WWW.DADUPOKER.COM

Situs Judi Online Terpercaya INDONESIA, Poker Server V Dengan Tampilan Yang Menarik Dan Bonus Yang Sangat Luar Biasa ( 100% Fair Play / 100% Player Vs Player )

WWW.KOMPASQQ.COM

Situs Judi Yang Menyediakan 6 Permainan Dalam 1 User ID, Dengan Tampilan Yang Sangat Elegant Dan Menarik, Bonus Yang Di Tawarkan Juga Sangat Fantastic.

WWW.MANDIRIQQ.COM

Situs Judi Online Terbesar Dan Terpercaya, Yang Sudah Terjamin Keamanan Akun Di Dalam Situs Ini, Bonus Yang Sangat Meriah Menghadiri Anda.

WWW.VIPMANDIRIQQ.COM

Situs Judi Online Yang Telah Dimainkan Lebih Dari 5000 Orang Dari Indonesia - Panca Negara, Situs Teraman

WWW.METROQQ.COM

Situs Judi Online Dengan 4 Permainan Dan Tampilan Awal Yang Menarik, Bonus Yang Di Berikan Sangat Amat Menggiurkan.

WWW.CUMAPOKER.COM

Situs Judi Online Dengan Jaringan Yang Sangat Baik, 6 Game 1 User ID, Promo Yang Sangat Menguntungkan Bagi Member Baru Maupun Member Lamanya.

Sabtu, 26 November 2016

SERBA HOT - PRAKTEK DOKTER YANG BERAKHIR DENGAN PERMAINAN LIAR BERSAMA JANDA TANPA ANAK DI RUMAHNYA

SerbaHot
SERBA HOT - Kembali lagi bersama kami Seperti biasa kami selalu menghadirkan dan mengupdate cerita dewasa kami. Yang Pastinya akan membuat anda geli-geli basah dan panas. Tentunya kami hadirkan untuk anda seluruh para pembaca setia kami tanah air. Tanpa banyak basa-basi lagi langsung saja kita HAJAR!!! Brooo Cerita Dewasa kami di bawah ini .

Telah belasan tahun berpraktek Gua di kawasan kumuh ibu kota, tepatnya di kawasan Pelabuhan Rakyat di Jakarta Barat. Pasienku lumayan banyak, namun rata-rata dari kelas menengah ke bawah.

Jadi sekalipun telah belasan tahun Gua berpraktek dengan jumlah pasien lumayan, Gua tetap saja tidak berani membina rumah tangga, sebab Gua benar-benar ingin membahagiakan isteriku, bila Gua memilikinya kelak, dan kebahagiaan dapat dengan mudah dicapai bila kantongku tebal, simpananku banyak di bank dan rumahku besar.

Namun Gua tidak pernah mengeluh akan keadaanku ini. Gua  tidak ingin membanding-bandingkan diriku pada Dr. Susilo yang ahli bedah, atau Dr. Hartoyo yang spesialis kandungan, sekalipun mereka dulu waktu masih sama-sama kuliah di fakultas kedokteran sering Gua bantu dalam menghadapi ujian. Mereka adalah bintang kedokteran yang sangat cemerlang di bumi pertiwi, bukan hanya ketenaran nama, juga kekayaan yang tampak dari Baby Benz, Toyota Land Cruiser, Pondok Indah, Permata Hijau, Bukit Sentul dll.

Dengan pekerjaanku yang melayani masyarakat kelas bawah, yang sangat memerlukan pelayanan kesehatan yang terjangkau, Gua memperoleh kepuasan secara batiniah, karena Gua dapat melayani sesama dengan baik. Namun, dibalik itu, Gua pun memperoleh kepuasan yang amat sangat di bidang non materi lainnya.

Suatu malam hari, Gua diminta mengunjungi pasien yang katanya sedang sakit parah di rumahnya. Seperti biasa, Gua mengunjunginya setelah Gua menutup praktek pada sekitar setengah sepuluh malam. Ternyata sakitnya sebenarnya tidaklah parah bila ditinjau dari kacamata kedokteran, hanya flu berat disertai kurang darah, jadi dengan suntikan dan obat yang biasa Gua sediakan bagi mereka yang kesusahan memperoleh obat malam malam, si ibu dapat di ringankan penyakitnya.

Saat Gua mau meninggalkan rumah si ibu, ternyata tanggul di tepi sungai jebol, dan air bah menerjang, hingga mobil kijang bututku serta merta terbenam sampai setinggi kurang lebih 50 senti dan mematikan mesin yang sempat hidup sebentar. Air di mana-mana, dan Gua  pun membantu keluarga si ibu untuk mengungsi ke atas, karena kebetulan rumah petaknya terdiri dari 2 lantai dan di lantai atas ada kamar kecil satu-satunya tempat anak gadis si ibu tinggal.

Karena tidak ada kemungkinan untuk pulang, maka si Ibu menawarkan Gua untuk menginap sampai air surut. Di kamar yang sempit itu, si ibu segera tertidur dengan pulasnya, dan tinggallah Gua berduaan dengan anak si ibu, yang ternyata dalam sinar remang-remang, tampak manis sekali, maklum, umurnya Gua perkirakan baru sekitar awal dua puluhan.

“Pak dokter, maaf ya, kami tidak dapat menyuguhkan apa apa, agaknya semua perabotan dapur terendam di bawah”, katanya dengan suara yang begitu merdu, sekalipun di luar terdengar hamparan hujan masih mendayu dayu.
“Oh, enggak apa-apa kok Dik”, sahutku.
Dan untuk melewati waktu, Gua banyak bertanya padanya, yang ternyata bernama Sri.

Ternyata Sri adalah janda tanpa anak, yang suaminya meninggal karena kecelakaan di laut 2 tahun yang lalu. Karena hanya berdua saja dengan ibunya yang sakit-sakitan, maka Sri tetap menjanda. Sri sekarang bekerja pada pabrik konveksi pakaian anak-anak, namun perusahaan tempatnya bekerja pun terkena dampak krisis ekonomi yang berkepanjangan.

Saat Gua melirik ke jam tanganku, ternyata jam telah menunjukkan setengah dua dini hari, dan Gua lihat Sri mulai terkantuk-kantuk, maka Gua sarankan dia untuk tidur saja, dan karena sempitnya kamar ini, Gua terpaksa duduk di samping Sri yang mulai merebahkan diri.

Tampak rambut Sri yang panjang terburai di atas bantal. Dadanya yang membusung tampak bergerak naik turun dengan teraturnya mengiringi nafasnya. Ketika Sri berbalik badan dalam tidurnya, belahan bajunya agak tersingkap, sehingga dapat kulihat buah dadanya yang montok dengan belahan yang sangat dalam. Pinggangnya yang ramping lebih menonjolkan busungan buah dadanya yang tampak sangat menantang. Gua coba merebahkan diri di sampingnya dan ternyata Sri tetap lelap dalam tidurnya.

Pikiranku menerawang, teringat Gua akan Wati, yang juga mempunyai buah dada montok, yang pernah Gua tiduri malam minggu yang lalu, saat Gua melepaskan lelah di panti pijat tradisional yang terdapat banyak di kawasan Gua berpraktek. Tapi Wati ternyata hanya nikmat di pandang, karena permainan seksnya jauh di bawah harapanku. Waktu itu Gua hampir-hampir tidak dapat pulang berjalan tegak, karena burungku masih tetap keras dan mengacung setelah ’selesai’ bergumul dengan Wati. Maklum, Gua tidak terpuaskan secara seksual, dan kini, telah seminggu berlalu, dan Gua masih memendam berahi di antara selangkanganku.

Gua mencoba meraba buah dada Sri yang begitu menantang, ternyata dia tidak memakai beha di bawah bajunya. Teraba puting susunya yang mungil. dan ketika Gua mencoba melepaskan bajunya, ternyata dengan mudah dapat Gua lakukan tanpa membuat Sri terbangun. Gua dekatkan bibirku ke putingnya yang sebelah kanan, ternyata Sri tetap tertidur.

Gua mulai merasakan kemaluanku mulai membesar dan agak menegang, jadi Gua teruskan permainan bibirku ke puting susu Sri yang sebelah kiri, dan Gua mulai meremas buah dada Sri yang montok itu. Terasa Sri bergerak di bawah himpitanku, dan tampak dia terbangun, namun Gua segera menyambar bibirnya, agar dia tidak menjerit. Gua lumatkan bibirku ke bibirnya, sambil menjulurkan lidahku ke dalam mulutnya. Terasa sekali Sri yang semula agak tegang, mulai rileks, dan agaknya dia menikmati juga permainan bibir dan lidahku, yang disertai dengan remasan gemas pada ke dua buah dadanya.

Setalah Gua yakin Sri tidak akan berteriak, Gua  alihkan bibirku ke arah bawah, sambil tanganku mencoba menyibakkan roknya agar tanganku dapat meraba kulit pahanya. Ternyata Sri sangat bekerja sama, dia gerakkan bokongnya sehingga dengan mudah malah Gua dapat menurunkan roknya sekaligus dengan celana dalamnya, dan saat itu kilat di luar membuat sekilas tampak pangkal paha Sri yang mulus, dengan bulu kemaluan yang tumbuh lebat di antara pangkal pahanya itu.

Kujulurkan lidahku, kususupi rambut lebat yang tumbuh sampai di tepi bibir besar kemaluannya. Di tengah atas, ternyata clitoris Sri sudah mulai mengeras, dan Gua jilati sepuas hatiku sampai terasa Sri agak menggerakkan bokongnya, pasti dia menahan gejolak berahinya yang mulai terusik oleh jilatan lidahku itu.

Sri membiarkan Gua bermain dengan bibirnya, dan terasa tangannya mulai membuka kancing kemeja Gua , lalu melepaskan ikat pinggangku dan mencoba melepaskan celana Gua . Agaknya Sri mendapat sedikit kesulitan karena celana Gua terasa sempit karena kemaluanku yang makin membesar dan makin menegang.

Sambil tetap menjilati kemaluannya, Gua membantu Sri melepaskan celana panjang dan celana dalamku sekaligus, sehingga kini kami telah bertelanjang bulat, berbaring bersama di lantai kamar, sedangkan ibunya masih nyenyak di atas tempat tidur.

Mata Sri tampak agak terbelalak saat dia memandang ke arah bawah perutku, yang penuh ditumbuhi oleh rambut kemaluanku yang subur, dan batang kemaluanku yang telah membesar penuh dan dalam keadaan tegang, menjulang dengan kepala kemaluanku yang membesar pada ujungnya dan tampak merah berkilat.

Kutarik kepala Sri agar mendekat ke kemaluanku, dan kusodorkan kepala kemaluanku ke arah bibirnya yang mungil. Ternyata Sri tidak canggung membuka mulutnya dan mengulum kepala kemaluanku dengan lembutnya. Tangan kanannya mengelus batang kemaluanku sedangkan tangan kirinya meremas buah kemaluanku. Gua memajukan bokongku dan batang kemaluanku makin dalam memasuki mulut Sri. Kedua tanganku sibuk meremas buah dadanya, lalu bokongnya dan juga kemaluannya. Gua mainkan jariku di clitoris Sri, yang membuatnya menggelinjang, saat Gua rasakan kemaluan Sri mulai membasah, Gua tahu, saatnya sudah dekat.

Kulepaskan kemaluanku dari kuluman bibir Sri, dan kudorong Sri hingga telentang. Rambut panjangnya kembali terburai di atas bantal. Sri mulai sedikit merenggangkan kedua pahanya, sehingga Gua mudah menempatkan diri di atas badannya, dengan dada menekan kedua buah dadanya yang montok, dengan bibir yang melumat bibirnya, dan bagian bawah tubuhku berada di antara kedua pahanya yang makin dilebarkan. Gua turunkan bokongku, dan terasa kepala kemaluanku menyentuh bulu kemaluan Sri, lalu Gua geserkan agak ke bawah dan kini terasa kepala kemaluanku berada diantara kedua bibir besarnya dan mulai menyentuh mulut kemaluannya.

Kemudian Gua dorongkan batang kemaluanku perlahan-lahan menyusuri liang sanggama Sri. Terasa agak seret majunya, karena Sri telah menjanda dua tahun, dan agaknya belum merasakan batang kemaluan laki-laki sejak itu. Dengan sabar Gua majukan terus batang kemaluanku sampai akhirnya tertahan oleh dasar kemaluan Sri. Ternyata kemaluanku cukup besar dan panjang bagi Sri, namun ini hanya sebentar saja, karena segera terasa Sri mulai sedikit menggerakkan bokongnya sehingga Gua dapat mendorong batang kemaluanku sampai habis, menghunjam ke dalam liang kemaluan Sri.

Gua membiarkan batang kemaluanku di dalam liang kemaluan Sri sekitar 20 detik, baru setelah itu Gua mulai menariknya perlahan-lahan, sampai kira-kira setengahnya, lalu Gua dorongkan dengan lebih cepat sampai habis. Gerakan bokongku ternyata membangkitkan berahi Sri yang juga menimpali dengan gerakan bokongnya maju dan mundur, kadangkala ke arah kiri dan kanan dan sesekali bergerak memutar, yang membuat kepala dan batang kemaluanku terasa di remas-remas oleh liang kemaluan Sri yang makin membasah.

Tidak terasa, Sri terdengar mendasah dasah, terbaur dengan dengusan nafasku yang ditimpali dengan hawa nafsu yang makin membubung. Untuk kali pertama Gua menyetubuhi Sri, Gua  belum ingin melakukan gaya yang barangkali akan membuatnya kaget, jadi Gua teruskan gerakan bokongku mengikuti irama bersetubuh yang tradisional, namun ini juga membuahkan hasil kenikmatan yang amat sangat. Sekitar 40 menit kemudian, disertai dengan jeritan kecil Sri, Gua hunjamkan seluruh batang kemaluanku dalam dalam, kutekan dasar kemaluan Sri dan seketika kemudian, terasa kepala kemaluanku menggangguk-angguk di dalam kesempitan liang kemaluan Sri dan memancarkan air maniku yang telah tertahan lebih dari satu minggu.

Terasa badan Sri melamas, dan Gua biarkan berat badanku tergolek di atas buah dadanya yang montok. Batang kemaluanku mulai melemas, namun masih cukup besar, dan kubiarkan tergoler dalam jepitan liang kemaluannya. Terasa ada cairan hangat mengalir membasahi pangkal paha Gua . Sambil memeluk tubuh Sri yang berkeringat, Gua bisikan ke telinganya,
“Sri, terima kasih". Selesai.

Bagaimana bro dengan cerita sex Hari ini dari SERBA HOT !!!. Muantapp dong pastinya, Nahh untuk Cerita Dewasa kami Selanjutnya di tunggu ya. Pastinya kami akan hadirkan yang lebih Super Panas dan Super Hot lagi. Tentunya untuk anda seluruh para pembaca setia kami di tanah air. Di tunggu ya Brooo cerita kami selanjutnya. Selamat Beraktifitas kembali bro. Terimakasih .

Jumat, 25 November 2016

SERBA HOT - TANTE JUDES JUGA MEMILIKI SENSI DAN PERMAINAN YANG BERBEDA DARI YANG LAINNYA

SerbaHot
SERBA HOT - Kembali lagi bersama kami Seperti biasa kami selalu menghadirkan dan mengupdate cerita dewasa kami. Yang Pastinya akan membuat anda geli-geli basah dan panas. Tentunya kami hadirkan untuk anda seluruh para pembaca setia kami tanah air. Tanpa banyak basa-basi lagi langsung saja kita HAJAR!!! Brooo Cerita Dewasa kami di bawah ini .

Waktu itu Gua sedang maen di rumah Omku, adik dari ibuku yang paling bontot, Omku sudah mempunyai istri yang mana umurnya masih muda 27 tahun sedangkan Gua waktu itu berumur 20 tahun,  omku dan istrinya sudah menikah 2 tahun yang lalu belum dikarunia anak, istri dari om memang cantik dan seksi terawatt tubuhnya, tapi tante Ida itu orangnya  terlihat judes, gak tau kenapa mungkin dari segi sosial. Soalnya keluarga Gua orangnya biasa biasa saja sedangkan keluarganya tante Ida orang punya yang ada di kota.

Selama Gua berada dirumah om ku ini, hampir setiap hari tante Ida mengomel saja, karena dia memang sangat benci kalau Gua menginap dirumah mereka.

Disamping Gua memang termasuk anak yang bandel, biarpun secara postur tubuh, Gua sudah kelihatan sangat dewasa, karena tinggi badanku 175 cm dengan tubuh yang berotot, tante Ida curiga saja dan menganggap Gua sering menerima duit dari om ku, pada hal sangat jarang om Gua memberi Gua duit.

Saat ini Gua nginap di rumah mereka, sebenarnya hanya terpaksa saja, karena Gua sedang berlibur di Bandung dan ibu Gua memberitahukan kepada om ku yang memaksa Gua tinggal dirumahnya. Hari ini entah mengapa Gua merasa suntuk banget sendirian, kemarin sore sebelum om ku pulang dari kantor, tante Ida marah-marah dan menunjukan muka cemberut terhadap saya.

Saat itu rumah berada dalam keadaan sepi, om sudah pergi kekantor, Mbak Ani adik tante Ida sedang pergi kuliah, Bik Suti lagi pergi ke pasar, dan tante Ida katanya mau pergi ke arisan. Tadi sebelum pergi dengan nada yang setengah membentak, tante Ida menyuruh saya menjaga rumah.

"Dari pada BT sendiri, mending nonton BF aja di kamar," pikirku.

TV mulai kunyalakan, kuambil CD porno yang kemarin kupinjam ditempat persewahan dekat rumah, adegan-adegan panas nampak di layar. Mendengar desahan-desahan artis BF yang cantik dan bahenol tersebut membuat Gua terangsang.

Dengan lincahnya tanganku melucuti celana beserta CD-ku sendiri. Burungku yang sedari tadi tegak mengacung kukocok perlahan. Film yang kutonton itu cukup panas, sehingga Gua menjadi semakin bergairah.

Kutanggalkan pakaian yang masih melekat, akhirnya tubuhku tanpa ada penutup sekalipun. Kocokan tanganku semakin cepat seiring dengan makin panasnya adegan yang kutonton. Kurasakan ada getaran dalam penisku yang ingin meyeruak keluar. Gua mau orgasme, tiba-tiba...

"Anton.. apa yang kamu lakukan!!" teriak sebuah suara yang Gua kenal.

"Ooooohh... Tante...?!" Gua kaget setengah mati dan sangat bingung sekali saat itu. Tak kusangka tante Ida yang katanya mau pergi arisan bisa kembali secepat itu. Tanpa sadar Gua bangkit berdiri dan kudekati tante Ida yang cantik tapi judes itu, yang masih berdiri dalam keadaan kaget dengan mata membelalak melihat keadaanku yang telanjang bulat dengan penisku yang panjang dan besar dalam keadaan tegang itu.

Tiba-tiba entah setan mana yang mendorongku, secara refleks saja Gua menyergap dan mendekap tubuh tante Ida yang mungil padat itu. Badannya yang mungil dan tingginya yang hanya sampai sebahu dari ku, ku bekap dengan kuat dan kutarik agak keatas, sehingga tante Ida hanya berdiri dengan ujung jari kakinya saja dengan kepala agak tertengadah keatas, karena kaget. Dengan cepat kucium dan kulumat bibir tipisnya yang seksi.

"Eeeehhhh... ppppffffff...!!! badan tante Ida seketika mengejang dan agak menggeliat menerima perlakuan yang tidak pernah dia sangka akan berani Gua lakukan itu dan sesaat kemudian dia mulai
memberontak dengan hebat, sehingga ciumanku terlepas....

"Anton.. jangan kurang ajar.. berani benar kau ini.. ingat, Toonnn.. Gua ini istri om mu...!!! Cepat lepas... nanti kulaporkan kau ke om mu..." teriak tante Ida dengan suara garang mencoba mengancamku.

Gua tak lagi peduli, salah tante Ida sendiri sih, orang mau orgasme kok diganggu. Dengan buasnya Gua jilat belakang telinga dan tengkuknya, kedua payudaranya yang biarpun tidak terlalu besar, tapi padat itu langsung kuramas-ramas dengan buas, sampai tante Ida menjerit-jerit.

Disamping nafsuku yang memang sudah menggila itu, ada juga rasa ingin balas dendam dan mau mengajar adat padanya atas perlakuan dan pandangannya yang sangat menghina padaku.

Dia mencoba berteriak, tapi dengan cepat Gua segera menciumnya lagi. Ada kali 10 menit Gua melakukan hal itu, sementara tante Ida terus meronta-ronta, dan mengancamku serta mencaci maki, entah apa saja yang dikatakannya, Gua sudah tidak memperdulikannya lagi.

Gua terus menyerangnya dengan buas dan mengelus-elus dan meramas-ramas seluruh tubuhnya sambil terus mencium mulutnya dengan rakus. Dia tidak dapat melepaskan diri dari dekapanku, karena memang tubuhku yang tinggi 175 cm dengan badan yang atletis dan berotot, tidak sebanding dengan tubuh tante Ida yang 155 cm dan mungil itu.

Akibat seranganku yang bertubi-tubi itu, lama kelamaan kurasakan tidak ada lagi perlawanan dari tante Ida, entah karena dia sudah lelah atau mungkin dia mulai terangsang juga. Merasa sudah tidak ada perlawanan lagi dari tante Ida, penisku yang panjang dan besar yang sudah sangat tegang itu kugosok-gosok pada perutnya dan kemudian kuraih tangannya yang mungil dan kuelus-elus ke penisku, tangan mungilnya kugosok-gosok, mengocok penisku yang mulai mengeras. Tubuhnya terasa mengejang, akan tetapi kedua matanya masih terpejam, dan tidak ada perlawanan darinya.

Kemudian ketika dengan perlahan kubuka baju tante Ida, dia dengan lemah masih mencoba menahan tanganku, akan tetapi tanganku yang satu mengunci kedua tangannya dan tanganku yang lain membuka satu demi satu kancing-kancing blusnya, dan perlahan-lahan mempertontonkan keindahan tubuh di balik kain itu. Setelah berhasil membuka blus dan BH-nya, kuturunkan ciumanku menuju ke payudara tante Ida yang padat berisi...

"Tooonnnn... aaammmpuunn... Toonnnnn... iiii.. iiingaaattttt.. Tooonnn..!!!"

Kucium dan kulumat putingnya yang berwarna kecoklatan itu. Terkadang kugigit dan kupuntir putingnya, sementara kusingkap roknya dan jari-jariku mulai mengelus-elus kemaluannya yang masih tertutup CD.

Iiiiiiiiii..ooohhhhhhh..aaaagggghh

hhhhh..ssssshhhhhhh..Toooonnnnn! !!!! akibat perlakuanku itu,

kayaknya tante Ida mulai terangsang juga, itu terasa dari tubuhnya yang mengejang kaku dan dengusan nafasnya makin terdengar kuat. Gua makin memperhebat seranganku dan tiba-tiba tubuh tante Ida bergetar dengan kuat dan..

"Aaaahhhhhh..Toooonnnnjaaa..jaaa

angaaannn.Tooonnnniiiingaaaatttt..Tooo nnn

oooohhhhhhhaaaaaggggghhhaaaaggghhh .aaaaggggggggghhhhh!!!!!

akhirnya, disertai tubuhnya yang mengejang dan menggeliat-geliat kuat, serta kedua tangannya mendekap punggung ku.Seerrr.. cairan kewanitaan tante Ida membasahi CD nya sekalian jemariku.

Setelah masa orgasmenya berlalu, terasa badan tante Ida melemas terkulai dalam dekapanku dan kedua matanya masih terpejam rapat, entah perasaan apa yang sedang bergelora dalam tubuhnya, puas, malu atau putus asa akibat perlakuanku terhadap nya , sehingga dia mencapai orgasme itu. Tarikan nafasnya masih terengah-engah.

Kami terdiam sejenak, sementara tubuh tante Ida bersandar lemas dalam dekapanku dengan mata. Jemari lentik tante Ida masih menggenggam penisku yang masih tegak mengacung.

Akhirnya secara perlahan-lahan kepala tante Ida menengadah keatas dan terlihat pandangan matanya yang sayu menatapku, sehingga menambah kecantikan wajahnya dan secara lembut terdengar suaranya

"Oooohhhh.Toonnnn, apa yang kau perbuat pada tantemu ini.?????

Eeeehhmmmmaafkan Anton tante.Anton lupa diri.abis tante tadi masuk tiba-tiba selagi Anton akan mencapai klimaks.salah tante sendiri sihhh.lagi pulatante amat cantik sihhh..!!!!!! sahutku mencari-cari alasan sekenanya.

Sekarang kayaknya tante Ida sudah pasrah dan sambil tanganya masih menggenggam penisku katanya lagi..

Tooonnnn..punya kamu gede amat yaaaa????. Punya Om mu nggak sampai segede ini..!!"

"Aaahhhhh, tanteapa betull?????!" memang penis ku panjangnya 20 cm dan gede juga dengan kepalanya yang bulat besar, apalagi kalau lagi sangat bernafsu begini.

Jemari lentik tante Ida yang tadinya hanya menggenggam saja, kini mulai memainkan penisku dengan manja. Seperti mendapat mainan baru, tangan tante Ida tak mau lepas dari situ.

"Taaannnnn., kok diiiii..diidiamin aja, dikocok dong, Taannn. biar enaaakkk.!!!!"

"Ton, Ton.. kamu keburu nafsu aja.aaaaggghhh.!!!", perlahan-lahan kedua tanganku menekan bahu tante Ida, sehingga tubuh tante Ida berjongkok dan sesaat kemudian kepalanya telah sejajar dengan selangkanganku.

Kedua tangannya segera menggenggam penisku dan kemudian tante Ida mulai menjilati kepala penisku dengan lidahnya. Bergetar seluruh tubuhku menerima rangsang dari mulut tante Ida. Dijilatnya seluruh batang kemaluanku, mulai dari pangkal sampai ujung. Tak ada bagian yang terlewat dari sapuan lidahnya.

Dikocoknya penisku didalam mulutnya, tapi tak semuanya bisa masuk. Mungkin hanya 3/4 nya saja yang dapat masuk ke mulut tante Ida. Kurasakan dinding tenggorokan tante Ida menyentuh kepala penisku. Sungguh sensasi sangat luar biasa menjalar ke seluruh tubuhku. Cukup lama juga tante Ida
mengulum penisku. Kurasakan batang penisku mulai membesar dan makin mengeras. Dari dalam kurasakan ada sesuatu yang memaksa untuk keluar. Merasa Gua akan keluar, tante Ida semakin cepat mengocok batang kemaluanku.

"Taaannnnn..ah..aohh.. taaannn.. Anton mo

keluar,.aaauuugghhhh..taaannnn..!!!!!!!"

Akhirnya..Croott..croott..croottt.. Hampir sepuluh kali cairan itu menyembur dari ujung penisku. Diminumnya air maniku dengan, dijilatinya semua, sampai tak ada lagi cairan yang tersisa. Meskipun sudah keluar tetapi penisku tetap saja masih tegar, meski tak seberapa keras lagi. Melihat itu, tante Ida mencium-cium kepala penisku dan menjilat-jilatnya hingga bersih.

Kemudian kutarik berdiri tubuh tante Ida dan kudorong ke tempat tidur, sehingga tante Ida terlentang diatas tempat tidur. Dengan cepat kulucuti rok sekalian CD nya, sehingga sekarang tante Ida terlentang diatas tempat tidur dengan tubuhnya yang mungil tapi padat itu berada dalam keadaan telanjang bulat. Tante Ida hanya menatap ku dengan pandangan yang sayu dan terlihat pasrah.

Gua naik keatas tempat tidur dan kedua kakinya kupentang lebar-lebar dan Gua berjongkok diantara kedua pahanya yang terpentang membuka lebar kemaluannya yang telah licin, siap untuk diterobos.

Kupegang batang penisku dan kugosok-gosok sepanjang bibir kemaluannya, sambil kutekan-tekan pelahan. Merasakan gesekan-gesekan lembut vagina tante Ida, penisku mulai mengeras kembali. Ku ambil tangan tante Ida dan ku tempatkan pada batang penisku, segera digengamnya penisku dan diarahkan ke lubang kemaluannya. Dengan sedikit gerakan menekan, kepala penisku perlahan-lahan mulai masuk setengah ke lobang kemaluan tante Ida.

Terasa lobang kemaluan tante Ida sangat sempit mencengkeram batang kemaluanku. Dinding kemaluan tante membungkus rapat batang kemaluanku, kutekan lagi dan tubuh tante Ida menggeliat

"Oooooohhhhhh... Toooonnnn... bee.. beeeesaaarrrr aaaaa.. maaaattttt.. pe.. peeelaaan... pee laaan... Tooooonnnnn... ooooohhhhh..!!!!!" tante Ida merintih perlahan.

Secara pelan dan hati-hati Gua menekan batang kemaluanku makin dalam... terus... terus.... ooohhhhhh... eeeenna aaak... benaaarrrr... terasa jepitan kuat dinding kemaluan tante Ida yang menjepit rapat batang kemaluanku.

Perasaanku terasa melayang-layang dilanda kenikmatan yang tidak terlukisakan ini..

"Taaaaannnnnooohhhhhh..eeee euuuuunnaaaakkkkkkkktaannnnn.!!!!"

Dengan kedua paha yang terkangkang lebar-lebar dan kedua tangannya berpegang pada pinggangku, tante Ida memandang ku dengan tatapan sayu, terlihat sangat cantik dan menawan, sehingga Gua yang sedang bertumpu diatasnya perasaanku terasa menggila, melihat dan merasakan wanita cantik dan ayu yang berbadan mungil tapi padat ini, terlentang pasrah dibawahku, menerima seluruh perlakuanku.

Kugerakan perlahan-lahan pinggulku menekan kebawah, sehingga penisku terbenam makin dalam kelobang kemaluannya, dalam.. dalam.. terus terus.. daannnn.. .kemudianujung kepala penisku terasa mentok, karena beberapa kali tubuh tante Ida mengejang ketika Gua mencoba menekan lebih kuat, Gua kemudian mulai menarik keluar dan selanjutnya memompa keluar masuk.

Dengan bersemangat Gua mulai menaik-turunkan tubuhku. Gerakan naik-turun yang terkadang diselingi dengan gerakan memutar, sungguh merupakan sensasi yang sangat luar biasa. Apalagi posisi kedua paha tante Ida terkangkang lebar-lebar, membuat tikaman-tikamanku terasa jauh didalam
dasar lobang kemaluannya. Gua dapat melihat payudara tante Ida bergerak-gerak keatas kebawah setiap kali Gua menekan masuk penisku dalam-dalam sehingga kedua selangkangan kami berhimpit rapat-rapat.

Kemudian kurasakan otot-otot kemaluan tante Ida dengan kuat menyedot penisku. Semakin lama kurasa semakin kuat saja kemaluan tante Ida menjepit penisku. Kulihat wajah tante Ida nampak makin memerah menahan orgasme keduanya yang akan melandanya sebentar lagi.

"Aaaaaaddduuuuuhhhhh.Toooonnn.. Aaaagggghhhhhh.. Oouggg.. hhaa..hhaaToooonn taaannnnteeeeemaaa. Maaauuuukeee keeeeluaraarrrr lagi, Toonnnnn!!!!!!!."

Dan.. Seeeeerrrr..kurasakan cairan hangat membasahi penisku.

Sementara nafsuku sudah sangat memuncak menuntut penyelesaiannya, Gua sudah tidak bisa lagi bertindak halus, tanpa banyak bicara, segera saja kupompa pantatku dengan cepat dan gencar, mendapat serangan yang agak kasar dan tiba-tiba itu tante Ida menjerit-jerit kesakitan. Meskipun lobang kemaluan tante Ida telah basah dan licin banget, tapi tetap saja terasa seret untuk ukuran penisku yang besar.

Tak kuhiraukan lagi suara tante Ida yang menjerit-jerit kesakitan, yang ada dipikiranku saat itu adalah Gua ingin segera mengakhiri permainan ini dan merasakan nikmat yang akan datang padaku. Kurasakan otot-otot penisku mulai berdenyut-denyut dengan kerasnya, ada sesuatu yang berusaha untuk keluar dari batang penisku. Kucoba untuk menahannya selama mungkin agar tidak segera keluar, tapi jepitan dinding kemaluan tante Ida akhirnya meruntuhkan pertahananku.

"Aaaaaauuddddduuhhhh... taaannnnnn... teeeee... oooooohhhhh..!!!!" keluhan panjang penuh kenikmatan keluar dari mulut ku disertai dengan croott.. croott.croooootttt.semburan..maniku menyemprot dengan kuat, mengisi relung-relung terdalam lobang kemaluan tante Ida,

Kemudian badanku tertelungkup lemas menidih badan mungi tante Ida, sementara kuubiarkan penisku tetap didalam kemaluan tante Ida untuk merasakan sisa-sisa orgasmeku. Kurasakan kemaluan tante Ida tetap saja berdenyur-denyut, meski tak sekuat tadi.

"Taannnn, terima kasih ya, udah mau temenin Anton main.!!!!" kataku dengan manja.

"Kamu, tuh, Ton, kalau lagi nafsu jangan main maksa dong, masak tantemu sendiri kamu perkosa juga..!!!!"

"Iiihhhhhtante..tapi tante senang juga.kaannnn ..????"

"Iya.. siiihhh.!!!!!" kata tante Ida malu-malu.

Sejak saat itu sikap tante Ida terhadapku berobah seratus persen, biarpun sikap kami ini tetap terjaga dihadapan om dan adik tante Ida. Gua dan tante Ida sering berhubungan sex bersama kalau rumah lagi sepi. Gua makin merasa sayang saja terhadap tante Ida, apalagi tante Ida melayani nafsu sex saya dengan rela dan sepenuh hati. Selesai .

Bagaimana bro dengan cerita sex Hari ini dari SERBA HOT !!!. Muantapp dong pastinya, Nahh untuk Cerita Dewasa kami Selanjutnya di tunggu ya. Pastinya kami akan hadirkan yang lebih Super Panas dan Super Hot lagi. Tentunya untuk anda seluruh para pembaca setia kami di tanah air. Di tunggu ya Brooo cerita kami selanjutnya. Selamat Beraktifitas kembali bro. Terimakasih .

Kamis, 24 November 2016

SERBA HOT - BERTAPA BERUNTUNGNYA KETEMU WANITA MANIS BERTUBUH SEMOK DI TEMPAT GYM GUA

SerbaHot
SERBA HOT - Kembali lagi bersama kami Seperti biasa kami selalu menghadirkan dan mengupdate cerita dewasa kami. Yang Pastinya akan membuat anda geli-geli basah dan panas. Tentunya kami hadirkan untuk anda seluruh para pembaca setia kami tanah air. Tanpa banyak basa-basi lagi langsung saja kita HAJAR!!! Brooo Cerita Dewasa kami di bawah ini .

Suatu hari cutiku di Bandung, Gua menyempatkan diri untuk fitness, menjaga kondisi badanku. Gua 
kerja di Jakarta, di sebuah event organizer ternama. Hampir setiap dua hari sekali sehabis pulang
kerja Gua fitness di sebuah hotel, dgn peralatan fitness yg lengkap. 

Maklum, pekerjaankumembutuhkan vitalitas tinggi. Maka walaupun libur di Bandung, atau tepatnya pulang ke kampunghalaman, Gua tak pernah melewatkan olahraga Gua yg satu ***** O ya, Gua Ariyo, biasa dipanggil Riyo. Usia Gua  30 tahun, dan belom menikah. Tentunya hal ini merupakan keuntunganku untuk bisa menikmati masa bujang lebih lama, having fun dan get a life.

Sebenarnya tujuan fitnessku semula iseng, ingin melihat perempuan-perempuan sexy berpakaian ketat (baju senam), tapi akhirnya terasa manfaatnya, otot perutku rata, bisep dan trisepku terbentuk, sampai membuatku percaya diri. Tapi tentunya kegiatanku ngeceng perempuan berpakaian sexy tak pernah kulewatkan. Sambil menyelam minum air.. he he hee. Ok, akhirnya kupilih sebuah hotel di bilangan Asia Afrika. Gua membiasakan tak langsung pulang ke rumahku. Satu hari cutiku, kumanfaatkan untuk menikmati Bandung sendirian, daripada dgn orang-orang rumah. Orang tua Gua termasuk old fashion, yg penuh dgn aturan ketat, walaupun ku sadar hal itulah yg dapat membuatku hidup mandiri.

Hari itu masih sore sekitar pukul 16. 30. Setelah Gua cek in dan beristirahat sebentar, kumanfaatkan fasilitas fitness gratisku. Gua mulai mengganti bajuku dgn celana pendek dan t-shirt tanpa lengan. Ketika Gua memasuki ruang fitness, Gua melihat sekeliling, masih agak kosong. Cuma ada beberapa pria di beberapa alat. Hmm, this is not my lucky day, pikirku sambil berjalan menuju sepeda statis. Ku kayuh sepeda itu sekitar lima menit dan beralih ke beberapa alat lainnya.

Sepuluh menit menjelang pukul lima sore, satu, dua perempuan masuk. Ok, this isn’t my unlucky day after all. Gua makin semangat menarik beban. Diikuti beberapa perempuan lainnya, yg tentunya berpakain senam, warna-warni, ada yg memakai celana panjang cutbray dan kaos ketat, short pants dan atasan model sport bra, menambah indahnya pemandangan tempat fitness tersebut. Beberapa di antara mereka ada yg duduk, ada yg ngobrol, cekikikan, dan mencoba beberapa alat. Oh, mungkin
mereka mau ber-aerobic, pikirku.

Betul saja ketika seorang perempuan berpakaian seperti mereka masuk dan menotak-ngatik tape compo, dan terdengarlah suara musik house dgn tempo cepat. Masing-masing mereka menyusun barisan dan mulai bergerak mengikuti instruktur. Gerakan demi gerakan mereka ikuti. Masih pemanasan.

Tiba-tiba seorang perempuan masuk, sangat cantik dibanding mereka, tinggi 165 kira-kira, rambut panjang diikat buntut kuda, memakai pakaian senam bahan lycra mengkilat warna krem dgn model tank top dan g-string di bokongnya. Bongkahan bokongnya tertutup lycra ketat warna krem lebih muda, sesampai menyerupai warna kulit tangannya yg kuning langsat sampai kaki yg tertutup kaos kaki dan sepatu. Woow, sangat seksi.

Tak sengaja kulihat bagian dadanya karena handuk yg menggantung di pundak ditaruhnya dikursi dekat dgn alat yg kupakai. Tonjolan putingnya terlihat jelas sekali, menghiasi tonjolan indah yg kira-kira 36 b ukurannya. Sedikit melirik ke arahku lalu akhirnya mencari barisan yg masih kosong dan mengikuti gerakan instruktur. Dada Gua berdegup kencang pada saat dia melirik walaupun cuma sedetik. Gerakan demi gerakan instruktur diikutinya, mulai dari gerakan pemanasan sampai gerakan cepat melompat-lompat sesampai bongkahan buah dadanya bergerak turun naik.

Gagangku mulai membengkak seiring dgn lincahnya gerakan si dia. Mata Gua terus tertuju pada si dia. Posisiku kebetulan sekali membentuk 45 derajat dari samping kirinya agak ke belakang. Hmm betapa beruntungnya diriku. Sampai akhirnya dia melaqukan gerakan pendinginan. Keringat membasahi bajunya, tercetak jelas di punggung dan dadanya, sesampai tonjolan puting itu terlihat jelas sekali, ketika dia memutar badan ke kiri dan ke kanan.

Sampai akhirnya Gua dibuat malu. Ketika Gua memperhatikan dia, dia pun memperhatikanku lewat pantulan kaca cermin yg berada di depannya ketika Gua mengalihkan pandangang ke kaca. Dia tersenyum kepada Gua lewat pantulan cermin. Entah berapa lama dia memandangku sebelom aqu
sadar dipandangi.

Gua langsung memalingkan muka dan beranjak dari alat yg kupakai. Gua segera berganti pakaian untuk berenang. Segera kuceburkan diri untuk mendinginkan otak. Dua atau tiga balikan kucoba berganti gaya sampai akhirnya balikan ke empat gaya punggung, kepala Gua menabrak seseorang dan terjatuh menyelam ke air. Sama-sama kita berbalik dan setelah berbalik ku sadar yg ku tabrak adalah bokongnya si dia yg telah berganti pakaian renang, potongan high cut di pinggul dgn warna floral biru yg seksi.

Kini tonjolan putingnya tersembunyi dibalik cup baju renangnya, membuatku sedikit kecewa. “Eh, maaf Mbak, nggak kelihatan, habis gaya punggung sih” kata Gua meminta maaf. “Nggak kok Mas, Gua yg salah, nggak lihat jalur orang berenang”, jawabnya sambil mengusap muka dan rambutnya ke belakang. Si dia tersenyum kembali ke arahku, sambil lirikan matanya menyapu dari muka sampai bagian pusarku. “Kenalan dong, aqu Ariyo, biasa dipanggil Riyo”, kata Gua sambil menyodorkan tangan. Dijabatnya tanganku sambil berkata”Elsya, lengkapnya Aurelsya”, jawabnya.

Kita menepi ke bibir kolam, sambil mencelupkan diri se batas leher masing-masing. Kita duduk
bersampingan. “Baru disini Mas?”, Elsya mulai lagi membuka pembicaraan. “Iya, tapi jangan panggil Mas, Riyo aja cukup kok. Gua asli Bandung, tapi memang baru kes***** Gua kerja di Jakarta. Kamu Lin?”, ku balik bertanya. “Gua asli Bandung juga, kerja di bank B**, jadi CS. Deket sini kok, seberangan. 

Gua biasa aerobic dan renang disini, duahari sekali, yg ada jadwal aerobicnya saja”. Pembicaraan kita berkembang dari hal kerjaan mengarah ke hal-hal yg lebih pribadi. Elsya baru putus dgn pacarnya, kira-kira dua minggu yg lalu. Keluarga pacarnya tak setuju dgn Elsya dan pacarnya dijodohkan dgn orang lain pilihan keluarganya. Agak sedih Elsya bercerita sampai..
“Sya, balapan yuk ke seberang, gaya bebas”, ajakku.
“Hayo, .. siapa taqut?”, jawabnya.
Kita berdua berlomba sampai sebrang. Gua sedikit curang dgn mendorong bahunya ke belakang
sesampai Elsya sedikit tertinggal. Pada saat Gua duluan di seberang..
“Ari, kamu curang, kamu curang”, rengeknya sambil memukul-mukul tanganku.
Gua tertawa-tawa dan bergerak mundur menjauhi Elsya. Dia mengejarku, sampai akhirnya”Byurr, .”.,
Gua terjatuh kebelakang. Kakiku menyenggol kakiknya sampai diapun terjatuh dan kita berdua tak
sengaja berpelukan. Dadanya yg empuk menyentuh dada Gua , membuat gagangku kembali
membengkak. Ketika sama-sama berdiri, kita masih berpelukan walau agak renggang.

Kita saling pandang, kemudian Elsya memelukku kembali. Kesempatan ini tak ku sia-siakan dgn balas memeluknya. Udara Bandung yg dingin pada sore yg beranjak malam tersebut, menambah kuatnya pelukan kita. Gagangku yg sedari tadi mengeras menyentuh perut bagian bawahnya Elsya, atau tepatnya diatas kemaluan Elsya sedikit. Bokong Elsya bergerak mendorong, sampai gagangku geli terjepit antara perut Elsya dan perutku. Berulang-ulang Elsya melaqukan itu, sesampai darahku berdesir.
“Emhh.”., Elsya bergumam.
Sadar Gua berada di tempat umum, walaupun kolam renang agak sepi, cuma ada tiga orang selain
kita, membuatku agak sedikit melepaskan pelukan walau sayg untuk dilaqukan.
“Lin, mending kita sauna yuk!”, ajakku menetralkan suasana.
Elsya terlihat agak kecewa dgn sikapku yg sengaja kulaqukan.
“Oke!”, jawabnya singkat.

Kita berdua mengambil handuk di kursi pinggir kolam, dan berjalan bersamaan, menuju ruang sauna yg tak jauh dari kolam renang. Terbayg apa yg dilaqukan Elsya saat di kolam, membuatku menerawang jauh menyusun rencana dgn Elsya selanjutnya.
“Kosong.”., kataqu dalam hati melihat ruang sauna.
Kita berdua masuk, dan Gua sengaja mengambil tempat duduk dekat pintu, sesampai orang lain tak
dapat melihat kita beruda lewat jendela kecil pintu sauna.
“Sya.”., belom sempat Gua bicara, Elsya menciumku di bibir.

Bibir kita saling berpagut melaqukan french kiss. Penetrasi lidah Elsya di mulutku, menunjukkan dia sangat berpengalaman. Tangan Elsya memegang dada Gua , kemudian mengusap menyusuri perut sampai sampai pada gagangku yg sudah berdiri dari tadi. Elsya meremas gagangku yg masih terbungkus celana renang, sementara kuremas dua gunung montok. Betapa kenyal dan kencang sekali buah dadanya.

Temperatur ruang sauna menambah panasnya hawa disana. Kubalik Elsya membelakangiku. Kuciumi tengkuknya, dan ku remas buah dadanya”.Emhh.. Riyo.. ahh”, Elsya melenguh. Ku susupkan tanganku ke buah dadanya, dari celah baju renangnya. Ku pilih putingnya, dan membuat Elsya sedikit menjerit, dan menggelinjang. Untungnya ruangan sauna kedap suara.

“Riyo, Gua butuh kamu Ry, .. malam ini saja.. ahh.”., Elsya berbisik di telinga Gua , sambil masih
kumainkan putingnya.
“Lanjutkan di kamarku yuk, ..!” ajakku.
Punggung Elsya menjauhi badanku dan berbalik.
“Kamu cek in di s*****.?”, tanyanya dgn muka sedikit gembira.
“Bukannya kamu.”.
“Ya sayg.”., sambil akhirnya kutempatkan jari telunjukku di mulutnya.
Akhirnya kujelaskan alasanku.

Satu-satu kita keluar dari ruang sauna. Elsya bergegas ke ruang ganti. Begitupun diriku. Setelah siap, Elsya menenteng tasnya dan kita pun berjalan bersamaan. Kita berjalan sambil memeluk pinggang masing-masing, layaknya sepasang kekasih yg sudah lama pacaran. Stelah mengambil key card dari
recepsionist, kita naik ke kamarku di 304.

Setelah masuk, pintu ditutup, dan langsung kita merebahkan diri di ranjang. Untung ku pilih tempat tidur sharing. Elsya masih memakai baju seragam banknya, lengkap dgn blazer, sepatu hak tinggi dan stocking hitam menggoda. Seksi sekali! Elsya di bawah sementara Gua diatasnya menciumi bibimnya. Sesekali kujilat leher dan telinganya.

Elsya meracau memanggil-manggil nama Gua . Kubuka blazernya. Dari blouse putih tipis yg masih menempel, terlihat jelas puting berwarna coklat menerawang. Hmm, sengaja tak memakai bra pikirku. Kubuka kancingnya satu persatu. Kujilati dadanya. Lidahku menyapu dua bukit kembarnya ygmengencang. Rambutku diusapnya sambil dia melenguh dan memanggil nama Gua berkali-kali. Sesekali kugigit putingnya.

Roknya kusingkapkan, ternyata dibalik stocking hitamnya itu, Elsya tak memakai CD lagi. Ku jilat kemaluan Elsya yg masih terhalang stocking. Noda basah di bibir kemaluan tercetak jelas di pantyhosenya. Elsya semakin mecarau dan menggelinjang. Ku gigit sobek bagian yg menutupi kemaluannya yg basah. Kujilati labia mayoranya. Perlahan kusapu bibir kemaluan merah merekah itu.

Kucari klitorisnya dan kumainkan lidahku di sana. Elsya mengejang hebat, tanda klimaks pertamanya.
“Emhh Arryy.. ahh”, Elsya sedikit berteriak tertahan.
“Makasih sayg.. oh.. benar-benar nikmat..!”.
“Pokoknya ganti stocking ku mahal nih”, Elsya merengek sambil cemberut.
“Oke, tapi puaskan dulu Gua Lin, .”., jawabku sambil rebahan di ranjang.

Elsya kemudian berbalik dan berada di atasku. Blouse terbuka yg masih menempel itu disingkirkannya. Sampai terpampanglah dua bukit menggantung di atasku. Kemaluan basah Elsya terasa di perutku. Rok yg tersingkap dilepasnya lewat atas. Tinggal stocking yg masih menempel, sepatunya pun telah lepas.

Elsya kembali menciumiku. Lidahnya menyapu dada Gua dan putingku. Sesekali digigitnya, membuatku juga menggelinjang kegelian. Kemudian lidahnya menyapu perutku sampai sampai ke gagang kemaluanku yg tegak. Elsya mengocoknya perlahan. Ujung lidahnya menari di lubang kencingku.

Rasa hangat itu terasa manakala lidahnya menyapu seluruh permukaan kemaluanku. Seluruh gagang
kemaluanku terbenam di mulut Elsya. Sambil dikocok, keluar masuk mulutnya Elsya.
“Ohh..!” Gua pun tak luput meracau.
Hampir terasa puncakku tercapai, ku dorong Elsya menjauhi kemaluanku, Gua bangun dan berlutut
di belakang Elsya.
“Masukkin Ry, fuck me please, Ohh.. arrghh.. Arryy!”, Elsya berteriak seiring dgn masuknya gagang
kemaluanku sedikit-demi sedikit lewat celah stocking yg kugigit tadi.
“Bless.”..Bokong Elsya bergerak maju mundur, demikian juga bokongku, saling berlawanan.
“Oh.. ooh.. ahh.. ahh.. God, .. fuck me harder.. Aaahh.. Riyo.. yes”, begitulah kalinat tak beraturan
meluncur dari mulut Elsya, bersamaan dgn semakin capatnya gerakanku.
Ku remas-remas bongkahan bokong seksinya. Elsya menjilati jari-jarinya sendiri.
“Mmhh.. Aaahh.. mmh.”., desah Elsya yg membuatku semakin bernafsu untuk menggenjot
bokongku.

Kemudian kita berganti posisi. Gua berbaring dan Elsya berada di atasku. Elsya mengambil ancang-ancang untuk memasukkan kemaluanku ke dalam kemaluan basahnya. Elsya terlebih dahulu mengusap-usapkan kemaluanku di bibir kemaluannya. Gua makin kelojotan dgn perlaquan Elsya. Centi demi centi kemaluanku dilahap kemaluan Elsya.
“Blessh.”., lengkap sudah kemaluanku dilahap kemaluannya.
Elsya bergerak turun naik beraturan. Buah dadanya bergoyg turun naik pula. Pemandangan indah
terebut tak kulewatkan saat badanku bangun, dan wajahku menghampiri buah dadanya. Kuremas
dua gunung kembar yg begoyg mengikuti irama siempunya. Kujilati dan kusedot bergantian.
“Errgh.. erghh.. ahh.”., Elsya mendesah tanda menikmati genjotannya sendiri.
Kini kutarik badan Elsya sesampai ikut berbaring di atas badanku. Ku mulai menggenjot bokongku
dari bawah. Elsya teridam dan menengadahkan kepalanya, dan sesaat kemudian Elsya berteriak
meracau.
“Arrgghh.. oohh.. aah.. enakkhh.. aahh.. nikmathh.. ooh.”., serunya.
Kuyakin posisi seperti ini membuatnya merasakan sensasi yg tiada duanya.
5 menit dgn posisi seperti itu, Elsya mengejang, dan berteriak panjang”, AARRGHH.. Shit.. Uuuhh..
Riyo.. aaihh.”., tanda dia mencapai klimaks.

Terlepas kemaluanku dari kemaluannya tatkala Elsya ambruk di sisiku. Elsya ngos-ngosan kecapean. Kini giliranku untuk mendapatkan kepuasan dari Elsya. Kubalik badan penuh keringat yg mengkilat terkena cahaya lampu. Sungguh seksi sekali dia saat itu. Kubuka kedua kakiknya, dan ku lucuti stocking hitam yg masih menempel di kakinya yg mulus. Terlihat indah kaki nan putih mulus dari bokong sampai betis. Kujilati lubang dubur Elsya, dan membuat dia sedikit mengangkat bokongnya keatas.

“Please.. Riyo.. not now.. Give me a break.. Ohh.”., ratapnya ketika mendapat perlaquanku.
Gua tak mempedulikan ratapannya. Justru Gua semakin gila dgn perlaquanku, menjilati lubang
duburnya dan membuat penetrasi di lubangnya dgn lidahku. Area perineumnya pun tak luput ku jilati.
Sampai akhirnya kuputuskan untuk mensodomi Elsya, karena kulihat lubang dubur Elsya agak sedikit
besar dibanding orang yg belom pernah disodomi.
“Sya, siap ya.”., kataqu sambil mengusapkan ludahku di kemaluan yg masih berdiri tegak.
“Apa.., mau apa Ry.. kamu ma.. AAHH, .. Riyoy.. Janng.. aahh”, belom selesai Elsya bicara, Gua telah menancapkan kemaluanku di duburnya.. begitu hangat, sempit dan lembut.
Kutarik kembali perlahan dan kumasukkan lagi. Iramanya ku percapat. Elsya pasrah, dan meracau tak
karuan.
“Eh.. Ehh.. gimana, .. eh.. enak.. lin..?, tanyaqu sambil menggenjot bokong Elsya seksi nan aduhai.
“Ohh.. Arriieh.. aagh.. nikmat rii.. ah.. Shitt.. C’mon.. harder baby.”., jawabnya.

10 menit Gua memompa gagang kemaluanku di duburnya, terasa cairan air mani sudah ada di ujung
kepala kemaluanku. Buru-buru kutarik keluar kemaluanku, dan kubalik Elsya menghadapku. Sambil kukocok, air maniqu muncrat di muka Elsya. Elsya yg tak siap menerima air maniqu di mukanya, mengelengkan kepala kiri dan kanan, sampai air maniqu membasahi rambut dan pipinya. Sampai akhrinya mulutnya terbuka, dan sisa semprotan air maniqu masuk di mulutnya. Setelah air maniqu
habis, dia mengulum kemaluanku. Gua yg masih merasa geli namun nikmat, semakin menikmati sisa-sisa klimaks panjangku.
“God.. Thank you dear.. Elsya.”., kataqu sesaat setelah roboh ke samping Elsya.
“Curang lagi kamu Ry, .. Tau gitu ku minum semuanya.. kasi tau kek mau mucrat di muka, gitu”, Elsyacemberut menjawabnya.

Gua cuma tersenyum. Tak terasa kita bercinta cukup lama, sampai jam 10 malam. Akhirnya Elsya memutuskan untuk bermalam di kamarku. Kita masih melaqukannya beberapa kali sampai subuh. Toh, hari itu akhir pekan dan Elsya memang libur di hari Sabtu. Pertemuan pertama itulah pula yg membuat kita berpacaran selama 6 bulan sampai akhirnya kita putus . Selesai .

Bagaimana bro dengan cerita sex Hari ini dari SERBA HOT !!!. Muantapp dong pastinya, Nahh untuk Cerita Dewasa kami Selanjutnya di tunggu ya. Pastinya kami akan hadirkan yang lebih Super Panas dan Super Hot lagi. Tentunya untuk anda seluruh para pembaca setia kami di tanah air. Di tunggu ya Brooo cerita kami selanjutnya. Selamat Beraktifitas kembali bro. Terimakasih .

Rabu, 23 November 2016

SERBA HOT - AWALNYA IBU MERTUA MENOLAK TETAPI DI COBA MALAH MENJADI-JADI PERMAINANNYA

SerbaHot
SERBA HOT - Kembali lagi bersama kami Seperti biasa kami selalu menghadirkan dan mengupdate cerita dewasa kami. Yang Pastinya akan membuat anda geli-geli basah dan panas. Tentunya kami hadirkan untuk anda seluruh para pembaca setia kami tanah air. Tanpa banyak basa-basi lagi langsung saja kita HAJAR!!! Brooo Cerita Dewasa kami di bawah ini .

Umurku sekarang ini 26 tahun . Ini adalah pengalamanku yang benar-benar nyata dengan Ibu mertua Gua . Umurnya belum terlalu tua baru sekitar 45th . Dulunya baru umur 18 tahun dia sudah kimpoi . Ibu mertua Gua bentuk tubuhnya biasa-biasa saja malah boleh dikatakan langsing dan singset seperti perawan . Tak heran sebab hingga kini ia masih mengkonsumsi jamu untuk supaya selalu awet muda dan langsing .

Singkat cerita ketika istriku baru melahirkan anak pertama dan Gua harus puasa selama sebulan lebih. Bisa dibayangkan sendiri bagaimana pusingnya Gua. Hingga suatu saat Gua mengantar Ibu mertua Gua pulang dari menengok cucu pertamanya itu . Gua biasa mengantarnya dengan motorku . Namun kali itu turun hujan ditengah perjalanan . Karena sudah basah kuyup dan hari sudah menjelang tengah malam Gua paksakan untuk menerobos hujan yang deras itu .

Setiba dirumah Gua ingin segera membersihkan badan lalu menghangatkan badan . Di rumah itu hanya ada Gua dan Ibu mertua Gua karena kakak iparku tinggal ditempat lain . Sedangkan adik iparku yang biasa menemani Ibu mertua Gua dirumah itu untuk sementara tinggal dirumahku untuk menjaga istriku .

“Kamu mandi aja deh sana , Her” Kata Ibu mertuaku menyuruhku mandi

“Ah . . nggak usah . . Ibu duluan deh” Kataku menolak dan menyuruhnya agar lebih dulu

“Udah . . Ibu disini aja” Kata Ibu mertuaku yang memilih tempat cuci baju dan cuci piring diluar kamar mandi . Karena disitu juga ada air keran .

“Yah . . udah deh” Kataku sambil mendahuluinya masuk ke kamar mandi .

Suasana waktu itu agak remang-remang karena lampu penerangannya hanya lampu bohlam 5 watt . Gua iseng ingin tahu bentuk tubuh Ibu mertuaku yang sebenarnya ketika ia telanjang bulat . Maka Gua singkapkan sedikit pintu kamar mandi dan menontonnya melepas satu per satu bajunya yang sudah basah kuyup karena kehujanan . Dia tidak tahu Gua menontonnya karena dia membelakangiku .

Gua perhatikania mencopot kaus T-shirt-nya ke atas melewati bahu dan lehernya . Lalu BH-nya dengan mencongkel sedikit pengaitnya lalu ia menarik tali BH-nya dan BH itupun terlepas . Adegan yang paling syur ialah ketika ia membuka celana panjang jeansnya .

Sret . . celana jeans ketat itu ditariknya ke bawah sekaligus dengan celana dalamnya . Jreng . .! Gua lihat kedua buah pantatnya yang kencang dan montok itu menantangku

Gua yang sudah tak merasakan sex selama satu bulan lebih dan lagi dihadapkan dengan pemandangan seperti itu . Gua nekat untuk mendekatinya dan Gua peluk dia dari belakang .

“Eh . . Her . . ini apa-apaan . . Her” hardik Ibu mertuaku .

“Bu . . tolongin saya dong , Bu” rayuku

“Ih . . apaan sih . .?!” Katanya lagi

“Bu , udah dua bulan ini saya nggak dapet dari Dewi . . tolong dong , Bu” bujukku lagi

“Tapi Gua inikan ibumu” Kata Ibu mertuaku

“Bu . . tolong , Bu . . please banget” rayuku sambil tanganku mulai beraksi .

Tanganku meremas-remas buah dadanya yang ukurannya sekitar 34b sambil jariku memelintir putting susunya . bibir dan lidahku menjilati tengkuk lehernya . Tanganku yang satu lagi memainkan klentit-nya dengan memelintir daging kecil itu dengan jariku .

Batang Kontolku Gua tekan dilubang pantatnya tapi tidak Gua masukkan . Ibu mertuaku mulai bereaksi .Tangannya yang tadi berusaha meronta dan menahanku kini sudah mengendor . Dia membiarkanku memulai dan memainkan ini semua . Nafasnya memburu dan mulai mendesah-desah .

“Dikamar aja yuk , Bu” bisikku

Gua papah Ibu mertuaku menuju kamarnya . Gua baringkan dia tempat tidur . Gua buka kedua kakinya lebar-lebar dan sepertinya Ibu mertuaku sudah siap dengan batang Kontolku . Tapi Gua belum mau memulai semua itu .

“Tenang aja dulu , Bu . Rileks aja , Ok?” Kataku .

Gua mengarahkan mukaku ke liang memeknya dan Gua mulai dengan sedikit jilatan dengan ujung lidahku pada klentitnya .

“Ough . . sshhtt . . ough . . hmpf . . hh . . ooghh” Ibu mertuaku mendesah dan mengerang menahan kenikmatan jilatan lidahku .

Dia sepertinya belum pernah merasakan oral sex dan baru kali ini saja ia merasakannya . Terlihat reaksi seperti kaget dengan kenikmatan yang satu ini .

“Enak kan , Bu . .?” Kataku

“Hmh . . kamu . . sshtt . . kamu . . koq . . gak jijik . . sih , Her?” Tanyanya ditengah-tengah desah dan deru nafasnya .

“Enggak , Bu . . enak koq . . gimana enak gak?”

“Hmh . . iyahh . . aduh . . sshhtt . . eenak . . banget . . Her . . sshhtt” jawab Ibu mertuaku sambil terus merintih dan mendesah .

“Itu baru awalnya , Bu” Kataku .

Kali ini Gua kulum-kulum klentitnya dengan bibirku dan memainkan klentit itu dengan lidahku . Gua lihat sekujur tubuh Ibu mertuaku seperti tersetrum dan mengejang . Ia lebih mengangkat lagi pinggulnya ketika Gua hisap dalam-dalam klentitnya.


Tak sampai disitu Gua terobos liang memeknya dengan ujung lidahku dan Gua masukkan lidahku dalam-dalam ke liang memeknya itu lalu Gua mainkan liukkan lidahku didalam liang memeknya . Seiring dengan liukanku pinggul Ibu mertuaku ikut juga bergoyang .

“Ough . . sshhtt . . ough . . sshhtt . . oughh . . hmh . . ough . . shhtt . . ough . . hmh . . oufghh . . sshhtt” suara itu terus keluar dari mulut Ibu mertuaku menikmati kenikmatan oral sex yang Gua  berikan .

Gua sudahi oral sex ku lalu Gua bangun dan berlutut dihadapan liang memeknya . Baru Gua arahkan batang Kontolku ke liang memeknya tiba-tiba tangan halus Ibu mertuaku memegang batang Kontolku dan meremas-remasnya .

“Auw . . diapain , Bu . .?” Tanyaku
“Enggak . . ini supaya bisa lebih tahan lama” Kata Ibuku sambil mengurut batang Kontolku .

Rasanya geli-geli nikmat bercamput sakit sedikit . Sepertinya hanya diremas-remas saja tetapi tidak ternyata ujung-ujung jarinya mengurut urat-urat yang ada dibatang Kontol untuk memperlancar aliran darah sehingga bisa lebih tegang dan kencang dan tahan lama .

“Guedhe . . juga . . punya kamu , Her” Kata Ibu mertuaku sambil terus mengurut batang Kontolku .
“Iya dong , Bu” Kataku .

Kali ini kedua tangan Ibu mertuaku beraksi mengurut batang Kontolku . Tangan yang satunya lagi mengurut-urut buah pelirku dan yang satu lagi seperti mengocok namun tidak terlalu ditekan dengan jari jempol dan telunjuknya . Tak lama kemudian . .

“Egh . . yah .sudah . . pelan-pelan . . yah sayang” Kata Ibu mertuaku sambil menyudahi pijatan-pijatan kecilnya itu dan mewanti-wantiku supaya tidak terlalu terburu-buru menerobos liang memeknya .

Gua angkat kedua kaki Ibu mertuaku dan Gua letakkan dikedua bahuku sambil mencoba menerobos liang memeknya dengan batang Kontolku yang sedari tadi sudah keras dan kencang .

“Ouh . . hgh . . ogh . . pelan-pelan , Her” Kata Ibu mertuaku ditengah-tengah deru nafasnya .

“Iya , Bu . . sayang . . egh . . Gua pelan-pelan koq” Kataku sambil perlahan-lahan mendorong Kontolku masuk ke liang memeknya .

“Ih . . punya kamu guedhe banget , sayang . . ini sih . . gak normal”Katanya
“Kan tadi udah diurut , Bu” Kataku .

Gua teruskan aksiku penetrasiku menerobos liang memeknya yang kering . Gua tidak merasa istimewa dengan batang Kontolku yang panjangnya hanya 15cm dengan diameter sekitar 3 cm . Dengan sedikit usaha . . tiba-tiba . . SLEB-SLEB-BLESSS! Batang Kontolku sudah masuk semua dengan perkasanya kedalam liang memek Ibu mertuaku .

“Ough . . egh . . iya . . sshh . . pelan-pelan aja yah , sayang” Kata Ibu mertuaku yang mewantiku supaya Gua tidak terlalu terburu-buru .

Gua mulai meliukkan pinggulku sambil naik turun dan pinggul Ibu mertuaku berputar-putar seperti penyanyi dang-dut .

“Ough . . gilaa , Bu . . asyik . . banget . .!” Kataku sambil merasakan nikmatnya batang Kontolku diputar oleh pinggulnya .
“Ough . . sshtt . . egh . . sshh . . hmh . . ffhh . . sshhtt . . ough . . sshhtt . . oughh” Ibu mertuaku tidak menjawab hanya memejamkan mata sambil mulutnya terus mendesah dan merintih menikmati kenikmatan sexual .

Baru sekitar 30 menit Gua sudah bosan dengan posisi ini dan ingin berganti posisi . Ketika itu kami masih dalam posisi konvensional . Gua mau menawarkan variasi lain pada Ibu mertuaku . .

“Eh . . Ibu yang di atas deh” Kataku .

“Kenapa , sayang . . kamu capek . . yah . .?” Tanyanya .

“Gak” jawabku singkat .

“Mo keluar yah . . hi . . hi . . hi . .?” Godanya sambil mencubit pantatku .

“Gak . . ih . . Gua gak bakalan keluar duluan deh” Kataku sesumbar .

“Awas . . yah . . kalo keluar duluan” Goda Ibu mertuaku sambil meremas-remas buah pantatku .

“Enggak . . deh . . Ibu yang bakalan kalah sama Gua ”Kataku sombong sambil balas mencubit buah dadanya

“Auw . . hi . . hi . . hi” Ibu mertuaku memekik kecil sambil tertawa kecil yang membuatku semakin horny .

Dengan berguling ke samping kini Ibu mertuaku sudah berada di atas tubuhku . Sambil menyesuaikan posisi sebentar ia lalu duduk di atas pinggulku . Gua bisa melihat keindahan tubuhnya perutnya yang rata dan ramping . Tak ada seonggok lemakpun yang menumpuk diperutnya .

Buah dadanya juga masih kencang dengan putting susu yang mengacung ke atas menantangku . Gua juga duduk dan meraih putting susu itu lalu ku jilat dan ku kulum . Ibu mertuaku mendorongku dan menyuruhku tetap berbaring seolah-olah kali ini cukup ia yang pegan kendali . Ibu mertuaku kembali meliuk-liukkan pinggulnya memutar-mutar seperti Inul Daratista .

“Egh . . sshhtt . . ough . . sshhtt . . ough . . egh . . hmf” desah Ibu mertuaku .

“Gila , Bu . . enak banget . .!”

“Ough . . sshhtt . . ough . . sshtt . . ough” Ibu mertuaku mendesah dan merintih sambil terus meliuk-liukkan pinggulnya memainkan batang Kontolku yang berada didalam liang memeknya .

Tanganku meremas buah dadanya yang tak terlalu besar tapi pas dengan telapak tangan . Tanganku yang satunya lagi meremas buah pantatnya . Batang Kontolku yang kencang dan keras terasa lebih keras dan kencang lagi . Ini berkat pijatan dari Ibu mertuaku tadi itu . Bisa dibayangkan jika tidak Gua sudah lama orgasme dari tadi .

“Ough . . sshtt . . emh . . enagh . . egh . . sshhtt . . ough . . iyaahh . . eeghh . . enak . . ough” liukan pinggul Ibu mertuaku yang tadinya teratur kini berubah semakin liar naik turun maju mundur tak karuan .

“Ough . . iiyyaahh . . egghh . . eghmmhhff . . sshhtt . . ough . . Gua udah mo nyampe” Kata Ibu mertuaku .

“Bu . . Gua juga pengen , Bu . . egh” Kataku sambil ikut menggoyang naik turun pinggulku .

“Egh . . iyah . . bagusshh . . sayangg . . ough . . sshhtt . . ough . . sshtt . . ough” Ibu mertuaku merespons gerakanku untuk membantunya orgasme .

Gua mempercepat goyanganku karena seperti ada yang mendesak dibatang Kontolku untuk keluar juga .

“Hmfh . . terusshh . . iyah . . ough . . oughh . . AAAUGHH . . OUGH . . OUGH . . OUGH” Ibu mertuaku telah sampai pada orgasmenya .

Pada batang Kontolku terasa seperti ada cairan hangat mengucur deras membasahi batang Kontolku . Ibu mertuaku menggelepar dan diakhiri dengan menggelinjang liar dan nafasnya yang tersengal . Ibu mertuaku telah berhenti melakukan liukan pinggulnya . Hanya denyutan-denyutan kencang didalam liang memeknya .

Gua merasakan denyutan-denyutan itu seperti menyedot-nyedot batang Kontolku Dan . . CROT . . CROTT . . CROTTT . .! muncrat semua air maniku diliang memek Ibu mertuaku .

“Bu , kerasa nggak air mani saya muncratnya . .?” Tanyaku

“Eh . . iya , Heri sayang . . Ibu udah lama pengen beginian” Kata Ibu mertuaku

“Iya . . sekarang kqn udah , Bu” Kataku sambil mengecup keningnya

“Oh . . kamu . . hebat banget deh , Her” Kata Ibu mertuaku sambil membelai-belai rambutku .

“Itu semua kan karena Ibu” Kataku memujinya

“Ih . . bisa aja . . kamu” sahut Ibu mertuaku sambil mencubit pinggulku .

Ibu mertuaku masih di atas tubuhku ketika HP-ku berbunyi ternyata dari istriku yang menyuruhku supaya menginap saja dirumah Ibu mertuaku .

Setelah telepon di tutup Gua memekik kegirangan . Setelah itu kami melakukan pemanasan lagi dan melakukannya sepanjang malam hingga menjelang subuh kami sama-sama kelelahan dan tidur .

Entah sudah berapa kali kami bersenggama dalam berbagai posisi . Pagi harinya kami masih melakukannya lagi dikamar mandi untuk yang terakhir lalu setelah itu Gua sarapan dan pulang. Selesai.

Bagaimana bro dengan cerita sex Hari ini dari SERBA HOT !!!. Muantapp dong pastinya, Nahh untuk Cerita Dewasa kami Selanjutnya di tunggu ya. Pastinya kami akan hadirkan yang lebih Super Panas dan Super Hot lagi. Tentunya untuk anda seluruh para pembaca setia kami di tanah air. Di tunggu ya Brooo cerita kami selanjutnya. Selamat Beraktifitas kembali bro. Terimakasih .

Selasa, 22 November 2016

SERBA HOT - TERNYATA YANG SELAMA INI GUA INGINKAN MENJADI KENYATAAN BERSAMA TANTE MIDHA

SerbaHot
SERBA HOT - Kembali lagi bersama kami Seperti biasa kami selalu menghadirkan dan mengupdate cerita dewasa kami. Yang Pastinya akan membuat anda geli-geli basah dan panas. Tentunya kami hadirkan untuk anda seluruh para pembaca setia kami tanah air. Tanpa banyak basa-basi lagi langsung saja kita HAJAR!!! Brooo Cerita Dewasa kami di bawah ini .

Tante Midha merupakan sebuah pengalaman sex yang tidak bisa Gua lupakan karena hal ini Gua bisa melakukan bercinta dengan tante yang melebihi usia Gua  pada saat ini yang mengijak ke 25 tahun dan tante ber umur 32 tahun tapi masih kelihatan seumuran dengan ku.

Memang tante ini suka merawat tubuhnya disalon dan rutin dengan olah raga jadi masih kelihatan muda sekali. Oh ya perkenalkan namaku Djoel ceritaku ini merupakan sebuah pengalaman pribadi dan Gua ingin berbagi kepada kalian semua Tante MIDHA mempunyai wajah yang cantik dengan rambut sebahu.
Cerita Hot : Cerita Sex Minta dijamah 
Kulitnya putih bersih. Selain itu yang membuatku selama ini terpesona adalah payudara tante Midha yang luar biasa montok. Perkiraanku payudaranya berukuran 36C.

Ditambah lagi pinggul aduhai yang dimiliki oleh janda cantik itu. Bodi tante Midha yang indah itulah yang membuatku tak dapat menahan birahiku dan selalu berangan-angan bisa menikmati tubuhnya yang padat berisi.

Setiap melakukan onani, wajah dan tubuh tetanggaku itu selalu menjadi inspirasiku. Pagi itu jam sudah menunjukan angka tujuh. Gua sudah bersiap untuk berangkat ke kampus. Motor Gua jalankan pelan keluar dari gerbang rumah.

Dikejauhan Gua melihat sosok seorang wanita yang berjalan sendirian. Mataku secara reflek terus mengikuti wanita itu. Maklum aja, Gua terpesona melihat tubuh wanita itu yang menurutku aduhai, meskipun dari belakang. Pinggul dan pantatnya sungguh membuat jantungku berdesir. Saat itu aku hanya menduga-duga kalau wanita itu adalah tante Midha.

Bersamaan dengan itu, celanaku mulai agak sesak karena kontolku mulai tidak bisa diajak kompromi alias ngaceng berat. Perlahan-lahan motor Gua arahkan agak mendekat agar yakin bahwa wanita itu adalah tante Midha.

“Eh tante Midha. Mau kemana tante?” sapaku.

Tante Midha agak kaget mendengar suaraku. Tapi beliau kemudian tersenyum manis dan membalas sapaanku.

“Ehm.. Kamu Djoel. Tante mau ke kantor.

Kamu mau ke kampus?” tante Midha balik bertanya.

“Iya nih tante. Masuk jam delapan. Kalau gitu gimana kalau tante saya anter dulu ke kantor? Kebetulan saya bawa helm satu lagi,” kataku sambil menawarkan jasa dan berharap tante Midha tidak menolak ajakanku.

“Nggak usah deh, nanti kamu terlambat sampai kampus lho” Suara tante Midha yang empuk dan lembut sesaat membuat kontolku semakin menegang.

“Nggak apa-apa kok tante. Lagian kampus saya kan sebenarnya dekat,” kataku sambil mataku selalu mencuri pandang ke seluruh tubuhnya yang pagi itu mengenakkan bletzer dan celana panjang. Meski tertutup oleh pakaian yang rapi, tapi Gua tetap bisa melihat kemontokan payudaranya yang lekukannya tampak jelas.

“Benar nih Djoel mau nganterin tante ke kantor? Kalau gitu bolehlah tante bonceng kamu,” kata tante Midha sambil melangkahkan kakinya diboncengan. Gua  sempat agak terkejut karena cara membonceng tante yang seperti itu.

Tapi bagaimanapun Gua tetap diuntungkan karena punggungku bisa sesekali merasakan empuknya payudara tante yang memang sangat Gua kagumi.

Apalagi ketika melewati gundukan yang ada di jalan, rasanya buah dada tante semakin tambah menempel di punggungku. Pagi itu tante Midha Gua anter sampai ke kantornya. Dan Gua segera menuju ke kampus dengan perasaan senang.

Waktu itu hari sabtu. Kebetulan kuliahku libur. Tiba-tiba telepon di sebelah tempat tidurku berdering. Segera saja Gua angkat.

Dari seberang terdengar suara lembut seorang wanita. “Bisa bicara dengan Djoel?”

“Iya saya sendiri?” jawabku masih dengan tanda tanya karena merasa asing dengan suara ditelepon.

“Selamat pagi djoel. Ini tante Midha…!,” Gua benar-benar kaget bercampur aduk.

“Se.. Selamat.. Pa.. Gi tante. Wah tumben nelpon saya. Ada yang bisa saya bantu tante?” kataku agak gugup.

“Pagi ini kamu ada acara nggak djoel? Kalau nggak ada acara datang ke rumah tante ya. Bisa kan?” Pinta tante Keny dari ujung telepon.

“Eh.. Dengan senang hati tante. Nanti sehabis mandi saya langsung ke tempat tante,” jawabku.

Kemudian sambil secara reflek tangan kiriku memegang kontolku yang mulai membesar karena membayangkan tante Midha. “Baiklah kalau begitu. Gua tunggu ya. Met pagi djoel.. Sampai nanti!” suara lembut tante Midha yang bagiku sangat menggairahkan itu akhirnya hilang diujung tepelon sana.

Pagi itu Gua benar-benar senang mendengar permintaan tante Midha untuk datang ke rumahnya. Dan pikiranku nglantur kemana- mana. Sementara tanganku masih saja mengelus-elus kontolku yang makin lama, makin membesar sambil membayangkan jika yang memegang kontolku itu adalah tante Midha. Karena hasratku sudah menggebu, maka segera saja Gua lampiaskan birahiku itu dengan onani.

Gua bayangkan Gua sedang bersetubuh dengan tante Midha yang sudah telanjang bulat sehingga payudaranya yang montok menunggu untuk dikenyot dan diremas. Mulut dan tanganku segera menyapu seluruh tubuh Tante Midha.

“Tante.. Tubuhmu indah sekali. Payudaramu montok sekali tante. Aaah.. Ehs.. Ah,” mulutku mulai merancau membayangkan nikmatnya ML dengan tante Midha.

Jarum jam sudah menunjuk ke angka 8 lebih 30 menit. Gua sudah selesai mandi dan berdandan. “Nah, sekarang saatnya berangkat ke tempat tante Midha. Gua sudah nggak tahan pingin lihat kemolekan tubuhmu dari dekat sayang,” gumamku dalam hati.

Kulangkahkan kakiku menuju rumah tante Midha yang hanya berjarak 100 meter aja dari rumahku. Sampai di rumah janda montok itu, segera saja Gua ketuk pintunya.

“Ya, sebentar,” sahut suara seorang wanita dari dalam yang tak lain adalah tante Midha.

Setelah pintu dibuka, mataku benar-benar dimanja oleh tampilan sosok tante Midha yang aduhai dan berdiri persis di hadapanku. Pagi itu tante mengenakan celana street hitam dipadu dengan atasan kaos ketat berwarna merah dengan belahan lehernya yang agak ke bawah.

Sehingga nampak jelas belahan yang membatasi kedua payudaranya yang memang montok luar biasa. Tante Midha kemudian mengajakku masuk ke dalam rumahnya dan menutup serta mengunci pintu kamar tamu. Gua sempat dibuat heran dengan apa yang dilakukan janda itu.

“Ada apa sih tante, kok pintunya harus ditutup dan dikunci segala?” tanyaku penasaran.

Senyuman indah dari bibir sensual tante Midha mengembang sesaat mendengar pertanyaanku. “Oh, biar aman aja. Kan Gua mau ajak kamu ke kamar tengah biar lebih rilek ngobrolnya sambil nonton TV,” jawab tante Midha seraya menggandeng tanganku mengajak ke ruangan tengah.

Sebenarnya sudah sejak di depan pintu tadi kontolku tegang karena terangsang oleh penampilan tante Midha. Malahan kali ini tangan halusnya menggenggam tanganku, sehingga kontolku nggak bisa diajak kompromi karena semakin besar aja.

Di ruang tengah terhampar karpet biru dan ada dua bantal besar diatasnya. Sementara diatas meja sudah disediakan minuman es sirup berwarna merah. Kami kemudian duduk berdampingan.

“Ayo djoel diminum dulu sirupnya,” kata tante padaku.

Gua kemudian mengambil gelas dan meminumnya. “djoel. Kamu tahu nggak kenapa Gua minta kamu datang ke sini?” tanya tante Ken sambil tangan kanan beliau memegang pahaku hingga membuatku terkejut dan agak gugup.

“Ehm.. Eng.. Nggak tante,” jawabku.

“Tante sebenarnya butuh teman ngobrol…. Maklumlah anak-anak tante sudah jarang sekali pulang karena kerja mereka di luar kota dan harus sering menetap disana. Jadinya ya.. Kamu tahu sendiri kan, tante kesepian.

Kira-kira kamu mau nggak jadi teman ngobrol tante? Nggak harus setiap hari kok..!,” kata tente seperti mengiba. Dalam hati Gua senang karena kesempatan untuk bertemu dan berdekatan dengan tante akan terbuka luas. Angan-angan untuk menikmati pemandangan indah dari tubuh janda itu pun tentu akan menjadi kenyataan.

“Kalau sekiranya saya dibutuhkan, yaboleh-boleh aja tante. Justru saya senang bisa ngobrol sama tante. Biar saja juga ada teman. Bahkan setiap hari juga nggak apa kok” Tante tersenyum mendengar jawabanku. Akhirnya kami berdua mulai ngobrol tentang apa saja sambil menikmati acara di TV.

Enjoi sekali. Apalagi bau wangi yang menguar dari tubuh tante membuat angan- anganku semakin melayang jauh. “djoel, udara hari ini panas ya? Tante kepanasan nih. Kamu kepanasan nggak?” tanya tante Midha yang kali ini sedikit manja.

“Ehm.. Iya tante. Panas banget. Padahal kipas anginnya sudah dihidupin,” jawabku sambil sesekali mataku melirik buah dada tante yang agak menyembul, seakan ingin meloncat dari kaos yang menutupinya. Mata Tante Midha terus menatapku hingga membuatku sedikit grogi, meski sebenarnya birahiku sedang menanjak. Tanpa kuduga, tangan tante memegang kancing bajuku.

“Kalau panas dilepas aja ya djoel, biar cepet adem,” kata tante Midha sembari membuka satu-persatu kancing bajuku, dan melepaskannya hingga Gua telanjang dada.. Gua saat itu benar-benar kaget dengan apa yang dilakukan tante padaku.

Dan Gua pun hanya bisa diam terbengong-bengong. Gua tambah terheran-heran lagi dengan sikap tente Midha pagi itu yang memintaku untuk membantu melepaskan kaos ketatnya.

“djoel, tolongin tante dong. Lepasin kaos tante. Habis panas sih..,” pinta tante Ken dengan suara yang manja tapi terkesan menggairahkan.

Dengan sedikit gemetaran karena tak menyangka akan pengalaman nyataku ini, Gua lepas kaos ketat berwarna merah itu dari tubuh tante Midha. Dan apa yang berikutnya Gua lihat sungguh membuat darahku berdesir dan kontolku semakin tegang membesar serta jantung berdetak kencang.

Payudara tante Ken yang besar tampak nyata di depan mataku, tanpa terbungkus kutang. Dua gunung indah milik janda itu tampak kencang dan padat sekali.

“Kenapa djoel. Kok tiba-tiba diam?” tanya tante Midha padaku.

“E.. Em.. Nggak apa-apa kok tante,” jawabku spontan sambil menundukkan kepala.

“Ala.. enggak usah pura-pura. Gua tahu kok apa yang sedang kamu pikirkan selama ini. Tante sering memperhatikan kamu. djoel sebenarnya sudah lama pingin ini tante kan?” kata tante sambil meraih kedua tanganku dan meletakkan telapak tanganku di kedua buah dadanya yang montok.

“Ehm.. Tante.. Sa.. Ya.. Ee..,” Gua seperti tak mampu menyelesaikan kata-kataku karena gugup. Apalagi tubuh tante MIDHA semakin merapat ke tubuhku.

“djoel.. Remas susuku ini sayang. Ehm.. Lakukan sesukamu. Nggak usah takut-takut sayang. Gua sudah lama ingin menimati kehangatan dari seorang laki-laki,” rajuk tante Midha sembari menuntun tanganku meremas payudara montoknya.

Sementara kegugupanku sudah mulai dapat dikuasai. Gua semakin memberanikan diri untuk menikmati kesempatan langka yang selama ini hanya ada dalam angan-anganku saja. Dengan nafsu yang membara, susu tante Midha Gua remas-remas.

Sementara bibirku dan bibirnya saling berpagutan mesra penuh gairah. Entah kapan celanaku dan celana tante lepas, yang pasti saat itu tubuh kami berdua sudah polos tanpa selembar kainpun menempel di tubuh.

Permaianan kami semakin panas. Setelah puas memagut bibir tante, mulutku seperti sudah nggak sabar untuk menikmati payudara montoknya

“Uuhh.. Aah..” Tante Midha mendesah- desah tatkala lidahku menjilat-jilat ujung puting susunya yang berbentuk dadu. Gua permainkan puting susu yang munjung dan menggiurkan itu dengan bebasnya. Sekali-kali putingnya Gua gigit hingga membuat Tante menggelinjang merasakan kenikmatan.

Sementara tangan kananku mulai menggerayangi ‘memek’ yang sudah mulai basah. Gua usap-usap bibir memek tante dengan lembut hingga desahan-desahan menggairahkan semakin keras dari bibirnya.

“djoel.. Nik.. Maat.. Sekali sa.. Yaang.. Uuuhh.. Puasin tante sayang.. Tubuhku adalah milikmu,” suara itu keluar dari bibir janda montok itu.

Gua menghiraukan ucapan tante karena sedang asyik menikmati tubuh moleknya. Perlahan setelah puas bermain- main dengan payudaranya mulutku mulai kubawa ke bawah menuju memek tante Midha yang bersih terawat tanpa bulu.

Dengan leluasa lidahku mulai menyapu memek yang sudah basah oleh cairan. Gua sudah tidak sabar lagi.

Batang kontolku yang sudah sedari tadi tegak berdiri ingin sekali merasakan jepitan memek janda cantik nan montok itu. Akhirnya, perlahan kumasukkan batang kontolku ke celah-celah memek. Sementara tangan tante membantu menuntun tongkatku masuk ke jalannya.

Kutekan perlahan dan.. “Aaah..” suara itu keluar dari mulut tante setelah kontolku berhasil masuk ke dalam liang senggamanya. Kupompa kontolku dengan gerakan naik turun. Desahan dan erangan yang menggairahkanpun meluncur dari mulut tante yang sudah semakin panas birahinya.

“Aach.. Ach.. Aah.. Terus sayang.. Lebih dalam.. Lagi.. Aah.. Nik.. Mat..,” tante Ken mulai menikmati permainan itu.

Gua terus mengayuh kontolku sambil mulutku melumat habis kedua buah dadanya yang montok. Mungkin sudah 20 menitan kami bergumul. Gua merasa sudah hampir tidak tahan lagi. Batang kemaluanku sudah nyaris menyemprotkan cairan sperma.

“Tante.. Punyaku sudah mau keluar..”

“Tahan seb.. Bentar sayang.. Gua jug.. A.. Mau sampai.. Aaach..” akhirnya tante tidak tahan lagi.

Kamipun mengeluarkan cairan kenikmatan secara hampir bersamaan. Banyak sekali air mani yang Gua semprotkan ke dalam liang senggama tante, hingga kemudian kami kecapekan dan berbaring di atas karpet biru.

“Terima kasih djoel. Tante puas dengan permainan ini. Kamu benar-benar jantan. Kamu nggak nyeselkan tidur dengan tante?” tanya beliau padaku.

Gua tersenyum sambil mencium kening janda itu dengan penuh sayang. “Gua sangat senang tante. Tidak kusangka tante memberikan kenikmatan ini padaku. Karena sudah lama sekali Gua berangan-angan bisa menikmati tubuh tante yang montok ini” Tante Midha tersenyum senang mendengar jawabanku.

“djoel sayang. Mulai saat ini kamu boleh tidur dengan tante kapan saja, karena tubuh tante sekarang adalah milikmu. Tapi kamu juga janji lho. Kalau tante kepingin.. kamu temani tante ya.,” kata tante Midha kemudian. Gua tersenyum dan mengangguk tanda setuju.

Dan kami pun mulai saling merangsang dan bercinta untuk yang kedua kalinya. Hari itu adalah hari yang tidak pernah bisa Gua lupakan. Karena angan- anganku untuk bisa bercinta dengan tante Midha dapat terwujud menjadi kenyataan.

Sampai saat ini sampai kutuliskan cerita ini Gua dan tante Midha masih selalu melakukan aktivitas sex dengan berbagai variasi. Dan kami sangat bahagia. Selesai.

Bagaimana bro dengan cerita sex Hari ini dari SERBA HOT !!!. Muantapp dong pastinya, Nahh untuk Cerita Dewasa kami Selanjutnya di tunggu ya. Pastinya kami akan hadirkan yang lebih Super Panas dan Super Hot lagi. Tentunya untuk anda seluruh para pembaca setia kami di tanah air. Di tunggu ya Brooo cerita kami selanjutnya. Selamat Beraktifitas kembali bro. Terimakasih .