WWW.DADUPOKER.COM

Situs Judi Online Terpercaya INDONESIA, Poker Server V Dengan Tampilan Yang Menarik Dan Bonus Yang Sangat Luar Biasa ( 100% Fair Play / 100% Player Vs Player )

WWW.KOMPASQQ.COM

Situs Judi Yang Menyediakan 6 Permainan Dalam 1 User ID, Dengan Tampilan Yang Sangat Elegant Dan Menarik, Bonus Yang Di Tawarkan Juga Sangat Fantastic.

WWW.MANDIRIQQ.COM

Situs Judi Online Terbesar Dan Terpercaya, Yang Sudah Terjamin Keamanan Akun Di Dalam Situs Ini, Bonus Yang Sangat Meriah Menghadiri Anda.

WWW.VIPMANDIRIQQ.COM

Situs Judi Online Yang Telah Dimainkan Lebih Dari 5000 Orang Dari Indonesia - Panca Negara, Situs Teraman

WWW.METROQQ.COM

Situs Judi Online Dengan 4 Permainan Dan Tampilan Awal Yang Menarik, Bonus Yang Di Berikan Sangat Amat Menggiurkan.

WWW.CUMAPOKER.COM

Situs Judi Online Dengan Jaringan Yang Sangat Baik, 6 Game 1 User ID, Promo Yang Sangat Menguntungkan Bagi Member Baru Maupun Member Lamanya.

Selasa, 25 Oktober 2016

SERBA HOT !!!

  ADIK KANDUNG PUASKAN NAFSU BIRAHI SAYA SEBAGAI KAKAKNYA

Dadupoker
Salam sejahtera, Kepada anda seluruh pembaca setia kami SERBA HOT, Di hari ini yang lagi mendung - mendungnya kembali lagi bersama kami yang selalu menghadirkan cerita dewasa yang HOT kepada anda para pembaca setia kami, Tidak perlu menunggu lama lama lagi langsung kita sikat broooo .

Nama Saya Sabrina namun teman teman mangil Saya Sabri, Saya mahasiswi ekonomi Universitas Pajajaran. Semenjak dua tahun yg lalu, saat diterima kuliah di Universitas Pajajaran, Saya tinggal di Bandung. Saya berasal dari Sukabumi, ayah Saya berasal dari Bandung, sedangkan ibu aku asli Sukabumi. Mereka tinggal di Sukabumi. Cerita Sex Nyata ini menceritakan kisahku yg terjadi saat Saya kelas 1 SMU di waktu Saya masih tingal di Sukabumi dan cerita dewasa ini masih terus berlanjut sampai detik ini!Saya terus kecanduan bercinta ama adik kandung Saya sendiri.

Saya anak yg paling tua dari tiga bersaudara. Saya mempunyai satu adik laki-laki dan satu adik perempuan. Umurku berbeda 1 tahun dengan adik lelakiku namun adik perempuanku beda lagi 10 tahun. Kami sangat dimanja oleh orang tua kami, sehingga tingkahku yg tomboy dan suka maksa pun tidak dilarang oleh mereka. Begitupun dengan adikku yg tidak mau disunat walaupun dia sudah kelas 2 SMP.

Waktu kecil, Saya sering mandi bersama bersama adik Saya, tetapi sejak dia masuk Sekolah Dasar, kami tidak pernah mandi bersama lagi. Walaupun begitu, Saya masih ingat betapa kecil dan keriputnya kemaluan adik Saya,Sejak saat itu, Saya tidak pernah melihat lagi kemaluan adik Saya, Sampai suatu hari, Saya sedang asyik telpon dengan teman perempuanku. Saya telpon berjam-jam, kadang tawa keluar dari mulutku, kadang kami serius bicara tentang sesuatu, sampai akhirnya Saya rasakan kandung kemihku penuh sekali dan Saya kebelet pengen pipis. Benar-benar kebelet pipis sudah di ujung lah. Cepat-cepat kuletakkan gagang telpon tanpa permisi dulu sama temanku. Saya berlari menuju ke toilet terdekat. Ketika kudorong ternyata sedang dikunci.

“hallow..! Siapa di dalam buka dong..! Udah nggak tahan..!” Saya berteriak sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi
“Iyaaaaaaa..! Wait..!” ternyata adikku yg di dalam. Terdengar suaranya dari dalam.
“Nggak bisa nunggu..! Cepetan..!” kata Saya memaksa.
“aduhhhhhhhh…..” Saya benar-benar sudah tidak kuat menahan ingin pipis.
“kreottttttt..!”terbuka sedikit pintu toilet, kepala adikku muncul dari celahnya.
“Ada apa sih kak?” katanya.

Tanpa menjawab pertanyaannya, Saya langsung nyerobot ke dalam karena sudah tidak tahan. Langsung Saya jongkok, menaikkan rokku dan membuka celana dalamku.
“criitttttt” keluar air seni dari kemaluan Saya.

Kulihat adikku yg berdiri di depanku, tubuhnya masih telanjang bulat.
“Yeahhhhh..! Sopan dikit napa kak?” teriaknya sambil melotot tetap berdiri di depanku.
“Waitttt..!” Udah nggak kuat nih, kata Saya.
Sebenarnya Saya tidak mau menurunkan pandangan mata Saya ke bawah. Tetapi sialnya, turun juga dan akhirnya kelihatan deh kemaluannya si adik Saya .

hahahahah.. Masih keriput kayak dulu, cuma sekarang agak gede dikit kataku dalam hati.
Saya  takut tertangkap basah melihat kemaluannya, cepat-cepat kunaikkan lagi mata Saya melihat ke matanya. Eh, ternyata dia sudah tidak melihat ke mata Saya lagi. Sialan..! Dia lihat kemaluan Saya yg lagi mekar sedang pipis. Cepat-cepat kutekan sekuat tenaga otot di kemaluan Saya biar cepat selesai pipisnya. Tidak sengaja, kelihatan lagi kemaluannya yg masih belum disunat itu. Sekarang kemaluannya kok pelan-pelan semakin gemuk. Makin naik sedikit demi sedikit, tapi masih kelihatan lemas dengan kulupnya masih menutupi helm kemaluannya.

Sialan nih adikku. Malah ngeliatin lagi, mana belum habis nih air kencing..! Saya bersungut dalam hati.
“o0oooo.. Kayak gitu ya Kak..?” katanya sambil tetap melihat ke kemaluan Saya .
“Eh kurang ajar Lu ya dik!” langsung saja Saya berdiri mengambil gayung dan kulemparkan ke kepalanya.
“Kletokkkk..!” kepala adikku memang kena pukul, tetapi hasilnya air kencingku kemana-mana, mengenai rok dan celana dalam Saya .

“Ya… basah deh rok kakak…” katAku melihat ke rok dan celana dalamku.
Syukurin..! Makanya jangan masuk seenaknya..! katanya sambil mengambil gayung dari tanganku.
Mandi lagi ahh..! lanjutnya sambil menyiduk air dan menyiram tubuhnya.
Terus dia mengambil sabun dan mengusap sabun itu ke tubuhnya.
Waduh.., sialan nih adik Saya!sungutku dalam hati.

Waktu itu Saya bingung mau gimana nih. Mau keluar, tapi Saya jijik pake rok dan celana dalam yg basah itu. Akhirnya  Saya putuskan untuk buka celana dalam dan rokku, lalu pinjam handuk adikku dulu. Setelah salin, baru kukembalikan handuknya.
“Udah.., pake aja handuk Saya kak!” kata adikku.
Sepertinya dia mengetahui kebingunganku. Kelihatan kemaluannya mengkerut lagi.
Jadi lucu lagi gitu..! Hihihi..! dalam hatiku.

Saya  lalu membuka celana dalam Saya yg warnanya merah muda, lalu dilanjutkan dengan membuka rok. Kelihatan lagi deh kemaluan Saya, Saya takut adikku melihatku dalam keadan seperti itu. Jadi kulihat adik Saya, Eh sialan, dia memang memperhatikan Saya yg tanpa celana.

“kakak Kemaluan tu emang gemuk kayak gitu ya..? kakakaka..!” katanya sambil nyengir.
Sialan, dia menghina kemaluan Saya,
“Daripada culun kayak punya lhoo..!” kata Saya sambil memukul bahu adik aku.
Eh tiba-tiba dia berkelit,
“wakzzzzzz..!” katanya.
Karena Saya memukul dengan sekuat tenaga, akhirnya Saya terpeleset. Punggungku jatuh ke tubuhnya. Kena deh pantatku ke kemaluannya.
Iiihhh.., rasanya geli banget..! cepat-cepat kutarik tubuhku sambil bersungut,
“Huh..! kakak sih..!”
“kak.. kata Kakak tadi culun, kalau kayak gini culun nggak..?” katanya mengacuhkan omonganku sambil menunjuk ke kemaluannya.
Kulihat kemaluannya mulai lagi seperti tadi, pelan-pelan semakin gemuk, makin tegak ke arah depan.
“Ya.. gitu doang..! Masih kayak anak SD ya..?” kata Saya mengejek dia.

Padahal Saya kaget juga, ukurannya bisa bertambah begitu jauh. Ingin juga sih tahu sampai dimana bertambahnya. Iseng Saya tanya,
“Gedein lagi bisa nggak..?” kata Saya sambil mencibir.
“Bisa..! Tapi kakak harus bantu dikit dong..” katanya lagi.
“Megangin ya..? Wisssss.., ya nggak mau lah..!” kataku.
“Bukan..! kakak taruh ludah aja di atas kemaluanku..!” jawabnya.
Karena penasaran ingin melihat kemaluan lelaki kalau lagi penuh, kucoba ikuti perkataan dia.
Gitu doang kan..? Mau kakak ngeludahin Kamu mah. Dari dulu Kakak pengen ngeludahin Kamu” ujarku

Sialan nih adikku, Saya dikerjain.  Saya dekatkan kepal ke arah kemaluannya, lalu Saya mengumpulkan air ludahku. Tapi belum juga Saya membuang ludahku, kulihat kemaluannya sudah bergerak, kelihatan kemaluannya naik sedikit demi sedikit. Diameternya makin lama semakin gede, jadi kelihatan semakin gemuk. Dan panjangnya juga bertambah. keren banget melihatnya. Geli di sekujur tubuh melihat itu semua. Tidak lama kepala kemaluannya mulai kelihatan di antara kulupnya. Perlahan-lahan mendesak ingin keluar. Wahh..! Bukan main perasaan senangku waktu itu. Saya benar-benar asyik melihat helm itu perlahan muncul.

Akhirnya bebas juga kepala kemaluan itu dari halangan kulupnya. Kemaluan adikku sudah tegang sekali. Menunjuk ke arahku. Warnanya kini lebih merah. Saya jadi terangsang melihatnya. Kualihkan pandangan ke adikku.

Hehe… dia ke arahku. Masih culun nggak..? katanya lagi. Hehe..! Macho kan kak! katanya tetap tersenyum.
Tangannya tiba-tiba turun menuju ke selangkanganku. Walaupun Saya  terangsang, tentu saja Aku tepis tangan itu.
“Apaan sih dik..!” kubuang tangannya ke kanan.
“Kak..! Please kakkk.. Pegang aja kak… Nggak akan diapa-apain…” Saya pengen tahu rasanya megang itu-nya perempuan. Cuma itu aja kak.. kata adik Saya, kembali tangannya mendekati selangkangan dan mau memegang kemaluan Saya.

ehmmmm.. sebenarnya Saya mau jaga image, masa mau sih sama adik sendiri, tapi Saya juga ingin tahu bagaimana rasanya dipegang oleh lelaki di kemaluan!hihihii…
“Inget..! Jangan digesek-gesekin, taruh aja tanganmu di situ..!” akhirnya Saya mengiyakan. Deg-degan juga hati ini.

Tangan adik Saya lalu mendekat, bulu kemaluanku sudah tersentuh oleh tangannya. Ihh geli sekali… Saya lihat kemaluannya sudah keras sekali, kini warnanya lebih kehitaman dibanding dengan sebelumnya. opppssttttt… Hangatnya tangan sudah terasa melingkupi kemaluan Saya, Geli sekali rasanya saat bibir kemaluan Saya tersentuh telapak tangannya. Geli-geli nikmat di syaraf kemaluan Saya, Saya jadi semakin terangsang sehingga tanpa dapat ditahan, kemaluan Saya mengeluarkan cairan.

“Hihihi.. kakak terangsang ya..?”
“Enak aja… sama adik mah mana bisa terangsang..!” jawabku sambil merapatkan selangkangan Saya agar cairannya tidak semakin keluar.
“Ini basah banget apaan Kak..?”

“Itu sisa air kencing Kakak tahuuu..!” kata Saya berbohong padanya.
“Kak… kemaluan tu anget, empuk dan basah ya..?”
“Tau ah… Udah belum..?” Saya berlagak sepertinya Saya menginginkan situasi itu berhenti, padahal sebenarnya Saya ingin tangan itu tetap berada di situ, bahkan kalau bisa mulai bergerak menggesek bibir kemaluan Saya .

“Kak… gesek-gesek dikit ya..?” pintanya.
“Tuh kan..? Katanya cuma pegang aja..!” Saya pura-pura tidak mau.
“Dikit aja Kak… Please..!”
“Terserah adik aja deh..!” Saya mengiyakan dengan nada malas-malasan, padahal mau banget tuh. Hihihi.. Habis enak sih…

Tangan adik Saya lalu makin masuk ke dalam, terasa bibir kemaluan Saya terbawa juga ke dalam.
uhhhhhh..! Hampir saja kata-kata itu keluar dari mulut Saya Rasanya nikmat sekali. Otot di dalam kemaluan Saya mulai terasa berdenyut. Lalu tangannya ditarik lagi, bibir kemaluan Saya ikut tertarik lagi.

“Ouughhhhhhhhh..!” akhirnya keluar juga desahan nafasku menahan rasa nikmat di kemaluan Saya .
Tubuhku terasa limbung, bahuku condong ke depan. Karena takut jatuh, Saya bertumpu pada bahu adik Saya .

“Enak ya kak..?”
“Heeheee..”, jawabku sambil memejamkan mata.

Tangan adik Saya lalu mulai maju dan mundur, kadang klitoris Saya tersentuh oleh telapak tangannya. Tiap tersentuh rasanya nikmat luar biasa, tubuh ini akan tersentak ke depan.
“kak..! Adek juga pengen ngerasaain enaknya dong..!

“Kamu mau diapain..?” jawab Saya lalu membuka mata dan melihat ke arahnya.
“Ya pegang-pegangin juga..!” katanya sambil tangan satunya lalu menuntun tanganku ke arah kemaluannya.

Kupikir egois juga jika Saya tidak mengikuti keinginannya. Kubiarkan tangannya menuntun tangan Saya, Terasa hangat kemaluannya di genggaman tangan ini. Kadang terasa kedutan di dalamnya. Karena masih ada sabun di kemaluannya, dengan mudah Saya bisa memaju-mundurkan tanganku mengocok kemaluannya.

Kulihat tubuh adikku kadang-kadang tersentak ke depan saat tanganku sampai ke pangkal kemaluannya. Kami berhadapan dengan satu tangan saling memegang kemaluan dan tangan satunya memegang bahu.

Tiba-tiba dia berkata, Kak..! Titit Adek sama kemaluan Kakak digesekin aja yah..!
hooh Saya langsung mengiyakan karena Saya sudah tidak tahan menahan rangsangan di dalam tubuh.
Lalu dia melepas tangannya dari kemaluan Saya, memajukan tubuhnya dan memasukkan kemaluannya di antara selangkangan Saya. Terasa hangatnya batang kemaluannya di bibir kemaluan Saya, Lalu dia memaju-mundurkan pinggulnya untuk menggesekkan kemaluannya dengan kemaluan Saya .

Ohhhhh..! Saya kini tidak malu-malu lagi mengeluarkan erangan, Dek… masukin aja..! Kakak udah nggak tahan..! Saya benar-benar sudah tidak tahan, setelah sekian lama menerima rangsangan. Saya akhirnya menghendaki sebuah kemaluan masuk ke dalam kemaluan Saya, Iya Kak..!,Lalu dia menaikkan satu paha Saya, dilingkarkan ke pinggangnya, dan tangan satunya mengarahkan kemaluannya agar tepat masuk ke itil Saya .

Saya terlonjak ketika sebuah benda hangat masuk ke dalam kemaluanku. Rasanya ingin berteriak sekuatnya untuk melampiaskan nikmat yg kurasa. Akhirnya Saya hanya bisa menggigit bibir Saya untuk menahan rasa nikmat itu. Karena sudah dari tadi dirangsang, tidak lama kemudian Saya mengalami orgasme. Kemaluan Saya rasanya seperti tersedot-sedot dan seluruh syaraf di dalam tubuh berkontraksi.

ohhhhhh..! Saya  tidak kuat untuk tidak berteriak.

Kulihat adik Saya masih terus memaju-mundurkan pinggulnya dengan sekuat tenaga. Tiba-tiba dia mendorong sekuat tenaga hingga tubuhku terdorong sampai ke tembok.
Ouughhh..! katanya.

Pantatnya ditekannya lama sekali ke arah kemaluan Saya,  Lalu tubuhnya tersentak-sentak melengkung ke depan. Kurasakan cairan hangat di dalam kemaluan Saya.
Lama kami terdiam dalam posisi itu, kurasa kemaluannya masih penuh mengisi kemaluan Saya, Lalu dia mencium bibirku dan melumatnya. Kami berpagutan lama sekali, basah keringat menyiram tubuh ini. Kami saling melumat bibir lama sekali. Tangannya lalu meremas payudara dan memilin putingnya.

Kak..! Kakak nungging, terus pegang bibir bathtub itu..! tiba-tiba dia berkata.
Wahh..! Gila adik ya..!
Udah.., ikutin aja..! katanya lagi.

Saya pun mengikuti petunjuknya. Saya berpegangan pada bathtub dan menurunkan tubuh bagian atasku, sehingga batang kemaluannya sejajar dengan pantatku. Saya tahu adikku bisa melihat dengan jelas kemaluan Saya dari belakang. Lalu dia mendekatiku dan memasukkan kemaluannya ke dalam kemaluan Saya dari belakang.
uhhhhhh..! dasyatnyaaa..! Saya menjerit saat kemaluan itu masuk ke dalam rongga kemaluan Saya .

Rasanya lebih nikmat dibanding sebelumnya. Rasa nikmat itu lebih kurasakan karena tangan adikku yg bebas kini meremas-remas payudara Saya, Adikku terus memaju-mundurkan pantatnya sampai sekitar 10 menit ketika kami hampir bersamaan mencapai orgasme. Saya rasakan lagi tembakan sperma hangat membasahi rongga kemaluan Saya, Kami lalu berciuman lagi untuk waktu yg cukup lama.

Setelah kejadian itu, kami jadi sering melakukannya, terutama di kamar Saya ketika malam hari saat orang tua sudah pergi tidur. Minggu-minggu awal, kami melakukannya bagaikan pengantin baru, hampir tiap malam kami bersetubuh. Bahkan dalam semalam, kami bisa melakukan sampai 4 kali. Biasanya Saya membiarkan pintu kamar Saya tidak terkunci, lalu sekitar jam 2 malam, adik Saya akan datang dan menguncinya. Lalu kami bersetubuh sampai kelelahan. Kini setelah Saya di Bandung, kami masih selalu melakukannya jika ada kesempatan. Kalau bukan Saya yg ke Sukabumi, maka dia yg akan datang ke Bandung untuk menyetor jatah spermanya ke kemaluan Saya, Saat ini Saya mulai berani menelan sperma yg dikeluarkan oleh adik kandung Saya sendiri! Beginilah cerita sex Nyata yg kami lakukan sampai sekarang! Terus terang Saya kecanduan bercinta ama adik Saya rasanya nikmat dan memuaskan diri Saya, Selesai .

Nahhhh gimana brooo gokill ngakkk ??? sama adikk sendirii Maknyossss daa hahahah, Sampai disini dulu ya bro .. untuk cerita selanjutnya di tunggu lagi ya kami SERBA HOT akan kembali lagi dan memberikan cerita yang lebih fantastic dan HOT lagi kepada anda para pembca setia kami, TerimaKasih .

Senin, 24 Oktober 2016

SERBA HOT !!!

MAKIN BERGAIRAH SAJA HUBUNGAN GUA DENGAN MAMAKU SENDIRI

Dadupoker
HUBUNGANKU DENGAN MAMA MAKIN BERGAIRAH DARI WAKTU KE WAKTU

Salam sejahtera kepada anda para pembaca setia kami SERBA HOT, Kembali lagi bersama kami yang slelau memberikan cerita dewasa yang hot kepada anda, Tanpa basa-basi lagi Segera yuk libas brooooOO ..

Cerita mesum sedarah mama yang bergairah di malam ulang tahun anaknya dengan judul “ Hubungan Gua  dengan Mama Makin Bergairah dari Waktu ke Waktu ” yang tidak kalah serunya dan dijamin dapat meningkatkan libido seks, selamat menikmati.

Nama Gua  Rio. Merry nama mamaku. Tapi Gua sendiri tidak yakin dia adalah ibuku. Bagaimana tidak. Dia sendiri orang Tiongkok, Gua tak ada satupun perawakan orang tiongkok. Kulit ibuku putih, matanya agak sipit, aku sendiri tidak, kulitku sawo matang, mataku sipit saja tidak. Hanya saja kata orang Gua itu ganteng alias hitam manis. Buktinya ndak sedikit cewek-cewek yang naksir Gua, Mungkin dengan sebab itulah papaku menceraikan mama, karena selingkuh.

Hal ini baru diketahui setelah Gua lahir. Dan semenjak itulah mamaku pisah dengan papa. Siapa papaku sebenarnya, sampai sekarang mama tidak pernah menceritakannya. Bahkan setelah Gua sudah dewasa pun tak pernah mama memberitahukan Gua . Namun satu yang pasti, Gua selalu dimanja oleh mamaku.

Kami tinggal di sebuah apartemen. Kami sering berbagi. Berbagi makanan, kadang juga berbagi baju, ketika baju mama habis ia pun pinjam baju Gua. Mama Gua termasuk pekerja yang ulet. Kami punya toko yang menjual alat-alat kosmetik, buka dari jam 8 sampai jam 17.

Kadang juga Gua harus membantu mama menjaga toko, walaupun ada pekerjanya juga sih. Entah alasan apa sampai sekarang mama tidak menikah lagi. Kata mama semenjak pisah dengan papa, mama pergi dari tempat kelahirannya dan menetap di kota ini .

Usia Gua  sudah 17 sekarang. Dan inilah yang salah. Kami terlalu bebas di rumah. Mama mungkin masih mengira Gua anak kecil, padahal penis aja sudah disunat (iya walaupun kami orang tiongkok tapi Gua disunat). Mama terkadang juga cuma pake baju tipis tanpa bra di rumah. Bahkan tidak malu-malu buka baju di kamar.

Dan sebenarnya kamar kami pun masih satu, tidak terpisah. Gua bahkan kadang ketika tidur masih ngelonin mama, walaupun ndak sampai bertindak jauh. Namun tentunya hal itu bikin Gua sendiri ndak nyaman tentunya. Pernah Gua tidur di ruang tamu saja, tapi mama malah marah-marah.

Yah, akhirnya harus Gua ikuti saja. Apalagi Gua sekarang sudah mengerti apa yang namanya hubungan suami istri. Sudah ngerti juga bokep, sudah ngerti bagaimana caranya bercinta. Mungkin akibat pubertas inilah kejadian itu terjadi.

Saat itu seperti biasa, Gua ada di rumah suntuk banget sedang nonton tv. Mindah-mindah channel ndak jelas. Sesekali Gua membalesi BBM dari teman-teman Gua. Mereka ngajak Guahangout esok tapi aku tolak. Lagi males kemana-mana. Lagian minggu depan sudah final exam. Buat apa habisin waktu keluar ndak jelas?

Gua dikejutkan dengan kedatangan mama membawa sebuah kotak dengan lilin di atasnya. Gua pun sumringah.

“Mama?” Gua kaget ternyata ini hari ulang tahun Gua. Gua sampai lupa.
“Selamat ulang tahun sayang,” katanya. “Sekarang udah 17 tahun ya?”
“Ampun, mama ingat ultah Gua.  Gua aja ndak ingat,” kataku.
“Masa’ sama anak sendiri ndak ingat?” kata mama.

Akhirnya Gua meniup lilinnya lalu kami merayakan pesta kecil. Kami pun saling menyuapi kue ulang tahun. “Nah, sekarang kamu mau hadiah apa dari mama, mama kasih deh?” tanya mama.

Entah kenapa mama sekarang ini seperti orang yang paling cantik bagi Gua. Wajahnya masih cantik, bahkan Gua yang sudah terbiasa dengan bentuk tubuh mamaku tiap hari pun merasa ia adalah wanita sempurna.

Gua sih ndak mau hadiah apa-apa sih ma,” jawabku.
“Nih, mama beliin buat kamu,” mama mengeluarkan sebuah arloji.
“Wow!” Gua terkejut. Pasti itu arloji mahal banget. Merk luar, elegan banget. “Makasih ya ma,”

Gua memeluk dan mencium pipi mama. Mama menciumku balik, tapi entah kenapa malah nyasar ke bibir Gua. Tapi Gua sih cuek. Mungkin salah sasaran kepingin mencium pipi. “Ya udah, mama mau masak dulu,” katanya. “Udah sore nih, mandi sana!”

Hari itu kami makan malam di rumah. Mama masak kalkun, hari itu menjadi hari perayaan Gua. Jam sudah menunjukkan pukul 23.00. Aku sudah mau beranjak tidur. Mama sendiri membereskan semuanya mematikan lampu ruang tengah dan masuk kamar. Dan seperti biasa kami tidur seranjang. Gua langsung merebahkan diriku. Mama juga demikian. Saat itulah kami berbincang-bincang sebentar.

“Kamu tidak punya pacar, Rio?” tanya mama.
“Tidak mam,” kataku.
“kenapa? kau jarang gaul ya?” tanya mama.

“Belum kepikiran mam, kepingin belajar dulu sampe pinter, trus kerja yang bener baru deh mikirin pacar. Kasihan mama kalau kerja melulu,” kata Gua. “Kamu ini, ya udahlah,” kata mamaku. Gua peluk mamaku. Awalnya tak ada perasaan aneh.

Bahkan biasa saja, karena memang tiap hari Gua juga meluk mamaku kalau tidur. Malam itu Gua bermimpi. Mungkin ini yang disebut mimpi basah. Gua bermimpi bercinta ama mamaku. Entah bagaimana pokoknya setelah mimpi itu Gua terbangun. Kamar masih gelap. Gua melihat jam masih jam 3.

Gila kenapa Gua malah mimpiin mama sendiri? Posisi Gua sudah berubah. Memang Gua memeluk mama tapi sekarang mama ada di hadapanku. Kami berpelukan. Terdengar dengkuran halus mama. Lho, perasaan mama tadi pakai baju deh, koq sekarang nggak?

Gua bisa merasakan kulit mama dan eh benar, mama ndak pake baju. Gua makin terkejut setelah merasakan kalau mama cuma pake bra kaos dan CD. Dan akibat Gua horni dari bermimpi kelamin Gua ngaceng berat sekarang. Dan menekan perut mama. Duh, gimana ini?

Gua pun beranikan diri untuk memegang buah dadanya. Dari bra kaos itu, Gua bisa merasakan putingnya. Gua pun memijat dan meremas buah dadanya. Sesekali puting itu Gua sentuh dan kuusap. Mama menggeliat. Saat menggeliat Gua diam. Namun setelah ia tenang Gua teruskan lagi. Gua tak bisa melihat wajah mama karena lampu kamar memang dimatikan. Namun aku kemudian mendengar suara lirih, “Kamu bikin mama kepengen.”

DEG Gua terkejut.

“Mm…maaf ma,” kataku. Gua menarik tangan, tapi mama malah menarik tangan Gua untuk tetap di dadanya. “Shh…gak apa-apa, lanjutin aja!” katanya. Gua setelah itu melanjutkan aktivitasku lagi. Kali ini yang keluar dari mulut mama adalah desahan.

Lama kelamaan mama pun mengusap-usap penis Gua dari luar kolorku. “Udah besar,” kata mama. “Mama kepengen dan cuma kamu yang ada. Kalau kamu tak keberatan berikan keperjakaanmu buat mama ya Rio?”

Gua diam membisu. Bingung mau jawab apa. Kemudian Gua berkata, “Tapi…akukan anakmu ma?” “Sudah kepalang tanggung,” kata mama. Ia tiba-tiba mencium bibir Gua. Ia memanggutku, dan seketika itu pula suasana menjadi panas. Mama memangutku dengan ganas.

Gua hanya bisa mengimbanginya dan menerima apapun yang dilakukan mama. Ia melepaskan bra dan CD-nya. Ia pun menarik kolor Gua. Kemudian dalam ketelanjangan kami bergumul, saling mencium, menghisap. Ia menciumi tubuhku anaknya sendiri. Mama pun mengocok penis Gua, diurut-urut, lalu ia pergi ke bawah dan tiba-tiba sudah mengulum penis Gua.

“Oh…ma…enak banget,” kataku.

Ia mengulum kepala penis Gua, dipermainkannya dengan lidahnya. Lalu dengan satu gerakan ia masukkan ke mulutnya hingga separuh penis Gua tenggelam di dalam mulutnya. Kepalanya naik turun di bawah sana. Ia juga aktif memijat-mijat buah pelerku. Gua tak kuat lagi…rasanya mau nyembur.

“Maa…Gua keluar maaa….aduh…aaaahhhhhh,” Gua berteriak saat spermaku keluar dari penis Gua. Tapi mama sama sekali tak menghindar. Ia tampung seluruh sperma Gua. Ditelannya bulat-bulat. Gua sampai mendengar bunyi glup! ia menelan semuanya. Dijilatinya penis Gua sampai bersih.

Tapi penis Gua tidak loyo, masih tegang.

“Dasar penis perjaka, tidak cukup sekali,” katanya. Kini mama menaiki Gua. Diposisikan penis Gua di mulut vaginanya. Lalu bless….penis Gua sudah ditelan oleh liang senggamanya. “Rio…puasin mama Rio, ohhh…mama sudah lama tidak beginian.”

Mama pun naik turun. Mama Gua termasuk wanita yg merawat badannya. Toketnya masih montok, padat dan sekal. Putingnya pun mengacung. Ah, Gua jadi enak gini. Batasan kami sebagai ibu dan anak pun udah kabur. Mamaku menaik turunkan pantatnya sampai ia sendiri. Terdengar suara beradunya pantatnya dengan selakanganku.

“Mam….ahhh…enak mam,” kataku.

“Rio, mama mau nyampe,” kata mama. Ia makin cepat mengocok penis Gua dan menggesek-geseknya maju mundur. Gua meremas dada mama dan ia pun ambruk ke atas dadaku. Kami saling berpanggut sesaat sampai rasa-rasa orgasme mama hilang. Setelah itu mama bergeser. Aku beralih ke atasnya.

“Mam, Rio masuk ya?” tanyaku.
“Iya sayang, ayo!” katanya.

Akhirnya kumasukkan penis Gua. Gua sudah bergairah banget. Penisku makin tegang. Bless hangat rasanya. Gua menggenjot mamaku,  Gua peluk mamaku dan pantatku naik turun. Penisku menggesek-gesek dinding kemaluan mama dengan cepat lebih cepat lagi. Ohhh…gilak enak banget. Kepala penisku sudah gatal ingin muncrat rasanya. “Ma, keluar ma, Rio keluar!!” kataku. “Keluarin saja sayang, mama juga nyampe lagi….aahhh…anakku….mama nyampeee!!” katanya.

Kami keluar bersamaan. Lega banget rasanya plong….Tapi, setelah itu aku menyesal. Kenapa ama mama sendiri? Perlahan-lahan Gua mencabut punyaku dan terkapar di sebelah mama. Mama menutup matanya dengan lengan kanannya. Ketiaknya terlihat putih mulus.

“Ma, kenapa kita malah melakukan ini? maafin Rio ya. Rio sayang sama mama, tapi…” bibirku ditutup oleh telunjuk Mama. “Sudah Rio, mama juga sebenarnya salah. Udah deh. Ndak usah dipikirkan,” katanya. “Peluk mama Rio!” Gua lalu memeluknya. Kami lalu tidur sampai pagi.

Paginya semuanya aneh. Berasa aneh karena Gua bangun duluan. Kebetulan juga ini hari Minggu. Toko tutup. Mama masih berada di pelukan Gua tanpa busana lagi. Penisku ngaceng sudah pasti, Gua pun mencari-cari lubangnya. Begitu dapat,  Gua menggesek-gesekkan palkonku ke belahan memek mama. Uhhh…nikmat sekali. Mama pun terbangun.

“Hush, bangun tidur koq kepengen!” kata mama.
“Habis, maklum ma, Rio masih muda,” kataku. “Dapat mainan baru.”

Kami tertawa cekikan. Dan akhirnya Gua kembali ke atas tubuhnya. Langsung saja batang penisku masuk ke liang surgawinya. Mama mendongakkan wajahnya. Perlahan-lahan kugenjot mama. Seret karena belum banyak pelumas.

Semakin lama Gua menggenjot mama dengan perlahan, semakin mama juga becek. Mama mengusap-usap dadaku, memberikanku kenikmatan bahkan beliau mengusap-usap puting dadaku. Kami berpanggutan lagi, bermesraan di atas tempat tidur.

“Ma, boleh nungging?” tanyaku.

Mama mengerti. Gua mencabut punyaku memberikan kesempatan mama untuk menungging. Ohh…pantatnya putih. Bekas guratan celana dalamnya membekas di sana. Tak perlu waktu lama bagiku untuk diam menyaksikan keindahan tubuhnya.

Gua langsung mengarahkan penisku dan bless, nikmatnya. Gua gerakin pantatku maju mundur. Sementara itu mama melirik ke arahku. Gua mendorongnya pelan-pelan sambil sesekali kuremas toketnya yang menggantung itu. Ohh…nikmatnya.

“Mam, nikmat banget,” kataku. “Mama pernah beginiin ndak semenjak papa pergi?”
“Nggak pernah Rio, mama ndak pernah gituan lagi semenjak itu,” katanya.
“Jujur?” tanyaku. Gua pun berhenti menggoyang.

Mamaku kaget ketika Gua berhenti. Ia menoleh ke arahku. Pantatnya dimaju mundurkan sendiri. “Iya beneran.”

“Bohong ah,” kataku.
“Aduuh..jangan siksa mama dong, goyangin!” katanya.
“Kalau mama jujur Gua akan goyangin koq,” kataku.

“Iya, iya, mama pernah sesekali sama orang lain. Sama Koh Chow Luan,” jawab mama. Chow Luan ini salah seorang kenalan Mama yang juga punya toko. Gua pernah bertemu dengannya sekali. Tapi tak menyangka mama pernah sex ama orang ini. Padahal orangnya gendut, ndak menarik.

“Lho, ama orang itu? Jelek gitu?” Gua seakan tak percaya. “Mau bagaimana lagi. Mama sedang butuh uang waktu itu. Kalau tidak kamu ndak bakal sekolah,” kata mama. “Udah…mama nanggung nih, ayo dong!”

Gua tersenyum.  Gua gerakkan pantatku ke depan belakang. Mama diberi kepuasan lagi. Ia menjerit-jerit saat penis Gua masuk lebih dalam. Gua makin cepat menggenjot mama Gua dan akhirnya Gua mau nyampe. Gua mengerang hebat, mama pun sepertinya juga keluar, memeknya meremas-remas punyaku.

Gua memejamkan mata menikmati setiap semprotan kontolku yang membasahi rahimnya. Setelah itu Gua mencabutnya. Mama ambruk di atas ranjang, tapi pantatnya masih sedikit menungging. Lahar putih itu meleleh dari lubang memeknya.

Setelah menggarap mama pagi itu Gua pun mandi. Hari-hari berikutnya sungguh kami seperti suami istri. Mau di manapun kapan pun pasti bercinta ujung-ujungnya. Mama pun menceritakan kepadaku bahwa Gua bukan anak papa, tapi anak sopirnya dulu. Tapi ndak tau sekarang ayah biologisku ada di mana. Hubunganku dengan mamaku makin bergairah dari waktu ke waktu dan akhirnya ia hamil anak Gua.

Gua sempat shock, tapi mama menghiburku anak itu akan dirawatnya dan kami pun menjadi keluarga bahagia walaupun semua orang tak tahu bahwa kami adalah ibu dan anak, Selesai. Untuk cerita selanjutnya di tunggu ya bro kami SERBA HOT akan selalu update cerita dewasa yang hot untuk anda para pembaca setia kami, Terimaksih .

Sabtu, 22 Oktober 2016

SERBAHOT !!!


Dadupoker
Haloooooo, Seluruh para pembaca setia cerita dewasa di tanah air, Sehat selalu dan di berikan kesuksesan pastinya Amin....., Pada hari ini Kembali lagi bersama kami SERBA HOT yang selalu mengahadirkan dan update teruss cerita dewasa yang hot-hot tetunya untuk ANda para pembaca setia kami, Pada hari ni ceritanya makin Panas aja ni broo, g sabaran lagi ? Langsung sikat broooo .

Saya adalah anak tunggal. Ibuku adalah seorang wanita yg disiplin dan agak keras sedangkan Bapakku kebalikannya bahkan bisa dikatakan bahwa Bapak di bawah bendera ibu. Bisa dikatakan ibulah yg lebih mengatur segala-galanya dalam keluarga. Namun, walaupun ibu keras, di luar rumah Saya termasuk cewek bandel dan sering tukar-tukar kekasih, tentunya tanpa sepengetahuan ibuku. Tapi suatu saat, pada saat Saya duduk di kelas 2 SMA, ibuku pergi mengunjungi nenek yg sakit di kampung. Dia akan tinggal di sana selama 2 minggu. Hatiku bersorak. Saya akan bisa bebas di rumah. Tak akan ada yg memaksa-maksa untuk belajar. Saya juga bebas pulang sore. Kalau Bapak, yah.. dia selalu kerja sampai hampir malam.

Pulang sekolah, Saya mengajak pacarku, Hudson, ke rumah. Saya sudah beberapa kali mengadakan hubungan kelamin degannya. Tetapi hubungan tersebut tidak pernah betul-betul nikmat. Selalu dilaqukan buru-buru sehingga Saya tidak pernah klimaks. Saya penasaran, bagaimana sih nikmatnya klimaks?

Singkat cerita, Saya dan Hudson sudah berada di ruang tengah. Kami merasa bebas. Jam masih menunjukkan angka 3:00 sedangkan Bapak selalu pulang pukul enam lewat. So, cukup waktu untuk memuaskan berahi. Kami duduk di sofa. Hudson dgn segera melumat bibir Saya. Kurasakan hangatnya bibirnya.
“Ah..” kurangkul tangan Saya ke lehernya. Ciumannya semakin dalam. Kini lidahnya yg mempermainkan lidah Saya. Tangannya pun mulai bermain di kedua bukit Saya, Saya benar-benar terangsang. Saya sudah bisa merasakan bahwa kemaluan Saya sudah mulai basah. Segera kujulurkan tangan Saya ke perut bawahnya. Saya merasakan bahwa daerah itu sudah bengkak dan keras, Saya coba membuka reitsleting celananya tapi agak susah. Degan segera Hudson membukakannya untuk Saya, Bagai tak ingin membuang waktu, secara bersamaan, Saya pun membuka kemeja sekolah Saya sekaligus BH Saya tapi tanpa mengalihkan perhatian Saya pada Hudson. Kulihat segera sesudah CD Hudson lepas, senjatanya sudah tegang, siap berperang.
Kami berpelukan lagi. Kali ini, tangan Saya bebas memegang burungnya. Tidak begitu besar, tapi cukup keras dan berdiri dgn tegangnya. Kuelus-elus sejenak. Kedua telurnya yg dibungkus kulit yg sangat lembut, sungguh menimbulkan sensasi tersendiri saat kuraba dgn lembut. Kemaluannya kemerah-merahan, degan kepala seperti topi baja. Di ujungnya berlubang.  Saya kuakkan lubang kecil itu, lalu kujulurkan ujung lidah Saya ke dalam. Hudson melenguh. Expresi wajahnya membuat Saya semakin bergairah.
“Ah..” Saya masukkan saja gagang itu ke mulutku. Hudson melepaskan celana dalam Saya lalu mempermainkan kemaluan Saya dgn jarinya. Terasa sentuhan jarinya diantara kedua bibir kemaluan Saya. Dikilik-kiliknya klitoris Saya. Sayamakin bernafsu.  Saya hisap gagangnya. Saya jilati kepala kemaluannya, sambil tangan Saya mempermainkan telurnya degan lembut. Kadang  Saya gigit kulit telurnya dgn lembut.
“Nit, pindah di lantai saja yuk, lebih bebas!”
Tanpa menunggu jawaban Saya, dia sudah menggendong Saya dan membaringkanku di lantai berkarpet tebal dan bersih. Dibukanya rok abu-abu Saya, yg tinggal satu-satunya melekat di tubuh Saya, demikian juga kemejanya. Sekarang Saya dan dia betul-betul bugil. Sayamakin menyukai suasana ini.  Saya tunggu, apa yg akan dilaqukannya selanjutnya. Ternyata Hudson naik ke atas tubuh Saya dgn posisi terbalik, 69. Dikangkangkannya paha Saya. Selanjutnya yg kurasakan adalah jilatan-jilatan lidahnya yg panas di permukaan kemaluan Saya. Bukan itu saja, klitorisku dihisapnya, sesekali lidahnya ditenggelamkannya ke lubang Saya. Sementara gagangnya tetap kuhisap. Saya sudah tidak tahan lagi.
“Son, ayo masukin saja.”
“Sebentar lagi Nitt.”
“Ah.. Sayanggak tahan lagi, Saya mau gagangmu, please!”
Hudson memutar haluan. Digosok-gosokannya kepala kemaluannya sebentar lalu.. “Bless..” gagang itu masuk degan mantap dan perkasa. Tak perlu diolesi ludah untuk memperlancar, kemaluan Saya sudah banjir. Amboy, nikmat sekali. Disodok-sodok, maju mundur.. maju mundur. Saya tidak tinggal diam. Saya goyg-goyg juga pantatku. Kadang kakiku kulingkarkan ke pinggangnya.
Tiba-tiba,
“Ah.. Saya keluar..” Dicabutnya kemaluannya dan air maninya berceceran di atas perut Saya.
“Shit! Sama saja, Saya belum puas, dia sudah muntah,” rungutku dalam hati.
Tapi Saya berpikir, “Ah, tak mengapa, babak kedua pasti ada.”
Dugaan Saya meleset. Hudson berpakaian.
“Nit, sorry yah.. Saya baru ingat. Hari ini rupanya Saya harus latihan band, udah agak telat nih,” dia berpakaian degan buru-buru. Saya betul-betul kecewa.
“Kurang ajar anak ini. Dasar egois, emangnya Saya lonte, cuman memuaskan kamu saja.”
Saya betul-betul kecewa dan berjanji dalam hati tak akan mau main lagi degannya. Karena kesal,  Saya biarkan dia pergi. Saya berbaring saja di sofa, tanpa mempedulikan kepergiannya, bahkan Saya berbaring degan membelakanginya, wajah Saya kuarahkan ke sandaran sofa.
Kemudian Saya mendengar suara langkah mendekat.
“Ngapain lagi si kurang ajar ini kembali,” pikirku. Tapi aqu memasang gaya cuek. Kurasakan pundakku dicolek. Saya tetap cuek.
“Nita!”
Oh.. ini bukan suara Hudson. Saya bagai disambar petir. Saya masih telanjang bulat.
“Bapak!” Saya sungguh-sungguh ketaqutan, malu, cemas, pokoknya hampir mati.
“Dasar bedebah, rupanya kamu sudah biasa main begituan yah. Jangan membantah. Bapak lihat kamu bersetubuh dgn lelaki itu. Biar kamu tahu, ini harus dilaporkan sama ibumu.”
Saya makin ketaqutan, kupeluk lutut Bapakku, “Yah.. jangan Yah, Saya mau dihukum apa saja, asal jangan diberitahu sama orang lain terutama Mama,” aqu menangis memohon.

Tiba-tiba, Bapak mengangkatku ke sofa. Kulihat wajahnya makin melembut.
“Nit, Bapak tahu kamu tidak puas barusan. Waktu Bapak masuk, Bapak dengar suara-suara desahan aneh, jadi Bapak jalan pelan-pelan saja, dan Bapak lihat dari balik pintu, kamu sedang dientoti lelaki itu, jadi Bapak intip aja sampai siap mainnya.”
Aqu diam aja tak menyahut.
“Nit, kalau kamu mau Bapak puasin, maka rahasiamu tak akan terbongkar.”
“Sungguh?”
Bapak tak menjawab, tapi mulutnya sudah mencium susu Saya. Dijilatinya permukaan payudara Saya, digigitnya pelan-pelan puting Saya. Sementara tangannya sudah menjelajahi bagian bawahku yg masih basah. Bapak segera membuka bajunya. Langsung seluruhnya. Saya terkejut. Kulihat kemaluan Bapakku jauh lebih besar, jauh lebih panjang dari kemaluan si Hudson. Tak tahu Saya berapa ukurannya, yg jelas panjang, besar, mendongak, keras, hitam, berurat, berbulu lebat. Bahkan antara pusat dan kemaluannya juga berbulu halus. Beda benar degan Hudson. Melihat ini saja Saya sudah bergetar.
Kemudian Saya didudukkannya di sofa. Pahaqu dibukanya lebar-lebar. Dia berlutut di hadapan Saya lalu kepalanya berada diantara kedua pangkal pahaqu. Tiba-tiba lidah hangat sudah menggesek ke dalam kemaluan Saya. Aduh, lidah Bapakku menjilati kemaluan Saya. Dia menjilat lebih lihai, lebih lembut. Jilatannya dari bawah ke atas berulang-ulang. Kadang hanya klitoris Saya saja yg dijilatinya. Dihisapinya, bahkan digigit-gigit kecil. Dijilati lagi. Dijilati lagi. “Oh.. oh.. enak, Yah di situ Yah, enak, nikmat Yah,” tanpa sadar, Saya tidak malu lagi mendesah jorok begitu di hadapan Bapak Saya. Bapak “memakan” kemaluan Saya cukup lama. Tiba-tiba, a Saya merasakan nikmat yg sangat dahsyat, yg tak pernah kumiliki sebelumnya.
“Oh.. begini rupanya klimaks, nikmatnya,” Saya tiba-tiba merasa lemas. Bapak mungkin tahu kalau Saya sudah klimaks, maka dihentikannya menjilat lubang kewanitaan Saya. Kini dia berdiri, tepat di hadapan hidungku, kemaluannya yg besar itu menengadah. Degan posisi, Bapak berdiri dan Saya duduk di sofa, kumasukkan gagang Bapakku ke mulut Saya. Kuhisap, kujilat dan kugigit pelan.  Saya sedot dan  Saya hisap lagi. Begitu  Saya lakukan berulang-ulang. Bapak ikut menggoygkan pantatnya, sehingga gagangnya terkadang masuk terlalu dalam, sehingga bisa kurasakan kepala kemaluannya menyentuh kerongkongan . Saya kembali sangat bergairah merasakan keras dan besarnya gagang itu di dalam mulutku. Saya ingin segera Bapak memasuki lubang Saya, tapi Saya malu memintanya. Lubang Saya  sudah betul-betul ingin “menelan” gagang yg besar dan panjang.
Tiba-tiba Bapak menyeruh Sayaberdiri.
“Mau main berdiri ini,” pikir Saya .
Rupanya tidak. Bapak berbaring di sofa dan mengangkat Saya ke atasnya.
“Masukkan Nit!” ujar Bapak.
Saya raih gagang itu lalu kuarahkan ke kemaluan. Ah.. sedikit sakit dan agak susah masuknya, tapi Bapak menyodokkan pantatnya ke depan.
“Aduh pelan-pelan, Bapak.”
Lalu berhenti sejenak, tapi gagang itu sudah tenggelam setengah akibat sodokan Bapak tadi. Kugoyang perlahan. Degan perlahan pula gagang itu semakin masuk dan semakin masuk. Ajaibnya semakin masuk, semakin nikmat. Lubang kemaluan Saya betul-betul terasa penuh. Nikmat rasanya. Karena dikuasai nafsu, rasa malu Saya sudah hilang.  Saya setubuhi Bapakku degan raqus. Ekspresi Bapak Saya makin menambah nafsu Saya. Remasan tangan Bapakku di kedua payudara Saya semakin menimbulkan rasa nikmat. Kogoyang pantatku degan irama keras dan cepat.
Tiba-tiba, Saya mau klimaks, tapi Bapak berkata, “Stop! Kita ganti posisi. Kamu nungging dulu.”
“Mau apa ini?” pikir Saya.
Tiba-tiba kurasakan gesekan kepala kemaluan di permukaan lubang kemudian..
“Bless..” gagang itu masuk ke lubang Saya. Yang begini belum pernah kurasakan. Hudson tak pernah memperlaqukan Saya begini, begitu juga Muklis, lelaki yg mengambil perawan Saya. Tapi yg begini ini rasanya selangit. Tak terkatakan nikmatnya. Hujaman-hujaman gagang itu terasa menggesek seluruh liang kewanitaan Saya, bahkan hantaman kepala kemaluan itupun terasa membentur dasar kemaluan Saya, yang membuat Saya merasa semakin nikmat.  Saya rasakan sodokan Bapak makin keras dan makin cepat. Perasaan yg  Saya dapat pun makin lama makin nikmat. Makin nikmat, makin nikmat, dan makin nikmat.
Tiba-tiba,
“Auh..oh.. oh..!” kenikmatan itu meladak. Saya klimaks untuk yg kedua kalinya. Hentakan Bapak makin cepat saja, tiba-tiba kudengar desahan panjangnya. Seiring degan itu dicabutnya kemaluannya dari lubang kemaluan Saya. Dgn gerakan cepat, Bapak sudah berada di depan Saya . Disodorkannya gagangnya ke mulut Saya. Degan cepat Sayatangkap,  Saya kulum dan kumaju-mundurkan mulutku dgn cepat. Tiba-tiba kurasakan semburan air mani panas di dalam mulut Saya. Saya tak peduli. Terus  Saya hisap dan hisap. Sebagian air mani tertelan oleh Saya, sebagian lagi kukeluarkan, lalu jatuh dan meleleh memenuhi dagu Saya. Bapak memeluk dan mencium Saya,
“Nit, kapan-kapan, kalau nggak ada Mama, kita main lagi yah.” Aqu tak menjawab. Sebagai jawaban, aqu menggelayut dalam pelukan Bapakku. Yg jelas aqu pasti mau. Dgn pacarku aqu tak pernah merasakan klimaks. Dgn Bapak, sekali main klimaks dua kali. Siapa yg mau menolak?
Sesudah itu asal ada kesempatan, kita lakukan lagi y. Sementara mama masih sering marah, dgn nada tinggi, berusaha mengajarkan disiplin. Biasanya Saya diam saja, pura-pura patuh. Padahal suaminya, yang menjadi Bapakku itu, sering Saya geluti dan nikmati. Beginilah kisah permainan Saya degan Bapakku yg pendiam, tetapi sangat pintar di atas ranjang dan dapat memuaskan nafsu birahi saya tiap harinya, Selesai .

Gimana broooo gokil banget kan Panas ngakkk bacanya ??? bapak yang beruntung ni hoki kali ya .. hahahahah Untuk selanjutnya cerita dewas dari kami di tunggu ya, Hanya dengan kami SERBA HOT anda akan selalu di berikan cerita dewasa hot yang terbaik, Termikasih .

Jumat, 21 Oktober 2016

SERBAT HOT !!!

MAJIKAN DI PERKOSA PEMBANTU HINGGA KETAGIHAN MELAKUKAN SEX

Dadupoker
Siang semua para pembaca setia kami SERBA HOT!!!, Kembali lagi bersama kami dihari yang cerah ini mendung - mendung gimana gitu, Cocok banget ni broOoo untuk baca cerita HOT yang akan kami bagikan pada hari ini, Yuk jangan banyak basa-basi lagi langsung saja sikat broooo.....di bawah ini .

Gila, hanya kata itu yang ada dalam benak Gua saat mengingat kisah pemerkosaan dari para pembantu yang hingga kini menjadi skandal perselingkuhan. Gua dibuat liar oleh mereka, sungguh ini bukan kehendak Gua ?? tapi Saya sangat menikmatinya. Cerita panas yang sampai kini menjadi rahasia dalam rumah tangga Gua .

Di dalam ruangan itu terlihat sunyi beberapa dari mereka tidak sanggup melihat dua orang suami istri terbujur kaku, sedangkan di sampingnya terdapat anak yang masih berusia 11 tahun yang sedang menangisi ke dua orang tuanya, karena merasa kasihan Saya meminta izin suami Saya untuk menemuinya,
setelah mendapat izin Gua lalu menghampiri anak tersebut berharap dapat menenangkan hati anak tersebut,
“Al..” panggil Saya pelan sambil duduk di sampingnya, “sudah jangan nagis lagi, biarkan kedua orang tuamu beristirahat”
Anak itu tetap menangis, beberapa detik dia memandangku dan tidak lama kemudian dia langsung memeluk Saya dengan air mata yang bergelinang,
“tante, hiks…hiks… Aldi ga mau sendirian, Aldi mau mama, papa…” dengan penuh rasa kasih sayang Saya mengelus punggungnya berharap dapat meringankan bebannya,
“tante… bangunin mama,”katanya sambil memukul pundak Gua, Gua semakin tak kuasa mendengar tangisnya, sehingga air matakupun ikut jatuh.
“Aldi, jangan sedih lagi ya? Hhmm… kan masih ada tante sama om,” Gua melihat ke belakang ke arah suami Gua  sambil memberikan kode, suami Saya mengangguk bertanda dia setuju dengan usulku,
“mulai sekarang Aldi boleh tinggal bersama tante dan om, gi mana?” tawarku sambil memeluk erat kepalahnya,
Sebelum lebih jauh mohon izinkan Saya untuk memperkenalkan diri, namaku Lisa usia 25 tahun Saya menikah di usia muda karena kedua orang tuaku yang menginginkannya, kehidupan keluarga Gua  sangaatlah baik, baik itu dari segi ekonomi maupun dari segi hubungan intim, tetapi seperti pepata yang mengatakan tidak ada gading yang tak retak,
begitu juga dengan hidupk Saya walaupun Saya memiliki suami yang sangat mencintai Gua  tetapi selama 4 tahun kami menikah kami belum juga dikaruniai seorang anak sehingga kehidupan keluarga kami terasa ada yang kurang, tetapi untungnya Saya memiki seorang suami yang tidak perna mengeluh karena tidak bisanya aku memberikan anak
untuknya untuk membalas budi baik kakak Saya , Saya dan suamiku memutuskan untuk merawat anaknya Aldi karena kami pikir apa salah menganggap Aldi sebagai anak sendiri dari pada Saya dan suamiku harus mengangkat anak dari orang lain,

Sudah satu minggu Aldi tinggal bersama kami, perlahan ia mulai terbiasa dengan kehidupannya yang baru, Saya dan suamiku juga meresa sangat senang sekali karena semenjak kehadirannya kehidupan kami menjadi lebih berwarna, suamiku semakin bersemangat saat bekerja dan sedangkan aku kini memiliki kesibukan baru yaitu merawat Aldi,
“Bi…. tolong ambilin tasnya Aldi dong di kamar saya,” memanggil bi Mar
Hari ini adalah hari pertama Aldi bersekolah sehingga Saya sangat bersemangat sekali, setelah semuanya sudah beres Saya meminta pak Rojak untuk mengantarkan Aldi ke sekolahnya yang baru, beberapa saat Aldi terseyum ke arah Saya sebelum dia berangkat ke sekolah. Seperti pada umumnya ibu rumah tangga, Saya berencana menyiapkan makanan yang special untuk Aldi sehingga Saya memutuskan untuk memasak sesuatu di dapur,
tetapi saat Saya melangkah ke dapur tiba-tiba kaki Saya terasa kaku saat melihat kehadiran pak Isa yang sedang melakukan hubungan intim dengan mba Ani, mereka yang tidak menyadari kehadiran Gua  masih asyik dengan permainan mereka,
“Hmm… APA-APAAN INI?” bentakku ke pada mereka, mendengar suara Saya mereka terlihat tanpak kaget melihat ke hadiran Saya , “kalian benar-benar tidak bermoral, memalukan sekali!”
Mereka tanpak terdiam sambil merapikan kembali pakaian mereka masing-masing, beberapa saat Gua melihat penis pak Isa yang terlihat masih sangat tegang, sebenarnya Saya sangat terkejut melihat ukuran penis pak Isa yang besar dan berurat, berbeda sekali dengan suami Saya 
“maafin kami Bu,” kini Ani membuka mulutnya, sedangkan pak Isa masih terdiam,

“Maaf… kamu benar-benar wanita murahan, kamu tahu kan pak Isa itu sudah punya istri kenapa kamu masih juga menggoda pak Isa, kamu itu cantik kenapa tidak mencari yang sebaya denganmu?” emosi Saya semakin memuncak saat mengingat bi Mar istri dari pak Isa, “saya tidak menyangka ternyata anda yang sangat saya hormati ternyata tidak lebih dari binatang, betapa teganya anda menghianati istri anda sendiri,” beberapa kali aku menggelengkan kepalahku, sambil menunjuk ke arahnya,
“maaf Bu ini semua salah saya, jangan salahkan Ani” kata pak Mar yang membela Ani,
“mulai sekarang kalian saya PECAT, dan jangan pernah menyentuh ataupun menginjak rumah ini, KELUAR KALIAN SEMUA!!” bentak Gua 
Mendengar perkataanku Ani terlihat pucat tidak menyangkah kalau kelakuan bisa membuatnya kehilangan pekerjaan, sedangkan pak Isa terlihat tenang-tenang saja malahan pak Isa tanpak terseyum sinis,
“he..he… Ibu yakin dengan keputusan Ibu,” pak Isa tertawa mendengar perkataan Saya , perlahan pak Isa mendekati Saya , “jangan perna main-main dengan saya Bu,” ancamnya dengan sangat sigap pak Isa menangkap kedua tangan Saya ,

“apa-apaan ini lepaskan saya, atau saya akan berteriak,” Saya mencoba mengancam balik mereka yang sedang mencoba mengikat kedua tanganku,
“teriak saja Bu, tidak akan ada orang yang mendengar,” timpal Ani sambil membantu pak Isa mengikat kedua tanganku,

Apa yang di katakan Ani ada benarnya juga, tetapi walaupun begitu Saya tidak mau menyerah begitu saja dengan susah paya Saya berusaha melepaskan diri tapi sayangnya tenaga Gua  kalah besar dari mereka berdua, tanpa bisa berbuat apa-apa Saya hanya dapat mengikuti mereka saat membawaku ke dalam kamar pak Isa. Sesampai di kamar Saya di tidurkan di atas kasur yang tipis, sedangkan Ani mengambil sebuah Hp dan ternyata Hp itu di gunakan untuk merekam Saya , sehingga kehawatiran Saya semakin menjadi-jadi.

“kalian biadab, tidak tau terimakasih ****** kalian!” air mata Saya tidak dapat kubendung lagi saat jari-jemari pak Isa mulai merabahi paha Saya yang putih,
“ja-jangan, mau apa kalian lepaskan saya  Saya mohon jangan ganggu saya,” kata Saya di sela-sela isak tangis,
“siapa suruh ikut campur urusan saya, he…he… maaf bu ternyata hari ini adalah hari keberuntungan saya, dan hari yang sial bagi Ibu,” semakin lama Saya merasa tangannya semakin dalam memasuki daster Gua ,
“tidak di sangkah impian saya akhirnya terkabul juga,”” sambungnya sambil meremasi paha bagian dalam Saya ,
“makanya Bu jangan suka ikut campur urusan orang,” kini giliran Ani yang menceramahi Saya ,
“ya, saya ngaku salah tolong lepasin saya,” kini Saya hanya dapat memohon agar mereka sedikit iba melihat Saya , tetapi sayangnya apa yang kuharapkan tidak terjadi, pak Isa tanpa semakin buas memainkan diri Saya 
Saya hanya dapat melihat pasrah saat dasterku terlepas dari tubuh Gua , kedua payudara Saya  yang memang sudah tidak tertutupi apa-apa lagi dapat dia nikmati, jari-jarinya yang kasar mulai memainkan selangkangan Saya ,
“sslluupss…sslluuppss… hhmm…. ayo Bu puaskan saya?” pinta pak Isa, sambil mengulum payudara Saya beberapa kali lidahnya menyapu putting susu Saya  yang mulai mengeras,
“ko’ memiawnya basah bu, he…he…” memang harus diakui, tubuh Saya tidak dapat membohonginya walaupun bibir Saya  berkata tidak,
“wa…wa… Ibukan sudah punya suami ko’ masih juga menggoda laki orang lain, ga malu ya Bu,” Ani melotottiku seolah-olah ingin membalas perkataanku tadi, “dasar wanita munafik, sekarang Ibu tau kan kenapa saya menyukai pak Isa,”bentak Ani kepada Saya , sehingga membuat hati Saya terasa amat sakit mendengarnya,

“aahhkk… pak, hhmm…. pak sudah jangan di terusin…” kata Saya  dengan kaki yang tidak dapat diam saat jarinya menyelusup kedalam vagina Saya  yang sudah banjir, perlahan kurasakan jari telunjuknya menyelusuri belahan vagina Saya ,
“oo… enak ya? he…he…” pa Isa tertawa melihat Saya yang sudah semakin terangsang, leherk Saya terasa basah saat lidah pak Isa menjilati leher Saya yang jenjang,
Dengan sangat kasarnya pak Isa menarik celana dalam Saya , sehingga vagina Saya yang tidak di tumbuhi rambut sehelaipun terlihat olehnya, Saya memang sangat rajin mencukur rambut vagina Gua  agar terlihat lebih bersi dan seksi.
Ani berjongkok di sela-sela kaki Saya , kamera Hp di arahkan persis di depan vagina Saya yang kini sudah tidak ditutupi oleh sehelai kain, tanpa memikirkan perasaan Saya pak Isa membuka bibir vaginaku sehingga bagian dalam vagina Saya dapat di rekam jelas oleh Ani, beberapa kali jari telunjuk pak Isa menggesek clitorisku,

“ohk pak plisss.. jangan…? saya malu…” Saya merasa sangat malu sekali di perlakukan seperti itu, baru kali ini aku bertelanjang di depan orang lain bukan suamiku sendiri,
“Ha…ha… malu kenapa Bu? ****** aja tidak malu ga pake baju masa ibu malu si…” katanya yang semakin merendahkan derajat Saya , setelah puas mempertontonkan vagina Saya  di depan kamera, pak Isa bertukar posisi dengan Ani untuk memegangi kaki Saya  sedangkan pak Isa berjongkok tepat di bawa vagina Saya ,

Dengan sangat lembut pak Isa menciumi paha Saya  kiri dan kanan secara bergantian, semakin lama jilatannya semakin ke atas menyentuh pinggiran vagina Saya ,
“aahkk… sudah pak, rasanya sangat geli hhmm…” Saya  berusaha sekuat tenaga mengatupkan kedua kaki Saya  tetapi usaha Saya  sia-sia saja, dengan sangat rakus pak Isa menjilati vagina Saya  yang berwarna pink, sedangkan Ani tanpa puas melihat keadaan Saya  yang tak berdaya,

“nikmatin aja Bu, he..he.. saya dulu sama seperti ibu selalu menolak tapi ujung-ujungnya malah ketagihan” kata Ani tanpa melepaskan pegangannya terhadap kaki Saya ,
Semakin lama Saya semakin tidak tahan, tiba-tiba Saya merasa tubuhku seperti di aliri listrik dengan tegangan yang tinggi, kalau seandainya Ani tidak memegang kakiku dengan sangat erat mungkin saat ini wajah pak Isa sudah menerima tendangan Saya , mata v terbelalak saat orgasme melandah tubuh Saya  dengan sangat hebat, cairan vagina Saya meleleh keluar dari dalam vagina, sehingga tubuh Saya  terasa lemas,

“ha…ha… bagaimana Bu, mau yang lebih enak….” pak Isa tertawa puas, Saya hanya dapat menggelengkan kepalaku karena Saya sudah tidak mampu lagi untuk mengeluarkan suara dari mulut Saya , perlahan pak Isa berdiri sambil memposisikan penisnya tepat di depan vagina Saya ,

“aahkk… sakit…” Saya memikik saat kepala penisnya menerobos liang vagina Saya , “uuhk… hhmm… pelan-pelan pak…” pinta Saya  sambil menarik napas menahan rasa sakit yang amat sangat di vagina Saya  karena ukuran penis pak Isa jauh lebih besar dari penis suami Saya ,

“tahan Bu, bentar lagi juga enak ko’ “ kata Ani yang kini melepaskan ikatan di tangan Saya , setelah ikatanku terlepas Ani kembali merekam adegan panas yang kulakukan,
Dengan sangat cepat pak Isa menyodok vaginaku sehingga terdengar suara “plokkss….ploskkss…” saat penisnya mentok ke dalam vagina Saya  yang mungil,
“aahhkk… aahhkk… aaahh… oooo…”semakin cepat sodokannya suara Saya  semakin lantang terdengar,

“oh yeeaa… enak Bu, hhmm… ternyata memiaw Ibu masih sempit sekali walaupun sudah perna menikah,” katanya memuji Saya , tetapi mendengar pujiannya Saya tidak merasa bangga melainkan aku meresa jijik terhadap diriku sendiri,

Saya merasa vagina seperti di masuki benda yang sangat besar yang mencoba mengorek isi dalam vagina Saya , rasanya memang sangat sakit sekali tetapi di sisi lain Saya merasa sangat menikamati perkosaan rehadap diri Saya , selama ini Saya belum perna merasakan hal seperti ini dari suami Saya  sendiri,

“ayo sayang, bilang kalau tongkol saya enak…” dengan sangat kasar pak Isa meremasi kedua payudara Saya ,
“ti-tidak…. ahk… hhmm…” Saya di buat merem melek olehnya,
“ha..ha.. kamu mau jujur atau tidak, kalau tidak hhmm… saya akan adukan semua ini kepada suamimu, ha…ha…” katanya mengancam Saya  dengan tawa yang sangat menjijikan,

“ja-jangan pak,” Saya memohon ke padanya, karena takut dengan ancamannya akhirnya Saya menyerah juga “iya, aahhkk… Saya suka…” kataku dengan suara yang hampir tidak terdengar,
“APA… SAYA TIDAAK MENDENGAR?” pak Isa berteriak dengan sangat kencang sehingga gendang telinga terasa mau pecah mendengar teriakannya,

“IYA PAK, ENAK SEKALI SAYA SUKA SAMA tongkol BAPAK….aahhk…uuhhkk!!” dengan sekuat tenaga Saya berusaha tegar dan berharap semuanya cepat berlalu,
Setelah berapa menit kemudian tubuh Saya  kembali merasa tersengat oleh aliran listrik saat Saya kembali mengalami orgasme yang ke dua kalinya,
Dengan sangat kasarnya pak Isa menarik tubuh Saya  sehingga Saya berposisi menungging, pantatk Saya  yang bulat dan padat menghadap dirinya,
“hhmm… indah sekali pantatmu sayang” katanya sambil meremasi bongkahan pantat Saya ,
“pak, saya mohon cepat lakukan,”

“ha..ha.. kenapa Bu, sudah ga tahan” berkali-kali pantat Saya  menerima pukulan darinya, sebenarnya Saya tidak menyangka dengan kata-kata Saya  tadi bisa membuatku semakin renda di mata mereka, sebenarnya Saya hanya bermaksud agar semua permainan ini segera berakhir tapi sayangnya pak Isa tidak menginginkan itu,
“tenang Bu, santai saja dulu?”
Pak Isa sangat pintar memainkan tubuh, dengan sangat lembut jari kasarnya menyelusuri belahan pantatku dari atas hingga ke bawah belahan vagiana, gerakan itu di lakukan berkali-kali sehingga pantat Saya  semakin terlihat membusung ke belakang,

“ohhkk… pak, hhhmm….” Saya pejamkan mataksaat jarinya mulai menerobos lubang anusku, dengan gerakan yang sangat lembut jarinya keluar masuk dari dalam anus, “ahhkk….ooo… ssstt…uuuuu… pak” ternyata rintihan Saya  membuat pak Isa semakin mempercepat gerakan jarinya,

pak Isa dengan rakusnya kembali menjilati vagina Saya dari belakang sedangkan jari-jarinya masih aktif mengocok anus Saya . Pada saat Saya sangat terangsang tiba-tiba kami mendengar suara ketukan yang kuyakini itu adalah pak Rojak yang baru pulang dari mengantar Aldi,

“Pak Rojak tolongin saya…” kataku berharap ia bisa membantuku untuk lepas dari pelecehan yang Saya alami, dengan santainya Ani membukakan pintu tanpa rasa takut kalau pak Rojak mengadukan kejadian ini ke pada suamiku, pak Rojak tanpak kaget saat melihat keadaan Saya  yang sedang di gagahi oleh pak Isa,
“pak, tolong ku mohon,” kataku memelas,
“Wa…wa…. apa-apaan ini, “ beberapa kali pak Rojak menggelengkan kepalahnya dengan mata yang tak henti-hentinya memandangi tubuh mulus Saya ,
“Udah pak, jangan sok mau jadi pahlawan kalau bapak mau embat aja, dia sudah menjadi budaknya saya,” pak Isa mulai membujuk pak Rojak dan Saya hanya bisa berharap pak Rojak tidak memperdulikan tawaran pak Isa,
“kenapa bengong? sini ikutan!” ajaknya lagi
“jangan pak saya mohon tolongin saya,” Saya mengiba ke pada pak Rojak, tetapi pak Isa tidak mau kalah kedua jarinya membuka bibir vagina Saya ,
“bapak liat ni, memiawnya sudah basa banget… wanita ini munafik” pak Rojak terdiam seperti ada yang sedang di piirkannya,
“memiawnya masih sempit lo, apa lagi anusnya kayaknya masih perawan,” bujuk pak Isa berharap pak Rojak mau bergabung dengannya untuk menikmati tubuhku,
Akhirnya pak Rojak tidak tahan melihat vagina Saya  yang becek terpampang di depannya,
“hhmm… oke lah tapi boolnya buat saya ya, ” tubuh Saya  semakin terasa lemas, kini Saya sudah tidak tau harus meminta tolong ke pada siapa lagi, perlahan pak Rojak mendekati Saya ,
“sekarang Ibu dudukin tongkol saya, cepat…” perintah pa Isa sambil tidur telentang dengan penis yang mengancung ke atas, dengan sangat pelan Saya menuduki penis pak Isa,

“eennnggkk…. “ Saya menggigit bibir bawahku saat kepala penis pak Isa kembali menembus vagina Saya , perlahan penis itu amblas ke dalam vagina Saya , dengan sangat erat pak Isa memeluk pinggang agar tidak dapat bergerak,
Setelah melepas semua pakaian yang ada di tubuhnya, pak Rojak mendekati dengan penis berada di depan anusku beberapa kali pak rojak menamparkan penisnya ke pantat Saya ,

“pak sakit… aahhkk… aahkk… ja-jangan pak saya belum pernah” Saya berusaha melepaskan diri saat pak Rojak mulai berusaha memasuki anus Saya , sempat beberapa kali ia gagal meembus anus Saya  yang memang masih perawan,
“ha…ha… ayo dong Pak, masak kalah sama cewek si…” kata pak Isa mmemanas-manasi pak Rojak agar segera membobol anus Saya , pak rojak yang mendengar perkataan pak Isa menjadi lebih beringas dari sebelumnya,

“AAAAAA….” Saya berteriak sekencang-kencangnya saat penis pa Rojak berhasil menerobos anus Saya , tanpa memberikan aku nafas ia menekan penisnya semakin dalam, “aahkk…. oohhkk… pak, hhmm…” Saya merintih ke sakitan saat pak Rojak mulai memaju mundurkan penisnya di dalam anus Saya ,

“gi mana pak? Enak kan?” tanya pak Isa yang kini ikutan memaju mundurkan penisnya di dalam vagina Saya ,
“eehhkknngg… mantab pak, enak banget he….he… hhmm….” semakin lama kedua pria tersebut semakin mempercepat tempo permainan kami,

Sudah beberapa menit berlalu kedua orang pria ini belum juga menunjukan kalau mereka ingin ejakulasi, sedangkan diri Saya  sedah beberapa kali mengalami orgasme yang hebat sehingga tubuhku terasa terguncang oleh orgasmeku sendiri. Setelah beberapa menit aku mengalami orgasme tiba-tiba pak Isa menunjukan bahwa dia juga ingin mencapai klimaks. Dengan sekuat tenaga pak Isa semakin menenggelamkan penisnya ke dalam vagina Saya  dalam hitungan beberapa detik kurasakan cairan hangat membasahi rahim Saya ,

“aahkk… enak…. hhmm…” gumamnya saat menyemburkan sperma terakhirnya, setelah puas menodai Saya  pak Isa melepas penisnya di dalam vagina Saya  begitu juga dengan pak Rojak yang melepaskan penisnya di dalam anus Saya ,
“buka mulutmu cepetan,” perintah pak Rojak sambil menarik wajah Saya  agar menghadap ke arah penisnya yang terlihat berdeyut-deyut, Saya sangat kaget sekali saat pak Rojak memuntahkan spermanya ke arah wajah Saya , sehingga wajah Saya  ternodai oleh sperma pak Rojak,

Kini Saya benar-benar sudah tidak memiliki tenaga sedikitpun, untuk mengangkat tubuh Saya  saja terasa sangat berat sekali, sedangkan mereka tanpa puas memandang Saya  yang sedang berpose mengangkang di depan mereka karena kedua kaki Saya  kembali dipegangi Ani, sperma yang tadi di muntahkan pak Isa terasa mengalir keluar dari dalam vagina Saya ,
********
Saya duduk di atas sofa sambil melihat anak angkatku Aldi yang sedang di temani suamiku belajar, wajah mereka terlihat sangat cerah sekali bertanda bahwa mereka sangat bahagia, entah kenapa tiba-tiba di pikiranku terlintas kembali apa yang terjadi tadi pagi yang menimpa diri Saya , semakin Saya berusaha melupakannya rasanya ingatan itu semakin menghantui Saya , Saya tidak bisa membayangkan kalau sampai suamiku mengetahui kalau Saya di perkosa oleh ketiga pembantuku sendiri,

“hhmm… gi mana Aldi sudah negerti belom” kataku sambil mengucek rambutnya yang sedang sibuk menghitung soal yang di berikan suamiku, “ya sudah kalau begitu mama bikinin minuman dulu ya, buat kalian,” kata Saya  yang di sambut dengan teriakan mereka berdua,
Baru satu langkah Saya keluar dari kamar tiba-tiba pergelangan tangan Saya  terasa sakit saat pak Rojak menarik tanganku,

“bapak apaan sih!?” bentak Saya  dengan suara yang sangat pelan,
“ssstt… jangan berisik…” kata pak Rojak dengan jari telunjuk di bibirnya, “nanti suami dan anak mu dengar, hhmm… bapak cuman mau ini Bu,” katanya lagi sambil mencubit payudara Saya , dengan sigap Saya mundur ke belakang,

“jangan main-main pak,” beberapa kali aku memandang pintu kamar Saya  yang tidak tertutup rapat, tetapi pak Rojak tidak kehabisan akal dia balik mengancam Saya  dengan mengatakan akan membongkar semua rahasia Saya  ke pada suamiku, sehingga nyaliku menjadi ciut,
“oke, hhmm… kalau begitu bapak ikut saya” kata Saya  dengan suara yang bergetar, karena sudah tidak tahu lagi harus melakukan apa, dia terseyum puas melihat Saya  tak berdaya dengan permintaanya,
“maaf Bu, saya inginnya di sini bukan di tempat lain,” katanya dengan suara yang cukup jelas,
setelah berkata seperti itu pak Rojak langsung memeluk Saya  dengan erat sehingga aku sulit bernafas, “hhmm… bauh tubuh ibu benar-benar menggoda saya,” perlahanku rasakan lidahnya menjulur ke leher Saya 
“pak ku mohon, jangan di sini” pintaku ke padanya,
Pak Rojak yang mengerti kekhawatiranku langsung membalik tubuhku menghadap daun pintu kamarku yang sedikit terbuka,
“Ibu bisa bayangkan kalau sampai orang yang sedang di dalam kamar Ibu mengetahui apa yang sedang Ibu lakukan,” ancamnya sambil menarik rambutku sehingga aku harus menutup mulutku dengan telapak tanganku agar suara terikan Saya  tidak terdengar oleh suami dan anakku,

“Pak ku mohon jangan di sini,” Saya hanya bisa menurut saja saat pak Rojak menyuruh Saya  untuk menungging dengan tangan yang menyentuh lantai, sedangkan wajah Saya  menghadap ke celah pintu kamarku yang terbuka,
“tahan ya Bu,” katanya sambil menyingkap dasterku, sehingga celana dalam Saya  yang berwarna hitam terpampang di depan matanya, dengan sangat kasar pak Rojak meremas kedua buah pantat Saya  yang padat sehingga aku tak tahan untuk tidak mendesah,

“aahkk.. pak hhmm.. ja-jangan di sini pak,” pak Rojak diam saja tidak mendengar kata-kata Saya  melainkan pak Rojak semakin membuat Saya  terangsang dengan mengelus belahan vagina dari belakang,
“kalau kamu tidak mau ketahuan jangan bicara,” bentak pak Rojak sambil memukul pantat Saya 
“ta-tapi pak, oohhkk… Saya ga kuat,” kata Saya  dengan suara yang sangat pelan, “ku mohon pak mengertilah,”

Pak Rojak seolah-olah tidak mau tahu, kini dengan rakusnya pak Rojak menjilati vagina Saya  yang masih tertutup celana dalam Saya , sehingga Saya merasa celana dalam Saya  tampak semakin basah oleh air liurnya. Setelah puas menciumi vaginaku pak Rojak meminta Saya  untuk membuka celana dalam Saya  sendiri masih dengan posisi menungging. Sangat sulit bagi Saya  untuk melepaskan celana dalam Saya  dengan posisi menungging belum lagi Saya harus bekonsentrasi agar suara Saya  tidak keluar dengan keras walaupun pada akhirnya Saya berhasil menurunkan celana dalam Saya  sampai ke lutut,
“hhuuu… mantab….” katanya sambil merabahi vagina Saya  dari belakang, “kamu mau tahukan gimana rasanya ngent*t di depan suamimu sendiri,” katanya lagi sambil menunjuk ke arah suami Saya  yang sedang mengajari anaku Aldi,
“pak, ja-jangan…” Saya sangat takut sekali kalau suamiku melihat ke arah Saya , tiba-tiba Saya di kejutkan dengan jari telunjuk pak Rojak yang langsung memasuki vagina Saya  sehingga Saya terpekik cukup keras,
“sayang… ada apa?” kata suamiku dari dalam, saat mendengar suara Saya .

“aahkk… tidak pa, cuman hhmm.. tadi ada tikus lewat,” jawab Saya  asal-asalan agar suami Saya  tidak curiga ke pada Saya , tetapi untungnya suamiku tidak melihat ke arah Saya , dalam keadaan terjepit seperti ini pak Rojak masih asyik mempermainkan vagina Saya  dari belakang,
“ada tikus??” katanya lagi seolah-olah tidak percaya, “apa perlu papa yang usir,” mendengar tawarannya nafas Saya  teras berhenti tetapi untungnya Saya masih banyak akal,
“aahhgg… ga usah hhmm.. pa…” kata Saya  terputus-putus menahan rasa nikmat yang di berikan pak Rojak kepada Saya , untungnya suami Saya  tidak curiga dengan suara Saya ,

“asyikan Bu, ngobrol dengan suami sambil di mainin memiawnya,” Saya memandangnya dengan wajah yang memerah karena nafsu Saya  sudah di puncak, “ko’ diam cepat ajak suami Ibu ngobrol,” mendengar perkataanya Saya langsung melotot ke arahnya, “Ibu mau kalau suami Ibu tau apa yang sekarang Ibu lakuin,” mendengar ancamannya Saya kembali terdiam,

Dengan sangat terpaksa Saya kembali mengajak suami Saya  mengobrol, walaupun di dalam hati Saya merasa was-was takut kalau suami Saya  menyadari suara Saya  yang berubah menjadi desahan,
“paaa… ma-mau minum apa?” tanya Saya  yang kini sedang diperkosa oleh pak Rojak, tanpa kusadari pak Rojak sudah memposisikan penisnya di depan ibir vagina Saya  sehingga beberapa kali aku terpanjat saat pak rojak menghantamkan penisnya dengan sangat keras ke dalam vagina Saya ,

“terserah mama saja… papa sama Aldi ikut aja,”
“iya ma, apa aja asalkan enak,” sambung Aldi,
Waktu demi waktu telah berlalu sehingga sampai akhirnya sikap Saya  berubah menjadi sedikit liar dan mulai menyukai cara pak Rojak memperkosa Saya  walaupun pada awalnya hatiku terasa miris sekali di perlakukan seperti ini,
“aahk…. pak hhmm.. enak,” Saya melenggu panjang saat orgasme melandah Saya , kini perkosaan yang Saya alami berganti dengan perselingkuhan Saya dengan pembantuku,

“ohhk… memiaw istri majikan ternyata enak sekali, ahhkk…” katanya yang terus-terusan menggoyang penisnya di dalam vagina Saya ,
“pak… aahhkk… eehkk… Saya hhmm… ingin keluarrr, uuhhkk…” kali ini suara Saya  terdengar sangat manja
Beberapa menit kemudian kami mengerang bersamaan saat kenikmatan melanda kami berdua, setelah merasa puas Saya dan pak Rojak kembali merapikan pakaian kami masing-masing, sebelum pak Rojak pergi meninggalkan Saya  sempat terlihat seyumannya yang tersungging di bibirnya.
Setelah membuatkan minuman Saya kembali ke kamar Saya  menemui anak dan suamiku, mereka terlihat tanpak senang sekali melihat Saya  hadir dengan membawa minuman dan makanan kecil,
“ini di minum dulu, nanti baru di lanjutin lagi,” kata Saya  sambil meletakan cangkir dan piring di atas meja kecil yang di gunakan Aldi untuk belajar,

“makasi mama…” kata Aldi yang langsung saja menyambar minuman yang baru Saya  bikin, entah kenapa setiap kali melihat Aldi hati Saya  terasa menjadi damai, dan semua masalah seperti terlupakan,
Saya merasa sedikit aneh, saat suamiku memandangku dengan tatapan mencurigakan sehingga Saya memberanikan diri untuk bertanya ke padanya,

“ada pa, ko memandang mama seperti itu” kata Saya  sambil mengupas jeruk untuk Aldi yang sedang menulis,
suamiku mendekatkan mulutnya ke telinga Saya , “hhmm.. sayang ko’ kamu bau hhmm… gitulah…” mendengar pertanyaannya jantung Saya  terasa berhenti,
“bau, bau apa pa?” tanya Saya  untuk memastikan apa maksud dari pertanyaan suami Saya ,
“kamu tadi ko’ lama ma,” kami terdiam beberapa saat, “mama abis dari kamar mandi ya, hhmmm… papa jadi curiga ni,” katanya sambil tertawa memandang Saya , mendengar perkataanya Saya menjadi sedikit lega,
“Iya ni pa, abis kangen si…” kata Saya  manja sambil mencubit penis suami Saya .
Setelah yakin Aldi tertidur pulas, suami Saya  mengjak Saya  untuk melayaninya semalaman suntuk. Tubuh Saya  memang terasa lelah karena seharian harus mengalami orgasme, tetapi di sisi lain Saya sangat senang karena suami Saya  tidak mencurigai Saya karena bau tubuh Saya  seperti bau orang yang habis bercinta.
Hampir tiap hari Saya merengkuh kenikmatan bersama para pembantuku, kenikmatan yang tidak Saya dapatkan dari suamiku yang membuat Saya semakin liar untuk bermain dengan pembantuku, Selesai.

Bagaimana bro perselingkuhan ini ? hahaha gokil engak ?? makanya untuk cerita dewas yang hot berikutnya di tunggu lagi ya brooo.... Selamat beraktifitas kembali, Terimakasih .

Kamis, 20 Oktober 2016

SERBA HOT !!!


Dadupoker


Haloooo, para pembaca cerita hot setia kami, kembali lagi bersama kami SERBA HOT, Semuanya sehat selalu pastinya dan di berikan kesuksesan ya brooOoo, Pada hari ini kami Hadir lagi nihh dengan cerita dewasa kami yang HOT !, Sudah ngakk sabaran ? Langsung saja sikat bro di bawah ini .

Gua bekerja di kota Bandung yang terkenal dengan udara yang sejuk, dan disana Gua bekerja di sebuah perusahaan yang terkenal , dimana Gua sekarang ngekost didekat kanotr yang terkenal akan gadis gadis yang amoy, setiap pulang kerja Gua selalu melihat pemandangan yang bikin mata segar, menggoda cewek cewek yang manis dan cantik .

Di sebelah kost Gua ada sebuah warung kecil tapi lengkap, lengkap dalam artian untuk kebutuhan sehari-hari, dari mulai sabun, sandal, gula, lombok, roti, permen, dsb itu ada semua. Gua sudah langganan dengan warung sebelah .

Kadang kalau sedang tidak membawa uang atau saat belanja uangnya kurang Gua sudah tidak sungkan-sungkan untuk hutang, Warung itu milik Ibu Ita (tapi Gua memanggilnya Tante Ita), seorang janda cerai beranak satu yang tahun ini baru masuk TK nol kecil .

Warung Tante Ita buka pagi-pagi sekitar jam lima, terus tutupnya juga sekitar jam sembilan malam, Warung itu ditungguin oleh Tante Ita sendiri dan keponakannya yang SMA, Krispo namanya .

Seperti biasanya, sepulang kantor Gua mandi, pakai sarung terus sudah stand by di depan TV, sambil ngobrol bersama teman-teman kost, Gua bawa segelas kopi hangat, plus singkong goreng, tapi rasanya ada yang kurang.., apa ya..?,

Oh ya rokok, tapi setelah Gua lihat jam dinding sudah menunjukkan jam 9 kurang 10 menit (malam), Gua jadi ragu, apa warung Tante Ita masih buka ya..?, Ah.., Gua coba saja kali-kali saja masih buka. Oh, ternyata warung Tante Ita belum tutup, tapi kok sepi.., "Mana yang jualan", tanyaku.

"Tante.., Tante.., Dik Krispo.., Dik Krispo", lho kok kosong, warung ditinggal sepi seperti ini, kali saja lupa nutup warung.

Ah Gua  coba panggil sekali lagi, "Permisi.., Tante Ita?".

"Oh ya.., tungguu", Ada suara dari dalam. Wah jadi deh beli rokok akhirnya.

Yang keluar ternyata Tante Ita, hanya menggunakan handuk yang dililitkan di dada, jalan tergesa-gesa ke warung sambil mengucek-ngucek rambutnya yang kelihatannya baru selesai mandi juga habis keramas.

"Oh.., maaf Tante, Saya mau mengganggu nich.., Saya mo beli rokok gudang garam inter, lho Dik Krispo mana?

"O.., Krispo sedang dibawa ama kakeknya.., katanya kangen ama cucu.., maaf ya Mas Dedy Tante pake' pakaian kayak gini.. baru habis mandi sich".

"Tidak apa-apa kok Tante, sekilas mataku melihat badan yang lain yang tidak terbungkus handuk.., putih mulus, seperti masih gadis-gadis, baru kali ini Gua lihat sebagian besar tubuh Tante Ita, soalnya biasanya Tante Ita selalu pakai baju kebaya.

Dan lagi Gua baru sadar dengan hanya handuk yang dililitkan di atas dadanya berarti Tante Ita tidak memakai BH. Pikiran kotorku mulai kumat.

Malam gini kok belum tutup Tante..?

"Iya Mas Dedy, ini juga Tante mau tutup, tapi mo pake' pakaian dulu?

"Oh biar Saya bantu ya Tante, sementara Tante berpakaian", kata Gua. Masuklah Gua ke dalam warung, lalu menutup warung dengan rangkaian papan-papan.

"Wah ngerepoti Mas Dedy kata Tante Ita.., sini biar Tante ikut bantu juga". Warung sudah tertutup, kini Gua pulang lewat belakang saja.

"Trimakasih lho Mas Dedy..?".

"Sama-sama.."kataku.

"Tante saya lewat belakang saja".

Saat Gua dan Tante Ita berpapasan di jalan antara rak-rak dagangan, badan Gua menubruk tante, tanpa diduga handuk penutup yang ujung handuk dilepit di dadanya terlepas, dan Tante Ita terlihat hanya mengenakan celana dalam merah muda saja. Tante Ita menjerit sambil secara reflek memeluk Gua.

"Mas Dedy.., tolong ambil handuk yang jatuh terus lilitkan di badan Tante", kata tante dengan muka merah padam. Gua jongkok mengambil handuk tante yang jatuh, saat tangan Gua mengambil handuk, kini di depanku persis ada pemandangan yang sangat indah, celana dalam merah muda

Dengan background hitam rambut-rambut halus di sekitar vaginanya yang tercium harum. Kemudian Gua cepat-cepat berdiri sambil membalut tubuh tante dengan handuk yang jatuh tadi. Tapi ketika Gua mau melilitkan handuk tanpa kusadari burung Gua yang sudah bangun sejak tadi menyentuh tante.

"Mas Dedy.., burungnya bangun ya..?".

"Iya Tante.., ah jadi malu Saya.., habis Saya lihat Tante seperti ini mana harum lagi, jadi nafsu Saya Tante..".

"Ah tidak apa-apa kok Mas Dedy itu wajar..".

"Eh ngomong-ngomong Mas Dedy kapan mo nikah..?".

"Ah belum terpikir Tante..".

"Yah.., kalau mo' nikah harus siap lahir batin lho.., jangan kaya' mantan suami Tante.., tidak bertanggung jawab kepada keluarga.., nah akibatnya sekarang Tante harus bersetatus janda. Gini tidak enaknya jadi janda, malu.., tapi ada yang lebih menyiksa Mas Dedy.. kebutuhan batin..".

"Oh ya Tante.., terus gimana caranya Tante memenuhi kebutuhan itu..", tanya Gua usil.

"Yah.., Tante tahan-tahan saja..".

Kasihan.., batin Gua.., andaikan.., andaikan.., Gua diijinkan biar memenuhi kebutuhan batin Tante Ita.., ough.., pikiranku tambah usil.

Waktu itu bentuk sarung Gua sudah berubah, agak kembung, rupanya tante juga memperhatikan.

"Mas Dedy burungnya masih bangun ya..?".

Gua cuma megangguk saja, terus sangat di luar dugaan Gua , tiba-tiba Tante Ita meraba burung Gua.

"Wow besar juga burungmu, Mas Dedy.., burungnya sudah pernah ketemu sarangnya belom..?".

"Belum..!!", jawab Gua bohong sambil terus diraba turun naik, Gua  mulai merasakan kenikmatan yang sudah lama tidak pernah kurasakan.

"Mas.., boleh dong Tante ngeliatin burungmu bentarr saja..?", belum sempat Gua menjawab, Tante Ita sudah menarik sarung Gua , praktis tinggal celana dalamku yang tertinggal plus kaos oblong.

"Oh.., sampe' keluar gini Mas..?".

"Iya emang kalau burung Gua lagi bangun panjangnya suka melewati celana dalam, Gua sendiri tidak tahu persis berapa panjang burung Gua..?", kata Guasambil terus menikmati kocokan tangan Tante Ita.

"Wah.., Tante yakin, yang nanti jadi istri Mas Dedy pasti bakal seneng dapet suami kaya Mas Dedy..", kata tante sambil terus mengocok burung Gua. Oughh.., nikmat sekali dikocok tante dengan tangannya yang halus kecil putih itu.

Gua tanpa sadar terus mendesah nikmat, tanpa Gua tahu, Tante Ita sudah melepaskan lagi handuk yang  Gua lilitkan tadi, itu Gua tahu karena burung Gua ternyata sudah digosok-gosokan diantara buah dadanya yang tidak terlalu besar itu.

"Ough.., Tante.., nikmat Tante.., ough..", desah Gua sambil bersandar memegangi dinding rak dagangan, kali ini tante memasukkan burung Gua ke bibirnya yang kecil, dengan buasnya dia keluar-masukkan burung Gua di mulutnya sambil sekali-kali menyedot.., ough.., seperti terbang rasanya. Kadang-kadang juga dia sedot habis buah salak yang dua itu.., ough.., sesshh.

Gua kaget, tiba-tiba tante menghentikan kegiatannya, dia pegangi burung Gua sambil berjalan ke meja dagangan yang agak ke sudut, Tante Ita naik sambil nungging di atas meja membelakangi Gua, sebongkah pantat terpampang jelas di depanku kini.

"Mas Dedy.., berbuatlah sesukamu.., cepet Mas.., cepet..!".

Tanpa basa-basi lagi Gua tarik celana dalamnya selutut.., woow.., pemandangan begini indah, vagina dengan bulu halus yang tidak terlalu banyak.

Gua jadi tidak percaya kalau Tante Ita sudah punya anak, Gua langsung saja mejilat vaginanya, harum, dan ada lendir asin yang begitu banyak keluar dari vaginanya. Gua lahap rakus vagina tante, Gua mainkan lidahku di clitorisnya, sesekali aku masukkan lidahku ke lubang vaginanya.

"Ough Mas.., ough..", desah tante sambil memegangi susunya sendiri.

"Terus Mas.., Maas..", Gua semakin keranjingan, terlebih lagi waktu Gua masukkan lidahku ke dalam vaginanya, ada rasa hangat dan denyut-denyut kecil semakin membuatku gila.

Kemudian Tante Ita membalikkan badannya telentang di atas meja dengan kedua paha ditekuk ke atas.

"Ayo Mas Dedy.., Tante sudah tidak tahan.., mana burungmu Mas.. burungmu sudah pengin ke sarangnya.., wowww.., Mas Dedy.., burung Mas Dedy kalau bangun dongak ke atas ya..?".

Gua hampir tidak dengar komentar Tante Ita soal burung, Gua melihat pemandangan demikian menantang, vagina dengan sedikit rambut lembut, dibasahi cairan harum asin demikian terlihat mengkilat, Gua langsung tancapkan burung Gua  dibibir vaginanya.

"Aughh..", teriak tante.

"Kenapa Tante..?", tanyaku kaget.

"Udahlah Mas.., teruskan.., teruskan..", Gua masukkan kepala burungku di vaginanya, sempit sekali.

"Tante.., sempit sekali Tante.?".

"Tidak apa-apa Mas.., terus saja.., soalnya sudah lama sich Tante tidak ginian.., ntar juga nikmat..".

Yah.., Gua paksakan sedikit demi sedikit.., baru setengah dari burungku amblas.., Tante Ita sudah seperti cacing kepanasan gelepar ke sana ke mari.

"Augh.., Mas.., ouh.., Mas.., nikmat Mas.., terus Mas.., oughh..".

Begitu juga Gua ....walaupun burung Gua  masuk ke vaginanya cuma setengah, tapi sedotannya oughh luar biasa.., nikmat sekali. Semakin lama gerakan Gua  semakin cepat. Kali ini burung Gua  sudah amblas dimakan vagina Tante Ita. Keringat mulai membasahi badan Gua  dan badan Tante Ita. Tiba-tiba tante terduduk sambil memelukku, mencakar Gua .

"Oughh Mas.., ough.., luar biasa.., oughh.., Mas Dedy..", katanya sambil merem-melek.

"Kayaknya ini yang namanya orgasme.., ough..", burung Gua  tetap di vagina Tante Ita.

"Mas Dedy sudah mau keluar ya..?". Gua menggeleng. Kemudian Tante Ita telentang kembali, Gua seperti kesetanan menggerakkan badan Gua  maju mundur, Gua melirik susunya yang bergelantungan karena gerakan Gua , Gua menunduk dan kucium putingnya yang coklat kemerahan.

Tante Ita semakin mendesah, "Ough.., Mas..", tiba-tiba Tante Ita memeluk Gua  sedikit agak mencakar punggung Gua .

"Oughh Mas.., Gua keluar lagi..", kemudian dari kewanitaannya Gua rasakan semakin licin dan semakin besar, tapi denyutannya semakin terasa, Gua dibuat terbang rasanya. Ach rasanya Gua sudah mau keluar, sambil terus goyang kutanya Tante Ita.

"Tante.., Aku keluarin dimana Tante..?, di dalam boleh nggak..?".

"Terrsseerraah..", desah Tante Ita. Ough.., Gua percepat gerakanku, burung Gua  berdenyut keras, ada sesuatu yang akan dimuntahkan oleh burung Gua . Akhirnya semua terasa enteng, badan Gua  serasa terbang, ada kenikmatan yang sangat luar biasa. Akhirnya sperma Gua  aku muntahkan dalam vagina Tante Ita, masih Gua gerakkan badanku rupanya kali ini Tante Ita orgasme kembali, dia gigit dada Gua .

"Mas Dedy.., Mas Dedy.., hebat Kamu Mas".

Gua kembali kenakan celana dalam serta sarung Gua . Tante Ita masih tetap telanjang telentang di atas meja.

"Mas Dedy.., kalau mau beli rokok lagi yah.., jam-jam begini saja ya.., nah kalau sudah tutup digedor saja.., tidak apa-apa.., malah kalau tidak digedor Tante jadi marah..", kata tante menggoda Gua  sambil memainkan puting dan clitorisnya yang masih nampak bengkak.

"Tante ingin Mas Dedy sering bantuin Tante tutup warung", kata tante sambil tersenyum genit. Lalu Gua pulang.., baru terasa lemas sakali badanku, tapi itu tidak berarti sama sekali dibandingkan kenikmatan yang baru kudapat. Keesokan harinya ketika Gua hendak berangkat ke kantor, saat di depan warung Tante Ita, Gua di panggil tante

"Rokoknya sudah habis ya.., ntar malem beli lagi ya..?", katanya penuh pengharapan, padahal pembeli sedang banyak-banyaknya, tapi mereka tidak tahu apa maksud perkataan Tante Ita tadi, Gua  pun pergi ke kantor dengan sejuta ingatan kejadian kemarin malam.

Sampai saat ini Gua  sama tante ita sering melanjutkan permainan sex kami di segela tempat warung yang dapat memuaskan nafsu kita berdua jika ada kesempatan Gua  lagnsung ke warung , Selesai . ini pengalaman gua yang paling HOT dalam hidup GUA kapan lagi broo !!!, Utuk para pembaca Cerita dewas SERBA HOT di tunggu lagi broo cerita kami Selanjutnya ya, Terimakasih .