WWW.DADUPOKER.COM

Situs Judi Online Terpercaya INDONESIA, Poker Server V Dengan Tampilan Yang Menarik Dan Bonus Yang Sangat Luar Biasa ( 100% Fair Play / 100% Player Vs Player )

WWW.KOMPASQQ.COM

Situs Judi Yang Menyediakan 6 Permainan Dalam 1 User ID, Dengan Tampilan Yang Sangat Elegant Dan Menarik, Bonus Yang Di Tawarkan Juga Sangat Fantastic.

WWW.MANDIRIQQ.COM

Situs Judi Online Terbesar Dan Terpercaya, Yang Sudah Terjamin Keamanan Akun Di Dalam Situs Ini, Bonus Yang Sangat Meriah Menghadiri Anda.

WWW.VIPMANDIRIQQ.COM

Situs Judi Online Yang Telah Dimainkan Lebih Dari 5000 Orang Dari Indonesia - Panca Negara, Situs Teraman

WWW.METROQQ.COM

Situs Judi Online Dengan 4 Permainan Dan Tampilan Awal Yang Menarik, Bonus Yang Di Berikan Sangat Amat Menggiurkan.

WWW.CUMAPOKER.COM

Situs Judi Online Dengan Jaringan Yang Sangat Baik, 6 Game 1 User ID, Promo Yang Sangat Menguntungkan Bagi Member Baru Maupun Member Lamanya.

Jumat, 26 Mei 2017

SERBA HOT - MELALUKAN BERCINTA PERTAMA KALI WAKTU MASIH KELAS 3 SMP

SerbaHot
SERBA HOT - Kembali lagi bersama kami Seperti biasa kami selalu menghadirkan dan mengupdate cerita dewasa kami. Yang Pastinya akan membuat anda geli-geli basah dan panas. Tentunya kami hadirkan untuk anda seluruh para pembaca setia kami tanah air. Tanpa banyak basa-basi lagi langsung saja kita HAJAR!!! Brooo Cerita Dewasa kami di bawah ini .

Ini adalah kisah awal perjalan seksku. Aku Ayu. Aku mengenal seks pertamaku sejak kelas 3 SMP. Aku memang tumbuh lebih cepat dibandingkan teman-teman sebayaku. Di SMP kelas 3, aku sudah mencapai tinggi 160cm. Termasuk tinggi dibandingkan teman-temanku yang lain, bahkan melebihi tinggi cukup banyak anak laki-laki.

Buah dadaku juga sudah cukup menonjol. Aku sudah tidak memakai mini set lagi, tetapi sudah memakai BH. Ukurannya 34B. Akupun juga sudah mulai tertarik dengan lawan jenis. Ingin sekali punya pacar.

Andri termasuk anak laki-laki yang pintar. Senang bermain basket dan aku senang jadi cheerleadernya. Dia bermain basket karena tingginya yang kurang. Supaya cepat tinggi katanya. Memang pada waktu itu dia cuma 158 cm. Jadi aku lebih tinggi darinya.

Kejadian awal kenapa kami pacaran sangat lucu. Suatu hari setelah bel pulang,aku kebelet pipis dan berjalan cepat ke WC sekolah. Anak-anak yang lain segera pulang. WC sekolah kami terletak di ujung bagian belakang. Jadi sekolah sudah mulai sepi dan di daerah WC tidak ada orang. Akupun mulai berjalan lebih cepat lagi.

Tiba-tiba Andri keluar dari WC Pria dengan sangat cepat. Tidak terelakkan kami pun bertabrakan. Aku terjatuh terjengkang dengan rok tersingkap ke atas. Andri terjatuh menimpa diriku dengan kepalanya mendarat tepat di buah dadaku.

Kami sepertinya cukup shock karena posisi kami tidak berubah untuk beberapa detik. Andri kemudian tersadar kalau kepalanya mendarat di payudaraku. Dia segera mendorong tubuhnya ke atas, tetapi yang menjadi tumpuan kedua tangannya malah payudaraku.

Dia semakin salah tingkah. Lompat ke belakang dan melihat pemandangan yang cukup indah. Ya.. aku masih tergeletak dan berusaha duduk dengan rok yang tersingkap. Andri jelas-jelas telah melihat paha mulusku dan celana dalam Hello Kitty berwarna pink. Segera kuperbaiki posisi senonohku.

“Maaf Ayu.. Aku tidak sengaja menabrakmu.” Andri meminta maaf sambil memalingkan mukanya. “Ya tidak apa-apa,Dri.. Aku juga buru-buru.. kebelet nih.” Aku segera masuk ke WC Perempuan dengan muka merah.

Akupun segera jongkok dan melepas air seniku dengan deras. Ah.. kenapa tadi pas Andri menyentuh payudaraku, aku berasa enak yah? Akupun memegang-megang dadaku dan sedikit meremasnya.
Beda rasanya. Kenapa beda yah rasanya? Aku tidak mau berpikir lebih lanjut lagi. Aku menyelesaikan urusan kencingku, menarik celana dalamku dan keluar.

Ternyata Andri masih menunggu di luar WC. “Kok kamu masih di sini sih Dri?” “Iya nungguin kamu. Aku masih merasa bersalah sudah nabrak kamu….” Andri menundukkan kepala “.. dan sudah memegang dada kamu.” Wajahku memerah. Malu. “Ti.. tidak apa-apa, Dri.” “Benar tidak apa-apa, Yu?” “Iya.. tidak apa-apa. Malah anehnya aku berasa enak.” Andri terkejut dan mukanya menunjukkan keheranan. Melihat reaksi Andri, entah kenapa aku malah berkata, “Iya, Dri.. tidak apa-apa.. malah enak kok. Kalau kamu mau, pegang lagi saja.” Rupanya ini jawaban dariku yang memulai petualangan seksku.

Andri langsung bergetar. “Benar, Yu? Boleh pegang lagi?” “Iya, Dri. Nih…” Aku membusungkan dada menyodorkan mereka ke Andri. Kedua tangan Andri perlahan-lahan mendekati dadaku. Gemetaran. Ketika menyentuh dadaku, dia menekan lembut. Secara naluriah, Andri mengelus-elus dadaku. Aku merasa kenikmatan yang belum pernah kurasakan. Aku pun memejamkan mata menikmati belaian lembut di dadaku.

Andri melepaskan tangannya dariku dengan tiba-tiba. Aku membuka mata keheranan dan melihat Andri merogoh ke dalam celananya. “Kenapa, Dri?” “Ini aku membetulkan posisi ini aku” Sambil Andri menunjuk selangkangannya. “Kenapa memangnya?” “Tahu nih.. tiba-tiba dia mengeras dan posisinya tidak enak.” “Apa sih yang mengeras?” Tanganku dengan cepat meraba selangkangan Andri. Aku merasakan seperti ada batang keras tapi lunak.

“Apa sih ini Dri?” Aku yang belum pernah melihat kelamin anak laki-laki jadi bingung. “Ini tititku, Yu. Tahu nih.. tiba-tiba dia mengeras.” Aku pun secara naluriah mengelus-elus titit Andri dari luar celananya. Andri mendesah kenikmatan. Aku senang sekali melihat Andri yang menikmati belaianku di selangkangannya. Rupanya aku juga sudah terangsang walaupun belum begitu mengetahui perasaan ini sebelumnya. Tangan Andri aku tarik untuk mengelus dadaku.

Jadi kami di depan WC sekolah saling membelai. Andri membelai lembut baju seragam SMP-ku yang menutupi BH. Tangannya menelusuri bentuk BH dan kadang-kadang meremas dadaku. Enak sekali. Nyaman. Ingin rasanya terus-menerus seperti ini.

Tanganku pun tidak berhenti membelai selangkangan Andri. Sesekali kuremas. Nafasku dan nafas Andri semakin memburu. Tangan Andri semakin seru meremas-remas dadaku. Akupun tidak kalah seru menggosok-gosok selangkangannya. Tidak lama kemudian Andri mendesah keras. Tangannya menahan tanganku pas di ujung tititnya. Andri mendorong-dorong pantatnya sehingga tanganku semakin menekan tititnya. “Ah… Enak banget.” Andri mendesah…

Tidak lama kemudian tanganku merasakan kehangatan yang lembab di celana Andri “Eh kok basah sih, Dri?” Aku melihat celana Andri yang ada bercak basahnya. “Kamu pipis yah? Kok pipis di celana sih?” Andri kebingungan. “Bukan kok, Yu. Bukan pipis.. tapi tadi rasanya memang aku menyemprotkan sesuatu.” “Ih.. Andri jorok ah. Sana masuk wc. Bersihin gih.” Andri segera ke wc dan membersihkan diri.

Aku mencium tanganku yang bekas kena noda basah itu. Iya, yah.. bukan bau pipis.. tapi kayak bau Bayclin. Aku pun masuk ke wc perempuan dan mencuci tangan. Tetapi aku merasakan celana dalamku juga tidak nyaman. Aku merogoh rokku dan menyentuh celana dalamku. Basah. Hah? apa aku juga pipis tadi? Akupun mengangkat rokku dan meraba lebih dalam. Memang basah.. dan aku cium baunya.. bukan bau pipis.

“Yu.. Ayu.. kamu di WC?” panggil Andri dari luar. “Iya Dri.. bentar aku keluar” Aku merapikan pakaianku. Wah.. baju seragamku kusut. Terutama di bagian dada. Bisa ketahuan orang-orang nih.

Aku keluar dan memperhatikan Andri. Noda basah di celana Andripun terlihat jelas. Bajuku kusut dan celana Andri basah. Apa kata orang-orang nih.. Untungnya sekolah sudah sepi. Kami berjalan bergandengan tangan tanpa bicara. Hari itu kami secara tidak resmi jadian. Esok harinya Andri mendatangiku mengajak makan siang. Teman-teman perempuanku langsung meledek.. “Yeee.. jadian yah?” ledek mereka Aku tidak menghiraukan mereka dan menarik tangan Andri untuk menjauh.

“Yu, mau makan apa?” “Aku mau makan bakso aja ah.” Andri memesan bakso dan nasi goreng untuknya. Kami makan saling berhadapan tanpa berbicara. Aku makan sambil terus menundukkan kepala. Malu juga. Aku belum pernah pacaran.

Andri memecah keheningan. Hening rasanya. Walaupun sebenarnya pas jam makan siang, kantin selalu ramai. Andri berbisik, “Nanti pulang, lagi yuk?” Aku mengangkat kepala melihat Andri sejenak dan menganggukkan kepala sambil memerah mukaku. “Kita ke rumahku saja. Orangtuaku sedang keluar kota. Jadi tidak ada orang di rumah selain pembantu.” Andri menjelaskan.

Memang Andri termasuk keluarga yang cukup berada. Kami pernah kerja kelompok di rumahnya. Rumahnya berlantai tiga. Kamar Andri sendiri ada di lantai 3. Kamar pembantu Andri ada di lantai satu, itupun di bagian belakang rumah.

“Tapi nanti aku harus telepon mamaku dulu. Bilang kalau ke rumah kamu. Takut dicariin.” Mamaku memang sudah tahu kalau aku sering kerja kelompok di rumah Andri. Jadi ketika pulang sekolah aku menelepon memberitahu aku tidak langsung pulang, mama tidak curiga. Cuma menanyakan kapan selesainya. Aku bilang jam 6 sore. Andri yang mendengar percakapanku dengan mama, tersenyum. Pulang sekolah, aku sengaja berlama-lama membereskan tasku. Menunggu teman-teman yang lain pulang dulu. Andripun demikian. Kami pulang berdua bersama. Rumah Andri tidak terlalu jauh dari sekolah. Hanya naik angkot selama 10 menit saja.

Selama perjalanan dari sekolah, kami tidak berbicara. Saling menundukkan kepala. Akhirnya kami turun dari angkot dan berjalan sedikit ke dalam. Andri memencet bel rumahnya dan pembantu membukakan pintu.

“Mbok Inem, Ayu dan saya mau kerja kelompok di kamar saya. Mbok tolong bawain minum yah ke atas.” “Baik, dek Andri.” Kami segera ke atas menuju kamar Andri. Aku sudah terbiasa dengan suasana kamar Andri. Sudah beberapa kali aku masuk ke kamarnya. Mungkin sudah 6-7 kali kerja kelompok. Tapi kali ini cuma aku sendiri yang datang. Aku duduk di tepi ranjang Andri sambil memperhatikan lebih jelas ruangan kamar ini. Tidak lama Mbok Inem masuk membawa minuman dan meletakkannya di meja belajar.

Andri yang baru keluar dari kamar mandi memberitahu Mbok agar istirahat saja. Karena memang kalau sore jam 3 biasanya Mbok Inem yang cukup senior umurnya, tidur siang. Andri terlihat lebih segar karena sudah mandi. Kelihatannya segar sekali.

Kamar mandi Andri memang ada di dalam kamarnya. Aku yang sudah gerah kepanasan sejak tadi siang ingin segera mandi juga. Tetapi aku tidak membawa baju ganti. “Dri, pinjam baju dong. Aku mau mandi juga ah.” “Kaos mau?” “Boleh..Handuk juga dong.” “Nih.. pakai yang ini aja.”

Aku pun segera masuk dan mengunci kamar mandi. Kutanggalkan satu per satu pakaianku.
Seragam SMP-ku basah karena keringat. Bahkan sampai ke BH dan celana dalam. Aku gantung semua pakaian-ku supaya bisa cepat kering.

Aku pun masuk ke dalam bath tub. Tidak berendam karena tidak mau berlama-lama mandinya.
Shower di bathtub mengguyur badanku. Air sejuk sungguh menyegarkan. Sabun mandi cair yang ada di kamar mandi Andri khusus laki-laki. Wanginya maskulin sekali. Kutuang ke telapak tanganku dan kuratakan di seluruh badanku. Aku mengusap lebih lama di ketiak, payudara, dan memek-ku. Aku ingin badanku wangi. Setelah menyabuni seluruh badanku, aku bilas sampai bersih.

Andri memberikan handuk yang cukup besar. Badanku langsung bisa kering semuanya. Segar sekali. Aku mengambil BH-ku.. uuhh.. masih basah dan bau keringat. Apa tidak usah pakai saja yah? Apalagi kan mau dipegang-pegang sama Andri nanti. Akhirnya aku memutuskan untuk tidak memakai BH. Celana dalampun tidak juga. Aku memakai kaos putih yang diberikan Andri. Walaupun Andri lebih pendek dariku, ternyata kaosnya kebesaran buatku. Bahkan bisa menjadi baju terusan.

Setelah mematutkan diri di kaca, aku memutuskan keluar kamar mandi hanya dengan memakai kaos Andri saja. Rok biru SMP-ku juga kugantung saja. Biar kering sekalian lah.

Andri yang sedang menyalakan komputer di kamarnya, ternganga begitu melihat aku keluar dari kamar mandi. Kaos putih Andri cukup tipis. Puting dadaku yang berwarna pink terbayang keluar.
Demikian juga bulu halus jembutku, memberikan bayangan hitam.

“Ayu.. kamu cantik sekali.” “Masa sih?” Aku tersipu malu. Andri mendekatiku. Aku semakin malu, menundukkan kepala. Diangkatnya daguku, Andri berkata, “Iya, Ayu.. Kamu cantik sekali.” Andri tersenyum kepadaku.

“Kita mau gimana nih, Dri?” “Kayak kemaren aja, Yu.” Aku tertunduk malu. Mengingat kejadian kemarin yang cukup menyenangkan. Andri perlahan-lahan menggerakkan tangannya ke arah dadaku. Aku menegakkan badanku sehingga dadaku semakin menonjol keluar. Andri memegang dada kiriku dan dia terkejut. “Kamu tidak pakai BH?” “Iya, Dri. Basah karena keringat. Bau lagi. Jadi aku gantung dulu saja di kamar mandi.”

Andri menjadi semakin gemas. Kedua tangannya sekarang sudah aktif meremas-remas lembut dadaku. Ah.. nikmatnya. Benar-benar beda. Diremas Andri berbeda sekali dengan aku meremas dadaku sendiri.

Aku juga tidak mau kalah. Aku pun mengarahkan tangan ke selangkangan Andri. Aku melihat kalau ada yang seperti batang 15 cm yang menonjol keluar. Aku memegangnya dan Andri mendesah.. “Ah…” “Dri.. kamu tidak pakai celana dalam yah?” Andri memang cuma memakai celana pendek yang berbahan tipis. Terasa sekali kekerasan batangnya. “Iya, Yu.. Aku tidak pakai. Kalau di rumah memang aku terbiasa tidak pakai.” “Oh gitu…” Aku mengocok halus batang Andri. “Aku juga tidak pakai lho.. Basah juga sih” “Oh ya? Mana coba lihat..” Andri segera menyingkapkan kaosku dan memperlihatkan kemaluanku.

Aku segera menutupnya dan bilang “Curang!! Kalau mau lihat, kasih lihat punyamu juga dong.”
“Hahahaha.. Siapa takut?” Andri segera memelorotkan celananya. Pertama kali aku melihat kelamin laki-laki. Keras dan tegak. Seperti sedang memberi hormat kepadaku. Sangat indah.. aku begitu terpesona.

“Hei.. jangan bengong gitu dong. Katanya mau kasih lihat.” “Eh iya.. sorry.. aku baru pertama kali lihat burung anak laki-laki. Kayak gitu toh.” Aku pun dengan perlahan membuka kaos kebesaran ini. Tanpa sehelai pakaian dalam membuat aku langsung telanjang bulat. Andri terlihat semakin nafsu. Burungnya bergerak naik turun. “Eh.. bisa bergerak naik turun yah, Dri?” “Iya nih. Kaga tahu kenapa, jadi semakin keras dan membuat tititku naik turun.”

Aku jongkok di depan Andri, ingin melihat lebih jelas. “Burung kamu lucu juga yah.. Keras dan bergerak-gerak.” Aku memegang kelamin Andri dan mengelusnya perlahan-lahan. Rupanya Andri sudah tidak tahan lagi. Tiba-tiba alat kelamin Andri menyemprot wajahku berkali-kali.

“Aduh.. duh…Sorry, Ayu.. Enak banget..” “Lho Dri, kenapa aku dipipisi?” Tetapi baunya seperti bau kemarin, bau Bayclin, bukan bau pipis. Oh… rupanya kemarin seperti ini toh. Aku mengelap wajahku dengan tisu dan mencium tisu tersebut. Iya, betul.. ini baunya kayak kemarin, seperti bau Bayclin.

Andri yang sejak tadi berdiri berjalan ke arah ranjang dan menjatuhkan dirinya di atas ranjang.
Aku melihat burung Andri mengecil. “Dri, kenapa burungnya menciut?” “Aku juga tidak tahu.. tapi biasanya memang begini. Kalau pagi aku sering tegak, tapi kalau habis pipis biasanya memang ciut lagi.” “Jadi tadi kamu memang pipis-in aku?” “Bukan, Yu. Kayaknya aku menyemburkan sperma deh.”

Aku jadi teringat pelajaran biologi minggu lalu. “Mana buku biologi kita, Dri?” “Itu di atas rak buku. Kenapa memangnya?” Aku mengambil buku biologi dan membuka-buka halamannya. “Nah ini dia..” Aku menemukan bab tentang reproduksi. Di dalamnya terdapat ilustrasi kelamin laki-laki dan perempuan.

Aku meletakkan buku di sebelah burung Andri dan mulai membandingkan ilustrasi dengan barang aslinya. Mirip juga. Ada batang penis. Dijelaskan kalau laki-laki terangsang secara seksual maka penisnya akan mengeras. Oh… gitu toh.. rupanya Andri terangsang. Pada saat ejakulasi akan menyemprotkan air mani yang mengandung jutaan sperma. Warna air mani seperti putih susu. Oh.. rupanya Andri menyemprotkan air mani, bukan air pipis. Jika sperma bertemu dengan sel telur maka akan menghasilkan zygot yang akan berkembang menjadi bayi.

Oh gitu.. Aku memang murid yang cukup pandai.Dan aku tahu kalau cara sperma ketemu sel telur adalah sperma masuk ke dalam vaginaku dan berenang ke arah sel telur. Berarti jangan sampai Andri menyemprot di vaginaku.

Karena aku terus menerus memegang burung Andri sambil membandingkannya dengan gambar di buku, burung Andri mulai tegak lagi. “Kamu ngapain sih dari tadi megang-megang titit dan bolak-balik buku biologi.”
“Aku lagi belajar, tahu! Lumayan.. jadi lebih ngerti tentang alat reproduksi cowok.”
“Mana sini lihat bukunya.”
Andri membalik-balikkan halaman dan membuka halaman yang ada ilustrasi kelamin cewek.
“Ayo gantian. Aku juga pengen belajar.”
Aku melompat ke atas ranjang dan segera duduk.
Aku mengangkang selebar mungkin.
Andri berusaha melihat tetapi kurang jelas.
Aku pun berbaring dan kembali mengangkang selebar mungkin.

Andri pun mulai belajar dengan seksama.
Ada labia mayora dan labia minora.
Ada clitoris. Disentuhnya clitoris-ku dan aku berasa geli tapi enak.
Dibukanya lebar-lebar labia mayora dan labia minora-ku
Andri mengatakan bisa melihat selaput daraku.
Aku senang Andri bisa melihatnya.
Perlahan-lahan tapi pasti vaginaku mulai basah.

Andri juga semakin seru meraba-raba vaginaku.
Ah… akhirnya aku memegang tangan Andri dan menuntunnya untuk menggesek-gesek kelaminku.
Andri terkejut tetapi mengerti.
Cairan wanitaku juga semakin mempermudah gesekkan tangan Andri.
“Lebih cepat Dri..” Nafasku semakin memburu.
Belum pernah sebelumnya aku merasakan nikmat seperti ini.
Berbeda sekali dengan kemarin.
Kemarin walau sudah nikmat ketika dadaku diremas-remas Andri, ini lebih enak lagi.
“Ayo Dri.. lebih cepat lagi.”
Andri pun semakin cepat menggosok kemaluanku.
Aku pun tidak tahan lagi dan mengeluarkan teriakan kecil ketika puncak kenikmatan datang.
Aku melentingkan badanku dan mengepit tangan Andri di selangkanganku.
“Enak banget, Dri!!”
“Kamu sampai puncak kenikmatan yah, Yu?”
“Iya, Dri.. Enak banget..”
“Pantas.. sampai basah begini.. Cewek juga nyemprot yah kalo sampai?”
“Kayaknya gitu, Dri.. kaga tahu ah.. tahunya enak doang..”

Andri berbaring di sebelahku.
Penisnya terlihat menjulang ke atas.
Dia sepertinya sudah nafsu lagi tetapi melihat aku yang kelelahan
karena baru pertama kali mencapai kenikmatan, dia hanya berbaring saja.
“Enak yah Yu, seperti ini…”
“Iya, Dri.. badanku langsung berasa lemas… tapi enak.”
“Mau gak kalau tiap hari kita kayak gini?”

“Tiap hari, Dri? Boleh juga. Tapi harus dipikirin ngomong ke orangtua kita gimana.”
“Iya. Yang pasti gampang sih bilang belajar bersama.”
“Benar juga.. tapi harus beneran belajar juga. Biar nilai kita beneran bagus.”
“Iya.. kalau nilai malah anjlok, aku nanti disuruh les. Kalo les, mana bisa kayak gini.”
“Ok kalau gitu, Dri. Mulai besok kita selalu belajar bersama, terutama belajar biologi.”
Andri tersenyum manis sekali.
Aku melihat jam dan sudah pukul 17:45. Sudah harus pulang.
Aku segera ke kamar mandi dan bertukar pakaian.
BH, celana dalam, dan seragamku sudah lebih kering.
Aku memakainya dengan rapi. Biar orangtuaku tidak curiga.
Andri pun mengantarku pulang dengan menemani aku di angkot sampai ke rumahku.
Esok harinya aku membawa baju ganti. Biar di rumah Andri lebih nyaman.
Andri dan aku keluar dari kelas bersama-sama.
Kami sepakat untuk mengerjakan PR Matematika bersama nanti.
Kami disambut Mbok Inem.
Mbok Inem telah menyediakan pisang goreng dan es teh manis di kamar Andri.
Aku permisi ke Andri untuk mandi dulu.
Aku membersihkan seluruh badanku dengan seksama.
Kali ini aku membawa sabun mandi favoritku. Perpaduan wangi Jasmine dan Green Tea.

Aku keluar kamar mandi memakai celana pendek dan kaos ketat.
Tentu saja BH tidak kupakai. Basah karena keringat.
Kaos ketatku memperlihatkan bentuk payudaraku dengan jelas.
Bahkan putingku terlihat sangat menonjol.
Andri terperangah melihat penampilanku yang seperti ini.
Ia mendekatiku dan memberikan pujiannya.
Dan tangan nakalnya menyentuh putingku dengan sengaja.

“Iseng deh kamu. Sana mandi biar tidak bau keringat”
Andri menurut dan segera menyambar handuk.
Terdengar suara shower yang hanya sebentar saja.
Andri keluar dengan hanya memakai celana pendek.
“Mandinya bersih gak sih? Kok cepat amat.”
“Eh, ngeledek. Bersih dong. Kalo kaga percaya, cium sini. Udah wangi nih”
“Mana coba?”
Aku mendekati Andri dan kuperhatikan burungnya sudah tegak.
“Eh.. sudah tegak. Udah kaga sabar yah?”
“Iya Yu.. Sudah nafsu lagi nih.”
“Hahaha… sabar dong Dri. Kita bikin PR dulu. Baru kita begituan.”
“Yaaa…” Andri tidak menutupi kekecewaannya.
Tapi aku bersikukuh untuk menyelesaikan PR dulu.
Lucu juga melihat Andri berusaha konsentrasi ke PR dengan penis yang tegak seperti itu.
Untung PRnya sedikit. Jadi kita cepat selesai.

Aku juga sudah tidak tahan lama-lama mengerjakan PR.
Tidak sabar melihat penis tegaknya.
Gemas yang tak tertahankan membuatku langsung meremas penis Andri.
Andri kaget tetapi hanya tertawa saja.
Tangan Andri pun segera menggerayangi payudaraku.
Enak banget sih.

Tiba-tiba aku punya ide.
“Dri, nyalain komputer dong.”
“Mau ngapain, Yu? Bukannya kita mau begituan?”
“Nyalain aja dulu.”
Andri menurut. Aku segera membuka google.
Aku mengetikkan vagina di search bar.
Lalu keluarlah gambar-gambar wanita telanjang dalam berbagai posisi.
Andri cukup terkejut dengan gambar-gambar itu.
Aku melihat beberapa gambar dan meng-klik gambar wanita yang sedang dijilat vaginanya.
Gambar itu menjadi lebih besar dan jelas.
“Dri.. aku mau seperti ini dong.”
“Wow.. aku.. tidak nolak.. hahaha….”

Andri menuntunku ke ranjang. Aku disuruh duduk di tepi ranjang.
Kedua kakiku diangkat sehingga posisiku menjadi mengangkang.
Vaginaku sudah mulai basah.
Celanaku dilepas dan dibuang menjauh.
Andri perlahan-lahan mendekatkan wajahnya ke vaginaku.
Dijilatnya sekali.
“Hmmm… rasa memek kamu enak, Yu.”
“Kalau gitu, jilat lagi dong Dri.”
Aku pun merasakan sensasi nikmat yang berbeda.
Andri mulai memainkan lidahnya.
Kiri dan kanan.
Atas dan bawah.
Seluruh bagian vaginaku dijilat.
Andri membuka belahan vaginaku lebih lebar dan dijilatnya.
Oww.. nikmat banget.
Aku merasakan lidahnya disodok-sodokkan ke dalam.
Bahkan sampai berasa ke selaput daraku.

Ketika jilatan lidah Andri mengenai clitorisku, aku merasakan kenikmatan luar biasa.
“Dri, jilat lagi tempat tadi.”
“Di sini?”
“Iya betul, Dri… terus di situ..”
Andri pun terus menerus menjilati clitorisku.
“Hisap Dri.. hisap yang kuat..” aku mulai meracau kenikmatan.
Andri sudah mulai merasakan perbedaan bentuk vaginaku.
Dia merasakan clitorisku sudah seperti kacang kecil.
Dihisapnya keras-keras.
Tidak lama kemudian aku mencapai puncak kenikmatan.
Kepala Andri aku jepit keras-keras agar tidak meninggalkan selangkanganku.
Ingin rasanya lidah Andri menusuk lebih jauh.
“Ahh…. aku samm..samm..sammpaiiii.. Dri..” jeritku perlahan.

Kulepaskan jepitan kakiku di kepala Andri.
Andri bangun dan terlihat wajahnya berlepotan cairan wanitaku.
Wajahnya terlihat sexy sekali.
Aku pun bangun dan memeluk Andri.
Kepalanya aku benamkan di dadaku.
“Enak banget, Dri.. Thanks yah.”
“mmmIIya..mmmaku..mmjuga..mmenak.” Andri menjawab dalam dekapan dadaku.

Aku melepaskan pelukanku dan menarik Andri ke ranjang. Aku dorong dia ke ranjang dalam posisi terlentang. “Sekarang gantian.. biar aku yang jilat titit kamu, Dri.” Aku tarik celananya. Burung Andri terlihat telah tegak. Aku memegangnya dan mulai menjilati kepala titit Andri. Andri mendesis kenikmatan.Seluruh batang Andri aku jilati, tidak ada yang terlewat. Bahkan bijinya pun aku jilati satu per satu.

Aku mulai memasukkan kepala titit Andri dan mengulumnya dengan lembut. Andri semakin menikmati sensasi di tititnya. Aku pun mulai menaik turunkan kepalaku, mengocok lembut batang keras ini. Andri pun mulai menggerakkan pinggulnya mengikuti irama kepalaku.
Hal ini semakin membuatku gemas.

Aku pun berusaha memasukkan seluruh batang Andri ke mulutku. Wow.. Aku berhasil memasukkan semuanya sampai ke pangkal. Tenggorokanku terasa penuh. Tapi aku hampir tersedak, segera mencabutnya dan melanjutkan kocokan dengan mulutku. Andri semakin cepat menggerakkan pinggulnya. Penisnya terasa semakin membesar. Aku semakin erat mengulumnya. Tiba-tiba Andri menyemburkan air maninya ke dalam mulutku.

Tangannya menahan kepalaku, membuatku tidak bisa menghindari semburan ini. Rasanya banyak sekali membuatku secara refleks menelan sperma yang banyak. Sebagian malah telah lari ke hidungku membuatku bangkis sperma. Andri tertawa melihatnya dan akupun tertawa juga. Air mani Andri sangat enak. Asin yang enak. Bau Bayclin juga tetapi tidak menyengat.

“Gila, Yu.. Enak banget sih diemut sama kamu.”
“Kamu juga enak emut Ayu tadi.”
“Sorry yah sampai nyemprot di mulut kamu.”
“Iya nih.. sampai kepalaku juga ditahan…”
“Sorry.. soryy…”
“Kaga apa, Dri. Aku suka air mani kamu. Enak rasanya.”

Hari sudah pukul 18.00. Aku harus pulang. Tetapi aku sempat melirik ke komputer Andri yang masih menampilkan gambar-gambar telanjang. Aku melihat cukup jelas ada gambar dimana seorang wanita dibuka lebar-lebar kakinya dan di vaginanya menancap penis laki-laki. Aku tahu pasti itu menancap.
Karena aku bisa membandingkan penis Andri dengan gambar tersebut.

Kepala penis tidak terlihat, hanya pangkal penis saja yang sudah menempel ke vagina. Wah.. apa rasanya dimasukkan seperti itu yah? Pikiran itu memenuhi kepalaku sejak perjalan pulang dari rumah Andri. Tetapi aku masih kelelahan akibat nikmatnya permainan lidah Andri dan tertidur lebih awal. Hari ini aku tidak bisa ke rumah Andri.
Aku sangat kecewa. Andri pun begitu.

Di rumahku sedang ada persiapan membuat kue untuk tante. Besok, Sabtu, Mama dan Papa mau ke rumah tante di Bogor. Baru pulang hari Minggu. Aku tidak mau ikut dan Papa tidak keberatan. Harus ada yang jaga rumah, katanya. Walaupun aku anak perempuan satu-satunya, aku sering ditinggal sendiri di rumah dengan pembantu. Orang tuaku cukup percaya.

Malamnya aku menelpon Andri memberitahukan kemungkinan rumah kosong selama Sabtu. Andri menyambut kabar gembira ini. Aku menutup telepon dan mulai merencanakan bagaimana supaya Mbak Juminten bisa keluar rumah. Aku berencana untuk memasukkan titit Andri ke dalamku. Google kupakai untuk melihat berbagai gambar senggama. Berbagai informasi kucari. Aku tahu kalau pertama kali berhubungan bisa sakit. Untuk itu aku pikir harus aku yang mendorong masuk. Biar bisa diatur tingkat kesakitannya.

Pagi-pagi buta, orang tuaku sudah berangkat. Aku tidak tahu kapan perginya. Mbak Juminten aku kasih tahu agar menelpon pacarnya dan pergi pacaran. Dia bingung tapi senang dapat ijin seperti itu. Aku bilang pulang malam juga tidak apa-apa, tapi jangan lewat dari jam sembilan. Dia tanya siapa yang akan menemaniku. Aku bilang nanti teman-teman akan datang.

Jam 7.30 Andri sudah mengebel rumahku. Mbak Juminten membukakan pintu mempersilahkan Andri duduk. Aku panggil Mbak Juminten memberitahunya bahwa dia sudah boleh pergi. Tetapi pacarnya baru menjemput pk 8.00.

Aku dan Andri berbicara ke sana ke mari sambil menunggu mbak Juminten dijemput.
“Dri.. dah makan pagi belom?”
“Belom Yu.”
“Mau makan gak? Ada roti nih dan berbagai macam selai.”
“Boleh juga. Abis tadi buru-buru langsung jalan sih.”
“Hahahahaha.. aku tahu kenapa buru-buru.”
“Iya deh… hahahaha.. Mamaku sampai bingung. Hari Sabtu bisa bangun pagi.”
“Aku belum mandi nih. Mandi dulu yah. Nanti kalo mbak Juminten pergi, kamu bantu kunci rumah yah!”
“Ok, Yu!”

Pada saat aku mandi, Mbak Juminten berteriak pamitan. Aku bilang biar Andri yang bantu kunci pintu. Akupun segera mempercepat mandiku. Setelah selesai mengeringkan badanku dengan handuk, aku mengintip keluar. Mendengarkan kalau Mbak Juminten memang sudah pergi. Hanya suara TV di ruang keluarga. Andri memang sedang menonton TV. Aku memutuskan untuk tidak berpakaian. Hanya memakai handuk.

Aku mengendap-endap ke belakang Andri yang sedang asyik menonton TV.
“DORR!!”
“Aduh.. aduh.. kaget tahu!”
“Hahahahaha…Kena kamu.”
Andri membalikkan badan mau marah tetapi tidak jadi.
Badanku yang hanya tertutup sebagian saja dengan handuk menjadi pereda amarah.
“wow.. sexy banget kamu, Ayu!”
“Gombal deh!”
“Biarin.. yang penting menurutku, kamu memang sexy!”
Aku mengambil handukku dan menimpuknya ke arah Andri.
Andri menangkisnya dan mengejar diriku yang telanjang bulat.

Aku pun tertangkap dengan mudah.
Aku memang sengaja tidak lari jauh-jauh.
Andri memelukku dari belakang.
Tangannya segera menutupi dadaku.
Nyaman sekali.
Pantatku pun merasakan kalau batang Andri sudah tegak.

“Ayo kita ke kamarku.”
Aku menuntun Andri ke kamarku.
Kamar yang belum pernah dimasuki laki-laki kecuali Papa.
Pintu kamar aku biarkan terbuka.
Toh.. tidak ada orang lain.
Begitu masuk aku segera membalikkan badan dan jongkok.
Aku membuka celana jeans Andri dan menurunkannya.
Terlihat jelas celana dalam Andri berusaha keras menutupi batang yang mengeras.
Akupun menurunkan celana dalam Andri.
Burung Andri segera membebaskan diri dan menantangku.

Aku yang sudah nafsu segera menjilati burung penantang ini. Andri yang kenikmatan mulai menggerakkan pinggulnya. Tangan Andri membelai kepalaku selama mulutku digagahinya. Cukup lama mulutku dikocok-kocok sang burung. Ketika aku merasakan Andri hendak menyemprot, aku hentikan kegiatan nikmat ini.

“Yah.. kok berhenti, Yu? Nanggung nih..”
“Biarin aja… Biar kamu tahan dulu. Masa baru sebentar sudah selesai.”
Aku menarik Andri ke depan komputer dan menyuruhnya duduk di sebelahku.
Kemarin malam aku sudah menyimpan beberapa gambar dari Google.
Beberapa pose pria dan wanita bersenggama.
Bahkan beberapa di antaranya ada satu wanita yang digagahi lebih dari satu pria.
Aku memperlihatkan gambar-gambar ini ke Andri.

“Wow.. Ayu.. ternyata suka gambar porno yah?”
“Bukan.. cuma lagi studi banding. Hahahaha..”
Koleksi yang ku-download cukup banyak.
Andri melihat-lihat beberapa dan berhenti di foto favoritku.
Seorang wanita terlihat senang dimasuki vaginanya oleh titit yang besar.
“Kamu mau kayak gitu, Dri?”
“A..aa…aaku….” Andri tergagap. Mungkin terkejut.
“Kok malah jadi gagap sih.. Mau, gak?”
“A..Aku… memangnya bisa yah masuk begitu?”
“Kita coba aja yuk, Dri. Biar tahu.”
Aku memang sudah membayangkan senggama sejak semalam.
Titit Andri yang keras memasuki vaginaku..
Oh… apa rasanya yah?

Aku menarik Andri ke ranjang.
Kaosnya aku lepaskan sehingga Andri sekarang telanjang bulat juga.
Aku membaringkan diriku di ranjang, sama seperti gambar senggama itu.
“Ayo, Dri. Sini.” aku mengajak Andri.
Andri dengan tititnya yang mengeras mendekat.
“Gimana caranya, Yu?”
“Masukin saja ke sini.”Aku menunjuk vaginaku yang sudah basah.
Aku meraih titit Andri dan mulai menggesekkan ke vaginaku.
Andri mengalami kenikmatan.
“Dri.. jangan nyemprot dulu yah.. kamu harus masukin dulu baru boleh nyemprot.”
“Ok, Yu!”

Andri mengambil alih kegiatan.
Ia menggosokkan tititnya dengan teratur.
Aku merasakan kenikmatan yang luar biasa.
Baru di luar saja sudah enak begini.
Apalagi kalau dimasukin ke dalam yah.
“Dri.. masukin dong pelan-pelan. Pelan-pelan lho. Abis katanya sakit kalo pertama kali dimasukin.”
“Ok Yu.. Kalo memang sakit, bilang yah.”
“Iya Dri.. Pelan-pelan.. tapi kalau aku kesakitan, jangan langsung dicabut. Aku coba tahan sakitnya.”
“Ok Yu..”

Andri mengubah posisinya lebih mendekat.
Tititnya dipegang sambil diarahkan ke vaginaku.
Aku merasakan kalau vaginaku mulai didesak batang keras.
Aku mulai tegang dan pahaku mulai menutup sehingga Andri kesulitan.
“Yu.. kok jadi tegang sih.. Relaks aja.”
“Iya, Dri… sorry.. bentar.. ambil nafas dulu…”
Aku mengatur nafas sehingga aku lebih relaks.

Andri pun melanjutkan usahanya.
Aku lebih relaks sekarang.
Aku merasakan batang itu sudah menyeruak lebih dalam.
Mentok.
Selaput daraku menahan laju lebih lanjut.
“Tahan Dri.. Biar vaginaku terbiasa dulu sebentar.”
Andri melihat ke bawah dan tersenyum.
“Ayu.. kepala tititku sudah ditelan vagina kamu.”
Aku pun bahagia melihat reaksi Andri.

Vaginaku terasa sesak tetapi sudah mulai terbiasa.
Selaput daraku terasa diketok-ketok oleh denyutan titit Andri.
Aku menarik nafas mengatur irama.
Aku menyiapkan diri agar Andri bisa menembusku.
“Ayo Dri.. Aku rasanya sudah siap. Langsung sodok yang keras yah. Biar jebol.”
Andri semakin nafsu.
Sodokan pertama kurang kencang. Aku merasakan sedikit kesakitan.
Sodokan kedua pun masih kurang kuat. Aku mulai meringis kesakitan.
“Sakit yah, Yu? Apa stop saja?”
“Jangan, Dri…Masih bisa tahan sakitnya.. Yang kuat dong sodoknya..”
“kamu atur nafas dulu gih.. biar lebih relaks.. kayaknya terlalu dijepit. Susah sodoknya.”

Aku mengikuti anjuran Andri. Rasa sakit perlahan-lahan menghilang. Begitu aku menarik nafas lega, tiba-tiba Andri menyodok dengan kuatnya. Aku mengigit bibirku menahan sakit. Kurasakan ada yang robek di vaginaku. Air mata menahan sakit menitik di kedua mataku. Andri melihatku dengan tidak tega. Dia berusaha menarik tititnya tetapi vaginaku masih berasa sakit. Aku pun menahan pinggulnya. Jangan gerak dulu, Dri. Masih sakit.” Andri mengangguk.

Vaginaku berasa penuh sekali. Rasanya ada yang mengganjal. Iya lah.. ada titit Andri yang sedang keras-kerasnya di dalamku. Aku mengambil handphoneku yang memang ada di sebelahku. “Dri.. foto-in dong. Aku kan tidak bisa melihat ke bawah.” Andri mengambil beberapa foto sesaat setelah tititnya berhasil menjebol perawanku. Terlihat jelas kalau titit Andri masuk sepenuhnya. Darah perawanku pun terlihat jelas melumuri sekeliling vagina.

Aku tersenyum bahagia. Ah.. rupanya seperti ini kalau difoto. Persis seperti gambar-gambar di komputer. Andri mulai menggerakkan pinggulnya secara perlahan. Sepertinya takut-takut. Takut aku masih kesakitan. Memang sih aku masih merasakan perih tetapi sudah jauh lebih baik. Goyangan perlahan Andri membuatku lebih terangsang daripada kesakitan. “Ayu.. vagina kamu luar biasa deh. Aku merasakan remasan yang nikmat. “Aku juga enak, Dri. Batang keras kamu rasanya mengganjal penuh di dalamku. Andri terus menggoyangkan kemaluannya, keluar masuk kemaluanku. Aku mulai menikmati permainan ini. Ah.. tidak salah memang memilih Andri sebagai teman bermain.

Semakin lama semakin cepat goyangan Andri dan aku semakin terangsang. Badanku mulai semakin menegang menuju puncak kenikmatan. Setiap Andri menyodokku, akupun menyambutnya dengan sodokan juga. Terasa titit Andri menyentuh rahimku. Wah.. rahimku.. jangan sampai Andri nyemprot di dalam. Bisa hamil nih. Baru saja aku berpikir demikian, Andri berteriak sambil menyodok lebih dalam. Dan aku merasakan semprotan-semprotan panas di dalamku. Hal ini malah membuatku lebih terangsang dan aku malah menggerakkan pinggulku. Mempercepat perjalananku menuju puncak kenikmatan.“Ah.. ah.. ah… AAAHHHHH…” Aku pun mencapai puncaknya berbarengan dengan semprotan terakhir dari Andri.

Andri melepaskan semua muatannya di dalamku. Aku sudah tidak peduli lagi apakah aku hamil atau tidak. Andri terjatuh memelukku. Tititnya masih di dalamku. Aku merasakan kehangatan cinta, di dalamku dan dalam pelukan Andri.

Ketika kekuatan kami pulih, Andri bangun dan mulai mengulum-ngulum dadaku. Ah.. enak banget.. memang baru kali ini Andri mengulum dadaku. Aku merasakan vaginaku basah lagi. Andri terlihat menikmati dadaku. Aku seperti seorang ibu yang sedang menyusui anaknya. Bahagia rasanya.

Andri berpindah mengulum dadaku yang satu lagi. Wow.. kenikmatan dobel. Tanganku secara naluriah mencari titit Andri. Andri mendekatkan tititnya ke tanganku dan mulai merasakan pijatan yang aku lakukan. Masih lembek tititnya tetapi aku merasakan kekerasannya mulai kembali.

“Dri.. stop dulu.. Aku haus.”
Andri menghentikan hisapannya di dadaku.
“Iya aku haus juga. Hisap-hisap dada kamu tidak ada yang keluar.”
“Yeee… gimana sih? Kalo ada susunya berarti aku sudah hamil dong. Ambil air minum gih di kulkas.”
Andri menurut dan berjalan keluar menuju kulkas.
Tititnya yang setengah keras bergoyang ke sana sini selagi ia berjalan.

Aku bangun dan merapikan ranjang.
Wah.. darah perawanku membasahi sprei ranjangku.
Ah.. bilang aja nanti darah mens-ku merembes.
Hatiku senang sekali sudah bisa merasakan titit di dalamku.
Rasanya masih mengganjal saja.

“Nih, Yu.. air dinginnya.. Wah.. darahnya kena ranjang yah?”
“Iya Dri.. thanks yah!” Aku mencium bibir Andri.
Pertama kali aku mencium bibir cowok.
Mustinya sih kalau lihat film-film, ciuman terjadi sebelum senggama.
Tetapi aku sudah terlalu nafsu. Jadi langsung ke kelamin deh.
Andri yang juga baru pertama kali menciumku cukup kaget tetapi terus melanjutkan ciumannya.

Aku melepaskan bibirku dan minum lagi.
Andri ternganga dengan pose masih seperti menciumku.
Manis sekali.. Aku tertawa melihatnya.
Andri mengambil gelas di tanganku dan meminum air dingin seteguk.

“Wah.. baru jam sepuluh.. kita bisa berapa kali kayak gini yah, Yu?”
“Sekuat kamu aja, Dri. Aku suka banget merasakan titit kamu di dalamku.”
“Kalo begitu, ayo lanjut.”
Andri dengan sigap menarikku ke atas ranjang.
Dia menindihku tetapi masih menahan badannya dengan siku tangan.
Ia mulai mencium bibirku dengan lembut.
Aku menerimanya dan mulai membuka bibirku.
Lidah Andri mulai menari di dalam mulutku.
Memainkan lidahku. Enak sekali.
“Wow, Dri.. enak banget lidah kamu. Belajar di mana sih?”
“Kaga belajar di mana-mana. Kamu tuh cewek pertama yang aku cium.”
“Oh.. gitu.. kok kayaknya sudah ahli dalam ciuman sih? Aku suka banget.”

Aku merasakan titit Andri mulai keras lagi.
Andri kembali melanjutkan ciumannya.
Mulai dari bibir, ke leher, ke payudaraku.. kiri dan kanan..
Ke perutku.. ke pusar… ke paha.. dan bulu-bulu halus jembutku.
Baru kali ini aku merasakan seluruh badanku diciumi.
Aku sampai merinding karena nikmatnya.

Aku menggapai titit Andri dan menemukannya dalam kondisi sudah sangat keras.
Aku bangun dan segera menjilati kepala titit Andri.
Entah kenapa rasanya enak sekali menjilati titit.
Aku mulai tidak dapat menahan diri.
Andri kudorong agar terbaring.
Tititnya menjulang ke atas.
Aku memegangnya dan mengarahkannya ke vaginaku.
Perlahan-lahan kududuki titit yang keras itu.
Masuk secara perlahan tetapi nikmat ke dalam kelaminku.

Aku mulai bergerak naik turun. Rasanya nikmat sekali.
“Dri.. tiap hari kita senggama kayak gini yuk”
“Siapa takut?”
“Hahaha.. bisa aja kamu.”
Aku pun terus menerus naik turun sampai libidoku meningkat secara perlahan.
Tangan Andri selama ini meremas-remas payudaraku.
“Kenyal banget sih dada kamu, Yu! Pengen hisap-hisap terus deh.”
“Hisap gih.” Aku mengubah posisi, mendekatkan dadaku agar mudah dihisap oleh Andri.
Hisapan Andri dan titit keras Andri yang keluar masuk diriku, membuatku mabuk kepayang.
Aku pun mempercepat goyanganku, membuat dadaku bergerak liar.
“Hnn..hnnn..oohhh..ohhh.. ahhh.. AAAAHHHHHH”
Aku berteriak kenikmatan..

Andri yang belum sampai, mengubah posisi menjadi doggy style.
Tititnya dimasukkan dari belakang.
Sodokan-sodokan lembut Andri perlahan-lahan menjadi kasar.
Biji Andri bergoyang-goyang menepuk clitorisku.
Perasaan nikmat doggy style sangat berbeda.
Tidak lama aku pun menyemprotkan kehangatan ke titit Andri.
Andri masih kuat menggoyang-goyangkkan pinggulnya.
Tetapi kurasakan kalau Andri hendak menyemprot kembali.
Aku ingat kembali akan resiko hamil tetapi sudah tidak ada tenaga melawan kenikmatan ini.
Sodokan-sodokan Andri semakin liar dan..
“Ahhh.. ENAK BANGET.” Andri berteriak dan menyemburkan air maninya kembali.

Kami berdua telah keringatan luar biasa. Keringat kami sampai menetes deras.
Tetapi aku suka sekali badan Andri yang keringatan. Bau tubuhnya sangat merangsang.

Total telah 3 jam kami berhubungan badan. Perut terasa lapar juga.
“Dri.. makan yuk.. Lapar juga nih.”
“Ayo.. makan apa? Ada apa yang bisa dimakan?”
“Ada nasi putih.. tapi kaga tahu ada sayur atau tidak. Atau mau mi instan?”
“Wah jangan mi instan. Kalo kaga ada sayur, kita bikin nasi goreng saja.”
“Memangnya kamu bisa masak, Dri?”
“Bisa dong.. tapi memang cuma nasi goreng doang.”
“Ayo deh kalo gitu.”

Kami berdua dengan badan telanjang dan keringatan menuju dapur.
Aku sempat mengambil handuk untuk mengelap keringat kami berdua.
Jadi kami memasak nasi goreng untuk makan siang.
Kami menyantap di meja makan sambil tetap telanjang.
Aku perhatikan sekali-kali titit Andri menegang dan melembek.
Gemas deh.

Habis makan siang kami membereskan perabot dan mandi siang.
Menghilangkan keringat sehabis ronde pagi.
Kamar mandi keluargaku cukup besar untuk kami mandi berdua.
Ini kali pertama aku mandi bersama laki-laki.
Aku menggosokkan punggung Andri dan mengusap-usap titit Andri.
Tititnya jadi keras lagi.
Andri pun menggosok punggungku dan tangan nakalnya juga beraksi di dadaku dan vaginaku.
Tetapi aku mencegah Andri terlalu lama di vaginaku. Masih perih.

Tidak kurasa baru beberapa hari sejak kejadian tabrakanku dengan Andri,
pengetahuan seks kami bertambah dengan cepat.
Bahkan aku sudah melakukan senggama.
Enak banget lagi.
“Dri.. kalau kemarin itu kita tidak tabrakan, kira-kira kita bisa begini gak yah?”
Andri yang masih menyabuni dadaku dari belakang meremasnya.
“Yah… mana mungkin, Yu. Aku cuma bisa mengagumi kamu dari jauh. Kamu cantik, Yu”
“Gombal ah”
Aku melepaskan pelukan Andri dan berbalik menghadapinya.
Aku raih tititnya dan mengocok lembut dengan sabun.
“Menyesal gak tabrakan denganku?”
“Kaga”
“Menyesal gak pegang-pegang dadaku?”
“Mana mungkin bisa menyesal.”
“Menyesal gak hisap-hisap dadaku dan vaginaku?”
“Kalo boleh, mau setiap saat.”
“Benar nih?”
“Iya dong.”
“Kalo tiap hari masukin titit ke dalamku?”
“Apalagi itu. Kalo bisa terus nempel, mau terus nempel.”
“Kalo gitu janji yah.. Setiap saat memungkinkan, Andri harus memasukkan tititnya ke vagina Ayu.”
“Wah.. kalo janji seperti itu.. Andri tidak akan mengingkarinya. Andri berjanji.”

Kami pun menyudahi mandi bersama. Saling mengeringkan badan.
Saling memainkan kelamin.
Kami pun kembali ke kamarku.
Berbaring telanjang.
Perut kenyang dan kelelahan membuat kami mengantuk.
Kami pun tertidur sambil berpelukan.
Tentunya posisi ini aku manfaatkan dengan baik.
Aku tertidur sambil memegang titit Andri.

Rasanya belum lama kami tertidur, bel rumah berbunyi.
Kami berdua terbangun dengan panik.
Mbak Juminten sudah pulang. Jam berapa nih?
Kami buru-buru berpakaian.
Andri tidak dapat menemukan celana dalamnya.
Akupun hanya memakai BH dan daster panjang.
Setelah melihat bahwa kami cukup sopan berpakaian, aku segera membukakan pintu.

“Kok lama bukain pintunya?” Mbak Juminten bertanya curiga.
“Itu tadi Andri lupa taruh di mana kuncinya.”
“Lho, Andri masih di sini?”
“Iya lah… masa meninggalkan aku sendirian di rumah?”
“Halo Mba Ju” sapa Andri. “Baru pulang nih?”
“Iya.. Kalian sudah makan? Sini biar Mba Ju siapkan makan sore”
Wah.. memang sudah sore rupanya.

Mba Ju pun menyiapkan makan malam buat kami berdua. Kami makan sambil tersenyum-senyum.
Apalagi Mba Ju selalu ada di dapur, tidak keluar. Sambil makan aku mengelus selangkangan Andri, mengetahui dia belum mengenakan celana dalam. Dasterku pun tersingkap sampai selangkangan.
Andri juga senang mengelus pahaku sambil sesekali mengenai vaginaku.

Selesai makan malam aku meminta Mba Ju untuk membereskan meja makan. Kami berdua pindah kembali ke kamarku sambil memberikan alasan kalau tugas sekolah kami tinggal sedikit lagi.  Andri mengerti maksudku. Begitu masuk kamar, aku segera menguncinya. Berbalik ke Andri dan segera membuka jeansnya. Titit Andri sudah keras sekali dan memekku memang sudah sangat basah. Andri segera kudorong ke ranjang. Aku senang dengan posisi di atas. Titit Andri segera kududuki. Sekarang lebih mudah masuknya. Masih sedikit perih tapi sudah jauh lebih enak.

Akupun menggoyang-goyangkan pinggulku. Nikmat sekali. Andri pun terlihat sangat menikmati. Tangan Andri bersemangat memainkan kedua buah dadaku. Andri bergeser ke posisi duduk sehingga bisa menghisap dadaku. Aku serasa melayang di angkasa. Dadaku terasa sangat nikmat dihisap Andri. Tidak lama aku merasakan badan Andri mulai bergetar. Aku tahu sekarang kalau Andri ingin menyemburkan benih-benihnya di dalamku.

Pengetahuan ini malah membuatku ingin segera merasakan kehangatannya. Kupercepat goyangan pinggulku. Andri pun semakin buas melahap dadaku. “aaarrhhhh… aku nyemprot lagi, Yu….”
Aku puas dan bahagia sekali. Kehangatan sperma memenuhi kelaminku.

Kami pun membersihkan diri dengan tisu. Kami menemukan celana dalam Andri di tumpukan bantal,
tetapi aku bilang aku mau menyimpannya. Andri kusuruh memilih salah satu celana dalamku untuk dipakainya. Tukeran. Aku menyukai bau kelamin Andri yang menempel di celananya. Malam itu aku tertidur sambil menghirup wangi air mani di celana dalam Andri dan bermasturbasi. Kelas 3 SMP dan berumur 15 tahun. Aku sangat menikmati senggama.

Bagaimana bro dengan cerita sex Hari ini dari SERBA HOT !!!. Muantapp dong pastinya, Nahh untuk Cerita Dewasa kami Selanjutnya di tunggu ya. Pastinya kami akan hadirkan yang lebih Super Panas dan Super Hot lagi. Tentunya untuk anda seluruh para pembaca setia kami di tanah air. Di tunggu ya Brooo cerita kami selanjutnya. Selamat Beraktifitas kembali bro. Terimakasih .

Rabu, 24 Mei 2017

SERBA HOT - PAPAKU SENDIRI KETAGIHAN BERCINTA DENGAN DIRIKU

SerbaHot
SERBA HOT - Kembali lagi bersama kami Seperti biasa kami selalu menghadirkan dan mengupdate cerita dewasa kami. Yang Pastinya akan membuat anda geli-geli basah dan panas. Tentunya kami hadirkan untuk anda seluruh para pembaca setia kami tanah air. Tanpa banyak basa-basi lagi langsung saja kita HAJAR!!! Brooo Cerita Dewasa kami di bawah ini .

Anu Besar Papa ternyata mampu membangkitkan gairahku. Cerita Dewasa super mesum ini tak sepantasnya kuceritakan dan terjadi. Namun apa daya, penis super besar itu mengganggu tidurku, dan vaginaku serasa ingin dijamah oleh anu papaku sendiri.

Dimaju mundurkan anunya di dalam mulut Fenty. Setelah beberapa lama, tubuh Papanya bergetar lalu… Crott! Crott! Crott! Air mani Papanya muncrat di dalam mulut Fenty. Fenty dengan tenang menelannya habis. Fenty lalu berdiri sambil tersenyum.

“Fenty pengen, Pa..” pinta Fenty berbisik.

“Tidak bisa sekarang sayang,” kata Papanya sambil membetulkan celananya.

“Kapan, Pa?” kata Fenty sambil memeluk dan mengecup bibir Papanya.

“Kamu pulang kuliah jam berapa?” tanya Papanya.
Selepas SMA, Fenti, waktu itu 20 tahun, melanjutkan studinya ke Akademi Sekretaris ternama di Bandung. Dengan wajah sangat cantik, tubuh tinggi semampai, dan kemampuan akademis yang cukup baik, pantaslah kalau Fenti memasuki akademi tersebut. Pacar Fenti sejak SMA, Ganjar, tetap setia dan semakin serius dalam menjalin hubungan dengan Fenti.

“Mau kemana lagi, Fen?” tanya Ganjar sambil melirik ke Fenti.

“Pulang, ah.. Aku capek sehabis ujian tadi,” jawab Fenti sambil bersandar pada jok mobil, matanya terpejam.Ganjar sekilas melirik pada paha Fenti yang putih mulus. Rok mini yang dipakai Fenti naik tersingkap dengan posisi duduk Fenti tersebut.

“Fen, kita ke motel dulu, ya..?” ajak Ganjar.

“Yee, kamu horny ya?” kata Fenti melirik Ganjar sambil tersenyum.

“Habisnya aku tidak tahan melihat kamu…” kata Ganjar sambil tersenyum pula.

“Ya sudah, mau dimana?” tanya Fenti sambil tangannya mengelus paha Ganjar yang sedang mengemudi.Ganjar tak menjawab. Hanya senyuman saja yang tampak di wajahnya sementara mobil diarahkannya menuju sebuah motel..

“Buka dong semua pakaian kamu,” kata Ganjar sementara dia sendiri melucuti semua pakaiannya.”Ih dasar otak horny!” kata Fenty tersenyum sambil melepas seragam kuliahnya.

“Aku cinta kamu..” kata Ganjar sambil memeluk tubuh telanjang Fenti dari belakang.Satu tangan meremas buah dada Fenty, sementara satu tangan mengelus dan mengusap memeknya.

“Mmhh…” desah Fenty sambil terpejam. Tangan Fenty menggenggam anu Ganjar yang sudah tegak dan sesekali mengenai belahan pantatnya.

“Mmhh.. Enak sayang…” bisik Ganjar ketika Fenty mengocok anunya.Fenty tersenyum dan langsung membalikkan badannya menghadap Ganjar lalu mengecup bibirnya. Ganjar membalas kecupan bibir Fenty dengan hangat.

“Hisap, dong…” bisik Ganjar di telingan Fenty.

Fenty tersenyum sambil merendahkan badannya dan langsung berjongkok. Wajahnya tepat di depan anu Ganjar yang sudah berdiri tegak. Lidah Fenty mulai menjilati kepala anu Ganjar sementara tangannya tetap mengocok batangnya.

“Ohh.. Enak sayang…” bisik Ganjar sambil memompa anunya pelan ketika Fenty mulai mengulum batang anunya.Jilatan, hisapan serta kocokan tangan Fenty pada anunya membuat Ganjar mengejang menahan nikmat.

“Gantian dong…” kata Fenty sambil bangkit setelah beberapa waktu.

Fenty bersandar ke dinding sambil berdiri. Ganjar jongkok lalu diciumnya bulu kemaluan Fenty. Fenty memejamkan matanya dan melebarkan kakinya ketika lidah ganjar mulai menelusuri belahan memeknya.

“Oww.. Enak banget, sayang,” kata Fenty sambil memegang kepala Ganjar dan mendesakan ke memeknya.Pinggulnya bergerak naik turun ketika lidah Ganjar bermain di lubang memek dan kelentitnya bergantian.

“Ohh.. Sshh…” desis Fenty merasakan kenikmatan yang tak terhingga.Fenty terpejam dan mendongak sambil mendesakkan kepala Ganjar lebih keras ke memeknya ketika ada sesuatu yang sangat nikmat tiada tara yang mau keluar..

“Ohh.. Ohh.. Ohh…” Fenty menjerit pelan tertahan ketika mencapai puncak orgasmenya.Terasa ada yang menyembur hangat enak di dalam memeknya.

“Mmhh.. Enak sekali sayang,” kata Fenty sambil agak membungkuk lalu mencium bibir Ganjar yang masih basah oleh cairan memeknya.Ganjar sepertinya sudah tidak tahan lagi. Setelah membalas ciuman Fenty sesaat, segera ditariknya tubuh Fenty ke atas ranjang. Fenty telentang sambil membuka kakinya lebar. Dengan tak sabar Ganjar segera menaiki tubuhnya lalu mengarahkan anunya ke memek Fenty. Tangan Fenty segera menggenggam dan membimbing anu Ganjar ke lubang memeknya. Dengan sekali desakan, anu Ganjar sudah masuk ke memek Fenty. Anu Ganjar keluar masuk memek Fenty disertai bunyi khas..

“Mmhh…” Fenty mendesah sambil terpejam sementara pinggulnya bergoyang mengimbangi gerakan Ganjar.

“Enak sekali, sayangghh…” desah Ganjar.Setelah beberapa waktu dan beberapa posisi bersetubuh mereka lakukan, Ganjar hampir mencapai puncak kenikmatannya. Anu Ganjar semakin cepat keluar masuk memek Fenty. Ketika puncaknya, Ganjar segera mencabut anunya lalu turun dan berdiri di pinggir ranjang. Fenty yang sudah terbiasa, langsung mengerti. Anu Ganjar yang masih basah oleh cairan memeknya segera dikulum han dihisap kuat sambil dikocok pelan. Ganjar terpejam sambil memegang kepala Fenty dan mendesakkan anunya agak dalam ke mulut Fenty. Tak lama, crott! Crott! Crott! Air mani Ganjar tumpah di dalam mulut Fenty yang terus menghisap anunya.

“Wohh.. Enak sekali, sayang,” ujar Ganjar dengan nafas berat.

Fenty tersenyum sambil menjilati batang dan kepala anu Ganjar dari sisa air maninya yang masih menempel. Lalu mereka berciuman..

“Cepat pulang ah…” kata Fenty setelah mereka selesai berpakaian dan merapikan diri.”Ya sayang…” kata Ganjar sambil menggandeng Fenty keluar kamar.

Sesampai di rumah, Ganjar segera pulang setelah berpamitan kepada Papa dan mama Fenty.”Lama amat sih, Fen?” tanya mamanya.

“Iya, mam.. Tadi kami nyimpang dulu ke tempat makan,” kata Fenty ringan sambil segera ke kamarnya untuk ganti pakaian.

Malam harinya, ketika mereka sedang nonton TV, Papa dan Mama Fenty segera bangkit dari tempat duduk karena sudah waktunya jam tidur.

“Kamu jangan terlalu malam begadang, nanti sakit kepala,” kata mamanya kepada Fenty.

“Iya, Mam.. Tanggung nih film sedang seru-serunya,” kata Fenty sambil matanya terus melihat TV.Lalu mereka segera masuk kamar. Setelah beberapa menit, telinga Fenty menangkap suara ranjang berderit berulang-ulang. Sebetulnya Fenty sudah mengerti apa yang sedang terjadi di kamar orang tuanya. Fenty bersikap cuek saja awalnya. Tapi rasa penasaran dihatinya membuat Fenty ingin mengintip mereka. Segera fenty bangkit lalu mengendap mengintip dari lubang kunci. Walaupun tidak terlalu jelas tapi Fenty dapat melihat Papa Mamanya sedang bersetubuh.

Darah Fenty berdesir karenanya. Ketika mata Fenty melihat buah zakar dan anu papanya yang keluar masuk memek Mamanya, darahnya makin berdesir. Matanya lebih jelas lagi melihat anu papanya ketika mereka telah selesai bersetubuh, papanya bangkit dan mengelap anunya yang basah. Tampak jelas di mata Fenty betapa anu papanya lebih besar dari anu Ganjar. Fenty segera berdiri, mematikan TV lalu segera bergegas masuk kamarnya. Di atas ranjang, Fenty tidak bisa memejamkan matanya. Terbayang terus persetubuhan Papa Mamanya tadi, terlebih ketika terbayang anu Papanya yang besar.. Perasaan Fenty jadi gelisah.

Sejak saat itu Fenty secara sadar arau tidak selalu memperhatikan gerak gerik Papanya. Apalagi bila Papanya hanya memakai kolor saja. Mata Fenty selalu mencuri pandang ke paha dan selangkangan Papanya. Papa Fenty waktu itu berumur 43 tahun. Badannya bersih dan tegap.Suatu malam..

“Pijitin pundak Papa, Fen.. Pegal amat,” kata Papa Fenty waktu mereka nonton TV.

“Kalau begitu Papa duduk di bawah biar Fenty gampang mijitnya,” kata Fenty.Papanya segera turun dari kursi lalu duduk di lantai. Fenty segera memijit pundak Papanya sambil nonton TV.

“Mama ngantuk ah.. Mau tidur duluan, Pa…” kata Mamanya sambil bangkit dan menuju kamarnya.

“Fenty sayang Papa,” bisik Fenty sambil merangkulkan tangannya ke leher Papanya.

“Nah, biasanya suka ada maunya kalau kamu sudah begini,” kata Papanya sambil tersenyum dan menoleh ke Fenty.

“Mm.. Fenty tidak minta apa-apa kok, Pa…” bisik Fenty lagi manja.

“Fenty hanya mau bilang kalau Fenty sayang Papa,” kata Fenty sambil mencium pipi Papanya.Papanya diam sambil tersenyum sambil tanganya memegang tangan Fenty yang sedang memeluk dirinya dari belakang.”Tumben kamu manja begini,” kata Papanya sambil menoleh dan menatap Fenty lama.Fenty tersenyum lalu mencium pipi Papanya lagi berkali-kali. Darah Fenty mulai berdesir.

“Ada apa sih, Fen?” kata Papanya lagi sambil tersenyum.

Ucapan Papanya tidak bisa terus ketika bibir mungil Fenty mengecup bibirnya.

“Fenty sangat sayang Papa,” bisik Fenty lirih sambil bibirnya melumat hangat bibir Papanya.Papa Fenty pada awalnya kaget atas tindakan putrinya ini, tapi lama kelamaan sentuhan hangat bibir Fenty bisa menghangatkan perasaan dan gairahnya. Dibalasnya ciuman Fenty dengan hangat pula.

“Mm…” suara Fenty terdengar pelan.Papa Fenty bangkit lalu duduk berhadapan dengan Fenty. Kembali dilumat bibir Fenty dengan agak panas. Fentypun membalasnya dengan agak panas pula. Tangan Fenty bergerak ke arah selangkangan Papanya. Sambil tetap berciuman diremasnya pelan anu Papanya. Terasa anu Papanya mulai bergerak tegak dan tegang..

“Fenty sayang Papa,” kembali Fenty berbisik.

“Papa juga sama…” kata Papanya dengan nafas memburu.

“Jangan disini, Pa.. Nanti Mama tahu,” kata Fenty sambil bangkit dan menarik tangan Papanya ke kamar belakang.

Papanya menurut mengikuti Fenty. Fenty langsung memeluk dan melumat bibir Papanya dengan liar, Papanyapun membalasnya semakin panas. Tangan Fenty mulai berani disusupkan dan masuk ke celana kolor Papanya, lalu tanpa ragu menggenggam dan meremasnya pelan.

“Mmhh…” suara Papanya tertahan karena masih berciuman.

Fenty kemudian melepaskan pelukannya lalu merendahkan tubuhnya hingga jongkok. Diperosotkan celana kolor Papanya sampai lutut hingga anu besarnya yang tegak tampak di depan wajahnya. Fenty mengocok pelan anu Papanya lalu segera mengulumnya. Papanya terpejam sambil memegang kepala Fenty.

“Ohh…” desah Papanya.Dimaju mundurkan anunya di dalam mulut Fenty. Setelah beberapa lama, tubuh Papanya bergetar lalu… Crott! Crott! Crott! Air mani Papanya muncrat di dalam mulut Fenty. Fenty dengan tenang menelannya habis. Fenty lalu berdiri sambil tersenyum.

“Fenty pengen, Pa..” pinta Fenty berbisik.

“Tidak bisa sekarang sayang,” kata Papanya sambil membetulkan celananya.

“Kapan, Pa?” kata Fenty sambil memeluk dan mengecup bibir Papanya.

“Kamu pulang kuliah jam berapa?” tanya Papanya.

“Jam 11, Pa…”

“Kalau begitu Papa jemput kamu di kampus jam 12 untuk makan siang, lalu kita cari tempat…” kata Papanya sambil tersenyum.

“Iya, Pa…” kata Fenty sambil tersenyum pula.

“Kasih tahu pacar kamu untuk tidak jemput, ya?” kata Papanya. Fenty mengangguk.

“Sekarang tidurlah,” kata Papanya sambil mencium bibir Fenty mesra.Besok harinya sesuai dengan rencana, Fenty dijemput di kampus.

“Mau makan siang dimana?” tanya Papanya.”Tidak usah makan siang, Pa…” kata Fenty manja.

“Langsung saja…” kata Fenty tersenyum.

Papa Fentypun tersenyum. Mobil langsung di arahkan ke hotel. Di dalam kamar, mereka langsung berciuman. Fenty menatap mata Papanya lalu melepas kancing kemeja Papanya satu demi satu.

“Biar Papa buka sendiri biar cepat. Waktu kita sedikit sayang. Papa harus segera ke kantor lagi,” kata Papanya sambil tersenyum lalau melepas semua pakaiannya.Fenty juga sama. Tubuh Fenty telentang di atas ranjang. Papanya segera duduk di pinggir ranjang. Tangannya mulai mengelus dan meremas buah dada Fenty. Fenty terpejam menikmati belaian Papanya itu. Sementara tangannya dengan segera meraih anu Papanya yang sudah tegang besar. Diremas dan dikocoknya pelan. Tangan Papanya mulai turun ke memek Fenty.

Diusap dan di gosoknya memek Fenty dengan mesra. Lalu salah satu jarinya mulai memainkan kelentit dan lubang memeknya bergantian. Fenty terpejam sambil menggigit bibir sementara tangannya tak henti mengocok anu Papanya.

“Cepat masukkan, Pa…” pinta Fenty.Papanya tersenyum lalu bangkit dan segera menaiki tubuh anaknya. Disentuhkan anunya ke memek ke belahan memek Fenty. Fenty menatap mata Papanya sambil tangannya segera meraih anu dan mengarahkan ke lubang memeknya. Dengan sedikit desakan, anu Papanya perlahan masuk ke memek Fenty. Fenty terpejam merasakan rasa nikmat dari orang yang sangat disayanginya. Tak terasa air matanya mengalir di pipi.

“Ada apa sayang?” tanya Papanya sambil terus memompa anunya.

“Fenty sangat bahagia bisa bersama Papa saat ini,” kata Fenty sambil memeluk erat Papanya.

“Fenty sangat sayang Papa,” bisik Fenty.

“Papa juga sangat sayang kamu,” kata Papanya.Fenty tersenyum sambil menggoyangkan pinggulnya mengimbangi gerakan pinggul Papanya. Kenikamatan dan sensasi yang sangat luar biasa dirasakan oleh Fenty saat itu. Siang itu Fenty dan Papanya dengan liar bersetubuh bermandi peluh dan desahan serta jeritan kenikmatan. Sampai akhirnya terasa anu Papanya berdenyut tanda akan mencapai orgasme. Dicabutnya anu dari memek Fenty lalu digesek-gesekan ke belahan memeknya. Tapi Fenty dengan segera bangkit dan langsung menghisap serta mengocok anu Papanya sampai akhirnya.. Crott! Crott! Air mani Papanya menyembur banyak di dalam mulut Fenty. Fenty menelannya dengan tenang lalu tersenyum. Papanya lalu mencium bibir Fenty.

“Kamu hebat sayang…” bisik Papanya.

“Lebih hebat dari Mama kamu,” kata Papanya lagi.

“Fenty sayang Papa…” bisik Fenty sambil tersenyum.

Mereka berpelukan..

Sesuai dengan penuturan Fenty, sejak saat itu hampir tiap hari Fenty dan Papanya bersetubuh pada jam istirahat siang. Sesekali mereka bersetubuh di hotel bila ada waktu. Juga dengan Ganjarpun, Fenty tetap melayaninya setiap ada kesempatan.Sekarang Fenty sudah menikah dengan Ganjar, dikaruniai anak 2. Masih tinggal di Bandung. Ketika masih mempunyai anak 1, Fenty masih berhubungan badan dengan Papanya. Tapi setelah punya anak 2 sekarang ini, aktifitas itu berhenti karena usia Papanya yang sudah uzur. Fenty sangat menyayangi Papanya.

Bagaimana bro dengan cerita sex Hari ini dari SERBA HOT !!!. Muantapp dong pastinya, Nahh untuk Cerita Dewasa kami Selanjutnya di tunggu ya. Pastinya kami akan hadirkan yang lebih Super Panas dan Super Hot lagi. Tentunya untuk anda seluruh para pembaca setia kami di tanah air. Di tunggu ya Brooo cerita kami selanjutnya. Selamat Beraktifitas kembali bro. Terimakasih .

SERBA HOT - MEKI MAMA RUPANYA MEMILIKI RASA YANG BEDA DARI LAINNYA

SerbaHot
SERBA HOT - Kembali lagi bersama kami Seperti biasa kami selalu menghadirkan dan mengupdate cerita dewasa kami. Yang Pastinya akan membuat anda geli-geli basah dan panas. Tentunya kami hadirkan untuk anda seluruh para pembaca setia kami tanah air. Tanpa banyak basa-basi lagi langsung saja kita HAJAR!!! Brooo Cerita Dewasa kami di bawah ini .

Gue mau nyeritain pengalaman gue yang aneh tapi lucu, deh. ‘Kali aje elu elu semua pade ketawa. Ceritanya gini, waktu itu gue kebetulan lagi mandi dan ada yang ketok-ketok pintu terus kedengeran suara nyokap gue, katanya biar gue mandinya agak cepetan abis dia mau berak.

Tapi apa boleh buat, gue lagi bersiin memek gue, trus gue buka aja pintunya dan gue suruh dia masuk. Karena nyokap udah kagak tahan lagi, langsung aja nyelonong, jadi berduaan deh kita di dalem.

Selesai berak, nyokap cebok dan kelihatan, deh, jembutnye yang lebat tapi memeknya kagak kelihatan lantaran ketutupan ame jembut yang udah kayak utan belantara gitu. Trus nyokap ngomong ke gue kalo’ jembut gue juga lebat banget, karena nyokap juga suka bercanda, ya gue tanya aja sama dia apa gue boleh liat memeknya. Eh, dia kasih liat juga, lho.

Mungkin juga karena sama-sama cewek dan apalagi gue adalah anaknya sendiri, jadi dia kagak malu. Lumayan indah juga, sih, hampir sama ama yang pernah gue liat di majalah porno ama film cabul. Bibir memeknya berwarna merah muda dan sudah agak keluar, dan kelihatan masih seger banget. Kayaknya nyokap gue ini rajin juga dalam hal pemeliharaan memek.

Udah liat begitu gue bilang ame tuh nyokap kalau memeknya seindah seperti yang di majalah cabul ama filem jorok, trus dia ngomong, “Masa, Lin. Kamu udah sering, ya, liat-liat yang begituan.” Gue bilang aja, “Emang bener, kok, Ma. Malah suka diliatin yang lagi dijilatin. Kelihatan merangsang juga, Ma. Aaaa…..aah, Mama kayak pura-pura nggak tau aja. Punya Mama juga sering ‘kan dijilatin ama Papa.”

Nyokap gue agak melotot meliat ke gue sambil ngomong, “Hush, kamu ‘ni ngomong sembarangan aja. Jangan gitu, ah.” Terus gue godain lagi, “Kira-kiraaaaa…………Ellin boleh nggak, Ma, nyoba njilatin memeknya Mama.” Nyokap melotot lagi sambil ngomong, “Udah, ah, kamu ‘ni kayak orang kurang kerjaan aja.” Trus gue rayu lagi, “Yaaaa…… Mama orang Ellin cuma ngajak becanda gitu aja marah. Masak, sih, Ma ama anak sendiri yang sesama cewek, Mama nggak mau. Sekaliiii…aja, deh, Ma.” Nyokap terus menyanggupi, “Ya udah, ya udah. Tapi hanya sekedar coba sekali ini aja, lho.”

Gue cuma ngangguk sambil senyum gembira dan nyokap duduk lagi di kloset tetapi di atas tutupnya, terus gue jongkok di depan kedua kakinya dan pelan-pelan nyokap mulai ngangkang. Wah !! OK banget, deh, memeknya, gue liatin ‘bentar dan trus gue julurin lidah gue dan gue sentuh-sentuhin di depan bibir memeknya. Masih basah karena kena air waktu nyokap cebok tadi.

Tapi gue cuek aja dan mulai, deh, gue berani njilatin semuanya sembari kedua tangan gue ngelus-ngelus daerah deket pangkal kedua pahanya. Lama-lama enak juga rasanya karena gue juga kebayang action-action yang ada di blue film yang pernah gue liat sama temen-temen.

Nggak lama kemudian kedengeran, deh, suara nyokap mendesah dan agak merintih. Emh, emh, uuuuh, uuuu…..uuuuh. Wah ! rupanya nyokap udah mulai keenakan terangsang. Ya gue terusin aja soalnya gue juga tambah seneng. Lama-lama nyokap semakin sering merintih keenakan sambil nyebutin nama gue, Elliiii….iin, uuuuu….uuh, Liiii…..in, Elliiiiii…..in, emmmmm…mmmh, uuuu…..uuuh. Gue liatin matanya udah merem ikut nikmatin rasa enak.
Trus keluar, deh, cairan-cairan dari memek nyokap, baunya kurang bisa gue sebutin tetapi sempet gue jilat juga, rasanya asin dan kecut.

Rupanya nyokap udah nyampe klimaksnye dan kelihatan dia agak lemes. Gue tanya, “Gimana, Ma. Enak Ma?” Terus nyokap ngejawab sambil senyum dan melambaikan tangan kanannya ke arah muka gue, “Lumayan juga. Sialan kamu, ah. Ada-ada aja.” Abis itu gue tanya lagi, “Kita gantian. Mau nggak, Ma?” Langsung dia jawab, “Eh !!! Kamu ‘ni kok jadi nglunjak. Udah, ah.”

Mulai gue rayu lagi, “Yaaaaaa…….Mama payah. Nggak feee..eer. Curang.” Nyokap ngomong agak ngotot, “Ya jiiii…iijik donk Lin. Kamu ‘ni apa-apan, sih.” Trus gue berlagak marah sambil cemberut, “Ya, udah !!!!” Tapi nyokap nimpalin lagi, “Lhooo…..Kamu, kok, jadi gitu siiii….iiih.

Gue ama nyokap diem sebentar, tapi nyokap akhirnya ngajakin juga, “Ya udah, Lin, sini, deh, mama kerjain daripada kamu cemberut aja. Tapi sekali ini aja, lho.” Akhirnye gue mulai senyum lagi dan ngomong ke nyokap, “Tapi, Ma.” Belum gue selesai nyokap nyamber lagi, “Tapi apa lagi.” Gue sambung lagi, “Mama juga harus telanjang donk biar kayak di filem jorok.” Nyokap ngejawab lagi, “Aduh, Lin, kamu ini cerewet banget, deh.” Gue mau berpura-pura marah lagi, “Yaaaaa……..Mama.”

Terus nyokap mulai buka-bukain baju dan BH-nya. Kelihatan toketnya yang bulet cukup gede tapi udah mulai turun. Asik juga, sih, sempet gue elus-elus dan remes-remes. Udah gitu nyokap nyuruh gue duduk di kloset kayak dia tadi. Langsung aje gue kangkangin kaki gue lebar- lebar karena gue udah kepengen banget.

Nyokap ngeliat sebentar ke memek gue sembari ngomong, “Punya kamu masih rapet. Perawan, sih.” Abis itu, gila, nyokap tanpa ngomong lagi langsungjilatin memek gue. Wuah ! Rasanya darah gue jadi panas, rasa geli dan enak di memek terasa hebat banget. Mata gue arahin ke bawah, wah !! gila, lidah nyokap gue lincah banget gerakannye ngeji- latin memek gue.

Terus kedua tangannya membuka belahan memek gue yang masih rapet dan lidahnya dimasukin. Uuuuuu…..uuuuh asik banget. Nyokap matanya lihat ke arah muka gue dan brenti’ sebentar terus nanya, “Gimana Lin. Enak?” Gue jawab aja, “OK banget, Ma. Terus donk Ma.” Langsung aje nyokap nyamber memek gue lagi, malah sekarang lebih ganas lagi.

Bibir mulutnya ikut beroperasi nyiumin memek gue seperti orang ciuman mulut ame mulut. Busyet deh ! Asik banget. Mata gue ampe merem terus gue merintih keenakan. Uuuuuuh, uuuuuuh, aaaaah, Maaaaa…., emmmmm….mh. Lama-lama gue terasa mau pipis dan langsung gue agak treak, “Maaa…..,Maaa….., mau pipis, Ma.”

Langsung aje nyokap brentiin jilatannya dan gue juga langsung jongkok sembari ngangkang dansyurrrrrrr……………. air pipis gue keluar semua dan rasanya nikmaaaaa…..aat banget. Terasa yang keluar banyak banget. Gue nggak perhatiin apa cairan yang kayak punya nyokap juga keluar dari memek gue.

Abis itu nyokap nanya, “Puas Lin. Enak? He’eh?” Gue ngangguk sembari senyum. Trus nyokap nyebokin memek gue dengan sabun ampe busanya banyak banget. Terasa enak lagi elusan tangan nyokap gue. Abis itu kita berdua pada pake baju dan gue nanya lagi ke nyokap, “Kapan-kapan lagi, ya, Ma. Mama juga suka ‘kan.”

Sembari buka pintu kamar mandi nyokap ngomong, “Bodo’ ah. Ayo keluar. Udah kelamaan di dalem.” Tapi gue bisa tebak kalo’ nyokap gue doyan banget cuma nggak mau terus
terang aja. Yang penting sekarang gue udah punya pengalaman lah main jilat-jilatan memek ame nyokap. Enak juga lho.

Bagaimana bro dengan cerita sex Hari ini dari SERBA HOT !!!. Muantapp dong pastinya, Nahh untuk Cerita Dewasa kami Selanjutnya di tunggu ya. Pastinya kami akan hadirkan yang lebih Super Panas dan Super Hot lagi. Tentunya untuk anda seluruh para pembaca setia kami di tanah air. Di tunggu ya Brooo cerita kami selanjutnya. Selamat Beraktifitas kembali bro. Terimakasih .