuka bagian kewanitaan itu. Aku benar benar takjub melihat pemandangan kayak itu. Warnanya merah muda seperti sebuah bibir mungil.

Setelah dia buka kemaluannya, lalu dia suruh aku supaya menjilatinya. Ada cairan sedikit yang keluar dari bagian itu rasanya asin tapi enak. Disuruh aku menyodok dengan kedua jariku, terasa sangat becek. Dia menyuruhku berhenti sejenak. Ketika dia menggosok gosok sendiri dengan tangannya dengan cepat lalu dia menyambar kepalaku dengan tangannya ditempelkan mukaku dihadapannya.

Seerr.. Serr.. bunyi air yang keluar dari vaginanya banyak sekali. Sambil berteriak plus mendesis lagi merem melek. Setelah itu dia jongkok, aku kaget ketika dia langsung menjilati kepala penisku. Di buka bagian kulup hingga kelihatan kepalanya.

“Kakak enggak jijik ya kan buat kencing” aku bertanya pada dia tapi dia terus mengulumnya maju mundur.

Sakit dan geli itu yang kurasakan tapi lama lama enak aku langsung rasanya seperti kencing tapi tidak jadi. Dia menggunakan sabun cair katanya biar agak licin jadi nggak sakit. Saking enaknya aku bagai melayang badanku bergetar semua. Setelah dibilas dia mengkulum penisku, semua masuk didalam mulutnya.

“Kak aku mau kencing dulu” aku menyela.

Setelah itu dia berbaring dilantai dia menyuruh bermain dengan kacang didalam vaginanya. Pertama aku tidak tahu, dia memberi tahu setelah dia sendiri membukanya. Aku sentuh bagian itu dengan kasar dia langsung menjerit dia mengajari bagaimana seharusnya melakukannya. Diputar putar jariku disana tiba tiba kacanga itu menjadi sangat keras.

Sekitar 5 menit aku bermain dengan jariku kadang dengan lidahku. Keluar lagi air dari vaginanya. Aku disuruh terus menyedotnya. Dia kayaknya sangat lemas lunglai. Setelah beberapa saat dia memegang penisku dan menuntunnya di vagina.

“Coba masukan anumu ke dalam sana pasti aku jamin enak banget rasanya” dia menyuruhku.

Dengan hati-hati aku masukkan setelah masuk aku diam saja. Dia menyuruh aku untuk menekan keras. Dan bless masuk semuanya dia memberi saran kayak orang memompa. Masuk-keluar.

“Acchc terus.. yang cepet.. ah.. ah.. ah..” dia mendesis, dia menggoyangkan pantatnya yang besar kesana kemari.

Tapi sekitar 3 menit rasanya penisku kayak diremas oleh kedua daging itu lalu aku ingin sekali pipis. Saat itu penisku kayak ada yang air mengalir. Dan serr.. seerrs air kencingku membanjiri bagian dalamnya. Setelah kelelahan kami pun keluar dia langsung pergi ke kamar masih keadaan bugil.

Kemudian dia berbaring karena lelah, aku mendekatinya dan dia memelukku seperti adiknya, payudaranya nempel di mukaku. Setelah aku melihat wajahnya dia menangis. Lalu dia menyuruh aku pulang. Aku mengenakan pakaian dan pulang. Dia menyuruh merahasiakan kalau aku berbicara ama orang lain aku nggak boleh bermain ama adiknya.

Kami pun terus melakukannya sekitar 1 tahun tanpa ada siapa yang tahu. Sekitar aku kelas 1 SMP dia kawin ama temannya karena dia hamil. Ketika 2 minggu lalu (saat ini) aku bertemu dia bertanya masih suka main seperti dulu. Akupun hanya tertawa ketika aku tahu itu yang namanya sex dan aku ngucapin terima kasih buat kakak, itu adalah pengalamanku yang pertama.

Bagaimana menurut anda dengan cerita panas SERBA HOT!!! hari ini ?. Muantap dong pastinya, Untuk cerita selanjutnya yang pastinya akan bikin kamu nambah crotttt lagi. Ditunggu ya bro makasi banget udah setia dengan blog kami. Salam sejahtera dan happy selalu bersama kami .

Rabu, 21 Juni 2017

SERBA HOT - KAK LIMAH MEMBUATKU NAFSU SEHINGGA KUSETUBUHI HAMPIR TIGA KALI BERTURUT

SerbaHot
SERBA HOT - Kembali lagi bersama kami para pembaca setia kami, Seperti biasa kami selalu menghadirkan Cerita sex Terupdate untuk anda. Bagaimana dengan aktifitas anda hari ini, Lancar dong pastinya. Nahh.. tidak perlu banyak basa-basi lagi bro. Langsung aja sikat bro cerita panas kami hari ini crrrottttt .

Aku melihat jam di tangan ku. Masih awal lagi rupanya. Ada kira- kira setengah jam lagi sebelum waktu pejabat habis. Siang tadi kakak Ipar ku menelefon meminta aku datang ke rumahnya selepas kelas. Aku tertanya-tanya juga kerana selalunya hanya abang saja yang menelefon bertanyakan sesuatu atau meminta aku untuk menjagakan rumah jika dia ada urusan keluar daerah.

Waktu waktu aku sampai kerumah abangku jam hampir pukul 2.oo petang. Aku park kereta ku di tepi jalan, tidak di garaj. Aku ketok pintu depan; tapi tak ada. yang menyahut. Kak Limah, pembantu rumah abangku pasti ada di belakang, fikirku. Ternyata pintu tak berkunci, aku masuk, sepi, langsung aku ke belakang. Maksudku mau memperingatkan Kak Limah tentang kelalaiannya tak mengunci pintu. Sampai di belakang Kak Limah tak ada. Aku masuk melalui pintu belakang. 

Aku terus ke ruang tengah. Saat itulah Kak Limah muncul dari bilik mandi tengah. Aku berniat menegurnya, tapi niatku tertanguh sebab Kak Limah keluar dari bilik mandi hanya berbalut kain tuala yang tak begitu lebar. Buah dadanya yang besar itu seakan-akan “tumpah”. Lebih dari separuh dadanya tak bertutup. Dari dadanya ke atas lutut saja yang tersembunyi ditutupi tuala itu.


Dan bawahnya …… Seluruh pahanya tampak! Kain sempit itu hanya sanggup menutup sampai pangkal pahanya saja. Aku segera mengambil kedudukan disatu sudut yang tenang dan tersembunyi. Fikiran jahat mendorong saya untuk mengamati, iaitu dibalik pintu kaca belakang viltrage menghalang pandangan Kak Limah ke dalam. Habis mandi dia masih mengemas peralatan cuci. Sebelumnya dia tak pernah begini, mungkin disangkakannya tak ada orang. Yang membuat jantungku berdegup kencang adalah wakti ia membelakangiku. Kak Limah membungkuk mengambil sesuatu di dalam baldi. Seluruh punggungnya kelihatan, bahkan se detik aku sempat melihat kemaluannya dari belakang! Makumlah, dia baru lepas mandi. Tentulah tak memakai pantie. 

Bukan hanya itu saja. Setelah selesai, Kak Limah melangkah memasuki ke biliknya. Sebelum masuk inilah yang membuat jantungku terhenti. Kak Limah melepas kainnya dan menjemurnya dalam keadaan telanjang bulat! Hanya beberapa detik aku menikmati tubuh mulusnya dari belakang, miring agak ke samping. Bulatan buah dada kirinya sangat jelas. Kulit tubuhnya begitu bersih. Bentuk tubuhnya memang bagus, kecuali agak gemuk dan berisi. Bidang dadanya luas, pinggangnya menyempit, pinggulnya melebar dan sental.
Kak Limah langsung melangkah masuk ke bilik tidurnya. Dalam melangkah, se detik itu sempat terlihat bahwa bulu2 kelamin Kak Limah lebat! Lain tidak jelas. Kemudian ia menutup pintu. 

Aku yang masih belum pernah beristeri dan tidak pernah melihat tubuh wanita secara kulit, merasa dada ku berdebar. Selama ini aku hanya melihat filem ‘blue’ dari CD saja. Aku dapat bayangkan betapa nikmatnya menggomol wanita sewaktu disetubuhi. Ini kerap ku bayangkan bila aku melakukan onani sendiri. Tetapi bersetubuh dengan wanita belum pernah ku lagi.
Aku keluar perlahan-lahan lalu menutup pintu. Hujan diluar mula turun rintik-rintik. Semakin lebat. Jadi aku terpaksa memanggil Kak Limah semula. Kak Limah keluar. Dia senyum. Pakaiannya serba rengkas.
“Hujan Kak Limah” kataku. Kak Limah terperanjat. “Bila Mad masuk?” tanya Kak Limah. “Tadi. Dari pintu belakang..tak berkucni” jawabku. 

Kak Limah terus bergegas ke halaman belakang untuk mengambil jemuran. Aku terus masuk dan naik ke bilik ku, mau tukar pakaian. Aku cuma memakai seluar gymn dan singlet. Seketika kemudian terdengar suara Kak Limah memanggilku dengan nada keras.. “ Mad ! “, laungnya kuat dari belakang rumah. Aku berlari menuju arah suaranya dan melihat ….Aduhhh..! Kak Limah terduduk di tepi longkang. Tergelincir. Jatuh terjelepok tak boleh bangkit dan berjalan. Kain kering bertaburan di sekitarnya. Bertaburan. 

“Mad, tolong kak Limah bawakan kain ni masuk,” pintanya sambil menyeringai mungkin menahan kesakitan. “Kakak tergelincir tadi, “ sambungnya. Aku hanya mengangguk seraya memungut kain yang bersepah lalu sebelah tanganku cuba membantu Kak Limah berdiri.
“Sekejap kak. Mad bawa masuk dulu kain ni, “ kataku setelah aku dapati susah untuk membantunya dengan kain yang masih aku pegang.
Aku bergegas masuk ke dalam rumah. Kain aku letakkan di atas katil di bilik Kak Limah. Ketika aku menghampiri Kak Limah semula, dia sudah separuh berdiri dan cuba berjalan terhencot-hencot. Hujan semakin lebat seakan dicurah-curah. 

Aku pimpin Kak Limah masuk ke biliknya dan dudukkannya di kerusi. Gementar dadaku ketika tanganku tersentuh buah dada Kak Limah. Terasa kenyal. Darah mudaku terasa menyirap naik. Apatahlagi, tadi aku pernah melihat susuk tubuhnya tanpa kain. Wahh..fikiran ku berkecamuk. Aku mengakui walau dalam umurnya awal 30an, tapi Kak Limah tidak kalah menariknya jika dibanding dengan kakak iparku yang berusia 25 tahun. Kulitnya kuning langsat dengan potongan badannya yang memang mampu menarik pandangan lelaki. Tidak hairan pernah aku terserempak abang ku seolah mengamati Kak Limah dari belakang ketika Kak Limah membersihkan halaman rumah.
“Tolong ambilkan kakak tuala, Mad” pinta Kak Limah ketika aku masih termanggu-manggu. Aku menuju ke almari pakaian lalu mengeluarkan sehelai tuala dan aku suakan kepadanya.

“Terima kasih Mad,” katanya dan aku cuma mengangguk-angguk sahaja. Aku pandang dia dengan kasihan.
Kesihan kak Limah, dia adalah wanita yang paling lemah lembut. Suaranya halus dan lunak. Bibirnya sentiasa terukir senyum semulajadi, walaupun dia bukan senyum. Rajin dan tak pernah angkat muka atau membantah. Dianggapnya rumah abangku seperti rumah keluarganya sendiri. Tak pernah siapa yang suruh dia kerana dia sentiasa tahu tanggungjawabnya. 

Kadang-kadang aku beri dia wang saku 30 – 40 RM bila aku datang kesana. Bukan kerana apa, sebab dia mempunyai sifat yang mudah orang sayang kepadanya. Abangku tidak pernah berkira dengannya. Gajinya tiap bulan masuk bank. Pakaiannya kakak ipar ku belikan hampir tiap bulan. Memang dia cantik, dan tak tau apa sebab suaminya menceraikannya. Kabarnya dia benci sebab suaminya hisap dadah. Hampir 6 tahun lebih dia menjanda setelah bernikah cuma 3 bulan. Sekarang dia baru berusia 33 tahun, masih muda.

Kalau soal cantik, memang kulitnya putih. Memang dia keturunan Cina, sebelah datuknya. Rambutnya mengurai lurus hingga ke pinggang. Bandingkan dengan kakak iparku, masing-masing ada kelebihannya. Yang cantik kepada kak Limah ialah sikapnya kepada semua orang. Budi bahasanya halus dan sopan.

Oh..ya! Kak Limah berdiri lalu cuba berjalan menuju ke bilik air. Melihat keadaannya masih terhoyong hayang, dengan pantas aku mencapai tangannya untuk membantu. Sebelah tangan ku memegang pinggang kak Limah. Aku pimpin menuju ke pintu bilik air. Terasa sayang untuk aku lepaskan peganganku, sebelah lagi tanganku melekat di perutnya. 

Kak Limah berpaling kepadaku. Aku mengadap wajahnya. Mata kami bertentangan. Ku lihat kak Limah seperti merelakan dan menyukai apa yang aku lakukan. Tangan ku menjadi lebih berani mengusap-usap lengannya lalu ke dadanya. Ku usap dadanya yang kenyal menegang dengan puting yang mula mengeras. Aku dekatkan mulutku untuk mencium pipinya. Dia berpaling, lalu ku tolak pipinya. Mulut kami bertemu. Aku mengucup mulutnya. Pertama kali aku melakukan kepada seorang wanita.Rengekan halus keluar dari mulut kak Limah. Semasa kedua-dua tanganku meramas punggungnya dan lidahku mula menjalari leher gebu kak Limah. Ini semua gejala Blue Film dari disc CD-Rom yang aku sering tengok dari rumah kawan sebelah.

Kak Limah menyandar ke dinding, tetapi tidak meronta. Sementara tanganku menyusup masuk ke dalam bajunya, mulut dan lidahnya ku kucup. Aku hisap dan menggeli langit-langitnya. Kancing colinya aku lepaskan. Tangan ku bergerak bebas mengusap buah dadanya. Putingnya aku gentel lembut. Kami sama-sama hanyut dibuai keseronokan walaupun kami masih berdiri tercegat di dinding.
Kami menggigil tak keruan. Nafas kami makin pantas. Aku rasa tubuh kak Limah menyandar ke dadaku. Dia seperti orang lemas. 

Baju kurung gunting Kedah kak Limah aku buka. Dalam cahaya remang hujan itu, aku tatap wajahnya. Matanya pejam seperti tidak bermaya. Daging kenyal yang selama ini terbungkus rapi menghias dadanya ku ramas perlahan-lahan.
Bibirku perlahan mengucup puting buah dadanya perlahan. Ku ulit puting yang mengeras itu hingga lumat. Kak Limah semakin gelisah dengan nafasnya yang sudah tidak teratur lagi. Tangannya liar menarik-narik rambutku sedangkan aku pula tenggelam di celah buah dadanya yang membusung. Mulutnya mendesah-desah…. Isssyyyyy….issssyyy….!! Mendesah perlahan….!!
Puting teteknya yang mengkal itu aku jilat berulangkali sambil aku gigit perlahan-lahan. Usapan ku semakin jauh melewati sempadan. Ku huraikan ikatan kain dipinggangnya. Lidahku kini bermain di pusat kak Limah pula sambil tangan ku mula mengusapi pehanya. Ketika ku lepaskan ikatan kainnya tadi, tangan kak Limah semakin kuat menarik rambutku.
“Madddd….maddd…” suaranya kak Limah memanggil ku perlahan dari tekaknya. “Jangan laaaa…” katanya lemah. Seperti orang merengek saja.

Aku terus menjalankan gentelan dan usapan ku. Nafasnya tercungap-cungap ketika seluar dalamnya aku tarik ke bawah. Tanganku mula menyentuh kawasan kemaluannya. Rambut halus di sekitar celah kangkang kemaluannya aku 
usap-usap perlahan.

“Madddd.. dah lahhh..” Kak Limah seperti menegah. Aku tidak peduli. Kak Limah tidak meronta.
Ketika lidahku baru mencecah kemaluannya, kak Limah menarik aku berdiri. Direnungannya muka ku dengan mata kuyu bagai menyatakan sesuatu. Pandangannya ditujukan kepada katil tidurnya. Aku segera faham seraya memimpin kak Limah menuju katil. Bau kemaluannya merangsang sekali…tengit dengan satu bauan khas yang sukar diceritakan. 


“Madddd…..,” bisiknya perlahan di telingaku. Aku terdiam sambil melakukan mengikut yang ku inginkan. Kak Limah seperti membiarkan saja. Kami benar-benar tenggelam. Kak Limah kini ku telanjangkan. Dia seolah-olah merelakan. Tubuhnya baring telentang sambil kakinya mencecah lantai. Susuk tubunya cukup menggiurkan. Mukanya berpaling kesebelah kiri. Matanya pejam. Tangannya mendepa atas tilam. Buah dadanya membusung bagai busut jantan semacam minta disentuh.

Puting susunya seperti berair kesan liur hisapan ku. Perutnya licin dan pusatnya cukup indah. Ku lihat tidak langusng ada kesan riak dan ketak umpama perut wanita telah melahirkan anak. Memang kak Limah tidak ada anak kerana dia bercerai setelah kawin 3 bulan. Kakinya rapat. Kerana itu aku tidak dapat melihat seluruh kemaluannya. Cuma setakat rambut yang lebat halus menghiasi bahagian bawah pusatnya saja. 


Sambil itu, tangan ku terus membuka baju singlet ku satu persatu. Zip seluar jeans ku turunkan. Yang tingal hanya suspender ku saja. Aku bertelanjang sekerat di hadapan kak Limah. Zakar ku tegang berdiri melihatkan kecantikan susuk tubuh badan kak Limah. Buah dada membusung dihiasi puting kecil dan kawasan di bulatan putingnya kemerah-merahan kesan gentelan ku tadi. Amat indah aku pandang di celah pehanya. Kak Limah telentang kejang. Tidak bergerak. Cuma nafasnya saja turun naik. Aku terus duduk di birai katil sambil mendakap tubuh Kak Limah. Lembut sungguh tubuh mungil kak Limah ini. Ku peluk kemas sambil ku kucup mulutnya lumat-lumat. Tangan ku meraba seluruh tubuhnya. Sambil aku menggentel puting susunnya ku ramas-ramas pepejal yang kenyal itu. Ku usap-usap dan ku kepal-kepal. Nafsuku terangsanga hebat.

Zakarku mengeras dalam seluar. Waktu aku mendakap tubuh Kak Limah, tangannya menyentuh seluar kecik ku. Aku semacam faham lalu ku tanggalkan. Kini zakar tegang ku terpacak tepat menyentuh pinggang kak Limah. Ku suakan zakar tegangku ketangan kak Limah. Digenggamnya erat lalu diusap-usapnya seakan-akan melancapkan. 

Cerita Sex Memang kak Limah tahu apa yang harus dilakukan. Maklumlah dia pernah berkawin. Berbanding aku, memang aku cuma ada teori dengan melihat filem blue. Itu saja. Tangan ku terus mengusap perutnya hingga ke celah kangkang. Terasa berlendir basah kemaluannya.

Aku beralih dengan posisi ‘69’. Kak Limah mengerti. Lalu dipegang zakar tegang ku dan memasukkan ke mulutnya. Mataku terpejam-celik bila lidah kak Limah melumati kepala zakarku. Kepala zakarku dikulumnya. Diurutnya dengan jari hingga ke pangkal. Sukar untuk di bayangkan betapa nikmatnya aku rasa. Bibir kak Limah terasa menarik-narik kerandut buah zakarku. Tidak tertahan aku diperlakukannya begitu. Aku membongkok mengucup bibir bukit kemaluannya.

Aku kangkangkan peha kak Limah sambil mencari liang farajnya. Ku selak bulunya yang tebal itu. Ku lihat bibir kemaluannya rapat. Ku selak bibir kemaluannya. Ku lihat dalam berlendir basah berair. Bibir dalamnya merah. Ku selak lebih luas. Nampak seketul daging keras memanjang dibahagian atas berbalut kulit. Aku tahu, itulah kelentit Kak Limah. Ku cuit dengan jari telunjuk. Waktu itu, punggung Kak Limah melonjak ke atas. Terdengar suaranya mengerang. Aku tau, kelentitnya adalah pusat nafsunya.

Ku mula menggentelnya. Kak Limah melonjak lagi. Ku tekan pehanya lalu ku gentel. Kak Limah mengerang. Aku tau dia kesedapan. Aku terus kerjakan. Sebelah tangan ku menyelah bibir nipis sebelah dalam kemaluan Kak Limah. Ku tengok ada air warna putih susu keluar dari liang dibawah kemaluannya. Kemaluan Kak Limah terbau semacam aroma kewanitaannya. Memang meransangkan.
Ku jelirkan lidah ku sambil menggentel bijik kelentitnya. Ku jilat bahagian yang merah dan terdedah itu. Kak Limah mendesus… ku cuit-cuit dengan lidahku. 

Ku lumati dengan kumis ku. Liang kemaluan kak Limah makin merah. Bau kamaluannya makin kuat. Makin itu makin aku jadi terangsang. Seketika aku lihat semacam air putih keluar dari lubang farajnya. Tambah banyak hingga meleleh keluar hingga meresap ke bahagian duburnya. Tentu Kak Limah sudah cukup terangsang, fikir ku.

Aku balik tubuh ku semula. Tubuh kami berhadapan. Tangannya menarikku rebah bersamanya. Buah dadanya tertindih oleh dadaku. Kak Limah membetulkan kedudukannya semasa tanganku cuba mengusapi celah pehanya. Kedua kaki kak Limah mula mengangkang sedikit; ketika jariku menyentuh kemaluannya. Lidah ku mula menuruni dadanya. Putingnya ku hisap agak kasar. Punggung kak Limah terangkat- angkat semasa lidahku mengitari perutnya. 

Celah pehanya menjadi perhentian jari-jemari ku seterusnya. Kak Limah semakin mengangkang ketika aku menjilat kelentitnya tadi ku lihat kak Limah sudah tidak bermaya lagi. Kakinya kadangkala mengepit kepalaku sedangkan lidahku sibuk merasai kesedapan yang dihidangkannya.

Rengekan kak Limah semakin kuat dengan nafas yang terus mendesah. Rambut ku di tarik-tariknya dengan mata terpejam menikmati kesedapan. Aku berteleku di birai katil.

Aku tanya, “Kak Limah nakkkk…rela niiii..?” Suara ku lembut bernada manja. Dia tidak menjawab. Dia hanya membuka matanya sedikit sambil menarik nafas panjang. Aku bagai mengerti. Itu adalah tanda persetujuan. Tanpa disuruh, ku gesel kepada zakarku ke arah lubang farajnya. Kak Limah hanya membiarkan. Punggungnya bergoyang ke kiri ke kanan. Aku tau dia kegelian. Kemudian, ku tolak zakarku kearah lubang farajnya yang kini telah dikangkangnya luas. Lendir dan liurku bersememeh di gerbang farajnya.

Ku ulit-ulit kepala zakar ku di lendiran yang membecak itu. Perlahan-lahan ku tolak kedalam. Tolakan zakar ku memang sukar sedikit. Terasa sempit. Ku lihat kak Limah macam mengelinjang seperti kesakitan.

“Perlahan Madddd…” kak Limah bercakap dengan nafas tersekat. Aku faham sekarang. Kemaluan kak Limah sudah menyepit setelah 6 tahun tidak disetubuhi walaupun dia bukan dara lagi. Memang aku gelojoh kerana inilah pertama kali aku mensetubuhi seorang wanita walau umurku sudah matang.

Ku ulit-ulit lagi. Aku masukkan zakarku perlahan-lahan. Ku tolak punggungku ke depan. Berhati-hati. Terasa memang sempit. Sambil itu Kak Limah memegang lenganku erat-erat. Mulutnya terakncing bagai seorang sedang mengigit tulang. Hanya setakat kepala zakar ku sudah celus. Ku biarkan sebentar zakar terhenti setakat itu. Terdiam. Kak Limah juga terdiam. Tenang. 

Sementara itu, ku peluk tubuh kak Limah kemas-kemas sambil memainkan putting susunya, menjilat, mengusap dan mengigit-gigit lunak. Mulutnya ku kucup sambil lidahnya ku hisap. Kami memang sudah khayal dan terangsang. Kepala batang ku sudah masuk sekerat, tapi ku tunggu hingga Kak Limah benar-benar bersedia.

Sebentar kemudian aku tanya dengan suara memanjakan, “Bolehhhh…???!!” Kak Limah membuka matanya. Dibibirnya tersua senyum manis yang meredhakan…

Ku tusuk zakarku kedalam. Kemudian ku tarik ke belakang perlahan-lahan. Ku henjut perlahan-lahan. Memang sempit kemaluan kak Limah, mencakup seluruh batang zakar ku. Terasa seperti mengemut-ngemut didalam. Kami mulai teransang!! Lendirnya yang melimpah melunak sorong tarik batang ku ke dalam. Mata Kak Limah terpejam.

Zakarku yang mula memasuki kemaluan kak Limah kini lebih lancar. Terasa hangatnya sungguh menyeronokkan. Mata kak Limah terbuka merenungku dengan pandangan yang kuyu. Masa itu zakarku mula aku masuk-keluarkan. 

Bibirnya dikacip rapat seperti tidak sabar menanti tindakan aku seterusnya. Tangannya memegang lengan ku. Kuat. 


Sedikit demi sedikit zakarku masuk sehingga ke pangkalnya. Kak Limah mendesah dan merengek seiring dengan keluar masuknya zakarku dalam kemaluannya. Ada ketikanya punggung kak Limah terangkat- angkat menyambut zakarku yang seperti melekat di kemaluannya.
Berpuluh-puluh kali ku sorong-tarik zakarku seiring dengan nafas kami yang tidak teratur lagi. Satu ketika aku merasakan badan Kak Limah kejang dengan matanya tertutup rapat. Tangannya pula beralih memeluk pinggangku. Punggungnya terangkat tinggi. Satu keluhan berat keluar dari mulutnya perlahan. Ia mendesah ”syyyyhhhhh….!!” Denyutan di kemaluannya terasa kuat seakan melumatkan zakarku yang tertanam di dalamnya.

Dayunganku semakin pantas. Katil kak Limah bergoyang mengeluarkan bunyi berdecit laju. Leher kak Limah ku rengkuh erat sambil badanku rapat menindih badannya. Kak Limah ketika itu makin kuat mengemut-mengemut, seolah-olah ku rasakan ada denyutan yang menandakan air maniku akan keluar. Denyutan yang semakin kerap membuatkan zakarku semakin menegang keras. Kak Limah pula mengimbanginya dengan mengayakkan punggungnya.

Henjutan ku makin kencang. Kemaluan kak Limah makin menyempit. Ku rangkul tubuhnya kuat-kuat. Dia membiarkan saja. Berbanding dengan tubuh ku, kak Limah longlai bagai tidak bermaya. Aku menggonyoh hingga tubuh kak Limah bagai terhuyung-hayang. Dia membiarkan saja perlakuan ku. Nafasnya makin kencang. 

Dalam keadaan begitu mempesonakan, akhirnya aku tak tahan lagi. Aku rasa air maniku sudah sampai ke kemuncak. Dalam satu tusukan yang kuat, ku henyakkan seluruh batang ku ke dalam. Ku rasa ada bebola di hujung liang kemaluan Kak Limah yang menghalang. Di situlah air maniku menyebur. Air maniku terasa memancut ke dalam kemaluan kak Limah. Bergetaran rasa badan ku ketika itu. Kak Limah pula memaut pehaku dengan kakinya. Menekan kuat. Matanya terbuka luas memandangku. Seolah-olah dia memandang ku bagai dia tida nampak. Mukanya serius. Bibir dan giginya dikertapkan. Nafasnya berombak. Dia merengek agak kuat. Kerongkongnya berbunyi berdecup.

Kemudian ku lihat mulut Kak Limah terbuka luas. Terdengar kerongkongnya mengerang. Ku ku kucup mulut. Ku hisap lidahnya. Aku masih menghenjut batang ku keluar masuk. Kedua-dua belah bahu Kak Limah ku rangkul kuat. Tubuhnya bagai terangkat-angkat. Ia menurut saja perlakuan ku. Kak Limah juga menuntut desakan nafsu.

Waktu aku memuntahkan lahar maniku, memang tusukan ku paling kuat menghunjam masuk kedalam. Ku lihat kak Limah menggelepar. Dadanya terangkat dan kepalanya bergoyang kebelakang. Aku lupa segala-galanya. Untuk beberapa saat kami melayani rasa nikmat itu. Beberapa tusukan tadi memang kemuncak kami. Kami sama-sama tiba dipuncak. Memang hebat. Sungguh puas. 


Aku, pertama kali bagi ku sebagai anak bujang bersetubuh. Kak Limah mendapat air bujang ku. Walaupun dia seorang janda, bagi ku dia adalah secantik wanita. Waktu kami melakukan sanggama tadi, kami khayal entah kemana. Kak Limah memang bijak dalam permainannya. Sebarang aksi ku diberi riaksi yang sama. Sebagai sorang yang tidak pernah merasa nikmat persetubuhan, bagi ku kak Limah betul-betul memberi aku syorga dunia.

Aku terbaring lesu di sisi kak Limah. Mataku terpejam rapat seolah tidak ada kudrat untuk aku membukanya. Dalam hati ku puas kerana dapat mengimbangi pengalaman kak Limah. Ku lihat kak Limah tergeletak di sebelahku. Kejadian yang tidak pernah aku mimpikan, terjadi tanpa dapat dielakkan. Kak Limah juga menelentang dengan matanya tertutup seperti terlena, mungkin penat selepas dapat meng hilangkan dahaga batinnya sejak menjanda 6 tahun yang lalu.

Kami masih berpelukan. Kemudian Kak Limah terasa seperti mengusap muka ku. Aku buka mataku. Dia senyum. Aku senyum. Seolah-olah kami tidak merasa janggal berpelukan tanpa seurat benang ditubuh. Aku mengucup mulutnya.
Dia berbisik ketelinga ku, “Terima kasih Maddd… Kak Limah eeerr….”. Belum sempat dia menghabiskan ayatnya aku bertanya, “Kak Limah puas…”. Dia senyum dan mengangguk…”Dua kali!!” jawapnya rengkas.

“Memang Mad gagah..Mad punya besar! Panjang!” katanya sementar itu ia mengkocok batang zakar ku. Pujiannya meransang ku.
“Kak Limah dah lama tak buat?” tanya ku. Dia mengangguk. “Sejak bercerai dulu…!” jawabnya.
“Kak Limah tak teringat ke..?” tanya ku. Dia mengangguk. “Nak buat mcamana…” jawabnya pendek sambil senyum malu-malu dan memeluk dada ku. 

Kak Limah menceritakan, pada mulanya suaminya adalah orang baik tetapi telah terjebak dengan dadah. Akhirnya, dalam tempoh 6 bulan suaminya lupa dengan nafkah lahir dan batin. Hubungan suami isteri tidak sempurna. Jika suaminya melakukan persetubuhan, kerapkali sekerat jalan. Nafsu suaminya kandas di tengah jalan. Tak ada roman tak ada apa-apa. Dia melakukan semasa Kak Limah sedang tidur dan tak bersedia.

Akhirnya, bila suaminya tertangkap dan dipenjarakan 12 tahun, Kak Limah minta cerai. Suaminya jatuhkan talak tiga. Kembalilah dia jadi janda. Kerana dia tak mahu kawin lagi, maka dia pun mencari kerja kilang.Tapi masalah gadis kilang banyak, maka dia pun cari kerja sebagai pembantu rumah. Dua tempat dia bekerja sebelum ini. Malangnya tuan rumah cuba buat tak senonoh, lalu ia berhenti. Cuma di rumah abang ku dia mendapat layanan yang baik. Setakat ini sudah 3 tahun dia bekerja. Semuanya baik.
Aku tanya samada apa yang kami lakukan tadi dia merasa kesal. Kak Limah menggeleng. Katanya, dia tak pernah merasa puas bersama suaminya dulu. Suaminya gelojoh. Dia tidak ada daya sebab dadah melemahkan kekuatannya. 


Dia cukup merasa merana.
“Kak Limah suka kat Mad..?” tanyaku. Dia senyum. Dia mengangguk tanda suka. Sambil itu tanganku menggentel buah dadanya. Tangannya mengocok terus zakar ku. Zakar ku bangun tegang semula. Makin kami semacam terangsang 
lagi.

“Kak Limah nak lagiiii…keee??” tanyaku dengan suara manja. Dia senyum manis.
Apa yang berikutnya, memang telah diduga. perlahan-lahan kubuka kangkangnya semula. Ku lihat kaki Kak Limah kian mengejang. Sedikit demi sedikit terus ku ulit bahagian bawah. Segunduk daging mulai terlihat. Ufffff… detik-detik jantungku kembali berdegup cepat. Terlepaslah seluar dalamnya tanpa perlawanan lagi. Gundukan bukit kecil yang bersih, dengan bulu-bulu tipis yang mulai tumbuh di sekelilingnya, tampak berkilatan di depanku.

Ku rentang kedua kakinya hingga terlihat sebuah celah kecil di balik bukit itu. Kedua-dua belahan bibir mungil kemaluannya ku buka . Celah rekahan itu ku lihat semua rahsia didalamnya. Aku menelan air liur ku sendiri demi melihat nikmat yang menanti. Ku dekatkan kepalaku untuk meneliti pemandangan yang lebih jelas. Memang indah membangkitkan syahwat. Tak termampu aku menahan ledakan yang menghambat nafasku. Segera aku mendekatkan mulutku sambil mengucup mulut kemaluan Kak Limah dengan bibir dan lidahku.

Rakus sekali lidahku menjilat setiap bagian kemaluan Kak Limah. Terasa seperti tak ingin aku menyia-nyiakan kesempatan yang dihidangkannya. Setiap kali lidahku menekan keras ke bagian daging kecil yang tersentil menonjol di pangkal farajnya itu, Kak Limah mendesis dan mendesah kegelian. Lidah dan bibir menjalankan peranannya harmonis sekali. Beberapa kali ku lihat Kak Limah mengejangkan kakinya.

Aku tak peduli akan semerbak bau yang khas dari liang kemaluan Kak Limah memenuhi ruang hidung ku . Malah membuat lidahku bergerak makin menggila-gila. Ku tekan lidahku ke lubang kemaluan Kak Limah yang kini sedikit 
terbuka. Rasanya ingin ku masukkan lebih dalam lagi, tapi tak boleh. Mungkin kerana lidah ku kurang keras. Tetapi, kelunakan lidah ku itu membuat Kak Limah 
beberapa kali mengerang keenakan. 


Dalam keadaan sudah teransang itu, ku tarik tubuh kak Limah ke kedudukan menugging. Ia menurut saya dan bertanya sekadar merengek saja…..
“Mad nak buat macamanaaaaaa kat Kak Limah….???” Ia bertnya. Aku rasa dia tak pernah diperlakukan begitu oleh suaminya dulu. Aku diam saja. Ku atur posisinya. Ku alas perutnya dengan bantal. Dalam posisi menungging itu, punggung Kak Limah terdampar lebar. Berisi dan pejal. Ku usap dan ku ramas-ramas. Ku gigit lumas. Tangannya memegang birai kepala katil. Air mazi kak Limah sudah membasahi kemaluannya. Ku buka pintu kemaluannya. Ku lihat dan perhatikan dengan teliti. 

Memang aku tidak pernah melihat kemaluan wanita serapat itu. Kucium kemaluan Kak Limah. Bau hanyir dan maung air maniku bercampur dengan bau asli faraj kak Limah yang merangsang. Bau faraj seorang wanita!!
Jelas semua!! Bulu cipap kak Limah lembap dan melekat bersememeh ke farajnya. Ku selak sedikit memberi ruang. Ku masukkan jari hantuku kedalam lubang farajnya. Ku kuit-kuit didalam. Ku lihat kak Limah menggoyang punggungnya. Ku kucup dan gigit daging pejal punggunya yang putih melepak itu. Kemudan aku rangkul pinggangnya. Ku Masukkan zakarku ke liang farajnya. Pinggang kak Limah seperti terlentik.

Aku beralih perlahan-lahan ku tusuk zakarku yang besar panjang kelubang faraj kak Limah “doggy-style”. Tusukan ku makin kencang. Nafsu syahwat ku kembali cukup-cukup terangsang. Kali ini berpuli-puli aku menyorong-tarik zakarku. Henjutan ku memang kasar dan ganas. Ku paut piggang kak Limah. Kemudian beralih ke buah dadanya yang yang terbuai. Ku ulit semahu nafsuku. Bebas. Rambutnya mengerbang.

Lama juga kak Limah menahan lampiasan nafsu ku kali ini. Hampir setengah jam. Aku terus bertumpu. Ku henjut sehabis dayaku. Makumlah ini adalah kali kedua dalam waktu sengkat. Tusukan ku memang hebat. Sekejap cepat sekejap perlahan. Mengenjal-ngenjal tubuh kak Limah ku kerjakan. Dia seperti mengah. Tubuhnya beberapa kali mengenjak. Dengusan dari tekaknya memanjang. Berkali. Bagai orang mengah. “Ohhhh…ek! Ek! Ek!” seperti orang kelemasan. 

Akirnya ku rasa air pejuku hampir muntah lagi. Waktu itu ku rangkul kedua bahu kak Limah sambil menusuk zakarku kedalam. Habis kesemuanya hingga ke pangkal. Waktu itulah ku muntahkan pejuku. Ku tarik semula, dan ku terjahkan kedalam. Tiga empat kali ku henjut begitu. Kak Lamah menyerah saja mengikut rentah henjutku. Hanya suaranya saja bagai mengerang…
Kemudian ku peluk tubuhnya keribaku walaupun zakarku masih terpacak didalam kemaluannya. Dia seperti dudu. Ku suruh dia pula menghenjut. Kak Limah menurut perintah ku. Ku urut buah dadanya. Ku palingkan mukanya. Kami berkucupan. Lama begitu hingga terasa zakarku kembali normal. Kak Limah bagai lelah. Keringat mendidih di dahi kami. Kami telentang semula. Berdakapan. Kak Limah bagaikan longlai. Dia semacam tertidur.

Melihat Kak Limah begitu, dan hujan masih belum teduh, nafsuku naik semula. Ku rangkul tubuh kak Limah…dan…ku ‘kerjakan’ kak Limah sekali lagi. Kali itu Kak Limah menyerah. Dia nampak menyerah dan tidak lagi membantah. Aku kerjakan nonoknya sampai puas. Bau bilik itu bau air mani kami. Bunyi pun berdecit-cit… Ahhhhh….. argghhharrraahhh…..  

Cerita Sex Tiga kali ku setubuhi Kak Limah pada petang itu. Mungkin berbaloi “puasa”nya selama 6 tahun tidak merasa disetubuhi. Kak Limah seperti orang tertidur.
Sudah itu perlahan-lahan aku berdiri dan mengenakan pakaian ku semula. Aku keluar dari bilik kak Limah menuju ke ruang depan. Semasa aku keluar, barulah aku sedar pintu bilik kak Limah tidak tertutup rapat.


Rupa-rupanya kakak ipar ku sudah pulang. Mendadak aku pucat kalau-kalau kejadian tadi disaksikan oleh kakak iparku. Aku keluar sambil cuba berlagak seperti tidak ada apa yang berlaku. Aku terus duduk di sofa pura-pura. Sebentar kakak iparku datang membawa minuman. Ku jeling mukanya. Dia bermuka biasa saja. Yakin kepada ku, kakak iparku tidak tahu apa yang berlaku antara ku dengan kak Limah.
Aku tanya, “Abang tak pulang sama kakak tadi?” “Tidak. Dia outstation ke Singapore 4 hari…!!” jawabnya. Dia senyum. “minumlah…!!” pelawanya.


Dia terus beredar naik ke biliknya. Aku terus duduk dan menontot video “Airforce One”.
“Samad kena pergi airport kejap lagi, ambil kereta disana. Tidur sini malam ini, sebab esok kakak nak kerja…!!” katanya pendek.Memang bagitulah selalunya. Kalau abang ku tidak ada, aku akan jadi driver untuk membawa mercedez nya kemana-mana.. Malam itu aku tidak balik ke flat ku. 

Tidur di rumah abang aku!! Memang aku ada.

Bagaimana menurut anda dengan cerita panas SERBA HOT!!! hari ini ?. Muantap dong pastinya, Untuk cerita selanjutnya yang pastinya akan bikin kamu nambah crotttt lagi. Ditunggu ya bro makasi banget udah setia dengan blog kami. Salam sejahtera dan happy selalu bersama kami .