WWW.DADUPOKER.COM

Situs Judi Online Terpercaya INDONESIA, Poker Server V Dengan Tampilan Yang Menarik Dan Bonus Yang Sangat Luar Biasa ( 100% Fair Play / 100% Player Vs Player )

WWW.KOMPASQQ.COM

Situs Judi Yang Menyediakan 6 Permainan Dalam 1 User ID, Dengan Tampilan Yang Sangat Elegant Dan Menarik, Bonus Yang Di Tawarkan Juga Sangat Fantastic.

WWW.MANDIRIQQ.COM

Situs Judi Online Terbesar Dan Terpercaya, Yang Sudah Terjamin Keamanan Akun Di Dalam Situs Ini, Bonus Yang Sangat Meriah Menghadiri Anda.

WWW.VIPMANDIRIQQ.COM

Situs Judi Online Yang Telah Dimainkan Lebih Dari 5000 Orang Dari Indonesia - Panca Negara, Situs Teraman

WWW.METROQQ.COM

Situs Judi Online Dengan 4 Permainan Dan Tampilan Awal Yang Menarik, Bonus Yang Di Berikan Sangat Amat Menggiurkan.

WWW.CUMAPOKER.COM

Situs Judi Online Dengan Jaringan Yang Sangat Baik, 6 Game 1 User ID, Promo Yang Sangat Menguntungkan Bagi Member Baru Maupun Member Lamanya.

Kamis, 18 Mei 2017

SERBA HOT - SENSI DAN KEPUASAN BERBEDA YANG KUDAPATKAN DARI DOKTER KANDUNGAN SEKSI

SerbaHot
SERBA HOT - Kembali lagi bersama kami Seperti biasa kami selalu menghadirkan dan mengupdate cerita dewasa kami. Yang Pastinya akan membuat anda geli-geli basah dan panas. Tentunya kami hadirkan untuk anda seluruh para pembaca setia kami tanah air. Tanpa banyak basa-basi lagi langsung saja kita HAJAR!!! Brooo Cerita Dewasa kami di bawah ini .

Malam itu terlihat Dewi sedang berada disebuah tempat praktek Dokter Kandungan, setelah kejadian-kejadian yang dialaminya dengan Andi dan Sugito (baca: Dewi-Andi & Dewi-Sugito). Dewi takut suatu saat nanti dirinya hamil karena sperma laki-laki lain, dan kalau nanti ia sampai hamil pasti suaminya akan mengetahui perbuatannya bersenggama dengan orang lain.

Hari ini kebetulan suaminya sedang pergi keluar kota selama 2minggu, Dewi yang memang sedang menunggu waktu yang tepat untuk mendatangi dokter kandungan, akhirnya memutuskan untuk mendatangi tempat praktek dokter kandungan, ia ingin cepat-cepat berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk memastikan alat kontrasepsi apa yang cocok untuk dia, karena Dewi ingin segera merasakan kepuasan bersenggama kembali, hampir lebih dari 2 minggu, Dewi tidak dapat menikmati sodokan-sodokan ******-****** perkasa yang dapat memberikan kepuasan kepada dirinya, karena ia takut akan hamil.

“bu Dewi,”

Dewi mendengar namanya dipanggil.

“Yach, betul,” Dewi menjawab, dan menengok kearah siempunya suara yang ternyata suster di tempat praktek ini.

“Sekarang giliran ibu,” kata suster tersebut, “mari ikut saya, bu.!!”

“Oh..yach,” jawab Dewi, sambil berdiri dan mengikuti suster itu menuju keruangan praktek.

Dewi baru menyadari tempat praktek dokter kandungan yang tadi lumayan penuh dengan pasien, sekarang telah kosong, Dewi menyadari bahwa ia adalah pasien terakhir.

“Dok, ini ibu Dewi pasien terakhir kita malam ini,” Kata suster itu kepada lelaki yang berada didalam ruangan praktek itu

Dalam hati Dewi membatin,”masih muda nih dokter, dan wajahnya lumayan ganteng,” Dewi memperkirakan dokter ini seumuran dia.

“Malam, dok,” Dewi menyapa si dokter.

“Malam, juga Bu! Silahkan duduk bu! Apa yang bisa saya bantu??,” si dokter menjawab sambil bertanya dan mempersilahkan Dewi duduk.

Sebelum sempat Dewi menjawab pertanyaan sang dokter, ia mendengar si suster berkata,” Dok, ibu Dewikan pasien terakhir, dan saya kebetulan ada keperluan keluarga, boleh saya pulang lebih dulu,”

“Oh..ok, “ jawab si dokter sambil beranjak dari tempat duduknya.

“Sebentar yach bu,” kata si dokter ke Dewi, lalu dokter itu keluar dari ruangan mengikuti si suster.

Tak lama kemudian dokter itu kembali dan berkata kepada Dewi,” maaf yach bu, soalnya saya harus mengunci pintu depan, kalau tidak nanti ada orang dating lagi untuk berobat atau berkonsultasi, padahal ibu Dewi-kan pasien saya terakhir apalagi suster saya sudah pulang”

“Oh..gak apa-apa kok,” balas Dewi

“Nach, sekarang apa keluhan ibu, mudah-mudahan saya bisa bantu,” tanya si dokter.

“Begini dok, saya ingin memakai alat kontrasepsi, tapi saya tidak mau kalau suami saya itu memekai kondom, jadi kira-kira alat kontrasepsi apa yang bagus untuk saya,” Dewi menjelaskan maksud tujuannya datang ketempat praktek ini.

“Oh itu, memang ibu dan suami sudah tidak berkeinginan untuk mempunyai anak lagi, ngomong-ngomong sudah punya berapa anak?” tanya sang dokter lagi.

“yach begitulah, saat ini kami mempunyai satu anak, “ jawab Dewi sedikit berbohong, karena tidak mungkin ia menjelaskan kedokter bahwa ia ingin lebih puas dalam menikmati ******-****** perkasa tanpa takut akan hamil.

“Baru satu?? Memang tidak berkeinginan nambah, bu??” si dokter memastikan.

“Hmmhh…betul,” Dewi menjawab sambil tersenyum.

“Lalu ibu mau yang sementara atau selamanya,” tanya sidokter.

“maksudnya??” Dewi balik bertanya.

“Begini loh, Bu!. Kalau sementara saya sarankan ibu untuk menggunakan spiral, tapi kalau ibu dan suami ingin untuk selamanya tidak mempunyai anak lagi, yach! Saya menyarankan ibu untuk disteril, maksud saya saluran indung telur ibu harus saya tutup rapat, jadi kalau ibu berhubungan dengan suami, sperma suami ibu tidak dapat lagi menerobos kesaluran indung telur ibu, dengan begitu saya jamin tidak ada satupun indung telur ibu yang dapat dibuahi oleh sperma suami ibu,” jelas sang dokter panjang lebar.

“Ooohhh…begitu,” gumam Dewi,” Kalau gitu saya pilih yang sementara saja, siapa tahu nanti kita ingin mempunyai anak”

“Ibu mengambil keputusan yang tepat, nach sekarang ibu silahkan berbaring disana, saya akan mempersiapkan peralatannya,” kata si dokter sambil menunjuk kearah ranjang.

“Bajunya dan CDnya tolong dilepas, Bu!!, terus ibu kenakan ini” lanjut sidokter sambil memberikan jubah berwarna biru muda.

“wah, bu!! terbalik pakai jubahnya,” dokter itu berkata sambil tersenyum saat melihat Dewi mengenakan jubah itu dengan bagian yang terbukanya berada didepan.

“Bagian yang terbukanya itu untuk dibelakang, kalau ibu pakai seperti itu nanti saya gak akan selesai-selesai memasang alat kontrasepsinya, karena mata saya akan melihat kedada ibu terus,” lanjut sidokter sambil bercanda ke Dewi.

“Ohhh…he..he..dokter bisa aja,” Dewi tersipu malu mendengar guyonan si dokter, sambil membetulkan jubah tersebut, kemudian iapun berbaring diranjang.

Dewi bingung melihat ranjang tersebut karena panjang ranjang tersebut tidak sepanjang ranjang-ranjang yang biasa ada ditempat-tempat praktek dokter, panjang ranjang ini hanya sampai sebatas pantatnya saja, sehingga kedua kakinya terjuntai kebawah, Dewipun melihat adanya keanehan dengan ranjang ini, dimana disamping kiri dan kanan kedua kakinya ada bantalan cekung dan letaknya lebih tinggi dari ranjangnya.

Setelah selesaimempersiapkan peralatannya, sang dokter menghampiri ranjang tersebut, melihat posisi rebahan Dewi diatas ranjang, dokter itupun tersenyum simpul,

“Ibu, baru pertama kali yach datang kedokter kandungan??,” tanya sidokter tersenyum.

Tanpa menunggu jawaban Dewi, sang dokterpun mulai mengangkat kaki Dewi satu persatu dan menempatkan dibantalan cekung yang berada disamping kiri kanan kaki Dewi itu, perbuatan sidokter membuat Dewi terhenyak, Dewi tahu dengan posisinya dimana kedua kakinya terangkat dan terbuka lebar ini, kemaluannya akan Nampak jelas didepan sidokter, mukanyapun menjadi merah karena menahan malu, melihat Dewi yang tersipu-sipu malu dan wajahnya menjadi merah, sidokter hanya tersimpul dan diapun merasa yakin sekali bahwa ini adalah kunjungan yang pertama Dewi ke dokter kandungan.

“Maaf, yach, Bu,” sidokter berkata saat jari jemarinya mulai menyentuh bibir vagina Dewi.

“Hhmmmhh….,” Dewi hanya bisa mengangguk, karena menahan malu dan perasaan yang aneh saat jari-jari sidokter menyentuh bibir vaginanya.

Kedua jari tangan kiri sidokter mencoba untuk sedikit membuka lubang vagina Dewi dari sebelah atas, sehingga kelentit Dewi tersentuh oleh telapak tangan sidokter, sementara tangan kanan sidokter mencoba untuk memasukkan peralatan hampir seperti corong, agak lumayan lama sidokter berkutat untuk memasukkan alat itu kelubang vagina Dewi, sementara Dewi merasakan geli yang aneh dan nikmat saat kelentitnya tergesek-gesek oleh tangan sidokter, akibatnya gelora birahi Dewi mulai bangkit, memeknya mulai basah.

“Ouugghhh…..ssshhhh,” Dewi menjerit lirih saat merasakan alat yang seperti corong berdiameter 3cm terbenam di dalam lubang senggamanya, pantatnya terangkat sedikit, kedua tangannya mencengkram pinggiran ranjang dengan erat.

“Maaf..bu.!! sakit…!! Tahan sebentar yach, saya akan mulai memasang spiralnya,” kata sidokter.

Si dokter merasa heran dengan kondisi lubang vagina Dewi yang masih sempit ini, dalam hatinya ia berkata, “gila nich ibu, udah keluar satu anak, tapi masih sempit begini, sepertinya juga jarang dipakai oleh suaminya,”, sambil tangannya memijat-mijat pelan kedua belah bibir vagina Dewi dengan tujuan untuk membuat rileks otot-otot vagina Dewi, saat ia sedang memijat-mijat itu dari corong kacanya itu ia melihat lubang vagina Dewi yang berwarna merah muda itu berkedut-kedut, belum pernah selama ia praktek melhat kejadian ini, karena sudah berpengalaman ia mengetahui bahwa tebakannya itu betul, memek Dewi jarang dipakai oleh suaminya, karena hanya dengan alat yang teronggok diam saja memek Dewi sudah basah.

“Hhhhmmmm…sssshhhh….hhhmmmm…..ssshhhh..” Dewi merintih lirih menikmati pijatan-pijatan lembut dibibir vaginanya dan merasakan sumpalan alat dilubang senggamanya.

Mendengar lirihan Dewi, sidokter semakin yakin dengan tebakannya itu, dalam hatinya membatin,”kalau kuentot mau tidak yach ini ibu???, atau malah nanti dia marah??..”

Setelah melihat cengkraman dinding vagina Dewi dialatnya mulai mengendur, sidokterpun mulai mengambil spiral berbentuk T dan penjepitnya, lalu melalui corong tadi ia mulai memasukkan spiral tersebut menggunakan penjepit, karena corong itu terbuat dari kaca ia bisa melihat keadaan didalam lubang vagina Dewi, setelah tepat disasaran, iapun sedikit menekan penjepitnya kemudian ia melepaskan jepitan di spiral tersebut dan menarik keluar jepitannya, sambil memegangi kedua bibir vagina Dewi, sidokter memastikan spiral tersebut terpasang dengan benar, kemudian dengan perlahan-lahan corong itu ia tarik keluar dari lubang vagina Dewi, gesekan yang ditimbulkannya membuat Dewi mengerang lirih.

Setelah terlepas, sidokter kembali memijat-mijat vagina Dewi, sebetulnya pijatan-pijatan itu tidak perlu dilakukan, dan belum pernah ia lakukan selama ia praktek, saat ini ia lakukan karena ia terangsang dengan bentuk vagina Dewi, dalam hatinya ia juga merasa heran kenapa saat ini ia terangsang ingin melakukan persetubuhan dengan pasiennya. Dewi sendiri yang dari tadi birahinya sudah bergejolak, merasakan pijatan-pijatan lembut yang saat ini sedang dilakukan oleh sang dokter semakin membuat birahinya membara, erangan-erangannya semakin sering terdengar, tubuhnyapun menggelinjang-gelinjang karena geli dan nikmat.

“Oh..baru pijatan tangannya saja sudah membuatku melayang-layang, apalagi kalau dia sodok aku dengan kontolnya, Oh gila betul rangsangan ini,” Dewi berkata dalam hatinya.

Tangan Dewi yang tadi sedang mencengkram ranjang mulai beralih kepayudaranya sendiri, dari balik jubahnya iapun mulai meremas-remas kedua bukit kembarnya, merasa kurang puas karena terhalang oleh BH dan jubah yang masih menutupi tubuhnya, Dewi kemudian melucuti semuanya sehingga sekarang Dewi telanjang bulat didepan sang dokter, tangannya kembali meremas-remas kedua bukit kembarnya itu, mulutnya mendesis-desis menandakan Dewi sedang menikmati semua itu.

Sang Dokter yang melihat aksi Dewi melucuti jubah dan Bhnya serta aksi remasan tangan Dewi dikedua bukit kembarnya itu tersenyum simpul, “nampaknya ia mulai terangsang dengan pijatan-pijatanku,”, lalu tanpa menghentikan pijatannya, ia pun mulai menciumi kelentit Dewi yang mulai terlihat dan mengeras, tidak hanya diciumi saja, tapi ia jilati dan hisap-hisap kelentit Dewi yang membuat Dewi semakin menggelinjang merasakan kenikmatan permainan lidah sidokter, aksi sidokter semakin menggila, jari tengah salah satu tangan yang sedang memijat-mijat itu mulai menerobos lubang kenikmatan Dewi, dengan gerakan perlahan-lahan sidokter mulai mengeluar-masukkan jari tangannya itu, akibatnya lubang vagina Dewi semakin basah, erangan-erangan Dewipun semakin sering terdengar. Pantatnya semakin sering terangkat seolah menyambut sodokan jari tangan sidokter, kepalanya bergoyang kekiri kekanan, tubuhnya kadang-kadang melenting, Dewi betul-betul menikmati serangan-serangan sang dokter dikemaluannya.

“Ouughhhh….dddoookkk….eenaaaakkk…aakhhuuu…mau..kel luaarr…ssshhh…aagghhhh..”Dewi merintih-rintih kenikmatan.

Ssssrr……ssssrrrr….ssssrrrr…… memek Dewi memuntahkan lahar kenikmatannya.

Tubuh Dewi mengejang, sang dokter merasakan hangatnya air kenikmatan Dewi yang membasahi jari tangannya.

“Enak, Bu!!,” tanya sidokter.

“Iyaachh…”Dewi menjawab dengan nafas yang masih tersengal-sengal, matanya terpejam menikmati sisa-sisa kenikmatan yang baru saja ia rengkuh.

Tanpa buang waktu lebih lama lagi, sang dokterpun mulai melucuti seluruh pakaiannya, sehingga sekarang iapun telanjang bulat, Nampak kontolnya sudah berdiri dengan tegak, ukurannya lumayan besar dan panjang, diapun mulai mengelus-eluskan kontolnya dibibir vagina Dewi, membuat Dewi menggelinjang, dengan pelan-pelan sang dokterpun menyelipkan kepala kontolnya di lubang memek Dewi, setelah merasa tepat disasaran sang dokterpun mulai melesakkan kontolnya kedalam lubang memek Dewi, setahap demi setahap.

Sleeepp….bleeessss….bleessss…..

****** sang dokter mulai terbenam seluruhnya dalam lubang kemaluan Dewi, Dewi yang merasakan ****** dokter itu mulai memasuki lubang senggamanya, mendesis lirih. Hatinya membatin,”lumayan besar juga kontolnya, tapi tidak sebesar punyanya pak Sugito”.

“Ssshhh….aaaaghhhh..dook…kontolmu besar juga…. sssshhhh….puaskan aku dengan kontolmu ssshhhh…”desis Dewi.

Dengan perlahan-lahan Sang dokter mulai mengeluar-masukkan kontolnya didalam lubang senggama Dewi, kedua tangannya berpegangan dipaha Dewi, lama-lama gerakan maju-mundur sang dokter semakin cepat, keringatpun mulai mengalir dikedua tubuh mereka, udara dingin didalam ruangan praktek karena AC tidak menghalangi keluarnya keringat mereka. Erangan Dewi dan sang dokter semakin terdengar, lenguhan-lenguhan nikmat keluar dari kedua mulut mereka.

“Ouughhh…dookkk…teeruusss…ssooddokkk .memekkuuuu…dengaaannn kkonttolmu..ituuu… aaaggghhhh…” Dewi mengerang kenikmatan menikmati sodokan ****** sang dokter di lubang senggamanya.

“Hhhhmmmm…aaaaghhh…memekmuuu…benaaarr-benaar..sseeemmpitt enaaakkk… oouughhh … koontooolllkuuu…teerjeppiitt…bbeetulll… “ Sang Dokterpun melenguh keenakan merasakan jepitan dinding vagina Dewi dibatang kontolnya..

“Teekkaaannn…lebih daaalllaamm…dookk.. yaaahh..begituu..ssshhhhh…oouughhh…,” rintih Dewi meminta sang dokter untuk menekan lebih dalam, yang dituruti oleh sang dokter, dengan hentakan-hentakan yang lebih dalam, hingga kontolnya terbenam sampai pangkalnya saat sang dokter mendorong masuk kontolnya.

Tak lama kemudian nampak gerakan sang dokter bertambah cepat dan mulai tak beraturan, sementara itu tubuh Dewipun semakin sering terlihat melenting dan pantatnya semakin sering terangkat berbarengan dengan sodokan ****** sang dokter, lenguhan dan erangan mereka bertambah kencang terdengar dan saling bersahutan, nampaknya kedua insan ini akan merengkuh puncak kenikmatan persetubuhan mereka.

“Ouughhh…doookkk…aaaakkkkuuu…kkeeelluuarrr,” Dewi mengerang tubuhnya melenting.

“Akkkhhuuu…juuggaaa…mmaaauuu….ooouugghhhh..” sang dokterpun melenguh, dan menekan dalam-dalam kontolnya didalam lubang senggama Dewi, lalu terdiam.

Creeetttt…..ssssrrrr…..ccrreeeettt…..ssssrrrr…..

Kedua kemaluan mereka akhirnya memuntahkan lahar kenikmatan berbarengan, sand dokter merasakan batang kontolnya tersiram oleh hangatnya lendir kenikmatan Dewi dan ia juga merasakan dinding vagina Dewi berkedut-kedut meremas-remas batang kontolnya, Dewi sendiri merasakan dinding rahimnya tersemprot oleh cairan hangat sperma sang dokter dan Dewi sendiri merasakan pada dinding vaginanya batang ****** sang dokter berdenyut-denyut.

Kemudian sang dokter mencabut batang kontolnya dari jepitan vagina Dewi setelah ia merasakan remasan-remasan dinding vagina Dewi berhenti dan kontolnya mulai mengecil, saat kontolnya tercabut dari lubang kenikmatan Dewi, terlihat olehnya cairan spermanya bercampur dengan lendir kenikmatan Dewi mulai mengalir perlahan dan menetes jatuh keatas lantai.

Setelah nafas mereka kembali normal, mereka mengenakan pakaian mereka kembali, kemudian sang dokter memberi tahu Dewi bahwa spiral yang ia pasang itu bisa bertahan untuk 5 tahun, tetapi alangkah bagusnya setiap 3-6 bulan sekali harus diperiksa, untuk memastikan letaknya tidak berubah atau lebih parahnya terlepas. Dewi mengangguk tanda mengerti dalam hati Dewi berkata ,”pasti aku akan balik lagi, untuk menikmati sodokan-sodokan kontolmu lagi,”

Sebelumpulang Dewi bertanya berapa biaya yang harus dibayar olehnya, yang dijawab oleh dokter itu dengan senyuman dan kecupan ringan dibibir Dewi, gratis!!! bisiknya

Dewipun pulang dengan tersenyum simpul, dalam hatinya ia membatin bertambah satu lagi koleksi ****** yang bisa membuat puasku, yang bisa menghilangkan dahaga batinku. Dan sekarang ia tidak akan takut hamil bila melakukan persetubuhan dengan siapapun.

Bagaimana bro dengan cerita sex Hari ini dari SERBA HOT !!!. Muantapp dong pastinya, Nahh untuk Cerita Dewasa kami Selanjutnya di tunggu ya. Pastinya kami akan hadirkan yang lebih Super Panas dan Super Hot lagi. Tentunya untuk anda seluruh para pembaca setia kami di tanah air. Di tunggu ya Brooo cerita kami selanjutnya. Selamat Beraktifitas kembali bro. Terimakasih .

Rabu, 17 Mei 2017

SERBA HOT - AKU TERPUASKAN MENYETUBUHI JANDA BERNAMA LIMAH SEBANYAK TIGA KALI

SerbaHot
SERBA HOT - Kembali lagi bersama kami Seperti biasa kami selalu menghadirkan dan mengupdate cerita dewasa kami. Yang Pastinya akan membuat anda geli-geli basah dan panas. Tentunya kami hadirkan untuk anda seluruh para pembaca setia kami tanah air. Tanpa banyak basa-basi lagi langsung saja kita HAJAR!!! Brooo Cerita Dewasa kami di bawah ini .

Aku melihat jam di tangan ku. Masih awal lagi rupanya. Ada kira- kira setengah jam lagi sebelum waktu pejabat habis. Siang tadi kakak Ipar ku menelefon meminta aku datang ke rumahnya selepas kelas. Aku tertanya-tanya juga kerana selalunya hanya abang saja yang menelefon bertanyakan sesuatu atau meminta aku untuk menjagakan rumah jika dia ada urusan keluar daerah.

Waktu waktu aku sampai kerumah abangku jam hampir pukul 2.oo petang. Aku park kereta ku di tepi jalan, tidak di garaj. Aku ketok pintu depan; tapi tak ada. yang menyahut. Kak Limah, pembantu rumah abangku pasti ada di belakang, fikirku. Ternyata pintu tak berkunci, aku masuk, sepi, langsung aku ke belakang. Maksudku mau memperingatkan Kak Limah tentang kelalaiannya tak mengunci pintu. Sampai di belakang Kak Limah tak ada. Aku masuk melalui pintu belakang. 

Aku terus ke ruang tengah. Saat itulah Kak Limah muncul dari bilik mandi tengah. Aku berniat menegurnya, tapi niatku tertanguh sebab Kak Limah keluar dari bilik mandi hanya berbalut kain tuala yang tak begitu lebar. Buah dadanya yang besar itu seakan-akan “tumpah”. Lebih dari separuh dadanya tak bertutup. Dari dadanya ke atas lutut saja yang tersembunyi ditutupi tuala itu.

Dan bawahnya …… Seluruh pahanya tampak! Kain sempit itu hanya sanggup menutup sampai pangkal pahanya saja. Aku segera mengambil kedudukan disatu sudut yang tenang dan tersembunyi. Fikiran jahat mendorong saya untuk mengamati, iaitu dibalik pintu kaca belakang viltrage menghalang pandangan Kak Limah ke dalam. Habis mandi dia masih mengemas peralatan cuci. Sebelumnya dia tak pernah begini, mungkin disangkakannya tak ada orang. Yang membuat jantungku berdegup kencang adalah wakti ia membelakangiku. Kak Limah membungkuk mengambil sesuatu di dalam baldi. Seluruh punggungnya kelihatan, bahkan se detik aku sempat melihat kemaluannya dari belakang! Makumlah, dia baru lepas mandi. Tentulah tak memakai pantie. 

Bukan hanya itu saja. Setelah selesai, Kak Limah melangkah memasuki ke biliknya. Sebelum masuk inilah yang membuat jantungku terhenti. Kak Limah melepas kainnya dan menjemurnya dalam keadaan telanjang bulat! Hanya beberapa detik aku menikmati tubuh mulusnya dari belakang, miring agak ke samping. Bulatan buah dada kirinya sangat jelas. Kulit tubuhnya begitu bersih. Bentuk tubuhnya memang bagus, kecuali agak gemuk dan berisi. Bidang dadanya luas, pinggangnya menyempit, pinggulnya melebar dan sental.
Kak Limah langsung melangkah masuk ke bilik tidurnya. Dalam melangkah, se detik itu sempat terlihat bahwa bulu2 kelamin Kak Limah lebat! Lain tidak jelas. Kemudian ia menutup pintu. 

Aku yang masih belum pernah beristeri dan tidak pernah melihat tubuh wanita secara kulit, merasa dada ku berdebar. Selama ini aku hanya melihat filem ‘blue’ dari CD saja. Aku dapat bayangkan betapa nikmatnya menggomol wanita sewaktu disetubuhi. Ini kerap ku bayangkan bila aku melakukan onani sendiri. Tetapi bersetubuh dengan wanita belum pernah ku lagi.
Aku keluar perlahan-lahan lalu menutup pintu. Hujan diluar mula turun rintik-rintik. Semakin lebat. Jadi aku terpaksa memanggil Kak Limah semula. Kak Limah keluar. Dia senyum. Pakaiannya serba rengkas.
“Hujan Kak Limah” kataku. Kak Limah terperanjat. “Bila Mad masuk?” tanya Kak Limah. “Tadi. Dari pintu belakang..tak berkucni” jawabku. 

Kak Limah terus bergegas ke halaman belakang untuk mengambil jemuran. Aku terus masuk dan naik ke bilik ku, mau tukar pakaian. Aku cuma memakai seluar gymn dan singlet. Seketika kemudian terdengar suara Kak Limah memanggilku dengan nada keras.. “ Mad ! “, laungnya kuat dari belakang rumah. Aku berlari menuju arah suaranya dan melihat ….Aduhhh..! Kak Limah terduduk di tepi longkang. Tergelincir. Jatuh terjelepok tak boleh bangkit dan berjalan. Kain kering bertaburan di sekitarnya. Bertaburan. 

“Mad, tolong kak Limah bawakan kain ni masuk,” pintanya sambil menyeringai mungkin menahan kesakitan. “Kakak tergelincir tadi, “ sambungnya. Aku hanya mengangguk seraya memungut kain yang bersepah lalu sebelah tanganku cuba membantu Kak Limah berdiri.
“Sekejap kak. Mad bawa masuk dulu kain ni, “ kataku setelah aku dapati susah untuk membantunya dengan kain yang masih aku pegang.
Aku bergegas masuk ke dalam rumah. Kain aku letakkan di atas katil di bilik Kak Limah. Ketika aku menghampiri Kak Limah semula, dia sudah separuh berdiri dan cuba berjalan terhencot-hencot. Hujan semakin lebat seakan dicurah-curah. 

Aku pimpin Kak Limah masuk ke biliknya dan dudukkannya di kerusi. Gementar dadaku ketika tanganku tersentuh buah dada Kak Limah. Terasa kenyal. Darah mudaku terasa menyirap naik. Apatahlagi, tadi aku pernah melihat susuk tubuhnya tanpa kain. Wahh..fikiran ku berkecamuk. Aku mengakui walau dalam umurnya awal 30an, tapi Kak Limah tidak kalah menariknya jika dibanding dengan kakak iparku yang berusia 25 tahun. Kulitnya kuning langsat dengan potongan badannya yang memang mampu menarik pandangan lelaki. Tidak hairan pernah aku terserempak abang ku seolah mengamati Kak Limah dari belakang ketika Kak Limah membersihkan halaman rumah.
“Tolong ambilkan kakak tuala, Mad” pinta Kak Limah ketika aku masih termanggu-manggu. Aku menuju ke almari pakaian lalu mengeluarkan sehelai tuala dan aku suakan kepadanya.

“Terima kasih Mad,” katanya dan aku cuma mengangguk-angguk sahaja. Aku pandang dia dengan kasihan.
Kesihan kak Limah, dia adalah wanita yang paling lemah lembut. Suaranya halus dan lunak. Bibirnya sentiasa terukir senyum semulajadi, walaupun dia bukan senyum. Rajin dan tak pernah angkat muka atau membantah. Dianggapnya rumah abangku seperti rumah keluarganya sendiri. Tak pernah siapa yang suruh dia kerana dia sentiasa tahu tanggungjawabnya. 

Kadang-kadang aku beri dia wang saku 30 – 40 RM bila aku datang kesana. Bukan kerana apa, sebab dia mempunyai sifat yang mudah orang sayang kepadanya. Abangku tidak pernah berkira dengannya. Gajinya tiap bulan masuk bank. Pakaiannya kakak ipar ku belikan hampir tiap bulan. Memang dia cantik, dan tak tau apa sebab suaminya menceraikannya. Kabarnya dia benci sebab suaminya hisap dadah. Hampir 6 tahun lebih dia menjanda setelah bernikah cuma 3 bulan. Sekarang dia baru berusia 33 tahun, masih muda.

Kalau soal cantik, memang kulitnya putih. Memang dia keturunan Cina, sebelah datuknya. Rambutnya mengurai lurus hingga ke pinggang. Bandingkan dengan kakak iparku, masing-masing ada kelebihannya. Yang cantik kepada kak Limah ialah sikapnya kepada semua orang. Budi bahasanya halus dan sopan.

Oh..ya! Kak Limah berdiri lalu cuba berjalan menuju ke bilik air. Melihat keadaannya masih terhoyong hayang, dengan pantas aku mencapai tangannya untuk membantu. Sebelah tangan ku memegang pinggang kak Limah. Aku pimpin menuju ke pintu bilik air. Terasa sayang untuk aku lepaskan peganganku, sebelah lagi tanganku melekat di perutnya. 

Kak Limah berpaling kepadaku. Aku mengadap wajahnya. Mata kami bertentangan. Ku lihat kak Limah seperti merelakan dan menyukai apa yang aku lakukan. Tangan ku menjadi lebih berani mengusap-usap lengannya lalu ke dadanya. Ku usap dadanya yang kenyal menegang dengan puting yang mula mengeras. Aku dekatkan mulutku untuk mencium pipinya. Dia berpaling, lalu ku tolak pipinya. Mulut kami bertemu. Aku mengucup mulutnya. Pertama kali aku melakukan kepada seorang wanita.Rengekan halus keluar dari mulut kak Limah. Semasa kedua-dua tanganku meramas punggungnya dan lidahku mula menjalari leher gebu kak Limah. Ini semua gejala Blue Film dari disc CD-Rom yang aku sering tengok dari rumah kawan sebelah.

Kak Limah menyandar ke dinding, tetapi tidak meronta. Sementara tanganku menyusup masuk ke dalam bajunya, mulut dan lidahnya ku kucup. Aku hisap dan menggeli langit-langitnya. Kancing colinya aku lepaskan. Tangan ku bergerak bebas mengusap buah dadanya. Putingnya aku gentel lembut. Kami sama-sama hanyut dibuai keseronokan walaupun kami masih berdiri tercegat di dinding.
Kami menggigil tak keruan. Nafas kami makin pantas. Aku rasa tubuh kak Limah menyandar ke dadaku. Dia seperti orang lemas. 

Baju kurung gunting Kedah kak Limah aku buka. Dalam cahaya remang hujan itu, aku tatap wajahnya. Matanya pejam seperti tidak bermaya. Daging kenyal yang selama ini terbungkus rapi menghias dadanya ku ramas perlahan-lahan.
Bibirku perlahan mengucup puting buah dadanya perlahan. Ku ulit puting yang mengeras itu hingga lumat. Kak Limah semakin gelisah dengan nafasnya yang sudah tidak teratur lagi. Tangannya liar menarik-narik rambutku sedangkan aku pula tenggelam di celah buah dadanya yang membusung. Mulutnya mendesah-desah…. Isssyyyyy….issssyyy….!! Mendesah perlahan….!!
Puting teteknya yang mengkal itu aku jilat berulangkali sambil aku gigit perlahan-lahan. Usapan ku semakin jauh melewati sempadan. Ku huraikan ikatan kain dipinggangnya. Lidahku kini bermain di pusat kak Limah pula sambil tangan ku mula mengusapi pehanya. Ketika ku lepaskan ikatan kainnya tadi, tangan kak Limah semakin kuat menarik rambutku.
“Madddd….maddd…” suaranya kak Limah memanggil ku perlahan dari tekaknya. “Jangan laaaa…” katanya lemah. Seperti orang merengek saja.

Aku terus menjalankan gentelan dan usapan ku. Nafasnya tercungap-cungap ketika seluar dalamnya aku tarik ke bawah. Tanganku mula menyentuh kawasan kemaluannya. Rambut halus di sekitar celah kangkang kemaluannya aku 
usap-usap perlahan.

“Madddd.. dah lahhh..” Kak Limah seperti menegah. Aku tidak peduli. Kak Limah tidak meronta.
Ketika lidahku baru mencecah kemaluannya, kak Limah menarik aku berdiri. Direnungannya muka ku dengan mata kuyu bagai menyatakan sesuatu. Pandangannya ditujukan kepada katil tidurnya. Aku segera faham seraya memimpin kak Limah menuju katil. Bau kemaluannya merangsang sekali…tengit dengan satu bauan khas yang sukar diceritakan. 


“Madddd…..,” bisiknya perlahan di telingaku. Aku terdiam sambil melakukan mengikut yang ku inginkan. Kak Limah seperti membiarkan saja. Kami benar-benar tenggelam. Kak Limah kini ku telanjangkan. Dia seolah-olah merelakan. Tubuhnya baring telentang sambil kakinya mencecah lantai. Susuk tubunya cukup menggiurkan. Mukanya berpaling kesebelah kiri. Matanya pejam. Tangannya mendepa atas tilam. Buah dadanya membusung bagai busut jantan semacam minta disentuh.

Puting susunya seperti berair kesan liur hisapan ku. Perutnya licin dan pusatnya cukup indah. Ku lihat tidak langusng ada kesan riak dan ketak umpama perut wanita telah melahirkan anak. Memang kak Limah tidak ada anak kerana dia bercerai setelah kawin 3 bulan. Kakinya rapat. Kerana itu aku tidak dapat melihat seluruh kemaluannya. Cuma setakat rambut yang lebat halus menghiasi bahagian bawah pusatnya saja. 


Sambil itu, tangan ku terus membuka baju singlet ku satu persatu. Zip seluar jeans ku turunkan. Yang tingal hanya suspender ku saja. Aku bertelanjang sekerat di hadapan kak Limah. Zakar ku tegang berdiri melihatkan kecantikan susuk tubuh badan kak Limah. Buah dada membusung dihiasi puting kecil dan kawasan di bulatan putingnya kemerah-merahan kesan gentelan ku tadi. Amat indah aku pandang di celah pehanya. Kak Limah telentang kejang. Tidak bergerak. Cuma nafasnya saja turun naik. Aku terus duduk di birai katil sambil mendakap tubuh Kak Limah. Lembut sungguh tubuh mungil kak Limah ini. Ku peluk kemas sambil ku kucup mulutnya lumat-lumat. Tangan ku meraba seluruh tubuhnya. Sambil aku menggentel puting susunnya ku ramas-ramas pepejal yang kenyal itu. Ku usap-usap dan ku kepal-kepal. Nafsuku terangsanga hebat.

Zakarku mengeras dalam seluar. Waktu aku mendakap tubuh Kak Limah, tangannya menyentuh seluar kecik ku. Aku semacam faham lalu ku tanggalkan. Kini zakar tegang ku terpacak tepat menyentuh pinggang kak Limah. Ku suakan zakar tegangku ketangan kak Limah. Digenggamnya erat lalu diusap-usapnya seakan-akan melancapkan. 

Cerita Sex Memang kak Limah tahu apa yang harus dilakukan. Maklumlah dia pernah berkawin. Berbanding aku, memang aku cuma ada teori dengan melihat filem blue. Itu saja. Tangan ku terus mengusap perutnya hingga ke celah kangkang. Terasa berlendir basah kemaluannya.

Aku beralih dengan posisi ‘69’. Kak Limah mengerti. Lalu dipegang zakar tegang ku dan memasukkan ke mulutnya. Mataku terpejam-celik bila lidah kak Limah melumati kepala zakarku. Kepala zakarku dikulumnya. Diurutnya dengan jari hingga ke pangkal. Sukar untuk di bayangkan betapa nikmatnya aku rasa. Bibir kak Limah terasa menarik-narik kerandut buah zakarku. Tidak tertahan aku diperlakukannya begitu. Aku membongkok mengucup bibir bukit kemaluannya.

Aku kangkangkan peha kak Limah sambil mencari liang farajnya. Ku selak bulunya yang tebal itu. Ku lihat bibir kemaluannya rapat. Ku selak bibir kemaluannya. Ku lihat dalam berlendir basah berair. Bibir dalamnya merah. Ku selak lebih luas. Nampak seketul daging keras memanjang dibahagian atas berbalut kulit. Aku tahu, itulah kelentit Kak Limah. Ku cuit dengan jari telunjuk. Waktu itu, punggung Kak Limah melonjak ke atas. Terdengar suaranya mengerang. Aku tau, kelentitnya adalah pusat nafsunya.

Ku mula menggentelnya. Kak Limah melonjak lagi. Ku tekan pehanya lalu ku gentel. Kak Limah mengerang. Aku tau dia kesedapan. Aku terus kerjakan. Sebelah tangan ku menyelah bibir nipis sebelah dalam kemaluan Kak Limah. Ku tengok ada air warna putih susu keluar dari liang dibawah kemaluannya. Kemaluan Kak Limah terbau semacam aroma kewanitaannya. Memang meransangkan.
Ku jelirkan lidah ku sambil menggentel bijik kelentitnya. Ku jilat bahagian yang merah dan terdedah itu. Kak Limah mendesus… ku cuit-cuit dengan lidahku. 

Ku lumati dengan kumis ku. Liang kemaluan kak Limah makin merah. Bau kamaluannya makin kuat. Makin itu makin aku jadi terangsang. Seketika aku lihat semacam air putih keluar dari lubang farajnya. Tambah banyak hingga meleleh keluar hingga meresap ke bahagian duburnya. Tentu Kak Limah sudah cukup terangsang, fikir ku.

Aku balik tubuh ku semula. Tubuh kami berhadapan. Tangannya menarikku rebah bersamanya. Buah dadanya tertindih oleh dadaku. Kak Limah membetulkan kedudukannya semasa tanganku cuba mengusapi celah pehanya. Kedua kaki kak Limah mula mengangkang sedikit; ketika jariku menyentuh kemaluannya. Lidah ku mula menuruni dadanya. Putingnya ku hisap agak kasar. Punggung kak Limah terangkat- angkat semasa lidahku mengitari perutnya. 

Celah pehanya menjadi perhentian jari-jemari ku seterusnya. Kak Limah semakin mengangkang ketika aku menjilat kelentitnya tadi ku lihat kak Limah sudah tidak bermaya lagi. Kakinya kadangkala mengepit kepalaku sedangkan lidahku sibuk merasai kesedapan yang dihidangkannya.

Rengekan kak Limah semakin kuat dengan nafas yang terus mendesah. Rambut ku di tarik-tariknya dengan mata terpejam menikmati kesedapan. Aku berteleku di birai katil.

Aku tanya, “Kak Limah nakkkk…rela niiii..?” Suara ku lembut bernada manja. Dia tidak menjawab. Dia hanya membuka matanya sedikit sambil menarik nafas panjang. Aku bagai mengerti. Itu adalah tanda persetujuan. Tanpa disuruh, ku gesel kepada zakarku ke arah lubang farajnya. Kak Limah hanya membiarkan. Punggungnya bergoyang ke kiri ke kanan. Aku tau dia kegelian. Kemudian, ku tolak zakarku kearah lubang farajnya yang kini telah dikangkangnya luas. Lendir dan liurku bersememeh di gerbang farajnya.

Ku ulit-ulit kepala zakar ku di lendiran yang membecak itu. Perlahan-lahan ku tolak kedalam. Tolakan zakar ku memang sukar sedikit. Terasa sempit. Ku lihat kak Limah macam mengelinjang seperti kesakitan.

“Perlahan Madddd…” kak Limah bercakap dengan nafas tersekat. Aku faham sekarang. Kemaluan kak Limah sudah menyepit setelah 6 tahun tidak disetubuhi walaupun dia bukan dara lagi. Memang aku gelojoh kerana inilah pertama kali aku mensetubuhi seorang wanita walau umurku sudah matang.

Ku ulit-ulit lagi. Aku masukkan zakarku perlahan-lahan. Ku tolak punggungku ke depan. Berhati-hati. Terasa memang sempit. Sambil itu Kak Limah memegang lenganku erat-erat. Mulutnya terakncing bagai seorang sedang mengigit tulang. Hanya setakat kepala zakar ku sudah celus. Ku biarkan sebentar zakar terhenti setakat itu. Terdiam. Kak Limah juga terdiam. Tenang. 

Sementara itu, ku peluk tubuh kak Limah kemas-kemas sambil memainkan putting susunya, menjilat, mengusap dan mengigit-gigit lunak. Mulutnya ku kucup sambil lidahnya ku hisap. Kami memang sudah khayal dan terangsang. Kepala batang ku sudah masuk sekerat, tapi ku tunggu hingga Kak Limah benar-benar bersedia.

Sebentar kemudian aku tanya dengan suara memanjakan, “Bolehhhh…???!!” Kak Limah membuka matanya. Dibibirnya tersua senyum manis yang meredhakan…

Ku tusuk zakarku kedalam. Kemudian ku tarik ke belakang perlahan-lahan. Ku henjut perlahan-lahan. Memang sempit kemaluan kak Limah, mencakup seluruh batang zakar ku. Terasa seperti mengemut-ngemut didalam. Kami mulai teransang!! Lendirnya yang melimpah melunak sorong tarik batang ku ke dalam. Mata Kak Limah terpejam.

Zakarku yang mula memasuki kemaluan kak Limah kini lebih lancar. Terasa hangatnya sungguh menyeronokkan. Mata kak Limah terbuka merenungku dengan pandangan yang kuyu. Masa itu zakarku mula aku masuk-keluarkan. 

Bibirnya dikacip rapat seperti tidak sabar menanti tindakan aku seterusnya. Tangannya memegang lengan ku. Kuat. 


Sedikit demi sedikit zakarku masuk sehingga ke pangkalnya. Kak Limah mendesah dan merengek seiring dengan keluar masuknya zakarku dalam kemaluannya. Ada ketikanya punggung kak Limah terangkat- angkat menyambut zakarku yang seperti melekat di kemaluannya.
Berpuluh-puluh kali ku sorong-tarik zakarku seiring dengan nafas kami yang tidak teratur lagi. Satu ketika aku merasakan badan Kak Limah kejang dengan matanya tertutup rapat. Tangannya pula beralih memeluk pinggangku. Punggungnya terangkat tinggi. Satu keluhan berat keluar dari mulutnya perlahan. Ia mendesah ”syyyyhhhhh….!!” Denyutan di kemaluannya terasa kuat seakan melumatkan zakarku yang tertanam di dalamnya.

Dayunganku semakin pantas. Katil kak Limah bergoyang mengeluarkan bunyi berdecit laju. Leher kak Limah ku rengkuh erat sambil badanku rapat menindih badannya. Kak Limah ketika itu makin kuat mengemut-mengemut, seolah-olah ku rasakan ada denyutan yang menandakan air maniku akan keluar. Denyutan yang semakin kerap membuatkan zakarku semakin menegang keras. Kak Limah pula mengimbanginya dengan mengayakkan punggungnya.

Henjutan ku makin kencang. Kemaluan kak Limah makin menyempit. Ku rangkul tubuhnya kuat-kuat. Dia membiarkan saja. Berbanding dengan tubuh ku, kak Limah longlai bagai tidak bermaya. Aku menggonyoh hingga tubuh kak Limah bagai terhuyung-hayang. Dia membiarkan saja perlakuan ku. Nafasnya makin kencang. 

Dalam keadaan begitu mempesonakan, akhirnya aku tak tahan lagi. Aku rasa air maniku sudah sampai ke kemuncak. Dalam satu tusukan yang kuat, ku henyakkan seluruh batang ku ke dalam. Ku rasa ada bebola di hujung liang kemaluan Kak Limah yang menghalang. Di situlah air maniku menyebur. Air maniku terasa memancut ke dalam kemaluan kak Limah. Bergetaran rasa badan ku ketika itu. Kak Limah pula memaut pehaku dengan kakinya. Menekan kuat. Matanya terbuka luas memandangku. Seolah-olah dia memandang ku bagai dia tida nampak. Mukanya serius. Bibir dan giginya dikertapkan. Nafasnya berombak. Dia merengek agak kuat. Kerongkongnya berbunyi berdecup.

Kemudian ku lihat mulut Kak Limah terbuka luas. Terdengar kerongkongnya mengerang. Ku ku kucup mulut. Ku hisap lidahnya. Aku masih menghenjut batang ku keluar masuk. Kedua-dua belah bahu Kak Limah ku rangkul kuat. Tubuhnya bagai terangkat-angkat. Ia menurut saja perlakuan ku. Kak Limah juga menuntut desakan nafsu.

Waktu aku memuntahkan lahar maniku, memang tusukan ku paling kuat menghunjam masuk kedalam. Ku lihat kak Limah menggelepar. Dadanya terangkat dan kepalanya bergoyang kebelakang. Aku lupa segala-galanya. Untuk beberapa saat kami melayani rasa nikmat itu. Beberapa tusukan tadi memang kemuncak kami. Kami sama-sama tiba dipuncak. Memang hebat. Sungguh puas. 


Aku, pertama kali bagi ku sebagai anak bujang bersetubuh. Kak Limah mendapat air bujang ku. Walaupun dia seorang janda, bagi ku dia adalah secantik wanita. Waktu kami melakukan sanggama tadi, kami khayal entah kemana. Kak Limah memang bijak dalam permainannya. Sebarang aksi ku diberi riaksi yang sama. Sebagai sorang yang tidak pernah merasa nikmat persetubuhan, bagi ku kak Limah betul-betul memberi aku syorga dunia.

Aku terbaring lesu di sisi kak Limah. Mataku terpejam rapat seolah tidak ada kudrat untuk aku membukanya. Dalam hati ku puas kerana dapat mengimbangi pengalaman kak Limah. Ku lihat kak Limah tergeletak di sebelahku. Kejadian yang tidak pernah aku mimpikan, terjadi tanpa dapat dielakkan. Kak Limah juga menelentang dengan matanya tertutup seperti terlena, mungkin penat selepas dapat meng hilangkan dahaga batinnya sejak menjanda 6 tahun yang lalu.

Kami masih berpelukan. Kemudian Kak Limah terasa seperti mengusap muka ku. Aku buka mataku. Dia senyum. Aku senyum. Seolah-olah kami tidak merasa janggal berpelukan tanpa seurat benang ditubuh. Aku mengucup mulutnya.
Dia berbisik ketelinga ku, “Terima kasih Maddd… Kak Limah eeerr….”. Belum sempat dia menghabiskan ayatnya aku bertanya, “Kak Limah puas…”. Dia senyum dan mengangguk…”Dua kali!!” jawapnya rengkas.

“Memang Mad gagah..Mad punya besar! Panjang!” katanya sementar itu ia mengkocok batang zakar ku. Pujiannya meransang ku.
“Kak Limah dah lama tak buat?” tanya ku. Dia mengangguk. “Sejak bercerai dulu…!” jawabnya.
“Kak Limah tak teringat ke..?” tanya ku. Dia mengangguk. “Nak buat mcamana…” jawabnya pendek sambil senyum malu-malu dan memeluk dada ku. 

Kak Limah menceritakan, pada mulanya suaminya adalah orang baik tetapi telah terjebak dengan dadah. Akhirnya, dalam tempoh 6 bulan suaminya lupa dengan nafkah lahir dan batin. Hubungan suami isteri tidak sempurna. Jika suaminya melakukan persetubuhan, kerapkali sekerat jalan. Nafsu suaminya kandas di tengah jalan. Tak ada roman tak ada apa-apa. Dia melakukan semasa Kak Limah sedang tidur dan tak bersedia.

Akhirnya, bila suaminya tertangkap dan dipenjarakan 12 tahun, Kak Limah minta cerai. Suaminya jatuhkan talak tiga. Kembalilah dia jadi janda. Kerana dia tak mahu kawin lagi, maka dia pun mencari kerja kilang.Tapi masalah gadis kilang banyak, maka dia pun cari kerja sebagai pembantu rumah. Dua tempat dia bekerja sebelum ini. Malangnya tuan rumah cuba buat tak senonoh, lalu ia berhenti. Cuma di rumah abang ku dia mendapat layanan yang baik. Setakat ini sudah 3 tahun dia bekerja. Semuanya baik.
Aku tanya samada apa yang kami lakukan tadi dia merasa kesal. Kak Limah menggeleng. Katanya, dia tak pernah merasa puas bersama suaminya dulu. Suaminya gelojoh. Dia tidak ada daya sebab dadah melemahkan kekuatannya. 


Dia cukup merasa merana.
“Kak Limah suka kat Mad..?” tanyaku. Dia senyum. Dia mengangguk tanda suka. Sambil itu tanganku menggentel buah dadanya. Tangannya mengocok terus zakar ku. Zakar ku bangun tegang semula. Makin kami semacam terangsang 
lagi.

“Kak Limah nak lagiiii…keee??” tanyaku dengan suara manja. Dia senyum manis.
Apa yang berikutnya, memang telah diduga. perlahan-lahan kubuka kangkangnya semula. Ku lihat kaki Kak Limah kian mengejang. Sedikit demi sedikit terus ku ulit bahagian bawah. Segunduk daging mulai terlihat. Ufffff… detik-detik jantungku kembali berdegup cepat. Terlepaslah seluar dalamnya tanpa perlawanan lagi. Gundukan bukit kecil yang bersih, dengan bulu-bulu tipis yang mulai tumbuh di sekelilingnya, tampak berkilatan di depanku.

Ku rentang kedua kakinya hingga terlihat sebuah celah kecil di balik bukit itu. Kedua-dua belahan bibir mungil kemaluannya ku buka . Celah rekahan itu ku lihat semua rahsia didalamnya. Aku menelan air liur ku sendiri demi melihat nikmat yang menanti. Ku dekatkan kepalaku untuk meneliti pemandangan yang lebih jelas. Memang indah membangkitkan syahwat. Tak termampu aku menahan ledakan yang menghambat nafasku. Segera aku mendekatkan mulutku sambil mengucup mulut kemaluan Kak Limah dengan bibir dan lidahku.

Rakus sekali lidahku menjilat setiap bagian kemaluan Kak Limah. Terasa seperti tak ingin aku menyia-nyiakan kesempatan yang dihidangkannya. Setiap kali lidahku menekan keras ke bagian daging kecil yang tersentil menonjol di pangkal farajnya itu, Kak Limah mendesis dan mendesah kegelian. Lidah dan bibir menjalankan peranannya harmonis sekali. Beberapa kali ku lihat Kak Limah mengejangkan kakinya.

Aku tak peduli akan semerbak bau yang khas dari liang kemaluan Kak Limah memenuhi ruang hidung ku . Malah membuat lidahku bergerak makin menggila-gila. Ku tekan lidahku ke lubang kemaluan Kak Limah yang kini sedikit 
terbuka. Rasanya ingin ku masukkan lebih dalam lagi, tapi tak boleh. Mungkin kerana lidah ku kurang keras. Tetapi, kelunakan lidah ku itu membuat Kak Limah 
beberapa kali mengerang keenakan. 


Dalam keadaan sudah teransang itu, ku tarik tubuh kak Limah ke kedudukan menugging. Ia menurut saya dan bertanya sekadar merengek saja…..
“Mad nak buat macamanaaaaaa kat Kak Limah….???” Ia bertnya. Aku rasa dia tak pernah diperlakukan begitu oleh suaminya dulu. Aku diam saja. Ku atur posisinya. Ku alas perutnya dengan bantal. Dalam posisi menungging itu, punggung Kak Limah terdampar lebar. Berisi dan pejal. Ku usap dan ku ramas-ramas. Ku gigit lumas. Tangannya memegang birai kepala katil. Air mazi kak Limah sudah membasahi kemaluannya. Ku buka pintu kemaluannya. Ku lihat dan perhatikan dengan teliti. 

Memang aku tidak pernah melihat kemaluan wanita serapat itu. Kucium kemaluan Kak Limah. Bau hanyir dan maung air maniku bercampur dengan bau asli faraj kak Limah yang merangsang. Bau faraj seorang wanita!!
Jelas semua!! Bulu cipap kak Limah lembap dan melekat bersememeh ke farajnya. Ku selak sedikit memberi ruang. Ku masukkan jari hantuku kedalam lubang farajnya. Ku kuit-kuit didalam. Ku lihat kak Limah menggoyang punggungnya. Ku kucup dan gigit daging pejal punggunya yang putih melepak itu. Kemudan aku rangkul pinggangnya. Ku Masukkan zakarku ke liang farajnya. Pinggang kak Limah seperti terlentik.

Aku beralih perlahan-lahan ku tusuk zakarku yang besar panjang kelubang faraj kak Limah “doggy-style”. Tusukan ku makin kencang. Nafsu syahwat ku kembali cukup-cukup terangsang. Kali ini berpuli-puli aku menyorong-tarik zakarku. Henjutan ku memang kasar dan ganas. Ku paut piggang kak Limah. Kemudian beralih ke buah dadanya yang yang terbuai. Ku ulit semahu nafsuku. Bebas. Rambutnya mengerbang.

Lama juga kak Limah menahan lampiasan nafsu ku kali ini. Hampir setengah jam. Aku terus bertumpu. Ku henjut sehabis dayaku. Makumlah ini adalah kali kedua dalam waktu sengkat. Tusukan ku memang hebat. Sekejap cepat sekejap perlahan. Mengenjal-ngenjal tubuh kak Limah ku kerjakan. Dia seperti mengah. Tubuhnya beberapa kali mengenjak. Dengusan dari tekaknya memanjang. Berkali. Bagai orang mengah. “Ohhhh…ek! Ek! Ek!” seperti orang kelemasan. 

Akirnya ku rasa air pejuku hampir muntah lagi. Waktu itu ku rangkul kedua bahu kak Limah sambil menusuk zakarku kedalam. Habis kesemuanya hingga ke pangkal. Waktu itulah ku muntahkan pejuku. Ku tarik semula, dan ku terjahkan kedalam. Tiga empat kali ku henjut begitu. Kak Lamah menyerah saja mengikut rentah henjutku. Hanya suaranya saja bagai mengerang…
Kemudian ku peluk tubuhnya keribaku walaupun zakarku masih terpacak didalam kemaluannya. Dia seperti dudu. Ku suruh dia pula menghenjut. Kak Limah menurut perintah ku. Ku urut buah dadanya. Ku palingkan mukanya. Kami berkucupan. Lama begitu hingga terasa zakarku kembali normal. Kak Limah bagai lelah. Keringat mendidih di dahi kami. Kami telentang semula. Berdakapan. Kak Limah bagaikan longlai. Dia semacam tertidur.

Melihat Kak Limah begitu, dan hujan masih belum teduh, nafsuku naik semula. Ku rangkul tubuh kak Limah…dan…ku ‘kerjakan’ kak Limah sekali lagi. Kali itu Kak Limah menyerah. Dia nampak menyerah dan tidak lagi membantah. Aku kerjakan nonoknya sampai puas. Bau bilik itu bau air mani kami. Bunyi pun berdecit-cit… Ahhhhh….. argghhharrraahhh….. 

Cerita Sex Tiga kali ku setubuhi Kak Limah pada petang itu. Mungkin berbaloi “puasa”nya selama 6 tahun tidak merasa disetubuhi. Kak Limah seperti orang tertidur.
Sudah itu perlahan-lahan aku berdiri dan mengenakan pakaian ku semula. Aku keluar dari bilik kak Limah menuju ke ruang depan. Semasa aku keluar, barulah aku sedar pintu bilik kak Limah tidak tertutup rapat.

Rupa-rupanya kakak ipar ku sudah pulang. Mendadak aku pucat kalau-kalau kejadian tadi disaksikan oleh kakak iparku. Aku keluar sambil cuba berlagak seperti tidak ada apa yang berlaku. Aku terus duduk di sofa pura-pura. Sebentar kakak iparku datang membawa minuman. Ku jeling mukanya. Dia bermuka biasa saja. Yakin kepada ku, kakak iparku tidak tahu apa yang berlaku antara ku dengan kak Limah.
Aku tanya, “Abang tak pulang sama kakak tadi?” “Tidak. Dia outstation ke Singapore 4 hari…!!” jawabnya. Dia senyum. “minumlah…!!” pelawanya.

Dia terus beredar naik ke biliknya. Aku terus duduk dan menontot video “Airforce One”.
“Samad kena pergi airport kejap lagi, ambil kereta disana. Tidur sini malam ini, sebab esok kakak nak kerja…!!” katanya pendek.Memang bagitulah selalunya. Kalau abang ku tidak ada, aku akan jadi driver untuk membawa mercedez nya kemana-mana.. Malam itu aku tidak balik ke flat ku. 

Tidur di rumah abang aku!! Memang aku ada.

Bagaimana bro dengan cerita sex Hari ini dari SERBA HOT !!!. Muantapp dong pastinya, Nahh untuk Cerita Dewasa kami Selanjutnya di tunggu ya. Pastinya kami akan hadirkan yang lebih Super Panas dan Super Hot lagi. Tentunya untuk anda seluruh para pembaca setia kami di tanah air. Di tunggu ya Brooo cerita kami selanjutnya. Selamat Beraktifitas kembali bro. Terimakasih .

Selasa, 16 Mei 2017

SERBA HOT - SENSASI BERBEDA KETIKA BERSETUBUH DENGAN SEORANG TANTE MUDA YANG BERTUBUH SEMOK

SerbaHot
SERBA HOT - Kembali lagi bersama kami Seperti biasa kami selalu menghadirkan dan mengupdate cerita dewasa kami. Yang Pastinya akan membuat anda geli-geli basah dan panas. Tentunya kami hadirkan untuk anda seluruh para pembaca setia kami tanah air. Tanpa banyak basa-basi lagi langsung saja kita HAJAR!!! Brooo Cerita Dewasa kami di bawah ini .

Hingga kini, kisah ini masih sering terlintas dalam benak dan pikiranku. Entah suatu keberuntungankah atau kepedihan bagi si pelaku. Yang jelas dia sudah mendapatkan pengalaman berharga dari apa yang dialaminya.

Sebut saja namaya si Jo. Berasal dari kampung yang sebenarnya tidak jauh-jauh sekali dari kota Y. Di kota Y inilah dia numpang hidup pada seorang keluarga kaya. Suami istri berkecukupan dengan seorang lagi pembantu wanita Inah, dengan usia kurang lebih diatas Jo 2-3 tahun. Jo sendiri berumur 15 tahun jalan.

Suatu hari nyonya majikannya yang masih muda, Ibu Rhieny atau biasa mereka memanggil Bu Rhien, mendekati mereka berdua yang tengah sibuk di dapur yang terletak di halaman belakang, di depan kamar si Jo.
“Inah.., besok lusa Bapak hendak ke Kalimantan lagi. Tolong siapkan pakaian secukupnya jangan lupa sampai ke kaos kakinya segala..” perintahnya.
“Kira-kira berapa hari Bu..?” tanya Inah hormat.
“Cukup lama.. mungkin hampir satu bulan.”
“Baiklah Bu..” tukas Inah mahfum.Bu Rhien segera berlalu melewati Jo yang tengah membersihkan tanaman di pekarangan belakang tersebut. Dia mengangguk ketika Jo membungkuk hormat padanya.
Ibu Rhien majikannya itu masih muda, paling tua mungkin sekitar 30 tahunan, begitu Inah pernah cerita kepadanya. Mereka menikah belum lama dan termasuk lambat karena keduanya sibuk di study dan pekerjaan. Namun setelah menikah, Bu Rhien nampaknya lebih banyak di rumah. Walaupun sifatnya hanya sementara, sekedar untuk jeda istirahat saja.

Dengan perawakan langsing, dada tidak begitu besar, hidung mancung, bibir tipis dan berkaca mata serta kaki yang lenjang, Bu Rhien terkesan angkuh dengan wibawa intelektualitas yang tinggi. Namun kelihatan kalau dia seorang yang baik hati dan dapat mengerti kesulitan hidup orang lain meski dalam proporsi yang sewajarnya. Dengan kedua pembantunya pun tidak begitu sering berbicara. Hanya sesekali bila perlu. Namun Jo tahu pasti Inah lebih dekat dengan majikan perempuannya, karena mereka sering bercakap-cakap di dapur atau di ruang tengah bila waktunya senggang.

Beberapa hari kepergian Bapak ke Kalimantan, Jo tanpa sengaja menguping pembicaraan kedua wanita tersebut.
“Itulah Nah.. kadang-kadang belajar perlu juga..” suara Bu Rhien terdengar agak geli.
“Di kampung memang terus terang saya pernah Bu..” Inah nampak agak bebas menjawab.
“O ya..?”
“Iya.. kami.. sst.. pss..” dan seterusnya Jo tidak dapat lagi menangkap isi pembicaraan tersebut. Hanya kemudian terdengar tawa berderai mereka berdua.

Jo mulai lupa percakapan yang menimbulkan tanda tanya tersebut karena kesibukannya setiap hari. Membersihkan halaman, merawat tanaman, memperbaiki kondisi rumah, pagar dan sebagainya yang dianggap perlu ditangani. Hari demi hari berlalu begitu saja. Hingga suatu sore, Jo agak terkejut ketika dia tengah beristirahat sebentar di kamarnya.
Tiba-tiba pintu terbuka, “Kriieet.. Blegh..

” pintu itu segera menutup lagi.
Dihadapannya kini Bu Rhien, majikannya berdiri menatapnya dengan pandangan yang tidak dapat ia mengerti.
Cerita Dewasa
“Jo..” suaranya agak serak.
“Jangan kaget.. nggak ada apa-apa. Ibu hanya ada perlu sebentar..”
“Maaf Bu..

” Jo cepat-cepat mengenakan kaosnya.
Barusan dia hanya bercelana pendek. Bu Rhien diam dan memberi kesempatan Jo mengenakan kaosnya hingga selesai. Nampaknya Bu Rhien sudah dapat menguasai diri lagi. Dengan mimik biasa dia segera menyampaikan maksud kedatangannya.
Cerita Dewasa
“Hmm..,” dia melirik ke pintu.
“Ibu minta kamu nggak usah cerita ke siapa-siapa. Ibu hanya perlu meminjam sesuatu darimu..”
Kemudian dia segera melemparkan sebuah majalah.
“Lihat dan cepatlah ikuti perintah Ibu..

” suara Bu Rhien agak menekan.
Agak gelagapan Jo membuka majalah tersebut dan terperangah mendapati berbagai gambar yang menyebabkan nafasnya langsung memburu. Meski orang kampung, dia mengerti apa arti semua ini. Apalagi jujur dia memang tengah menginjak usia yang sering kali membuatnya terbangun di tengah malam karena bayangan dan hawa yang menyesakkan dada bila baru nonton TV atau membaca artikel yang sedikit nyerempet ke arah “itu”.

Sejurus diamatinya Bu Rhien yang tengah bergerak menuju pintu. Beliau mengenakan kaos hijau ketat, sementara bawahannya berupa rok yang agak longgar warna hitam agak berkilat entah apa bahannya. Segera tangan putih mulus itu menggerendel pintu.
Kemudian.., “Berbaringlah Jo.. dan lepaskan celanamu..

Agak ragu Jo mulai membuka.
“Dalemannya juga..” agak jengah Bu Rhien mengucapkan itu.
Dengan sangat malu Jo melepaskan CD-nya. Sejenak kemudian terpampanglah alat pribadinya ke atas.

Lain dari pikiran Jo, ternyata Bu Rhien tidak segera ikut membuka pakaiannya. Dengan wajah menunduk tanpa mau melihat ke wajahnya, dia segera bergerak naik ke atas tubuhnya. Jo merasakan desiran hebat ketika betis mereka bersentuhan.
Naik lagi.. kini Jo bisa merasakan halusnya paha majikannya itu bersentuhan dengan paha atasnya. Naik lagi.. dan.. Jo merasakan seluruh tulang belulangnya kena setrum ribuan watt ketika ujung alat pribadinya menyentuh bagian lunak empuk dan basah di pangkal paha Bu Rhien.

Tanpa memperlihatkan sedikitpun bagian tubuhnya, Bu Rhien nampaknya hendak melakukan persetubuhan dengannya. Jo menghela nafas dan menelan ludah ketika tangan lembut itu memegang alatnya dan, “Bleesshh..

Dengan badan bergetar antara lemas dan kaku, Jo sedikit mengerang menahan geli dan kenikmatan ketika barangnya dilumat oleh daging hangat nan empuk itu.
Cerita Dewasa
Dengan masih menunduk Bu Rhien mulai menggoyangkan pantatnya. Tangannya menepis tangan Jo yang secara naluriah hendak merengkuhnya.
“Hhh.. ehh.. sshh.. ” kelihatan Bu Rhien menahan nafasnya.
“Aakh.. Bu.. saya.. saya nggak tahan..” Jo mulai mengeluh.
“Tahann sebentar.. sebentar saja..

” Bu Rhien nampak agak marah mengucapkan itu, keringatnya mulai bermunculan di kening dan hidungnya.

Sekuat tenaga Jo menahan aliran yang hendak meledak di ujung peralatannya. Di atasnya Bu Rhien terus berpacu.. bergerak semakin liar hingga dipan tempat mereka berada ikut berderit-derit. Makin lama semakin cepat dan akhirnya nampak Bu Rhien mengejang, kepalanya ditengadahkan ke atas memperlihatkan lehernya yang putih berkeringat.
“Aaahhkhh..

Sejurus kemudian dia berhenti bergoyang. Lemas terkulai namun tetap pada posisi duduk di atas tubuh Jo yang masih bergetar menahan rasa. Nafasnya masih memburu.
Cerita Dewasa
Beberapa saat kemudian, “Pleph..

” tiba-tiba Bu Rhien mencabut pantatnya dari tubuh Jo.
Dia segera berdiri, merapihkan rambutnya dan roknya yang tersingkap sebentar.
Kemudian, “Jangan cerita kepada siapapun..

” tandasnya, “Dan bila kamu belum selesai, kamu bisa puaskan ke Inah.. Ibu sudah bicara dengannya dan dia bersedia..” tukasnya cepat dan segera berjalan ke pintu lalu keluar.

Jo terhenyak di atas kasurnya. Sejenak dia berusaha menahan degup jantungnya. Diambilnya nafasdalam-dalam. Sambil sekuat tenaga meredam denyutan di ujung penisnya yang terasa mau menyembur cepat itu. Setelah bisa tenang, dia segera bangkit, mengenakan pakaiannya kemudian berbaring. nafasnya masih menyisakan birahi yang tinggi namun kesadarannya cepat menjalar di kepalanya. Dia sadar, tak mungkin dia menuntut apapun pada majikan yang memberinya hidup itu. Namun sungguh luar biasa pengalamannya tersebut. Tak sedikitpun terpikir, Bu rhien yang begitu berwibawa itu melakukan perbuatan seperti ini.

Dada Jo agak berdesir teringat ucapan Bu Rhien tentang Inah. Terbayang raut wajah Inah yang dalam benaknya lugu, tetapi kenapa mau disuruh melayaninya..? Jo menggelengkan kepala.. Tidak..

biarlah perbuatan bejat ini antara aku dan Bu Rhien. Tak ingin dia melibatkan orang lain lagi. Perlahan tapi pasti Jo mampu mengendapkan segala pikiran dan gejolak perasaannya. Beberapa menit kemudian dia terlelap, hanyut dalam kenyamanan yang tanggung dan mengganjal dalam tidurnya.

Perlakuan Bu Rhien berlanjut tiap kali suaminya tidak ada di rumah. Selalu dan selalu dia meninggalkan Jo dalam keadaan menahan gejolak yang menggelegak tanpa penyelesaian yang layak. Beberapa kali Jo hendak meneruskan hasratnya ke Inah, tetapi selalu diurungkan karena dia ragu-ragu, apakah semuanya benar-benar sudah diatur oleh majikannya atau hanyalah alasan Bu Rhien untuk tidak memberikan balasan pelayanan kepadanya.

Hingga akhirnya pada suatu malam yang dingin, di luar gerimis dan terdengar suara-suara katak bersahutan di sungai kecil belakang rumah dengan rythme-nya yang khas dan dihafal betul oleh Jo. Dia agak terganggu ketika mendengar daun pintu kamarnya terbuka.
“Kriieet..

” ternyata Bu Rhien.
Nampak segera melangkah masuk kamar. Malam ini beliau mengenakan daster merah jambu bergambar bunga atau daun-daun apa Jo tidak jelas mengamatinya. Karena segera dirasakannya nafasnya memburu, kerongkongannya tercekat dan ludahnya terasa asin. Wajahnya terasa tebal tak merasakan apa-apa.

Agak terburu-buru Bu Rhien segera menutup pintu. Tanpa bicara sedikitpun dia menganggukkan kepalanya. Jo segera paham. Dia segera menarik tali saklar di kamarnya dan sejenak ruangannya menjadi remang-remang oleh lampu 5 watt warna kehijauan. Sementara menunggu Jo melepas celananya, Bu rhien nampak menyapukan pandangannya ke seantero kamar.

“Hmm.. anak ini cukup rajin membersihkan kamarnya..” pikirnya.
Tapi segera terhenti ketika dilihatnya “alat pemuasnya” itu sudah siap.
Dan.., kejadian itu terulang kembali untuk kesekian kalinya. Setelah selesai Bu Rhien segera berdiri dan merapihkan pakaiannya. Dia hendak beranjak ketika tiba-tiba teringat sesuatu.

“Oh Ibu lupa..” terhenti sejenak ucapannya.
Jo berpikir keras.. kurang apa lagi..? Jujur dia mulai tidak tahan mengatasi nafsunya tiap kali ditinggal begitu saja, ingin sekali dia meraih pinggang sexy itu tiap kali hendak keluar dari pintu.
Lanjutnya, “Hmm.. Inah pulang kampung pagi tadi..” dengan wajah agak masam Bu Rhien segera mengurungkan langkahnya.

“Rasanya tidak adil kalau hanya Ibu yang dapat. Sementara kamu tertinggal begitu saja karena tidak ada Inah..”
Jo hampir keceplosan bahwa selama ini dia tidak pernah melanjutkan dengan Inah. Tapi mulutnya segera dikuncinya kuat-kuat. Dia merasa Bu Rhien akan memberinya sesuatu. Ternyata benar.. Perempuan itu segera menyuruhnya berdiri.

“Terpaksa Ibu melayani kamu malam ini. Tapi ingat.., jangan sentuh apapun. Kamu hanya boleh melakukannya sesuai dengan yang Ibu lakukan kepadamu..”
Kemudian Bu Rhien segera duduk di tepi ranjang. Dirainya bantal untuk ganjal kepalanya. Sejuruskemudian dia membuka pahanya. Matanya segera menatap Jo dan memberinya isyarat.
“..” Jo tergagap. Tak mengira akan diberi kesempatan seperti itu.

Dalam cahaya kamar yang minim itu dadanya berdesir hebat melihat sepasang paha mulus telentang. Di sebelah atas sana nampak dua bukit membuncah di balik BH warna krem yang muncul sedikit di leher daster. Dengan pelan dia mendekat. Kemudian dengan agak ragu selangkangannya diarahkan ke tengah diantara dua belah paha mulus itu. Nampak Bu Rhien memalingkan wajah ke samping jauh.. sejauh-jauhnya.

“Degh.. degh..” Jo agak kesulitan memasukkan alatnya.
Karena selama ini dia memang pasif. Sehingga tidak ada pengalaman memasukkan sama sekali. Tapi dia merasakan nikmat yang luar biasa ketika kepala penisnya menyentuh daging lunak dan bergesekan dengan rambut kemaluan Bu Rhien yang tebal itu. Hhh..

Nikmat sekali. Bu Rhien menggigit bibir. Ingin rasanya menendang bocah kurang ajar ini. Tapi dia segera menyadari ini semua dia yang memulai. Badannya menggelinjang menahan geli ketika dengan agak paksa namun tetap pelan Jo berhasil memasukkan penisnya (yang memang keras dan lumayan itu) ke peralatan rahasianya.
Cerita Dewasa
Beberapa saat kemudian Jo secara naluriah mulai menggoyangkan pantatnya maju mundur.
“Clep.. clep.. clep..

” bunyi penisnya beradu dengan vagina Bu Rhien yang basah belum dicuci setelah persetubuhan pertama tadi.
“Plak.. plak.. plakk..,” kadang Jo terlalu kuat menekan sehingga pahanya beradu dengan paha putih mulus itu.
“Ohh.. enak sekali..” pikir Jo.
Dia merasakan kenikmatan yang lebih lagi dengan posisi dia yang aktif ini.
“Ehh.. shh.. okh..,” Jo benar-benar tak kuasa lagi menutupi rasa nikmatnya.

Hampir beberapa menit lamanya keadaan berlangsung seperti itu. Sementara Jo selintas melirik betapa wajah Bu rhien mulai memerah. Matanya terpejam dan dia melengos ke kiri, kadang ke kanan.
“Hkkhh..” Bu Rhien berusaha menahan nafas.
Mulanya dia berfikir pelayanannya hanya akan sebentar karena dia tahu anak ini pasti sudah diujung “konak”-nya.
Tapi ternyata, “Huoohh..,” Bu Rhien merasakan otot-otot kewanitaannya tegang lagi menerima gesekan-gesekan kasar dari Jo.
Dia berusaha sekuat tenaga untuk tidak terbangkitkan nafsunya.

Jo terus bergoyang, berputar, menyeruduk, menekan dan mendorong sekuat tenaga. Dia benar-benar sudah lupa siapa wanita yang dihadapannya ini. yang terfikir adalah keinginan untuk cepat mengeluarkan sesuatu yang terasa deras mengalir dipembuluh darahnya dan ingin segeradikeluarkannya ..

“Ehh..” Bu Rhien tak mampu lagi membendung nafsunya.
Daster yang tadinya dipegangi agar tubuhnya tidak banyak tersingkap itu terlepas dari tangannya, sehingga kini tersingkap jauh sampai ke atas pinggang. Melihat pemandangan ini Jo semakin terangsang. Dia menunduk mengamati alatnya yang serba hitam, kontras dengan tubuh putih mulus di depannya yang mulai menggeliat-geliat, sehingga menyebabkan batang kemaluannya semakin teremas-remas.

“Ohh.. aduh.. Bu..,” Jo mengerang pelan penuh kenikmatan.
Yang jelas Bu Rhien tak akan mendengarnya karena beliau sendiri tengah berjuang melawan rangsangan yang semakin dekat ke puncaknya.
“Okh.. hekkhh..” Bu Rhien menegang, sekuat tenaga dia menahan diri, tapi sodokan itubenar-benar kuat dan tahan.
Diam-diam dia kagum dengan stamina anak ini.

Akhirnya karena sudah tidak mampu lagi menahan, Bu Rhien segera mengapitkan kedua pahanya, tanganya meraih sprei, meremasnya, dan.., “Aaakkhh..

” Dia mengerang nikmat. Orgasmenya yang kedua dari si Jo malam ini. Sementara si Jo pun sudah tak tahan lagi. Saat paha mulus itu menjepit pinggangnya dan kemudian pantat wanita itu diangkat, penisnya benar-benar seperti dipelintir hingga, “Cruuth..

crut.. crut..

” memancar suatu cairan kental dari sana. Jo merasakan nikmat yang luar biasa. Seperti kencing namun terasa enak campur gatal-gatal gimana.”Ohk.. ehh.. hh,” Jo terkulai. Tubuhnya bergetar dan dia segera mundur dan mencabut penisnya kemudian terhenyak duduk di kursi sebelah meja di kamarnya. Wajahnya menengadah sementara secara alamiah tangannya terus meremas-remas penisnya, menghabiskan sisa cairan yang ada disana. Ooohh.. enak sekali..

Di ranjang Bu Rhien telentang lemas. Benar-benar nikmat persetubuhan yang kedua ini. Beberapa saat dia terkulai seakan tak sadar dengan keadaannya. Bongkahan pantatnya yang mengkal dan mulus itu ter-expose dengan bebas. Rasanya batang kenyal nan keras itu masih menyumpal celah vaginanya. Memberinya sengatan dan sodokan-sodokan yang nikmat. Jo menatap tubuh indah itu dengan penuh rasa tak percaya. Barusan dia menyetubuhinya, sampai dia juga mendapatkan kepuasan. Benarkah..?

Sementara itu setelah sadar, Bu Rhien segera bangkit. Dia membenahi pakaiannya. Terlintas sesuatu yang agak aneh dengan anak ini. Tadi dia merasa betapa panas pancaran sperma yang disemburkannya. Seperti air mani laki-laki yang baru pernah bersetubuh.

“Berapa jam biasanya kamu melakukan ini dengan Inah, Jo..?” tanya Bu Rhien menyelidik.
Jo terdiam. Apakah beliau tidak akan marah kalau dia berterus terang..?
“Kenapa diam..?”
Jo menghela nafas, “Maaf Bu.. belum pernah.”
“Hah..

? Jadi selama ini kamu..?”
“Iya Bu. Saya hanya diam saja setelah Ibu pergi.”
“Oo..,” Bu Rhien melongo.
Sungguh tidak diduga sama sekali kalau itu yang selama ini terjadi. Alangkah tersiksanya selama ini kalau begitu. Aku ternyata egois juga. Tapi..?, masa aku harus melayaninya. Apapun dia kan hanya pembantu. Dia hanya butuh batang muda-nya saja untuk memenuhi hasrat sex-nya yang menggebu-gebu terus itu. Selama ini bahkan suami dan pacar-pacarnya dulu tak pernah mengetahuinya. Ini rahasia yang tersimpan rapat.

“Hmm.. baiklah. Ibu minta kamu jangan ceritakan ke siapapun. Sebenarnya Ibu sudah bicara sama Inah mengenai masalah ini. Tapi rupanya kalian tidak nyambung. Ya sudah.. yang penting sekali lagi, pegang rahasia ini erat-erat.. mengerti..?” kembali suaranya berwibawa dan bikin segan.
“Mengerti Bu..,” Jo menjawab penuh rasa rikuh.
Akhirnya Bu Rhien keluar kamar dan Jo segera melemparkan badannya ke kasur. Penat, lelah, namun ini semua terasa nikmat dan legaa.. sekali .

Bagaimana bro dengan cerita sex Hari ini dari SERBA HOT !!!. Muantapp dong pastinya, Nahh untuk Cerita Dewasa kami Selanjutnya di tunggu ya. Pastinya kami akan hadirkan yang lebih Super Panas dan Super Hot lagi. Tentunya untuk anda seluruh para pembaca setia kami di tanah air. Di tunggu ya Brooo cerita kami selanjutnya. Selamat Beraktifitas kembali bro. Terimakasih .

Senin, 15 Mei 2017

SERBA HOT - TIDAK AKU SANGKA TANTE MUCIKARI YANG BOHAY DAPAT KUTIDURIN

SerbaHot
SERBA HOT - Kembali lagi bersama kami Seperti biasa kami selalu menghadirkan dan mengupdate cerita dewasa kami. Yang Pastinya akan membuat anda geli-geli basah dan panas. Tentunya kami hadirkan untuk anda seluruh para pembaca setia kami tanah air. Tanpa banyak basa-basi lagi langsung saja kita HAJAR!!! Brooo Cerita Dewasa kami di bawah ini .

Kisah nyataku ini sekitar setahun yg lalu saat aku ditugaskan oleh kantor untuk membantu kantor cabang tempatku berkerja di kota Solo bersama temanku. Aku dan temanku (Brams) kemudian berencana membeli tiket pesawat untuk keberangkatan Kamis pagi.

Usai mengemasi barang-barangku aku langsung tidur. keesokan harinya pukul 7 pagi aku dan bram di antar ke bandara, setelah mengurus tiket aku masuk pesawat dan bertolak menuju solo 2 jam. Setiba di bandara Solo aku sudah di jemput orang suruan kantorku dan di antar ke kantor untuk melihat-lihat, aku sudah di sediakan mes tdk jauh dari kantor itu. Satu kamar untuk berdua aku dan temanku Bram.

Setelah melihat-lihat kantor itu dan berkenalan dengan teman-teman aku di beritahu ruangan kerjaku dan Bram. Setelah selesai semua itu aku di antar pak Moel menuju mes tempatku menginap selama satu minggu kedepan. Pagi ini aku belum di suruh untuk berkerja dan fasilitas yg aku dapatkan cukup mebuat aku dan Bram betah. Pasalnya di sini disediakan sepeda motor untuk main-main, rencananya malam nanti mau berkeliling kota solo yg indah ini. 

Akupun tidur siang sedangkan Bram entah kemana katanya mau keluar main cari perlengkapan gitu, aku tak begitu memperdulikanya. Lumayan lama juga tidur siangku dan tak terasa waktu sudah menunjukan pukul lima sore saat nya aku mandi dan makan sore. Dan ternyata si Bram sudah berada di ruang TV menyuruhku untuk makan Aku pun tidur siang tapi si Bram entah kemana katanya sih tadi mau main membeli perlengkapan gitu, aku tak begitu mempedulikannya. 
Ternyata cukup lama juga tidurku dan tak terasa dah pukul 5 sore saatnya aku mandi dan makan sore. Ternyata Bram sudah diruang Tv menyuruhku untuk makan. “Makan dulu Sob tuh dimeja” disuruhnya aku makan denganya “Ok Bram Makasih ya” Lalu aku dan Bram makan bersama sambil bercerita yg ternyata siang tadi Bram main ke ke kawasan lokalisasi, memang Bram ini orangnya suka banget jajan wanita soalnya Bram di Jakarta terkenal Play Boy pemain wanita. 

Bahkan Bram sering boking abg-abg bispak yg fotonya ditunjukin ke aku, cantik sich, tapi gimana lagi Meqinya udah milik umum, dan aku paling nggak suka yg namanya jajan seperti Bram itu. Mendingan main sama pacarku lebih puas dan sehat, rencananya malam ini nanti dia akan chek in dia pun menggajakku untuk menemaninya. 

Aku yg setuju saja karena aku sudah terbiasa dengan bram waktu di Jakarta. Jam 10 malam aku berangkat menuju tempat di mana Bram janjian dengan cewek bokingan tersebut, tempatnya sangat ramai banyak cewek-cewek nakal pada berkeliaran. Melihat ramainya situasi aku pun berhenti di salah satu kedai jamu dan kopi untuk sekedar duduk-dukuk saja dan temanku Bram menelpon cewek itu, tak lama kemudian cewek itu datang dan ikut gabung bersama kita. 

Cewek itu cantik berbadan tinggi dan berdada montok itulah sedikit gambaran cewek yg di boking Bram dia buka harga 300 ribu menurut Bram sih hargnya sepadan dengan cantik wajahnya, kami pun bincang-bincang Desy namnya dia berkenalan denganku, malah dia ngajakin untuk threesome tapi aku menolaknya aku nggak suka main/ jajan sama cewek sembarangan. 

Dengan tiba-tiba ada seorang wanita STW datang ke tempat itu, dia ikut gabung bersama kami dan mengetahui Desy ada disitu dia kemudian malah berbincang-bincang. Wanita STW itu duduk disebelahku dan mulai aktif mengajaku ngobrol namanya Lina, bodi nya agak chubby dan aroma nya yg harum menggugah seleraku. 

“Edan Loe Des dah dapet 2 brondong aja” sahut wanita STW itu “Nggak kok Mi Dessy cuma bisa nangkep 1 aja” “Buruan sana di puasain, hihihihi, emang yg mana yg berhasil kamu jerat” “Mau ngamar sama Desy ya … ???” Tante Lina mengajakku ngobrol “Enggak sih Tan, aku cuma nganterin temen kok” “kamu bukan orang sini ya..? gaya ngomongmu cakep dech” “Iya Tan aku dari jakarta” “Owhh jauh-jauh datang kesini, pasti di sana pereknya cantik-cantik yah ??? “Emm aku nggak begitu tau ya tante, soalnya aku baru pertama kalinya main-main di tempat beginian” Tiba-tiba si Bram dan cewek bokingan itu pergi, mungkin karena sudah tak tahan menahan hasratnya dan Bram pun berpesan agar nanti aku nggak usah menjemputnya karena dia aka diantar Dessy kembali ke mes. 

Tinggalah aku sendiri diwarung itu dengan Tante Lina. Aku dan tante Lina pun semakin akrab ngobol sana-sini dan sejatinya tante Lina adalah seorang mucikari/germo. Waaahhh bisa berabe nich urusanya, ketika aku mengetahuinya sebenrnya aku ingin cepat-cepat meninggalkan tempat itu tapi dia terus menahanku memegang tanganku erat-erat. 

Dia malah mentraktirku makan dan minum, sambil ngobrol lebih intens, malahan tante Lina mengajakku ngamar. Aku jadi binung sendiri mau jawab apa kalau kutolak dia pasti akan marah. Tanganya dari tadi mengelus batang penisku dari luar celanaku hingga batang penisku mengeras, tau kalau batang penisku sudah mengeras dia malah semakin liar. 

“Tante kalau misal malam ini kita ngamar aku haru bayar berapa?” gara-gara elusan tangan tante batang penisku ngaceng berat. “Buat kamu gratis, malam ini aku butuh kepuasan, kamu menggoda birahiku, bibir kamu sexy gimana mau nggak…???” “Emmm boleh sih tapi dimana Tante … ??? Hotel ???” “Dirumahku saja” Tak lama kemudian setelah selesai makan Tante Lina membayarnya dan aku membeli rokok dulu eeee ternyata tante membayar rokokku juga. 

Tampaknya ni tante sangat mengagumiku deh, setelah dengan semua itu aku mengikuti tante Lina hingga tak berselang lama kami sampai pada sebuah rumah yg besar dan elite, lalu kami memasuki rumah mewah itu dan di persilahkan aku duduk di kursi sofa yg empuk, tampaknya tante Lina sudah tak sabar dan langsung menciumi wajahku. 

Aku meresponya dengan tanganku ku tempelkan di baju putih miliknya dan dan sekarang tante Lina duduk mengangkang. Saat itu tante Lina memakai CD berwarna putih dengan paha yg mulus, lama sudah kami saling berciuman kini aku mulai kebawah dan terus ku cium lehernya sehingga membuatnya kehilangan akal sehat. 

Kini tubuh tante Lina kukendalikan seutuhnya dari leher aku bergeser kebawah menuju Payudara montoknya kemudian tanpa perintah tante Lina membuka baju dan bh nya terlihat lah dua gundukan daging kenyal dan bulat, lalu kuremas lembut dengan penuh perasaan sembari kulumat bibirnya “eeemmmmmhhhh nikmat sekali ooocchhh” desahnya keluar dari bibir seksinya. Kuremas kukulum dan kupilin-pilin Payudaranya membuat dia semakin meringis menahan nikmat yg luar biasa.

“Emmmhhh oooocchhhhh Jery… ( namaku Jery ) nikmat sekali..” Payudara dan putingnya sudah mengeras. Cerita sex tante, Tangan kiri ku pun bergeriliya di sela sela paha mulusnya, kuraba lembut pahanya dan tampak gundukan hangat lembab dari balik celana dalam Putihnya. Aku membukanya dengan muka menghadap langsung di sela sela paha lalu kutarik celana dalam pembungkus lubang Meqi tersebut. 

Tampak lendir yg melekat dengan kain celana dalam saat kutarik, membuatnafsuku semakin membara. Kujilati paha bagian dalamnya hingga membuat dia menggelinjang dengan perut terangkat ke atas. Kini ujung lidahku sudah menyentuh bibir Meqi yg sudah basah oleh air kenikmatan sedari tadi rasa asin aroma anyir dan kecut khas seperti aroma Meqi pacarku. Meqinya tergolong bersih dan terawat yg kini tersaji dihadapanku dan sedang kujilati sekarang ini. Erangan demi erangan kenikmatan terus terdengar di telingaku. 

Kini kelentitnya mulai jadi sasaran amukan lidahku, cukup lama aku mainkan Meqinya. Meqi tante Lina mulai berkedut dan tampak semakin banjir penuh lendir, dan tiba-tiba terdengar erangan panjang “Ooooooccchhhhhhh Jeerrr aku mau keluaarrrr ooooocchhhhh seeerrr..serrr…seerrrr” mayoniase hangat mengalir dari dalam lubang Meqinya. Tante Lina hanya berbaring lemah merasakan sisa-sisa kenikmatan yg kuberikan dari dalam Meqi masih saja mengalir. 

Kesempatan ini tak akan kulewatkan begitu saja, segera kusapu bersih dengan lidahku “Jery lihay sekali memanjakan wanita oooocchhhh” “Aaaah biasa aja Tante, btw suami Tante kemana” “Suamiku kerja di sumatra, makanya aku kesepian, kini giliranmu ya tante bikin ngecrott” Celanaku pun di pelorotkan dan dia jongkok dengan wajah mengahdap tepat di penisku begitu celana dalamku di tarik kebawah dia terkejut karena di todong batang penisku “Hmmm besar juga batang penismu Jer” dia kagum melihat batang penisku. 

Lalu dipegang dikocok dan dikulum lembut batang penisku sehingga aku merasakan nikmat yg luar biasa. Hampir 5 menit dia memainkan batang penisku dan sudah tak tahan maka dia tidur terlentang dan mengangkang dan yag paling aku suka rok nya tak ikut di lepas yg menambah sensasi nafsuku, dengan tenang aku menghampirinya dan tanganya memegang mengarahkan batang penisku ke lubang Meqinya. Hanya dengan tekanan pinggulku masuk semua batang penisku di iringi suara erangan panjang tante Lina.

Batang penisku tertanam amblas ke dalam lubang Meqi basah tante Lina, sambil kuentot kuremas-remas Payudaranya dengan badanya yg chubby membuat tiap sodokan mengeluarkan suara cplakk..cplakkk…cplakkk rasanya batang penisku seperti diurut ketika masuk kedalam lubang Meqinya. “Ooooccchhh nikmat Jery terus oooocchhhh agak kencang” celotehnya dan sambil kupercepat kocokkanku.

Ku kocok terus lubang Meqinya kulihat batang penisku berlumuran mayonise nya Meqi tante Lina, dia hanya terdiam dengan mata terpejam merasakan sensasi batang penisku hingga akhirnya penisku disembur cairan hangat serrr….serrr…seeerrr, hal itu maka semakin membuatku bergairah, kupercepat lagi gerakanku sampai dia mengejang, cukup lama aku bermain dengan posisi ini kucabut batang penisku dari lubang Meqinya hingga kudapati lubang Meqinya menganga hasil cetakan batang penisku.

Kembali kujilat-jilat Meqinya sebelum masuk ke ronde kedua kumainkan Meqinya dengan lidahku dia hanya bisa pasrah menerima kenikmatan ini sambil tanganya meremas-remas sendiri Payudaranya. Kini dalam posisi nungging kumasukan lagi batang penisku “Aaaaacchhhhh Jer pelan,, ooooooocchhhhh” Zlleeebbbb amblas sudah batang penisku dalam lubang Meqinya, dalam posisi ini aku sangat menyukainya kedua tanganku memegangi Payudaranya dan dengan watah menghadapku kucumbu bibir tante Lina. 

Dia mengejang dan tampaknya ia akan orgasme untuk yg kedua kali kubiarkan dia menyemburkan cairan kenikmatannya dulu serta penisku masih tertancap dilubang Meqinya, setelah dia menggerakan pinggulnya kembali kugoyang lagi pinggulku. Maju mundur kutancapkan batang penisku dengan perlahan sampai akhirnya aku tak sanggup memebendung air kenikmatanku yg semakin berontak. 

Lelaki Perkasaku Kucabut batang penisku dan kukocok dengan tanganku lalu Tante Lina bangkit dan jongkok didepan batang penisku sehingga wajahnya mengahadap penisku. Langsung diraihnya batang penisku dikulum dan creett..creett..creettt aku menembakan air kenikmatanku dimulutnya dan kembali Creettt…creettt…creetttt tembakkan air kenikmatanku membuat mulutnya penuh.

Kemudian ditelannya air kenikmatanku dia bangga kepadaku “Makasih Jery kamu sudah memuaskan Tante, kamu tinggal disini berapa lama?” “sama sama Tan, aku juga menikmati permainan ini denganmu (kukecup keningnya) 1 minggu aku disini Tante”. “Bolehkan besok kita ginian lagi” -cerita hot- “Boleh Tante Lina sayang” Kini aku memiliki pemuas nafsu dan tak lain mucikari di sini, setelah permainan tadi aku segera kemabali lagi ke lokalisasi bersama tante Lina kita melanjutkan ngobrol dan sampai jam 1 pagi aku pulang ke mes dan ternyata si Bram belum pulang juga. 

Aku tidur dan akhirnya terbangun di pagi hari dan Bram sudah berada di ruang tamu, kubangunkan dia dan kini hari pertamaku kerja di kantor cabang Solo Cerita sex STW, Kini aku memiliki pemuas nafsu dan tak lain mucikari di sini, setelah permainan tadi aku kembali ke lokalisasi bersama Tante Lina kita lanjut ngobrol – ngobrol dan sampai pukul 1 pagi aku pulang ke Mes dan ternyata si Bram belum pulang juga aaah biarin lah, aku tidur dan akhirnya terbangun dipagi hari dan Bram sudah ada diruang tamu kubangunkan dia dan kini kerja pertamaku di Kantor cabang Solo. 

Bagaimana bro dengan cerita sex Hari ini dari SERBA HOT !!!. Muantapp dong pastinya, Nahh untuk Cerita Dewasa kami Selanjutnya di tunggu ya. Pastinya kami akan hadirkan yang lebih Super Panas dan Super Hot lagi. Tentunya untuk anda seluruh para pembaca setia kami di tanah air. Di tunggu ya Brooo cerita kami selanjutnya. Selamat Beraktifitas kembali bro. Terimakasih .