WWW.DADUPOKER.COM

Situs Judi Online Terpercaya INDONESIA, Poker Server V Dengan Tampilan Yang Menarik Dan Bonus Yang Sangat Luar Biasa ( 100% Fair Play / 100% Player Vs Player )

WWW.KOMPASQQ.COM

Situs Judi Yang Menyediakan 6 Permainan Dalam 1 User ID, Dengan Tampilan Yang Sangat Elegant Dan Menarik, Bonus Yang Di Tawarkan Juga Sangat Fantastic.

WWW.MANDIRIQQ.COM

Situs Judi Online Terbesar Dan Terpercaya, Yang Sudah Terjamin Keamanan Akun Di Dalam Situs Ini, Bonus Yang Sangat Meriah Menghadiri Anda.

WWW.VIPMANDIRIQQ.COM

Situs Judi Online Yang Telah Dimainkan Lebih Dari 5000 Orang Dari Indonesia - Panca Negara, Situs Teraman

WWW.METROQQ.COM

Situs Judi Online Dengan 4 Permainan Dan Tampilan Awal Yang Menarik, Bonus Yang Di Berikan Sangat Amat Menggiurkan.

WWW.CUMAPOKER.COM

Situs Judi Online Dengan Jaringan Yang Sangat Baik, 6 Game 1 User ID, Promo Yang Sangat Menguntungkan Bagi Member Baru Maupun Member Lamanya.

Jumat, 07 April 2017

SERBA HOT - TIDAK KUSANGKA AKIBAT PERMAINANKU YANG TAHAN LAMA TIGA WANITA MONTOK KETAGIHAN DENGAN CARAKU BERCINTA

SerbaHot
SERBA HOT - Kembali lagi bersama kami Seperti biasa kami selalu menghadirkan dan mengupdate cerita dewasa kami. Yang Pastinya akan membuat anda geli-geli basah dan panas. Tentunya kami hadirkan untuk anda seluruh para pembaca setia kami tanah air. Tanpa banyak basa-basi lagi langsung saja kita HAJAR!!! Brooo Cerita Dewasa kami di bawah ini .

Perkenalkan namaku Joni, usiaku saat ini 26 tahun, tinggi 174cm, badan atletis dan kulit putih. Kata para tetangga aku adalah anak haram dari hasil hubungan gelap ibuku dan majikannya dahulu saat bekerja menjadi TKI di singapura.

Alhasil sejak kecil aku sudah terbiasa tertekan mental, selalu diejek anak haram oleh teman-teman dan tetangga. Maklum, ayahku (suami ibuku) meninggal saat aku masih dalam kandungan dan setiap aku bertanya pada ibu, jawaban yang keluar hanya air mata.

Aku tumbuh menjadi sosok yang bermental baja dan sejak SMA aku memanfaatkan wajah indoku untuk menggaet cewek dan morotin uangnya tetapi tidak pernah sekalipun aku melakukan hubungan badan karena takut anak yang terlahir akan bernasib sama sepertiku. Tetapi hal itu berubah, saat aku memasuki kelas 2 SMA dan pindah sekolah di kota Malang bersama pamanku.

Bisa dibilang kehidupanku berangsur membaik terutama soal penampilan dan uang, karena aku memang di beri ATM khusus oleh pamanku yang bekerja di perusahaan pertambangan terbesar di Papua tanpa sepengetahuan tante Rima atau orang lain. Maklum, pamanku adalah keluarga satu-satunya ibuku dan pamanku menganggap aku anaknya sendiri. Aku kebetulan satu sekolah tetapi berbeda ruangan dengan sepupuku, namanya Vina.

Karena jaim Vina bercerita kepada teman-temanya bahwa aku anak seorang pengusaha yang kaya. Aku hanya tertawa saja, dalam hati aku ingin mengubur semua masa silamku dan menikmati kehidupan yang baru. Sepulang sekolah, aku langsung menuju rumah sementara Vina akan mengerjakan tugas dirumah temannya.

Sesampainya dirumah, aku langsung menuju kamar dan berniat untuk tidur siang tetapi hal itu urung aku lakukan karena Tante Rima berteriak-teriak kolam renangnya kotor dan menyindir aku, karena hanya aku yang ada dirumah itu sementara pembantu semua kabur karena tidak betah.

Tante Rima sangat judes, bawel dan nada bicaranya keras sangat bertolak belakang dengan penampilanya yang alim, berjilbab dan cantik tentunya. Uang kiriman pamanku yang berlebih membuat hari-harinya hanya pergi ke salon dan fitnes center.

Buru-buru aku berganti baju, hanya mengenakan kaos singlet serta celana pendek boxer dan langsung menuju kolam renang. Aku buka pipa pembuangan dan mulai membersihkan kolam dengan hati yang agak jengkel. Mendadak aku disuguhi pemandangan yang sangat indah, Tante Rima sedang beraerobik dengan pakaian super ketat sehingga melukis lekuk tubuhnya yang bohay.

Tinggi 165an, BH 36 (setelah eksekusi) berat 46kg tetapi berpantat menantang, langsing tapi mempunyai bulatan yang besar dan kenyal. Mendadak kontol ku mengeras, terus berdenyut hingga menyembul keluar dari CD dan boxer. Panjang kontol ku 15 cm dengan diameter sekitar 4,5 cm, mungkin benar aku anak haram majikanku karena ukuran ini sangat tidak mungkin dimilki orang indonesia tanpa campur tangan mak erot dkk.

Aku terus berusaha menahan diri dengan berbalik badan dan membelakangi, tetapi bayangan tubuh Tante Rima sudah terlanjur merasuk dan menjadi nafsu. Mendadak ada suara langkah kaki mendekat, tetapi aku pura-pura tidak tahu dan terus menyikat lantai kolam.

‘Jon…buruan dikit, aku mau berenang! Kata Tante Rima
“iya Tan, ini sudah dipercepat kok! Sambil tetap membelakangi.
‘kamu tidak sopan ya, bicara membelakangi Tante! Tegasnya
“iii…iyaaa..Tan maaf, aku tidak bermaksud…. jawabku

Kulihat mata Tante Rima melotot tidak berkedip dan seakan tidak menghiraukan jawabanku, hingga akhirnya aku menyadari bahwa mata Tante Rima tertuju kearah kont*lku yang tercetak jelas panjang menjulang bahkan seperempatnya terlihat jelas di kaos tipisku yang sudah basah. Karena takut dimarahi, aku langsung bergegas mengambil selang dan membilas kolam kemudian mengisinya kembali.

Buru-buru aku menuju kamar untuk mandi dan berganti pakaian yang kering, saat itu yang ada dalam otakku hanya takut ketahuan kalau aku sempat mengintipnya beraerobik dan menjadi terangsang. Tanpa terasa aku ketiduran dan bermimpi basah dengan Tante Rima!

‘tok…tok…tok…Jon…mana Vina kok belum pulang?? Teriak Tante Rima
“belajar kelompok Tan! Jawabku spontan sambil berlari membuka pintu
‘Hpnya gak aktif, coba telepon temannya! Katanya sambil menyodorkan HP
“iya… jawabku singkat

Entah disengaja atau tidak, walpaper di Hpnya adalah fotonya berpakaian senam dengan kulit mengkilat karena keringat, sangat sexy dan menggairahkan. Di telepon, Vina bilang akan merayakan ultahnya yang ke 17 dengan teman-temanya dan memintaku memberi tahu mamanya bahwa dia masih belajar dan menginap karena tugasnya akan dikumpulkan besok. Tante Rima mengangguk tanda mengizinkan padahal biasanya akan marah besar.

‘Jon…ayo keruang tamu, aku ingin bicara sesuatu! Ajaknya
“iya Tan, aku ganti baju dulu!! Jawabku
‘gak usah, ayo… ajaknya setengah memaksa sambil menarik tanganku.

Sesampainya di ruang tamu, Tante Rima tanpa basa-basi langsung menyalakan TV dan DVD porno koleksinya tanpa sungkan-sungkan. Katanya, dia ingin mendengar pendapatku tentang masalah yang di hadapinya. Yaitu, tentang niat edannya mencari pemuas nafsu karena pamanku pulangnya 6 bulan sekali. Aku diajak curhat dengan harapan aku mau memahami keadaanya dan merahasiakanya dari pamanku. Dengan gugup dan terpaksa, aku mempersilahkanya asal jangan sering-sering.

‘tapi, aku takut… jawabnya
“udah niat kok takut?! Jawabku berani karena Tante Rima tidak lagi seram buatku
‘bukan itu, aku takut tertular penyakit kelamin. Jawabnya
“susah juga, walau sakit pasti ngaku sehat! Jawabku
‘kalau kamu, sudah pernah apa belum?! Tanya Tante mengejutkan aku
“belum Tan, gak berani takut kalau hamil! Jawabku
‘tapi kamu pengen gak?? Tanya Tante memaksa

Aku hanya diam dan itu diartikan Tante sebagai jawaban ‘pengen’ sehingga dengan entengnya Tante Rima bilang ingin bekerja sama denganku. Aku ditawari menjadi pemuasnya dengan iming-iming bayaran perbulan, aman, sehat dan berjanji akan meminta suaminya untuk menguliahkan aku agar bisa merubah kehidupanku dan ibuku. Aku takut dan teringat pamanku, tetapi keseksian dan alasan meraih cita-cita membuatku harus berkata iya!

Begitu aku mengangguk, tangan Tante Rima langsung memelorotkan sarungku dan mengeluarkan kont*l jumboku dari CD. Seakan belum pernah melihat kont*l, Tante Rima melihat punyaku dengan tatapan penuh kemenangan, kagum dan takjub akan besarnya serta menelan ludahnya berulang kali.

‘barang impor memang beda! Pujinya
“ajari aku Tan… jawabku asal, sebenarnya kesel juga dibilang barang impor pasti konotasinya aku anak haram lagi gumamku dalam hati.
‘pasti sayang! Tolong panggil Rima saja ya biar mesra?! jawabnya
“selamat menikmati keperjakaanku! Bisikku lirih menggodanya

Rima tersenyum memanja dan mulai menjilati palkonku dengan lahapnya. Hisapan dan lidah basahnya berkecipak memenuhi ruang tamu beriring dengan desah Asia Carera di DVD. Aaaaaahhhh….sungguh nikmat rasanya, sebuah pengalaman pertama yang berharga. Sluuuuuuuurrrrppp….sluuuuuuuuuuurrrrrrrppp….lu dah dan lidahnya menyapu palkonku tanpa henti, sementara genggaman tangannya mulai mengocok pangkal kont*lku.

‘0oohhh…yeeeessssssssssss! Baby…kont*lmu besar sekali, pasti aku akan terkapar malam ini! Katanya disela-sela hisapanya
“bukanya itu yang Tante cari… jawabku
‘kok Tanteee… protesnya!
“sori…Say…emuuuuuuuuuuaaaaaaaaaachhhh! jawabku sambil mencium keningnya

Aku si pemuas nafsu mulai terangsang dan larut dalam godaan nafsunya, tanganku bergerilya menyusup baju tidurnya dan langsung menarik tali BHnya dengan keras hingga putus. Toket Rima menggantung dan kenyal sekali, toket terbesar dan terseksi yang pernah aku nikmati.

Maklum biasanya toket pacarku SMA cukup imut dan putingnya susah di mainkan. Kepala Rima menggeleng tidak percaya, palkonku menthok di tenggorokanya tetapi menyisakan separuh di genggamanya. Aku hanya tersenyum bangga sambil memainkan toketnya.

Rima mendorong tubuhku hingga terlentang di Sofa mengisyaratkan untuk meniru adegan di DVD, posisi 69 yang sangat terkenal itu. Memek Rima terlihat gundul seperti baru saja dicukur, begitu tembem dengan lipatan-lipatan di bibir memeknya. aku pijit-pijit dan aku gelitikin dengan ujung lidahku,

aaaaaaaaahhhhhhhhh….ekspresi kegelian Rima tergambar jelas pada hisapanya yang kuat dan setengah menggigit. Sudah sangat becek dan licin rupanya Tanteku ini, gumamku dalam hati sambil membuka memeknya dengan dua jariku aku si pemuas nafsu memasukkan lidahku jauh kedalam batas jangkauanku.

Pantat Rima mengejang, kedua pahanya menghimpit wajahku dan kurasakan lendir asin kembali keluar dari memek indahnya. Begitu harum dan kencang, sangat terawat sekali memeknya…. uuuuuuuuuuuuhhhhhh….palkonku berulang kali menyentuh tenggorokanya, sangat hangat dan basah.

Nikmat sekali rasanya disepong dan ini adalah pengalaman pertamaku! Tak mau kalah, dengan jari telunjuk dan jari tengah aku mulai mengocok memeknya, sangat cepat dan sesekali menggelitiki dinding memeknya dengan tarian jariku.

‘aaaaaaaaaaaaaammmmmmmmmppuuuuun..Beib…aku gak kuattt!

Rengeknya dan lagi-lagi Rima mencapai orgasme

“enak kan say… kataku sambil mengoleskan lendir di jariku ke anusnya
‘masukin sekarang Beib…. katanya sambil duduk berjongkok membelakangiku.

Di geseknya palkon ke bibir memek beceknya, berulang kali hingga membuatku nyeri dan ngilu. Layaknya penthol korek yang digesekkan dan menyala, gesekan palkon di memeknya seakan serupa dan membakar gelora nafsuku.

Pelan-pelan Rima memposisikan palkon ke lubang memeknya dan perlahan mendudukinya.

BLES…BLEEEEEESSSSSSSSSSSS….BLESSSSSSSSSSSSSSSS SSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSS……

‘Aaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhh….sakit Beib…gak muat rasanya! Rengeknya
“ooohh….say…sakit… kataku meringis karena memeknya tidak mampu menampung panjang kont*lku dan pangkalnya menjadi bengkok karena di duduki pantatnya.

Agar sama-sama enak, aku si pemuas nafsu berinisiatif untuk mengarahkan tubuhnya ke posisi doggy style dengan bertumpu pada sandaran sofa. Aku menusuknya dengan sangat pelan, menikmati setiap mili dinding memeknya. membuat Rima menjerit melengking memecah keheningan malam.

‘ah…ah…ah…ah..ah..ah…ah…ah…ah…ah… aaaaaaaaaaaammmmpun Beib! Teriaknya
“bagaimana Say? Bisikku sambil memainkan lubang anusnya dengan jariku
‘hemmmmmmmmm…aku belum pernah merasakan yang senikmat ini.

Butuh tenaga extra untuk memompanya lebih cepat, karena memeknya memang press membungkus kont*lku. Aku mengambil 1 sachet madu dan coba-coba menuangkan dimemeknya dan melumuri kont*lku. Jauh lebih nikmat, lebih licin, agak lengket dan otomatis membuat dinding memeknya tertarik keluar masuk seiring drngsn goyangan kont*lku.

‘auh…ah…ah…ooooooooooooooooohhhh…. desah Rima
PLAK…PLAK…PLAK…PLAK….PLAAAAAAAAAAAKKKKKKKK K…. benturan pantatnya dan pahaku terdengar semakin jelas. Hemmmmmmmmmmmm…sangat nikmat dan dahsyat.

‘ayo Beib, buruan aku mau keluar! Desahnya
“uuuuuuuuuuuhhhhh…tunggu bentar say kita keluarin bersamaan” kataku lirih.

Dan benar saja, hanya dalam hitungan menit aku si pemuas nafsu dan Rima menyemprotkan lendir orgasme hampir bersamaan, begitu banyak dan kental sekali. Sengaja aku tidak mencabut kont*lku dan membiarkanya tetap terbenam dalam memeknya.

Aku peluk dari belakang sambil memainkan toketnya dan kemudian aku dudukkan Rima diatas pangkuanku dalam keadaan kont*l masih tetap menancap. Hingga 4 kali aku ber-ML ria, memanfaatkan rumah kosong dan memaksimalkan potensi kont*lku pada hobi baru ini. Diatas tangga, di dalam kamarnya dan di dalam kamarku.

Bahkan di pagi harinya sekitar jam 06:15 saat Rima memasak mie, aku sempatkan kembali menusuk memeknya dari belakang dengan masih berpakaian lengkap. Aku hanya membuka resleting serta menurunkan CDku saja dan langsung menyingkap dasternya kemudian memasukkanya dari sisi CD kuningnya.

Sejak saat itu, kami seperti pengantin baru yang sedang berhoney moon dengan memanfaatkan waktu-waktu dimana Vina sedang tertidur atau keluar rumah. Disisi lain, dompetku semakin tebal Tante Rima memberiku uang saku berlebih padahal tanpa sepengetahuanya Pamanku juga memberikan uang saku bahkan dengan ATM khusus. Semua tampak harmonis, bahkan Pamanku juga senang karena istri tercintanya tidak lagi bersikap kasar terhadapku.

Selama empat bulan, tiada hari tanpa ngentot dan ujung-ujungnya aku si pemuas nafsu menjadi ketagihan berat dengan apa yang namanya memek. Aku sangat tersiksa saat Pamanku pulang kerumah, walau hanya 12 hari tetapi itu sangat lama bagiku.

Lucunya, suatu hari dengan sms Rima menceritakan bahwa suaminya kaget karena memeknya longgar tidak sesempit dulu tapi dengan tanpa sesal dan dosa Rima beralibi bahwa untuk mengatasi gejolak nafsunya dia memakai dildo sambil membayangkan pamanku. Hehehehehee….ujung-ujungnya pamankulah yang merasa bersalah dan meminta maaf.

Kembali ke cerita, memasuki hari kedua diantara 12 hari itu aku sudah merasa tidak kuat. Hasratku tersendat tanpa tahu dimana tempat menyalurkan syahwat. Pada suatu malam, saat paman dan tanteku menginap di hotel untuk mencari suasana baru aku nekat mengetu kamar Vina.

Dengan melas dan sok care aku mengutarakan semua isi hatiku. Bahwa aku lagi BT ( Birahi Tinggi ) sudah 4 bulan menjomblo dan tidak dapat menyalurkan hasrat. Walau sempat terkejut dan risih, tetapi Vina memahami dan kasihan kepadaku. Hehehehee…walau sebenarnya aku hanya berakting.

Mendadak situasi menjadi terbalik, dengan bersikap care juga Vina bercerita bahwa sudah 2 minggu Dia dan pacarnya break karena pacarnya kedapatan selingkuh. Aku bersorak riang di dalam hati, memanfaatkan setiap peluang yang ada. Aku berakting sok simpatik, care, fear dan vulgar untuk memancing sejauh mana dia bercinta (sex).

Aku menceritakan, sudah biasa nge-sex dengan pacarku dulu dan sekarang lagi pengen. Aku kaget karena dia menganggap biasa dan tanpa ragu mengakui sudah tidak perawan. Akhirnya kami bersepakat untuk saling mengisi sementara waktu sebelum mendapatkan pacar yang baru. Tetapi dengan syarat, tidak lebih dari oral sex dan hanya saat berada di rumah. Its Magic!!!

Dari bawah bantal, Vina mengeluarkan sebuah diary dan ternyata itu tempat dia menyembunyikan DVD porno koleksinya. Akhirnya kami menonton aksi panas Maria Ozawa di kamar Vina sambil tidur-tiduran di kasur. adegan semakin panas, begitu juga dengan kami. Kont*lku seakan sudah membatu, mengeras menahan nafsu sementara Vina hanya diam memeluk bonekanya tetapi samar-samar mulai aku si pemuas nafsu dengar desah nafasnya tidak beraturan.

“Vin…tolong kocokin punyaku ya? Rengekku
‘tegang ya? Heheheheee… jawabnya cengengesan, padahal aku tahu dia juga lagi horny berat.
“please…. aku memohon
‘ingat ya, Cuma oral!! Jawabnya

Aku mengangguk dan langsung menyodorkan kont*lku tepat di depan wajahnya. Vina tercengang dengan ukuran kont*lku yang jumbo dan menelan ludah hingga 2 kali. Dengan agak ragu jari lentiknya meraih kont*lku dan mulai mengelunya pelan-pelan. Sungguh lembut sambutan tanganya, lambat tetapi syarat akan nikmat syahwat.

Aku merem melek dan mendesah keenakan untuk memancing nafsunya. Terus dan terus tetapi Vina tetap pada kocokanya saja. Aku ingin lebih dengan memaksanya mencium dan mengulum palkonku. Dengan agak terpaksa Vina menurut dan mulai mengurut kont*lku dengan mulut imutnya.

Sluuuuurrrrrrrrrppppp…sluuuuuuuuuuuuuurrrrrrrrpp ppp….suara becek mulai hadir diantara kami. aku belai wajah dan rambutnya, turun ke lehernya, punggungnya hingga akhirnya ke pantat sintalnya. Aku remas gemas pantatnya, sambil sesekali meraba memek yang tertindih badanya yang tengkurap.

Aaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhh….aku mendesah ditelinganya, coba merangsangnya dari indera pendengarnya dan rupanya langsung berhasil. Kulumanya semakin cepat dan akal sehatnya seakan sudah luruh sehingga tanganku bebas meluncur ke sela-sela baju tidurnya.

Toketnya sudah sangat kenyal begitu juga dengan puting mungilnya,walau baru tumbuh tapi kurasakan putingnya cukup enak dimainkan. Kupijit dan aku pilin berulang-ulang membuat tubuh Vina mengejang hebat sampai-sampai palkonku digigitnya.

“aaaaaduuuuuuuuhhhhh…kok di gigit! Teriakku
‘sori…abis geli banget!! Jawabnya

Vina hendak beranjak dari tempat tidur dan dengan sigap aku si pemuas nafsu langsung menariknya hingga kembali jatuh di ranjang, langsung aja aku sergap dengan ciuman di leher dan remasan di kedua toketnya sambil meninndihnya.

Sementara kont*lku aku gesekkan ke selangkanganya yang otomatis merangsang memeknya. berkali-kali Vina memintaku untuk berhenti tetapi aku tidak memperdulikanya malah terus mencumbu penuh nafsu. Hanya dalam hitungan menit, Vina menyerah pasrah dengan membalas cumbuanku dengan penuh gairah.

Tangannya meraba dan meraih kont*lku kembali, mengelus serta mengocoknya dengan tempo yang cepat. Nafasnya memburu dan melenguh mengisyaratkan siap untuk cumbuan lebih lanjut. Ini saatnya, gumamku dalam hati dan langsung menarik celana tidurnya dengan cepat sehingga tidak ada kesempatan untuk melarangku.

Begitu melorot, mulutku langsung menyusuri paha mulusnya dengan ciuman, hisapan, jilatan bahkan dengan gigitan yang manja.

OOOOOOOOOOOOOOOOHHHHHH…. vina mendesah panjang sambil menjambak rambutku dan menekan kepalaku kepangkal pahanya. Aroma memek becek langsung semerbak di hidungku, aku cium dan aku raba-raba dengan jariku.

Desahanya semakin memanja, dengan mata merem-melek dia memohon agar aku terus merangsangnya. Jari telunjukku aku tusukkan ke memeknya, lendir hangat serta merta membuat laju jariku semakin dalam memasuki memeknya.

‘aaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhh….enaaaaaaaaakkkk……. …..ooouuuuhhh…terussssss….uuuuuuhhhh…janga n berhenti ya…. rengeknya meracau
“iya…aku lepasin CD kamu ya?? Pintaku
‘taa….taaaaaaaaaaaapiii pakai jari aja ya?? Jawabnya
“iyaaaaa…. jawabku

Aku lepaskan CD beserta baju tidurnya kemudian aku melepaskan bajuku sendiri, sehingga aku dan Vina sudah sama-sama bugil. Aku harus mencuri kesempatan agar kont*lku bisa memasuki memeknya, pikirku. Aku kocok memeknya dengan jari telunjukku, maju-mundur dengan cepat, lebih cepat dan teruuuuussssssssss…… hampir setengah jam aku terus mengocoknya, entah berapa kali dia orgasme aku tidak peduli karena niatku memang membuatnya mabuk kepayang. Berkali-kali pantatnya bergetar-getar dengan kaki mengejang tapi aku tetap mengocoknya tanpa mau menurunkan tempo kocokanku.

Aku memintanya berposisi doggy style dengan alasan agar lebih nikmat, vina menurut saja dan menunggingkan pantatnya yang putih. Tampak belahan pantatnya mengkilat bekas aliran hangat lendir orgasme dan dua jariku kini aku masukkan, membuat memeknya kembali sesak sehingga rangsangan dari dinding memeknya terasa lebih nikmat.

Saat Vina mulai menikmati dan terbuai, aku si pemuas nafsu langsung menghentakkan kont*lku kedalam memeknya. sangat kuat hingga membuat tangannya tidak mampu menopang tubuhnya dan jatuh ke kasur sambil berteriak keras.

AAAAAAAAAAAAAAAAAAAUUUUUUUUUUUUUWWWWWWW…. AAAAAAA AAAAAAAHHHHH… sakiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiitttt tttttttt… aduhhh… mmmmmmmmm… periiiiiiiiihhhhhh hhhhhh…. bajingan kamuuuuuuuuuuuuuu…….. uuuuuuuuuuuuuuuhhhhhhhhhh …. teriaknya

Aku terus menekan dan memaju-mundurkan kont*lku, sangat susah dan menyesak di memeknya. hingga kurasakan dinding memeknya berkedut-kedut menyesuaikan ukuran kont*lku. Aku tidak menghiraukan rengekan Vina, tetap fokus dan terus menekan maju dengan semangat 45. Aku membuka mulut saat aku mulai mendengar suara desahanya.

‘hemmmmmmmm…ooooooooooohhhhhhhhhhhh…aaaaaaaaaa aghhhh…gumamnya
“bagaimana enak kan? Godaku
‘kaaaaaaa….kaamuuuuu…bajingan…. tidak menepati janji! Jawabnya
“udah…jangan begitu…nikmati aja dulu, baru komentar!!! Jawabku asal

Hampir 2/3 kont*lku tertelan memeknya, masih sesak tetapi sudah sangat licin sehingga passs mantabbb buatku. Maju-mundur aku terus menggoyangkan pantatku keluar masuk memeknya, sementara jari-jariku merangsang pinggang dan punggungnya.

‘aaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhh…. aaaaaaaaaaah hhh… desahnya
“hemmmmmmmmmm… memek kamu sangat nikmat Vin! Pujiku
‘emang… ooooooooohhhhh…burungmu aja yang kegedean! Jawabnya masih sewot

Mendadak Vina meminta bertukar posisi diatasku dan mulai mengambil alih pertempuran ini, pantatnya meliuk menari menggoyang kont*lku. Memutar ke kiri memutar ke kanan, goyangan Vina membuat palkonku ngilu dan berdenyut cepat. Sangat nikmat dan aku suka!! Kuakui, memeknya jauh lebih nikmat daripada memek ibunya, beruntung sekali aku dapat merasakanya.

“Vin…aku hampir keluaaarrrrrrr….aaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhh… kataku
‘aaaaaaaaaaaaaahhhhhh….. desahnya sambil menyemprotkan lendir orgasme

Dengan cekatan Vina melepaskan kont*lku dari cengkeraman memeknya dan langsung mengamankan spermaku dengan mulutnya. ujung palkonku dihisapnya kuat-kuat sementara pangkal kont*lku dikocoknya dengan cepat.

AAAAAAAH…AH…AH…AH…AH…AH…AAAAAAAAAAUUUW W… rengekku

CROT…CROT….CROT…..CROOOOOOOOOOTTTTTTTTTTT… . spermaku menyemprot kuat kedalam mulutnya bahkan ada yang langsung keluar dari hidungnya. Sangat banyak dan sangat kental! Vina terus melumat, menghisap dan menjilat tanpa jijik, tidak ada lagi kata cacian yang ada tinggal lenguhan serta puja dan puji.

Setelah puas, aku kembali menuju kamarku tanpa memakai baju karena malam ini memang hanya ada aku si pemuas nafsu dan Vina. Karena lelah, aku langsung merebahkan badan dan tidur dengan harapan bisa nyenyak dan terbawa mimpi. Tapi ternyata Vina malah menyusul aku, sehingga kami tidur bersama dalam pelukan hangat tanpa baju yang menyekat alias bugil. Kami sangat pulas, hingga akhirnya kami bangun kesiangan dan membolos sekolah.

Hingga hari ke-12 aku masih tetap menderita, ada cemburu dihatiku saat pamanku bermesraan dengan Tante Rima, melihat tapi tidak bisa menyentuh karena mereka sangat lengket penuh rindu terutama pamanku. Walau ada Vina yang membantu memuaskan nafsuku tapi tetap saja aku gelisah.

Aku kembali ceria saat Pamanku balik ke Papua karena otomatis aku yang menjadi raja dirumahnya. Rima sebagai ratuku dan Vina sebagai selirnya. Setiap hari kami memacu hasrat, memadu rindu dan mengadu nafsu.siang malam Rima dan Vina menuruti kemauanku, untungnya keduanya tidak saling tahu.

Sebulan berselang, kami mendapat kabar Pamanku meninggal dunia akibat gagal ginjal. Aku si pemuas nafsu mendadak syok, karena sifat dan sikapku yang selama ini aku lakukan apalagi dalam wasiatnya aku tercatat menerima 25% hartanya, sementara yang lainya untuk Vina dan Rima. Tapi setan tidak mau aku berlarut-larut dalam sesal, dengan modal nafsu dan harta setan kembali mengambil alih hatiku.

Aku menjadi suaminya Rima saat di ranjang dan tetap meladeni nafsu Vina yang kian hari kian menjadi, sama seperti aku. Bahkan walau sudah mempunyai pacar Vina tetap saja meminta jatah kepadaku dengan alasan kont*lku lebih berasa mantapnya.

Baiknya Vina dan ibunya (Rima), mereka tidak pernah melarang aku dekat atau pacaran dengan siapapun yang penting jatah dirumah tetap aku penuhi. Kadang aku berfikir bahwa aku tidak lebih dari seorang gigolo untuk tanteku dan selingkuhan bagi sepupu perempuanku….

Sepeninggal Pamanku semua tampak baik-baik saja terutama baik buatku, seolah-olah kini aku yang menjadi kepala keluarga semuanya hampir sepengetahuanku. Maklum aku menjadi perantara diantara Rima dan Vina, diantara Ibu dan Anak karena aku memang akrab dengan keduanya bahkan intim, tetapi dengan posisi yang terpisah.

Aku sangat leluasa terutama yang berkaitan dengan uang, sehingga sedikit banyak membuat sikap dan sifatku berubah. Aku berpenampilan modis, sering dugem dan lupa darimana aku berasal karena saat itu aku memang ingin melupakan masalalu.

Mendadak aku menjadi idola cewek-cewek disekolah dan diluar sekolah. Tetapi entah mengapa, aku kurang greget saat berpacaran dengan sebaya mungkin karena ABG seumuranku begitu munafik soal sex. Padahal mau tetapi malu, ragu dan harus berfikir ulang beribu kali.

Ada satu guru yang menjadi favorit disekolahku, namanya Nancy guru bahasa inggris, tingginya sekitar 170an, badan padat berisi, kulit putih buanget, toket 35 dan yang spesial adalah dia sudah setahun menjanda karena suaminya meninggal dalam kecelakaan pesawat.

Jujur aku sangat bingung untuk melakukan pendekatan, kalau memakai cara halus jelas tidak mungkin karena otakku biasa aja, bahasa inggris pun pas-pasan! Gumamku dalam hati. Aku si pemuas nafsu terus berfikir, bahkan sempat curhat dengan Vina.

Anehnya Vina merespon positif dan memberikan aku sebuah ide jitu dan dia mau terlibat di dalamnya. Aku dan Vina berniat meminta les privat dirumahnya bu Nancy yang kebetulan masih ada dalam satu komplek perumahan dengan kami.

Berulang kali Dia menolak, tetapi bagaimanapun juga seorang guru sangat menghargai niat muridnya untuk belajar. Akhirnya Dia mau dengan satu syarat, tidak boleh mengatakan ini kepada siapapun karena Dia tidak mau ada banyak murid.

Satu, dua, tiga hingga satu minggu aku dan Vina les dirumahnya, tetapi belum juga menemukan jalan yang terdekat dan terbaik untuk mencuri hatinya. Vina pun sudah mulai bosan dan jenuh mengikuti lesnya karena pada dasarnya tidak ada niat les.

Entah mengapa lagi-lagi Vina mau membantuku, padahal jauh di dalam hati ada suka dan cemburu dihatinya walau sebenarnya kami seorang sepupu. Tanpa sepengetahuanku, Vina membuka sebuah situs yang berisi aneka obat dan alat bantu sex serta memesan sebuah obat perangsang.

“ini apa? Tanyaku
‘ntar sore coba aja, semoga sukses!! Jawabnya sambil berlalu

Sorepun tiba, seperti biasa aku datang kerumah Bu Nancy tetapi kali ini tidak bersama Vina yang entah kemana. Entah mengapa sore itu wajah Bu Nancy tampak berbeda, terlihat letih dan tanpa senyum. Dengan sok dewasa aku bertanya dan mencoba berbincang dengannya.

“kalau ibu sakit, Lesnya libur aja…silahkan istirahat!! Kataku
‘tidak apa-apa hanya gak mood aja! jawabnya datar
“pasti ada sesuatu, kalau mau Ibu bisa berbagi cerita denganku…anggap aja aku teman Ibu?! Kataku

‘mmmm….hehehehee….thank, but its OK kok!! Jawabnya sambil tersenyum
“tuh…ibu cantik banget kalau tersenyum, pasti akan lebih cantik kalau senyumnya tidak di paksakan!! Rayuku sambil bercanda
‘berarti benar, pantesan banyak cewek yang mengidolakan kamu!! Jawabnya
“benar apanya Bu? Biasa aja kali… jawabku
‘benar-benar Play Boy!! Hahahahahaaa…jawabnya tertawa

“kok playboy?? Aku kan jomblo Bu…tapi gak apalah asal ibu bisa tersenyum terus!! Jawabku
‘tuh kan, wajah oke…rayuan mantap…pasti semua cewek klepek-klepek!! Jawabnya
“tapi…kok ibu tidak klepek-klepek??? Tanyaku dengan nada tegas
‘hmmm…emang kamu berniat merayu Ibu? Aku kan Ibu-Ibu…janda lagi!! Jawabnya
“tapi aku memang berniat merayu Ibu! Jawabku

Mendadak Bu Nancy terdiam, matanya berkaca-kaca dan beberapa detik kemudian air matanya berlinang. Pelan-pelan Dia bercerita bahwa adik suaminya berniat melamarnya untuk menyambung kembali silaturahmi karena memang belum dikaruniai anak.

Tetapi setiap melihat wajahnya dan mendengar nama belakang keluarganya, dia selalu teringat suaminya. Sambil terus mendengarkan ceritanya, aku mengambil segelas air dan dengan tegang memasukkan tiga tetes obat perangsang kedalam gelas.

“ini Bu…silahkan diminum, biar lebih tenang!
‘thank… jawabnya singkat
“habiskan aja Bu…biar air matanya tidak kering!! Candaku

Segelas air telah habis tertelan, sambil menunggu reaksinya aku terus berbincang dan mendekatkan diri tepat berada disihnya. Belum apa-apa aku sudah dag-dig-dug tidak menentu, aku si pemuas nafsu sangat terangsang saat melihat belahan dadanya yang sepintas terlihat dari celah kancing bajunya.

Belum juga hilang gugupku, tiba-tiba kepalanya bersandar dipundakku. Aroma tubuhnya seakan merasuk ke jiwaku, begitu wangi dan menggugah birahi. Aku mencoba untuk membelai rambutnya, tetapi jarum jam belum menunjukkan 15 menit dimana obat itu akan efektif bekerja. Baru 7 menit dan tanganku ingin segera menyentuh halus kulitnya….

“kalau tidak cinta ya tolak saja, daripada terbebani! Kataku sambil mengelus pundaknya
‘iya…tapi aku tidak tega mengatakanya! Jawabnya
“tidak tega berarti kasihan, bukan cinta! Kataku tegas
‘iya…aku…aku…. katanya terbata
“kenapa Bu?? Tanyaku
‘aaaa…aku… jawabnya tidak jelas
“emuaaaach…pandanglah aku sebagai seorang pria, lupakanlah bahwa aku ini muridmu! Bisikku sambil mencium belakang telinganya

Kulirik kearah jam, 15 menit sudah terlewati dan inilah saatnya! Pikirku dalam hati dan dengan segenap percaya diri aku si pemuas nafsu mulai berani membelai, mengelus dan merayunya dengan sejuta gombalan dan pujian. Pelan-pelan Nancy semakin hanyut dalam manisnya rayuanku, tapi saat kucium bibirnya Nancy berusaha mengelak tetapi aku terus memaksa dan dengan sok PeDe aku berkata semauku.

“walau belum mengalami, tapi aku bisa merasakan bagaimana setahun tanpa belaian! Aku sayang kamu mbak… kataku lirih
‘sudah Jon, jangan teruskan ini! Jawabnya sambil melepaskan pelukanku dan berlari ke kamarnya dengan derai air mata.

Bagaimana obat perangsangnya, apa mungkin belum maksimal?? Tanyaku dalam hati sambil berjalan menuju kamarnya. Kulihat Nancy terisak sambil terbaring di tempat tidur dengan belahan rok yang menganga memamerkan paha mulusnya. Aku si pemuas nafsu menjadi semakin bernafsu dan tanpa sepengetahuanya aku melepaskan semua bajuku tanpa sisa hingga nampaklah kont*lku yang sudah menegang panjang dan keras.

Aku dekati Nancy dan langsung aku tindih pinggangnya dengan posisi duduk. Lagi-lagi Nancy berontak dan berhasil membalikkan badan. kembali aku harus memaksanya, terjadi tarik menarik diantara kami dan tentu akulah pemenangnya.

Secara tidak sengaja aku menarik kerah bajunya dan itu membuat semua kancing bajunya terlepas paksa hingga tampaklah dua bukit bulat miliknya terombang ambing mengikuti gerak badanya. BHnya seakan tak mampu menampung bulatan kenyal miliknya.

‘Jon…hentikan in! Teriaknya
“ayolah Mbak…nikmati saja!! Jawabku

Mendadak matanya tertuju pada kont*lku yang berada ditengah-tengah bulatan toketnya, aku si pemuas nafsu jepit dan aku tekan-tekan dengan kedua toketnya sambil meremas dan memilin putingnya. Praktis hanya kedua kakinya yang meronta, sedang tubuh atasnya tidak karena kedua tangannya aku tindih dengan lututku. Akhirnya Nancy menyerah juga, matanya menutup pasrah dengan nafas yang terengah. Melihat sebagai sebuah peluang, aku langsung memasukkan palkon kedalam mulutnya disaat menganga mengambil nafas.

Hhuuuuggghhhh….mmmmmmmmmmm…heemmmmmmmmmm….

Nancy hanya bisa bergumam karena mulutnya penuh sesak oleh kont*lku. Pelan-pelan aku mulai menggoyangkan kont*lku maju mundur. Semakin hangat, semakin lahap dan kurasakan mulai ada respon dari lidahnya yang menjilat palkon.

Aaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhh…aku melenguh menikmati bibir sensualnya melumat kont*lku.

Kedua tanganku semakin inten memainkan kedua toketnya dengan cubitan dan elusan yang lembut dan sesekali kasar. Kulihat wajahnya nampak merah merona, begitu menggairahkan dengan butir-butir peluh yang mulai jatuh.

AC dalam kamarnya tidak mampu memadamkan kobaran nafsu kami. Aku si pemuas nafsu tari kont*lku dari mulutnya dan menggesernya kebawah melewati tengah toketnya, perutnya dan sampai ditengah-tengah kedua pahanya sementara mulutku menjelajah bibir, leher dan bagian atas lainya. Posisi push-up membuat tubuhku sejajar diatas tubuhnya sehingga dari ujung kaki hingga ubun-ubun dipenuhi kehangatan dan kenikmatan.

Naik turun aku si pemuas nafsu gesekkan kont*lku diantara kedua pahanya, menggesek CDnya dan merasakan sentuhan kecil namun bertubi dari ujung jembutnya yang menerobos pori-pori CDnya. Bulu halus disekujur tubuh putihnya melukiskan betapa besar nafsunya dan itu terlihat dari beceknya CD yang menutupi memeknya.

Tanpa berlama-lama aku rentangkan kedua kakinya hingga membentuk huruf ‘M’ dan menyelipkan palkon ke sisi CDnya. Aaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhh….gumamnya Nancy, aku dorong pelan-pelan, terus menusuk masuk dengan maju-mundur, maju-mundur teraatur. Begitu sudah masuk separuh, dengan sekuat tenaga aku menghentakkan kont*lku masuk lebih dalam, lebih dalam terus dan terus hingga menthok di memeknya.

‘aaaaaaaaaaaaaaaaaauuuwww….perih…Jon…Fuck… oooohhhhFuck…. rintihnya
“uuuuhhhh…tahan sedikit Mbak!! Kataku sambil terus menggoyangkan pantatku semakin cepat.

Toket Nancy yang kenyal terpental kesana kemari, matanya ternuka dan kedua tanganya memegang kedua lututnya. Sungguh pemandangan yang indah, biasanya hanya ada diotakku kini ada di bawahku sedaang menikmati kont*l jumboku!

‘AAAAAAAAAAAAHHHH…AH…AH…AH…AH…AH…AH… AH…AH…AH…. penismu enak banget Jon… aaaaaaaauuuuuwww…jangan cepat-cepat, dadaku ( toket ) hampir copot nih! Rengeknya
“mmmm…hari ini akulah suamimu!! Kataku sambil menghisap putingnya.
‘kamu hebat Jon…penismu enak…ooohhhh…I LIKE it. Jawabnya

Dengan posisi kont*l yang masih tertelan memeknya, aku si pemuas nafsu menariknya agar bangun dan berganti aku yang terlentang. Nancy yang telah berpindah diatasku seakan ingin mengekspresikan kerinduan dan hangatnya cinta.

Goyangan liarnya membuat palkonku terasa ngilu. Maju-mundur, kiri-kanan dan memutar menjadi andalanya. Selesai .

Bagaimana bro dengan cerita sex Hari ini dari SERBA HOT !!!. Muantapp dong pastinya, Nahh untuk Cerita Dewasa kami Selanjutnya di tunggu ya. Pastinya kami akan hadirkan yang lebih Super Panas dan Super Hot lagi. Tentunya untuk anda seluruh para pembaca setia kami di tanah air. Di tunggu ya Brooo cerita kami selanjutnya. Selamat Beraktifitas kembali bro. Terimakasih .

Kamis, 06 April 2017

SERBAT HOT - PENGALAM SEX YANG KUDAPATKAN DARI BU ANIS SANGAT LUAR BIASA SAMPAI AKU DIJEPIT DAN MELAYANG DIBUATNYA

SerbaHot

SERBA HOT - Kembali lagi bersama kami Seperti biasa kami selalu menghadirkan dan mengupdate cerita dewasa kami. Yang Pastinya akan membuat anda geli-geli basah dan panas. Tentunya kami hadirkan untuk anda seluruh para pembaca setia kami tanah air. Tanpa banyak basa-basi lagi langsung saja kita HAJAR!!! Brooo Cerita Dewasa kami di bawah ini .

Sebelumnya perkenalkan diriku terlebih dahulu namaku Dodi Ketika kisah ini terjadi aku berumur kira-kira 18 tahun, aku termasuk seorang yang aktif dalam berbagai kegiatan baik di kampus maupun diluar kampus termasuk di didalamnya kegiatan Pramuka yang memang sejak kecil aku suka

Nah karena kegiatan Pramuka inilah terjadilah kisah yang sampai saat ini masih aku kenang Untuk wajah memang aku nggak jelek-jelek amat malah terbilang agak cakep itu kata temen-temenku Dan terbukti ada beberapa cewek yang naksir kepadaku

Hingga suatu saat aku mendapat surat yang berisi permintaan batuan untuk ikut menjadi salah satu pembina di SD Negeri di dekat rumahku Murid2 SD itu akan melaksanakan perkemahan persami Merasa mendapat kepercayaan dan hitung2 untuk tambahan uang saku maka dengan hati senang aku terima tawaran tersebut Lagipula aku adalah salah satu alumnus dari SD tersebut

Kami berangkat ke lokasi hari sabtu pagi, dan sampai ke lokasi kira2 jam 10 Setelah sampai lokasi kami mendirikan tenda dan mempersiapkan segala sesuatu untuk keperluan kegiatan persami Kegiatan demi kegiatan kami lakukan, dan ternyata anak anak terlihat suka padaku karena mungkin dimata mereka aku lucu dan menarik

Itu semua mungkin karena aku aktif di berbagai organisasi sehingga aku pandai mengatur suasana Permasalahan yang ada adalah air Lokasi kami berkemah agak jauh dari rumah penduduk Air yang kami dapatkan berasal dari sungai yang mengalir di dekat lokasi Dan untuk mandi kami harus kerumah penduduk yang ada disekitarnya walaupun agak jauh

Hari semakin sore aku sedang bersantai di tenda pembina sambil mengawasi anak2 terlihat dari kejauhan sebuah mobil kijang berhenti dan turun seorang wanita paruh baya Setelah aku perhatikan betul ternyata yang datang adalah Bu Anis, beliau adalah kepala sekolah SD tersebut

Beliau dahulu adalah Ibu guruku, beliau orangnya supel namun kewibawaannya tetap terlihat Yang aku herankan adalah beliau tetap terlihat cantik diusia yang aku taksir sudah kepala 5 Tubuhnya tetap terawat tidak seperti wanita pada umumnya pada usianya Para guru dan para pembina mendekat untuk menyalami termasuk diriku bergegas berjalan mendekatinya untuk menyalaminya

Aku menyalaminya sambil basa-basi bertanya”Koq cuma sendirian Bu Anis?”

“Eh iya Dod bapaknya anak-anak sedang ada acara di Semarang” Jawab Bu Anis
“Kamu tadi tidak menjemput Bu Anis” Sergah Pak Budi yang berjalan beriringan dengan kami
“Kan sudah Bu Anis sudah bawa mobil Pak” Aku menjawab sekenanya

Kami berjalan beringan menuju tenda para pembina Setelah sampai di tenda Bu Anis tampak berbicara serius sambil duduk diatas tikar dengan Pak Budi Tampaknya hal penting yang perlu dibicarakan mengenai acara persami itu

Aku menjadi agak tidak enak untuk berlama-lama di dekat mereka Setelah minta ijin aku berjalan menjauh dari mereka Dalam benakku terlintas pengakuan bahwa Bu Anis memang masih menarik walau tampak sedikit keriput di leher namun itu malah membuat Bu Anis tampak lebih anggun .

Rambutnya lurus sebahu hitam walau ada beberapa helai yang tampak sudah putih, kulitnya yang putih bersih tampak terawat Anganku terus mengalir bentuk tubuhnya yang ramping namun padat berisi, bongkahan bokongnya tampak jelas tercetak dibalik rok spannya begitu juga buah dadanya indah .

Perutnya memang agak besar namun kencang Gila aku membayangkan orang yang dahulu pernah menjadi guruku Ini tidak benar Tapi aku aku tidak bisa memungkiri bahwa Bu Anis memang masih montok .

Pada malam harinya diadakan acara api unggun yang kemudian dilanjutkan dengan acara jurit malam Aku kebetulan mendapat untuk menjaga semua tenda Kebetulan sekali sebab aku merasa lelah karena sehari sebelumnya ada kegiatan di kampus .

Yang lebih kebetulan adalah ternyata Bu Anis dan 2 guru wanita yang lain nggak ikut acara jurit malam Setelah mngecek semua tenda aku berjalan mendekat kearah Bu Anis yang sedang duduk sendiri di depan tenda pembina Tampaknya kedua rekannya sudah terkantuk dan tidur didalam tenda .

“Belum ngantuk Bu?” aku memulai pembicaraan sambil duduk berhadapan dengannya
“Belum Dod masa Ibu enak-enakan tidur padahal tadi kan Ibu datang terlambat” Bu Anis menjawab
“Ya nggak apa-apa, Ibu kan sibuk juga” Aku menyahut
“Gimana kuliahmu” Tanya Bu Anis
“Lancar, Bu Anis belum akan pensiun” Aku memancing pertanyaan untuk mengetahui umur sebenarnya
“Tinggal tiga tahun lagi Dod” Bu Anis menjawab

Pasti wanita ini umurnya lebih dari 50 tahun, namun koq masih menggairahkan Mata sekali-kali mencuri pandang menikmati keindahan tubuhnya Kami mengobrol agak lama sampai Bu Anis minta diantar ke sungai karena kebelet buang air kecil Aku bergegas mengantarnya sampai pinggir sungai yang agak curam Sambil memberikan senter aku berkata .

“Saya tunggu disini ya Bu Anis, ini senternya hati-hati jalannya agak licin”

“Iya eh jangan ngintip lho” Katanya sambil bercanda

Ketika akan melangkah Bu Anis terpeleset otomatis tanganku menggapai tangannya tanganku yang satu menggapai badannya menahan agar beliau tidak jatuh Namun tidak disangka tanganku mendarat tepat di salah satu gunung indahnya Dia kaget aku juga kaget

“Ma af Bu Anis, nggak sengaja” Aku berkata
“Eh nggak apa-apa” Sahutnya juga agak salah tingkah

Sambil berjalan meniti jalan setapak akhirnya dia mencari tempat yang agak tersembunyi Namun karena sinar rembulan tampak samar-samar gerakan tubuhnya dalam melaksanakan kegiatannya Tampak dia memelorotkan celana panjangnya kemudian CDnya lalu berjongkok Aku bertanya dalam hati mimpi apa aku semalam sehingga aku memperoleh keuntungan dobel pertama memegang buah dada indah yang kedua bisa melihat bokong dan paha walaupun samar .

Tak terasa celanaku semakin sempit karena senjata kesayanganku menggeliat Tanganku merabanya dan membuat remasan-remasan kecil Tak puas dengan itu aku mengeluarkan batang penisku sehingga dapat berdiri bebas mengacung Aku yakin Bu Anis bakalan tidak akan melihat polahku .

Sepertinya Bu Anis sudah selesai buang air kecil ketika akan naik ke atas aku ulurkan tanganku dan menariknya Aku minta Bu Anis berjalan didepan dengan alasan aku mengawal kalau ada apa-apa Namun bukan karena itu aku bisa membuat bebas kelaminku terjulur keluar dan mengacung Sensasi ini aku nikmati sampai ke tenda pembina Kami lanjutkan ngobrol sampai akhirnya acara jurit malam selesai .

Malam sudah larut bahkan menjelang di hari kami pembina dan guru putra tidur terpisah dengan pembina dan guru wanita Tetapi bayang-bayang kemolekan wanita paruh baya itu masih mengganggu pikiranku Mata ini rasanya sulit terpejam .

Kemaluanku rasanya juga nggak mau ditidurkan, tapi akhirnya aku sadar bahwa wanita yang menggelorakan hasrat jiwaku adalah mantan guruku yang tak mungkin aku akan melampiaskan kepada beliau Akhirnya anganku kubawa tidur .

Sampai pada pagi harinya aku terbangun oleh suara riuh anak-anak yang sedang melakukan senam pagi Aku cepat-cepat abngun dan cuci muka kemudian membantu pembina lainnya Setelah acara pagi selesai aku beres-beres pekerjaan yang lain yang masih harus aku kerjakan Sementara anak-anakpun juga sibuk mandi di sungai .

Pembina dan guru antri mandi di rumah penduduk yang agak berjauhan Tampak Bu Anis juga belum mandi karena beliau juga sibuk mengawasi anak-anak Sekitar jam 09 00 pagi semua tugas sudah selesai maka aku bergegas mengambil peralatan mandiku Namun terdengar dari kejauhan suara yang memanggilku .

“Dodo kamu mau mandi ya”

Setelah aku toleh ternyata suara itu bersal dari Bu Anis

Langsung saja ku jawab singkat,

“Iya Bu Anis”
“Kalau begitu sama-sama dong Ibu juga belum mandi” Dia berkata

Bagai disambar petir di siang bolong mendengar tawaran itu tanpa ragu-ragu aku mengiyakan

“Iya Bu Anis”

Karena kamar mandi-kamar mandi yang ada di sekitar rumah penduduk tampak sudah penuh maka aku menawarkan pada Bu Anis sebuah sumur yang ada di tengah kebun penduduk .

“Sebaiknya kita mandi disana saja Bu Anis, tempatnya juga tertutup koq” Aku berharap dia mau karena ada kesempatan untuk berdua
“Yang benar lho Dod tapi ya nggak apa-apa memang tempat yang lain sudah penuh”

Kami berjalam beriringan menuju ketempat pemandian di tengah kebun itu Sementara yang lainnya persipan untuk kegiatan pagi itu yaitu jalan-jalan berkeliling .

Sampailah aku pada tempat yang kami tuju Setelah aku meletakkan perlatan mandiku aku memulai menimba air untuk keperluan kami berdua Setelah bak terisi penuh maka aku persilahkan beliau untuk mandi dahulu Tempat mandinya terbuat dari anyaman bambu ada beberapa lobang yang tampak .

“Silahkan Bu Anis anda mandi lebih dahulu” Aku mempersilahkan
“Kamu tunggu dulu ya awas lho jangan ngintip” Katanya sambil tersenyum
“Nggak Bu Anis tapi kalau kepepet kan nggak apa-apa” Kataku juga bercanda
“Nakal kamu” Dia berkata sambil berkata masuk ke kamar mandi .

Aku mengamati dari kejauhan dan melihat satu persatu pakaiannya dilepas dan digantungkan diatas anyaman bambu itu Terakhir aku lihat kutang dan CDnya yang berwarna biru muda dan coklat muda tersampir Hatiku semakin nggak karuan aku membayangkan pasti tubuh molek wanita yang pantas menjadi ibuku itu telanjang bebas, aku dengar suara air yang mengguyur tubuhnya Aku mencari akal agar aku bisa menikmati keindahan tubuhnya .

Akhirnya aku mendekat dan berkata, “Bu Anis airnya kurang nggak”
Dari dalam bilik aku dengar suaranya,”Eh kamu koq ada disitu kurang sedikit Dod” katanya agak kaget .

Ya kesempatan datang akhirnya aku menimba untuknya lagi dan aku tuangkan ke saluran mengalirkan ke dalam bak yang ada di dalamnnya Bu Anis masih melanjutkan mandinya maka aku putuskan untuk mandi diluar saja sambil berharap Bu Anis nanti selesai mandi dapat melihatku Entah pikiran gila sudah memasuki pikiranku .

“Eh Dod kamu mandi diluar ya ” Terdengar dari dalam bilik
“Iya Bu Anis kan bisa menyingkat waktu” Aku beralasan

Sambil melihat sekeliling aku rasa aman maka aku lepaskan semua pakaianku kini tinggal celana dalamku Sambil mengguyur badanku dari timba langsung aku sedikit mencari celah-celah agar aku dapat melihat keindahan tubuhnya Benar dugaanku aku belum selesai madi dari dalam bilik sudah terdengar suaranya .

“Dod sudah selesai belum?” Dia bertanya
“Sudah Bu Anis” Aku menjawab walau aku belum selesai mandi Memang aku sengaja

Dan lihat pintu bilik mulai bergerak terbuka Darahku terasa mengalir semakin kencang menduga apa yang akan terjadi saat Bu Anis melihat aku hanya memakai celana dalam .

“Ih ka ta nya sudah selesai” Dia melihatku agak terperanjat

Raut mukanya tampak kelihatan merah Dia agak tersipu setelah melihatku hanya memakai celana dalam Aku bisa melihat dari ujung matanya dia melirik pada selangkanganku yang disitu tampak tercetak jelas penisku yang sudah tegang dari tadi seakan meronta keluar .

“Sana mandi di dalam masih ada airnya kok” Dia menyambung
“Iya Bu Anis” jawabku sambil masuk ke bilik

Perasaanku puas dapat memperlihatkan kejantananku pada wanita paruh baya ini Tapi hasratku untuk bertindak lebih jauh semakin berkecamuk Kebetulan sekali jam tangan Bu Anis tertinggal di dalam bilik bambu ini .

“Bu Anis jam tangan Ibu tertinggal nih ” Aku berkata kepadanya dari dalam bilik

Aku menanti Bu Anis masuk ke dalam bilik dan penis celana dalamku semakin tidak bisa memuat penisku yang semakin membesar .

“Tolong ambikan Dod masak aku harus masuk kan kamu sudah telanjang to” Bu Anis berkata dari luar bilik
“Ah Bu Anis nggak mau saya nggak masuk ndak saya ambilkan” Aku semakin berani menggodanya
“Ih kamu kok masih nakal to dari dulu” Dia berkata
“Pakai handuk dulu saya akan masuk” Dia menyambung

Semakin terbuka kesempatan mencari kepuasan hasratku yang semakin menggebu-gebu ini Aku lepas celan dalam ku hingga aku menjadi telanjang bulat tanpa sehelai benang menanti Bu Anis masuk kedalam bilik Bu Anis masuk kedalam bilik dan langsung setengah menjerit dia berkata .

“Dod kamu nga nga pain”

Pandangannya terbelalak melihat aku telanjang apalagi melihat penisku mengacung bebas

“Itu Bu Anis jamnya ambil sendiri ya” Aku mencoba santai

Aku lihat mukanya yang merah padam namun matanya tadi melirik ke arah batang zakarku yang sudah tegang Dia melangkah menuju kearah jam tangannya yang tertinggal Pikiran mesumku semakin menjadi-jadi maka dengan cepat aku tutup pintu bilik .

Melihat perilaku itu Bu Anis kaget sambil menatapku dia berkata,

“Dod apa-apaan ini”
“Maaf Bu Anis ta pi Ibu sangat menarik bagi saya” aku semakin berani tanpa memikirkan akibatnya
“Kamu sudah gila ya ” Dia berkata

Belum sempat aku menjawab pertanyaannya dia kembali menyahut

“Aku sudah menduga kamu dari kejadian tadi malam, tapi kamu harus tahu bahwa Ibu sudah bersuami dan lagi Ibu kan sudah tua” Dia mencoba menyadarkan aku

“Tapi wajah dan tubuh Ibu tidak mencerminkan usia Ibu” Aku beralasan
“Apa sudah kau pikirkan benar-benar” Dia menyahut
“Su dah Ibu” aku berkata tanpa pikir panjang
“Da sar kamu” Dia berkata lagi

Aku mendekat dan mencoba mencium bibirnya Diluar dugaanku di tidak menghindar atau meronta namun sebaliknya dia menyambut ciuman erotis ku dan membalasnya Ciuman kami semakin erotis lidah kami saling bertautan tanganku bergerilya menjamah buah dadanya yang sekal dan meremas-remas bokongnya Tiba-tiba dia berusaha melepaskan melepaskan pelukan sambil berkata, “Sabar Dod jangan terlalu bernapsu”

Dia mendorongku aku terduduk di pinggiran bak semen Dia masih berdiri sambil tangannya melepaskan satu persatu kancing bajunya Perlahan dan pasti aku melihat dua bukit kembar yang masih tampah sekal Kini tinggal beliau hanya mengenakan kutang dan rok aku bangkit namun dia berkata, “Duduk dulu”

Aku kembali duduk sambil melihat dia melepaskan roknya Setelah roknya terlepas dia melepaskan kutang dan mencopot celana dalamnya Dan kini terpampang didepanku tubuh sintal yang aku angan-angankan .

Aku bangkit lagi namun dia kembali berkata, “Dod aku suka dengan caramu menjeratku tapi ini harus menjadi rahasia kita saja”

Dia berkata sambil meletakkan salah satu kakinya diatas bibir bak semen itu Dadaku semakin berdegub kencang melihat pemandangan indah ini Selangkangannya ditumbuhi rambut keriting yang hitam indah sekali .

“Tentu Bu Anis ” Aku menyahut

Aku elus kakinya yang putih aku dekatkan wajahku dan mulai menciumi betisnya sambil menjilatinya merambat naik ke atas Lidahku menari diatas pahanya dan diselingi dengan sedotan-sedotan kecil Sampailah aku pada hutan yang rimbun itu dan lidahku mencoba menyibak mencari lobang yang paling dicari para lelaki Bilik bambu di tengah kebun menjadi saksi pergumulan nafsu dua anak manusia yang dipisahkan oleh status dan usia .

Aku jilati bibir vaginanya dengan penuh nafsu erotis Bu Anis mengerang menahan kenikmatan yang melanda dirinya Aku tak peduli dengan keadaannya aku semakin gila mempermainkan lidahku didalam lobang vaginanya Tangan Bu Anis memegang erat-erat kepalaku dan menekan ke selangkangannya solah-olah mempersilahkan diriku untuk menelan barang berharga miliknya .

“Dod ka mu ma sih nakal seper ti dulu ah” Dia berkata sambil merintih erotis menahan nikmat

Tampaknya lututnya tidak bisa lagi bertahan Beliau menarik kepalaku agar aku menghentikan aktivitasku Aku bangkit dan mendekatkan mukaku ke buah dadanya yang disitu tertempel buah anggur yang berwarna coklat muda tegang menantang Aku sedoti seluruh permukaan payudaranya, aku hisap putingnya yang indah Bu Anis tampak merem-melek menikmati permainanku ini .

Tanganku meremas-remas bokong indahnya dan jariku mencari lobang duburnya, setelah ketemu aku mempermainkan jariku membuat tusukan-tusukan kecil dan mengobok-obok alat buang air besarnya Bu Anis mengerang-erang dan aku merasakan lobang anusnya meyempit keras seolah ingin menjepit jariku yang tertanam di dalamnya .

Tampaknya Bu Anis ingin mengambil inisiatif, dia melepaskan pelukanku

“Dod ber baring lah pa kai handuk mu untuk alas” Dia berkata kepadaku dengan nafas tersengal penuh erotis

Bagai kerbau ditusuk hidungnya aku lakukan apa kehendaknya Aku berbaring dengan beralaskan handukku Bu Anis berdiri mengangkang diatasku dan perlahan jongkok tepat diatas kemaluanku yang mengacung keatas Tangannya membimbing penisku untuk memasuki lobang kenikmatannya .

Dan setelah tepat dia menekan kebawah sehingga bles keinginanku terlaksana untuk menikmati kehangatan benda yang terdapat di selangkangan wanita paruh baya ini Aku merasakan dinding kemaluannya keluar cairan yang mempermudah penisku tertanam Kepala Bu Anis terdongak keatas dan kulihat bibir bawahnya Tangannya yang satu berpegangan pada pinggiran bak semen Aku hanya bisa merem melek menahan kenikmatan dari cengkeraman vaginanya .

Nafas erotis Bu Anis semakin memburu seiring dengan gerakan erotis yang dilakukannya naik turun diselingi dengan perputaran pantatnya Aku lihat buah dadanya terguncang-guncang Pemandangan yang indah sekali Wanita paruh baya ini ternyata pintar bermain sex Aku merasakan sensansi erotis yang luar biasa Rambutnya yang masih basah itu menjadi acak-acakan Aku mencoba untuk bertahan agar aku tidak kecolongan keluar terlebih dahulu .

Gerakan erotis Bu Anis semakin cepat

“Dod uh Ibu ma u sam pai ” Dia berkata tersengal

Aku tidak menjawabnya, gerakannya semakin tidak teratur dan akhirnya aku merasakan cengkeraman erat vaginanya, aku rasakan cairan yang mengalir memenuhi lobang vaginanya Nafasnya tersengal dan beliau terkulai diatasku Aku rasakan vaginanya yang masih berdenyut Aku usap punggung mantan guruku dan aku belai rambutnya yang terurai basah Tubuhnya yang hangat menempel erat .

“Bagai mana Bu Anis ” Aku berkata
“Ka mu hebat ” Bu Anis menjawab

Mendengar jawabannya aku merasa sebagai seorang lelaki yang perkasa yang dapat membahagiakan seorang wanita Perlahan beliau turun dari atas tubuhku, beliau tahu bahwa aku belum mencapai puncak Dia berbaring disampingku, dia tersenyum kearahku .

Aku mendekatkan wajahku dan mencium mesra bibirnya Setelah itu aku bangkit, aku lihat dia sudah mengangkangkan kaki tampaklah kemaluannya yang basah merekah menanti benda tumpul yang aku miliki untuk masuk kedalamnya .

Perlahan namun pasti aku arahkan benda kebanggaan para lelaki yang aku miliki Dan bles masuklah penisku kedalam vaginanya, aku tekan dalam dalam sampai pangkal kemaluanku Bibir Bu Anis tampak terbuka merasakan kenikmatan yang kedua kalinya, aku tarik perlahan kemudian kemudian aku gerakan naik turun pantatku .

Gerakanku semakin aku percepat sehingga menimbulkan suara-sura erotis Aku kerahkan tenagaku untuk menyodok barang istimewa mantan guruku ini Oh nikmat sekali seakan melayang Aku rasakan darahku mengumpul di penisku seiring dengan gerakanku yang semakin aku percepat Buah dadanya yang sekal indah putih terguncang-guncang karena sodokanku .

Akhirnya aku tidak dapat lagi menahan dan creet aku tancapkan dalam-dalam, aku semprotkan spermaku di dalam vaginanya Melihat aku mencapai puncak Bu Anis melipat kakinya dan menekan pantatku erat-erat .

Oh seakan aku terbang Nikmat sekali aku rasakan sensasi erotis yang indah sekali Serasa tulangku terlolosi lemas sekali aku terkulai diatas tubuhnya Dia tersenyum manja kearahku Aku cium mesra bibirnya Kami berbaring berdampingan .

“Bu Anis Ibu masih hebat kapan kita lakukan lagi” Aku berkata kepadanya
“Ih ”, Dia mencubit hidungku
“Nakal kamu ”

Kami lantas berpakaian kembali karena kami takut nanti perbuatan erotis kami diketahui oleh yang lain Kami berjalan menuju kembali ke perkemahan kami Begitulah cerita ngesex yang masih aku ingat ketika pertama kali aku bercinta dengan Bu Anis Kami masih sering melakukannya setiap ada kesempatan Kami kencan di penginapan-penginapan yang ada di kotaku bahkan pernah kami lakukan di kamar kost temanku .

Namun kini Bu Anis yang erotis telah pergi mengikuti suaminya dinas kelain kota Aku tenggelam dengan kerinduanku terhadap Bu Anis. Selesai .

Bagaimana bro dengan cerita sex Hari ini dari SERBA HOT !!!. Muantapp dong pastinya, Nahh untuk Cerita Dewasa kami Selanjutnya di tunggu ya. Pastinya kami akan hadirkan yang lebih Super Panas dan Super Hot lagi. Tentunya untuk anda seluruh para pembaca setia kami di tanah air. Di tunggu ya Brooo cerita kami selanjutnya. Selamat Beraktifitas kembali bro. Terimakasih .

Jumat, 02 Desember 2016

SERBAT HOT - TAK PUAS DI RANGSANG IBU MERTUAKU SENDIRI BERSAMA DENGAN ANAKNYA YANG SEKARANG MENJADI ISTRI GUA

SerbaHot
SERBA HOT - Kembali lagi bersama kami Seperti biasa kami selalu menghadirkan dan mengupdate cerita dewasa kami. Yang Pastinya akan membuat anda geli-geli basah dan panas. Tentunya kami hadirkan untuk anda seluruh para pembaca setia kami tanah air. Tanpa banyak basa-basi lagi langsung saja kita HAJAR!!! Brooo Cerita Dewasa kami di bawah ini .

Dalam usia yang muda kami bersepakat untuk menjalani rumah tangga waktu itu Gua berumur 24 tahun seadngkan istriku 21 tahun, setelah wisuda kami langsung berencana menikah, diusia muda untuk memenuhi kebutuhan sex memang tinggi , untung saja istriku siap meladeni birahiku yang mengebu ngebu , dan hampir setiap malam Gua dan istriku bersetubuh.

Pertempuran itu selalu berlangsung sampai 3 babak, sehingga kami kelelahan dan tidur pulas setelah itu. Kami sepakat untuk tidak buru-buru mempunyai anak, agar bebas bermain kapan saja tanpa ada gangguan.Sebagai keluarga muda Gua mewarisi perusahaan orang tua istriku yang cukup besar, sehingga dari segi keuangan Gua tidak pernah bingung. Meski kami memiliki rumah yang merupakan hadiah perkawinan, tetapi kami memilih tinggal di apartemen di tengah kota, agar dekat dengan kantorku.

Kehidupan privat kami mulai agak terganggu ketika mertua perempuanku memutuskan ikut tinggal bersama kami, setelah suaminya meninggal. Rumahnya dikontrakkan seperti juga rumahku. Dia beralasan ingin membantu urusan rumah tangga kami.

Maklum kami berdua sibuk. Gua seharian bekerja sedang istriku sibuk dengan urusan kampusnya. Kami tidak memiliki pembantu, sehingga semua urusan rumah tangga biasanya diselesaikan kami berdua.

Sejak ada mertuaku, dia banyak membantu membereskan urusan rumah tangga. Mulai dari membuat masakan sampai mencuci baju dan membersihkan rumahIbu Mertuaku umurnya sekitar 38 tahun, terlihat masih cantik, putih seperti juga istriku. Hanya seperti umumnya wanita setengah umur bodynya agak subur, tetapi masih termasuk proporsional. Kulit mukanya masih kencang, teteknya tegak menantang dan yang sering menarik perhatianku, bokongnya membulat besar dan menonjol.

Pada awalnya Gua kurang memperhatikan daya tarik sex mertuaku. Namun lama-kelamaan Gua jadi sering melirik dia, karena jika mengenakan pakaian rumah, dia tidak pernah mengenakan BH sehingga selain teteknya bergerak mengayun-ayun jika berjalan, puting susunya juga jelas tercetak di balik bahan kaus yang dia kenakan.

Istriku termasuk anak manja dan “anak mami”. Gua bisa maklum karena dia memang anak tunggal. Banyak hal dia selalu meminta pertimbangan ibunya ketimbang meminta saran dariku.

Setelah 3 bulan kami tinggal bersama “ibu mertua”, Gua mulai merasakan bahwa ibu istriku termasuk perempuan yang bertipe menggoda. Dia sering keluar kamar mandi dengan hanya menutup bagian bawahnya dengan handuk dan bagian atasnya hanya ditutup oleh BH yang kelihatannya kekecilan.

Sering dengan pakaian seperti itu dia menyibukkan diri di dapur menyelesaikan masakan, atau mencuci piring.

Yang lebih parahnya kadang-kadang dalam keadaan begitu ikut pula ngobrol bersama kami di ruang keluarga sambil menonton TV.

Istri tidak pernah protes. Mungkin mereka dulu di rumahnya memang gaya hidupnya begitu. Gua tidak banyak tahu, karena Gua mengenal istriku melalui proses singkat, yakni 3 bulan langsung maju ke pelaminan.Terbawa oleh suasana ibunya, istriku jadi ikut-ikutan. Jika mulanya dia melenggang dengan santai hanya dengan mengenakan celana dalam dan BH di seputar rumah, akhirnya dia malah hanya mengenakan celana dalam saja dan membiarkan susunya yang kenyal bergerak leluasa.

Ketika kutanya kenapa dia melakukan itu, katanya dia merasa lebih leluasa dengan gaya begitu. Dan baru ku ketahui bahwa di keluarga istriku cara berpakaian di rumah dulu memang begitu.

Mereka memang cukup lama tinggal di Eropa. Istriku sejak SD sampai lulus SMA tinggal di luar negeri. Maklum karena Ayahnya orang Jerman. Ibunya dari Sulawesi Utara. Pembaca pasti membayangkan bahwa istriku cantik.

Memang betul, dia cantik dan dari keluarga kaya. Gua memang ketiban durian runtuh, dapat istri cantik, kaya dan mewariskan harta berlimpah kepadaku.

Gua mulai ikut menyesuaikan gaya hidup setengah telanjang di rumah. Gua memberanikan diri hanya bercawat saja di rumah. Ibu mertuaku kelihatan biasa saja melihatku hanya bercawat. Padahal di keluargaku.

Jika Gua hanya mengenakan singlet tanpa baju luar sudah ditegur. Di keluargaku, pantang sekali makan di meja makan tanpa memakai baju atas. Sekarang Gua makan bertiga di meja makan dengan hanya bercawat saja.

Setelah sekitar seminggu Gua terbiasa bercawat di rumah, Ibu mertuaku bergerak makin maju. Dia bersikap lebih maju lagi, dengan membiarkan dadanya terbuka tanpa BH. Gua sempat gugup pada awalnya karena mana mungkin Gua terus-terusan menghindar tidak melihat tetek besar mertuaku.

Tapi jika pun Gua menatap ke dadanya dia tampaknya tidak peduli. Istriku juga kelihatannya tidak mempedulikan Gua jika kebetulan kepergok Gua memandangi tetek ibunya yang bergoyang-goyang ketika berjalan.

Kalau kami berkumpul bertiga di ruang keluarga sambil menonton siaran TV, sering Gua dibuat rikuh oleh tingkah polah istriku. Dia mencumbui Gua , sampai menghisap penisku di depan ibunya.

Anehnya ibu santai saja melihat percumbuan kami. Dia tidak mengomentari dan juga tidak malu-malu melihat apa saja yang dilakukan istriku. Gua sebetulnya agak jengah dengan situasi seperti itu, tetapi ini adalah pengalaman baru. Apalagi Gua dalam situasi birahi tinggi, sehingga otakku jadi agak kurang waras.

Jika situasi sudah semakin hot, ibu menyarankan kami berdua masuk kamar. Tanpa malu-malu istriku menyeret tanganku masuk ke kamar.

Gua tidak ingat ketika dalam keadaan sangat terangsang di seret masuk oleh istriku, apakah pintu kamar sudah tertutup atau belum karena istriku langsung mendorongku telentang di tempat tidur.
Gua baru terkejut ketika ibu berkacak pinggang di pintu melihat kami melakukan persetubuhan.

Pada saat ditonton ibu, Istriku sedang berada diatasku menggenjot sambil melenguh-lenguh. Gua sebetulnya terganggu konsentrasiku melihat ibu menonton. Tapi istriku tidak perduli. “ Gerakannya jangan gitu meisya” kata ibu kepada istriku

ibu mengomentari gerakan istriku. Dia mendekat dan memegangi pinggul istriku. Dia menjadi pengarah gerak. ibu mengajari agar pinggul istriku bergerak memutar dengan gerakan konstan. Istriku diajari berkali-kali tidak juga paham, dan dia bingung dengan gerakan itu. ibu berkali-kali pula mengoreksi gerakan dari istriku. Gua akui gerakan arahan ibu itu jika dilakukan secara benar oleh istriku memberi rasa nikmat yang luar biasa. Penisku seperti dipelintir-pelintir. Tapi dia berkali-kali salah karena bingung.

Entah karena terangsang atau karena geram mengajari anaknya tidak melakukannya secara benar, istriku di suruh minggir. Eh dia manut saja. Yang membuatku terbengong-bengong. ibu sudah telanjang naik ke tempat tidur langsung duduk di atas penisku dan ditancapkannya penisku di lubang vaginanya yang sudah licin. ibu langsung melakukan gerakan memutar.

Rasa nikmatnya memang luar biasa. Gua jadi lupa diri dan tanganku otomatis meremas-remas kedua susu besar yang tersaji di depanku. Gua sebetulnya ingin bertahan, tetapi kepiawaian ibu mengolah gerak membuatku jebol. Tanpa aba-aba kulepas tembakan sperma ke dalam memek ibu. Dia terus memeras penisku sampai akhirnya penisku melemas dan keluar dengan sendirinya dari lubang vagina ibu.

“Yaaaa ibu kok dihabisin sendiri, Gua tadi kan sedang nanggung, “ kata istriku komplain.

ibu berusaha menenangkan anaknya dalam bahasa campuran Indonesia dan Jerman. Dia mengajari anaknya untuk bisa membangunkan penis dengan waktu relafit singkat. Tanpa rasa jijik dan malu. ibu langsung mengulum penisku dengan gaya menyeruput kuah sup.

Olahan lidahnya di sekitar kepala penisku dan suara menyeruput membuat Gua jadi bergairah. ibu merangsang melalui hampir semua indraku. Mataku terpaku melihat belahan memek ibu yang terpampang di depan mataku. Dia mengatur posisi nunging membelakangiku.

Melalui pendengaranku ikut merangsang karena mendengar seruputan mulut ibu di penisku, Saraf perabaku merasa terpacu merasakan leher penisku di tekan-tekan oleh ujung lidah ibu, dan yang lebih memukau lagi memeknya ibu digoser-goserkan di mulutku yang sedang menganga keheranan.

Tidak sampai 10 menit penisku sudah tegak mengeras. ibu lalu bangkit dan memberi kesempatan kepada istriku untuk melanjutkan permainan. Istriku mulai mahir melakukan gerakan memutar. Mungkin gerakan itu membuat dirinya terasa maksimal merasa nikmat sehingga dalam waktu relatif singkat dia sudah mengerang mencapai orgasmenya.

Gua tidak memberi waktu istirahat terlalu lama. Posisi segera Gua balik dengan menelentangkan dirinya dan Gua langsung menikam memeknya dengan penisku yang sudah mengeras sempurna. Gua mengenal betul posisi yang disukai istriku, sehingga Gua menggenjotnya terus pada posisi yang disukai itu.

Pada posisi MOT istriku sampai mendapat 3 orgasme yang jaraknya dekat-dekat. Mungkin karena lama-lama memeknya terasa ngilu akibat Gua genjot terus walau dia orgasme. Dia minta Gua menyudahi permainan. Padahal Gua  masih jauh dari finish. “Sudah-sudah kasihan dia kecapaian,” kata ibu.

Gua terpaksa berhenti dan mencabut kontolku yang sedang garang. ibu mendorong badanku sehingga Gua jatuh telentang. Belum sempat Gua menyadari situasi yang akan terjadi. ibu sudah berada diatas penisku dan dia langsung menyarangkan senjataku ke vaginanya.

ibu langsung bergerak aktif dengan pusaran mautnya. Kali ini Gua berusaha bertahan untuk tidak cepat jebol. ibu makin bersemangat dan akhirnya dia pun mencapai orgasme dan ambruk di dadaku. Karena masih ada kemampuan Gua membalikkan posisi dan ibu Gua tindih dan langsung menggenjotnya.

Gua terus berusaha mencari posisi yang dirasa ibu maksimal rangsangannya. Setelah kutemukan posisi itu dengan tanda erangan-erangan ibu Gua menggenjotnya terus.

ibu mencapai lagi orgasmenya dan dia berusaha menghentikan gerakanku dengan memeluk tubuhku erat-erat sehingga Gua sukar bergerak. Gua merasa sekujur penisku dipijat-pijat oleh dinding vagina ibu.
Saat pelukannya merenggang Gua  kembali memacunya. Harus Gua akui bahwa vagina ibu masih cukup ketat mencengkeram batang penisku.

Dia mempunyai teknik yang bagus mengolah lubang vaginanya sehingga mengesankan bahwa lubangnya mencengkeram. Gua merasa penisku terus menerus seperti dipijat-pijat oleh dinding vaginanya. Gua hanya mampu memberi ibu satu puncak lagi yang datangnya bersama-sama dengan puncakku.

Gua mengerang bersamaan dengan ibu dan melepas spermaku dengan menghunjam penisku sedalam-dalamnya ke memeknya.

ibu kuakui sangat jagoan menservice laki-laki. Meski Gua senang dan bahagia, tetapi dalam hatiku masih bertanya, kenapa istriku memberi kesempatan ibunya menikmati kontolku. Dia malah tidak terkesan sama sekali cemburu, atau kecewa. Dia tetap menyanyangiku . Buktinya selesai Gua menggenjot ibunya Gua dipeluknya erat-erat sampai kami tertidur.

Paginya ketika Gua bangun, kudapati kami tidur bertiga dalam keadaan bugil di dalam selimut. Air maniku berceceran dimana-mana mengotori sprei dan selimut. Kubangunkan istriku, dan mertuaku juga ikut bangun.

Kami bangkit bertiga dan bergandengan kami menuju kamar mandi. Bertiga kami mandi telanjang saling menyabuni dan saling mengeringkan badan dengan handuk. Setelah itu kami tidak lagi mengenakan pakaian sarapan pagi dan terus sepanjang hari bertelanjang di rumah.

Istri tidak segan-segan mengentotiku di ruang keluarga di depan ibunya. Tapi yang lebih aneh istri membiarkan ibunya ketika ibu ingin menyetubuhiku.

Prakteknya Gua  seperti mempunyai dua istri yang bisa kugarap dalam satu ranjang kapan pun waktunya. Dua istri satu ranjang sudah kedengarannya aneh, yang kualami lebih aneh lagi karena dua perempuan itu adalah anak dan ibu.

Gua sempat khawatir, spermaku membuahi rahim ibu. Istriku menjelaskan bahwa ibunya telah disteril, jadi tidak bisa dibuahi lagi. Anak dan ibu mempunyai nafsu sex yang luar biasa dan kadang-kadang agak aneh juga. Anehnya istriku sering menyuruh ibu merangsangku, ketika Gua sedang asyik menikmati tayangan sepak bola di tengah malam.

Gua sebenarnya ingin menolak karena semula lebih menginginkan konsentrasi menonton pertandingan, tetapi, Gua tak kuasa menahan rangsangan ibu, sehingga konsentrasiku ke TV buyar. Selesai.

Bagaimana bro dengan cerita sex Hari ini dari SERBA HOT !!!. Muantapp dong pastinya, Nahh untuk Cerita Dewasa kami Selanjutnya di tunggu ya. Pastinya kami akan hadirkan yang lebih Super Panas dan Super Hot lagi. Tentunya untuk anda seluruh para pembaca setia kami di tanah air. Di tunggu ya Brooo cerita kami selanjutnya. Selamat Beraktifitas kembali bro. Terimakasih .

Kamis, 01 Desember 2016

SERBA HOT - AWALANYA BERENANG BARENG DENGAN TANTE WINA SETELAH ITU GUA DI RAYU DENGAN PENUH NAFSU DAN BIRAHI GAK TAHAN !!!

SerbaHot
SERBA HOT - Kembali lagi bersama kami Seperti biasa kami selalu menghadirkan dan mengupdate cerita dewasa kami. Yang Pastinya akan membuat anda geli-geli basah dan panas. Tentunya kami hadirkan untuk anda seluruh para pembaca setia kami tanah air. Tanpa banyak basa-basi lagi langsung saja kita HAJAR!!! Brooo Cerita Dewasa kami di bawah ini .

Kali ini menceritakan pengalaman Sex dari seorang remaja yang bernama Tegar. Saat itu tegar yang di mintai bantuan oleh istri pamanya yang bernama Tante Wina, berakhir dengan sex didalam kamar mandi. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.

Namaku Tegar, kini usiaku baru menginjak 16 tahun. Aku kan mnceritakan cerita sex yang bisa diblang hubungan sedarah dengan istri pamanku. Berawal ketika aku lulus SMP ( sekolah menegah pertama), saat itu aku mendapatkan peringkat baik dan nilai yang bisa dibilang mendekati sempurna. Sebelum aku lulus SMP aku mempunyai cita-cita untuk meneruskan pendidikan SMA ( sekolah menengah akhir) disekolahan Favorit di luar kota.

Kebetulan sekolahan yang aku idamkan itu letaknya terbilang dekat dengan rumah pamanku, karena jika ditempuh dengan angkutan umum hanya 15 menit dari rumah pamanku. Papah-ku pernah berjanji kepadaku, jika aku lulus dengan nilai baik, maka aku boleh sekolah dimanapu sesuai keinginanku. Pada akhirnya aku-pun menagih janji Papah-ku itu. Singkat cerita aku-pun diterima disekolahan yang aku idamkan itu dan aku selama sekolah dititipkan dirumah pamanku.

Nama pamanku adalah paman Arich, beliau adalah seorang yang mempunyai harta berlebih atau bisa dibilang kaya raya. Seperti yang aku katakan tadi, karena pamanku orang kaya maka rumahnya-pun sangat megah dan letak rumahnya-pun dengan kota. Dengan bangunan 2 lantai, halaman rumah luas dan tentunya seisi rumahnya-pun tentu dipenuhi dengan barang mewah. Paman Arich ini adalah orang yang sangat sibuk dengan usahanya.

Paman Arich ini mempunyai istri yang sangat cantik dan mempunyai tubuh yang ideal dan sexy. Nama istri paman adalah Tante Wina, dari pernikahan Paman dan tante Wina mereka telah dikaruniai anak yang masih berusia 3 tahun. Walau-pun Tante Wina sudah mempunyai 1 orang anak, namun tubuhnya masih terlihat seperti anak ABG saja. Mungkin karena dia orang kaya yah, jadi dia dengan mudahnya mengeluarkan biaya untuk perawatan tubuhnya.

Tubuhnya yang putih mulus dan sexy itu, memang sangat indah dimata para lelaki. Tante Wina ini juga mempunyai pantat yang kencang dan buah dada kira-kira berukuran 34 C. Hal itu sungguh membuatku sangat kagum kepada tante Wina. Oke sekarang lanjut ke alur cerita, kini aku-pun telah berada dirumah Paman Arich. Sesampainya dirumah Paman Arich, aku-pun disambut oleh Paman Arich dan tante Wina.

Saat itu paman Arich-pun menghampiriku dan aku-pun berjabat tangan dan mencium tanganya, setealh aku selsai berjabat tangan dengan paman Tante Wina-pun menyambutku denagn ciuman dipipi-ku. Sebenarnya aku agak kaok karena aku tidak terbiasa denga ciuman seorang wanita, meskipun dia adalah istri pamanku sendiri. Namun sudahlah aku anggap saja angin lalu. Setelah itu kemudian pembantu pama-lupun membawakan tasku dan mengantarkan aku di kamar yang akan aku temapti.

Sesampainhya dikamar aku sungguh sangat takjub, aku menempati kamar yang besarnya 3 kali lipat dari kamar tidurku yang ada dirumahku. Setelah itu aku berkeliling rumah, sempat melihat kamar mandi yang tak terbayang olehku. Disana terdapat washtafel dengan cermin yang besar wc duduk, bathup, dan dua shower yang satu dengan kaca buram sedangan yang satu dengan kain yang diputarkan membentuk 1/4 lingkaran. Tempat itu masih dalam satu ruangan tanpa penyekat.

Waktu-pun berlalau, pada sore hari-nya, aku-pun duduk ditepi kolam renang, ketika aku sedang bersantai Paman Arich datang menghampiriku dan beliau berkata dia akan pergi keluar kota untuk kperluan bisnisnya. Saat itu dia berpamitan dan meminta maaf padaku karena dia tidak bisa menemaniku. Sesaat kemudian pamanku-pun akan bernagkat keluar kota, aku dan ante Wina-pun mengantarkan beliau sampai pagar rumah.

Setelah kepergian Paman saat itu kami-pun kembali masuk kedalam rumah. Aku-pun saat itu kembali duduk dan menikmati suasana sekeliling Rumah dan Kolam renang itu. Ketika au sedang bersantai, tiba tiba dari belakangku muncul sesosok yang cantik dan menggairahkan, Rupanya yang datang adalah Tante Wina dengan baju kimono kemudian tante Wina-pun menghampiriku .

“ Hemmm… Gar kamu suka nggak sama rumah pamanmu ini ? ”,

“ Iya dong Tante, siapa sih yang nggk suka tinggal dirumah semewah ini, kayak aku bakalan betah deh tante tinggal disini, apalagi aku bisa berenang sesukaku dan kapanku aku mau, hhe.., ”

“ Syukur deh kalau gitu Gar, Emmm… ngomong-ngomong kamu suka renang yah, yok kita renang bareng Gar, pas banget soalnya di cuaca panas gini kalau buwat berenang, ”

“ Ayok tente, kebetulan aku juga suka berenang, ”

Sungguh kesempatan bagus nih karena aku bisa berenang dengan tante sebohay ini, hhe. Ketika pertama kali bertemu aku hanya bisa membayangkan bentuk tubuhnya saja, dan sekarang aku bakalan bisa melihat tanteku dengan baju renag, mantap cuy. Kini tante Wina-pun berdiri dan mulai membuka kimono-nya. Saat itu terasa dag dig dug sekali jantungku ketika melihat Tante Wina yang kini hanya memakai baju renang.

Saat itu Tante Wina memakai baju renang yang terdiri dari bikini dan celana renang yang seperti G-string terpampang di depan kedua mataku .

“ Wah… aku kira Tante tadi bakalan telanjang, wkwkwk, ” ucapku dengan polosnya.

“ Hemmm… ntar keenakan kamu kalau Tante telanjang, hhe, ” ucapnya bercanda.

“ Tante nggak malu apa pakai baju renang gitu dilihatin sama satpam ?, ”

“ Udah biasa kali Gar Tante pake bikini kayak gini, malahan kadang ada sekitar rumah Tante kampung ngintip Tante, ”

“ Benar Tante… Tapi sayang aku lupa bawa celana renang, ”

“ Ah… Nggak apa apa pake aja dulu celana dalam kamu. Nanti aku suruh bi’ Imah suruh beli buat kamu, yuk nyebur.., ” segera Tante menyeburkan dirinya.

Dengan malu malu aku membuka bajuku tapi belum buka celana. Aku malu ama Tante. Lalu dia naik dari kolam. Dia mendekatiku .

“ Ayo cepet… Malu ya ama Tante nggak apa apa. Kan kamu keponakan Tante. Jadi sama dengan kakak perempuan kamu, ”

Waktu dia mendekatiku terlihat jelas putingnya menonjol keluar. Maklum nggak ada bikini pake busa. Aku melirik bagian buah dadanya. Dia hanya tersenyum. Setelah itu dia kembali menarikku. Tanpa basa basi dengan muka tertunduk aku melorotkan celana dalamku. Yang aku takutkan kepala Penis-ku kelihatan kalau lagi tegang menyembul dibalik celana dalamku. Setelah melepas celanaku langsung aku berenang bersama Tante.

Setelah puas renang aku naik dan segera ke kamar mandi yang besar. Aku masuk disana ketika aku ingin menutupnya, tidak ada kuncinya jadi kalau ada orang masuk tinggal buka aja. Aku segera bergegas tempat dengan penutup kain. Aku tanggalkan semua yang tertinggal ditubuhku dan aku membilas dengan air dingin. Ketika hendak menyabuni tubuhku.

Terdengar suara pintu terbuka, aku mengintip ternyata Tanteku yang masuk. Spontan aku kaget aku berusaha agar tidak ketahuan, ketika dia membuka sedikit tempatku aku kaget dan segera menghadap ke belakang .

“ Ehh… Maaf ya Gar aku nggak tahu kalau kamu ada didalam. Habis nggak ada suara sih, ”

Langsung segera wajahku memerah. Aku baru sadar kalau Tante sudah menanggalkan bikini bagian atasnya. Dia segera menutupinya dengan telapak tangannya. Aku tahu waktu tubuhku menghadap kebelakang tapi kepalaku lagi menoleh kepadanya .

“ Maaf… Juga Tante… Ini salahku, ” jawabku yang seolah tidak sadar apa yang aku lakukan.

Yang lebih menarik telapak tangan Tante tidak cukup menutupi semua bagiannya. Disana terdapat puting kecil berwarna cokelat serta sangat kontras dengan besarnya buah dada Tante .

“ Tante tutup dong tirainya, akukan malu, ”

Segera ditutup tirai itu. Dengan keras shower aku hidupkan SEOlah olah aku sedang mandi. Segera aku intip Tanteku. Ternyata dia masih diluar belum masuk tempat shower. Dia berdiri didepat cermin. Disana dia sedang membersihkan muka, tampak buah dadanya bergoyang goyang menggairahkan sekali. Dengan sengaja aku sedikit membuka tirai supaya aku dapat melihatnya. Aku bermain dengan Penis-ku yang langsung keras.

Kukocok dengan sabun cair milik Tante. Ketika aku intip yang kedua kali dia mengoleskan cairan disekujur tubuhnya. Aku melihat tubuh Tante mengkilap setelah diberi cairan itu. Aku tidak tahu cairan apa itu. Dia mengoleskan disekitar buah dadanya agak lama. Sambil diputar putar kadang agar diremas kecil. Ketika sekitar 2 menit kayaknya dia mendesis membuka sedikit mulutnya sambildia memejamkan mata.

Sambil menikmati pemandangan aku konsentrasikan pada kocokanku dan akhirnya .

“ Crotttt… Crotttt… Crotttt… Crotttt… ” .

Sperma-ku tumpah semua ke CD bekas aku renang tadi. Yang aku kagetkan nggak ada handuk, lupa aku ambil dari dalam tasku. Aku bingung. Setelah beberapa saat aku tidak melihat Tante di depan cermin, tapi dia sudah berada di depan shower yang satunya. Aku tercengang waktu dia melorotkan Celana dalamnya dengan perlahan lahan dan melemparkan Celana dalamnya kekeranjang dan masuk ke shower.

Setelah beberapa kemudian dia keluar. Aku sengaja tidak keluar menunggu Tanteku pergi. Tapi dia menghampiriku,

“ Garkoklama banget mandinya ? Hayo ngapain didalam, ”

Kemudian aku mengeluarkan kepalaku saja dibalik tirai. Aku kaget dia ada dihadapanku tanpa satu busanapun yang menempel ditubuhnya. Langsung aku tutup kembali .

“ Tegar malu ya, nggak usah malu akukan masih Tantemu. Nggak papalah?, ”

“ Anu Tante aku lupa bawa handuk jadi aku malu kalau harus keluar, ”

“ Aku juga lupa bawa handuk, udahlah kamu keluar dulu aja. Aku mau ambilkan handukmu, ”

Tante sudah pergi. Akupun keluar dari shower. Setelah bebrapa menit aku mulai kedinginan yang tadi Penis-ku mengeras tiba tiba mengecil kembali. Lalu pintu terbuka pembantu Tante yang usianya seperti kakakku datang bawa handuk, akupun kaget segera aku menutupi Penis-ku. Dia melihatku cuma tersenyum manis. Aku tertunduk malu. Setelah dia keluar, belum sempet aku menutup kejantananku Tante Wina sudah masuk lagi.

Namun Tante Wina saat itu masih dengan posisi telanjang dan hanya mengenakan g-string saja,

“ Ada apa Tante, Kok masih telanjang, ” jawabku sok cuek bebek padahal aku sangat malu ketika Penis-ku berdiri lagi.

“ Sudah nggak malu ya…, anu Gar aku mau minta tolong, ”

“ Tolong apa Tante kok serius banget, Tapi maaf ya Tante adik Tegar berdiri, ”

Saat itu dia malah tertawa,

“ Idih itu sih biasa kalau lagi liat wanita telanjang, ” jawab Tante.

“ Begini aku minta Tegar meluluri badan Tante soalnya tukang lulurnya nggak datang, ”

Perasaanku bagaikan disambar petir di siang bolong, jujur saja aku belum pernah pegang cewek sejak saat itu. kini pucuk dicinta ulam-pun tiba,

“ Mau nggak…?

“ Ma… ma… mau Tante, ” jawabku dengan sedikit gugup.

Kemudian Tante Wina-pun bergegas berbaring dengan posisi tengkurap. Kini aku-pun memulai melumuri punggung Tante dengan lulur dan aku ratakan di semua bagian tubuhnya. Tanpa sengaja tiba-tiba handukku terlepas, hal itu membuat kejantanaku-pun menonjol tanpa ada terhalangi apapun. Kemudia aku-pun secara spontan langsung menutupi kejantananku dengan tanganku .

“ Sudah biarin aja, yang ada cuma aku dan kamu apa sih yang kamu malukan, ”

Dengan santainya dia menaruh handukku kelantai,

“ Tubuh Tante bagus banget, Walaupun sudah punya anak tetap buah dada Tante besar lagi kenceng, ”

Aku berbicara waktu aku tahu buah dadanya tergencet waktu dia tengkurap. Dan dia hanya tersenyum. Aku sekarang meluluri bagian pahanya dan pantatnya .

“ Gar berhenti sebentar, ”

Akupun berhenti lalu dia mencopot celana dalamnya. Otomatis Penis-ku tambah gagah. Aku tetap tak berani menatap bagian bawahnya. Setelah beberapa waktu dia membalikkan badan ke arahku. Lagi lagi aku tersedak melihat pemandangan itu,

“ Tegar anu kamu lagi tegang tuh, masukin ke Anu tante Mau ???, ”

“ Hahhhhh… tante yang bener aja. Jangan bercanda gitu ah tante, ” ucapku.

“ Serius Tante Gar, kamu mau nggak ??? buruan masukin Titit kamu ke Vagina Tante !!!, ”

“ I… Iya tante, ” ucapku dengan sedikit gugup.

Tanpa berfikir panjang aku-pun mulai beraksi dengan berbekal sedikit pengalaman ketika aku menonton film porno dulu,

“ Aku masukin ya Tante ???, ” ucapku memastikan lagi.

Saat itu Tante Wina-pun hanya mengangguk dan aku-pun mulai membasahi kejantananku dengan ludahku dan mulai aku benamkan dan ...

“ Blessssssssssss…, ”

Masuklah kejantananku kedalam Vagian Tante Wina. Saat itu aku yang baru pertama kali bersenggama aku-pun mengenjot Vagina Tante Wina dengan liarnya. Terus menerus aku menngenjot Vagina Tante Wina dengan cepat dan liarnya,

“ Oughhh… Ssssssss…. Enak tante … Aghhhh…, ”

“ Ughhhh… kamu liar sekali gar… Aghhh…. Terus Gar, kalau udah nggak kuat keluarin aja didalem Gar… Aghhhh, ”

Dengan penuh semnagat aku terus menggenjot Vagina Tante Wina dengan penuh nafsu. Ditengah genjotan kejantanan pada Vagina-nya dia meminta aku aku mengolesi lulur pada buah dadanya. Dia suruh aku supaya agak meremas remasnya. Aku pun ketagian acara itu disana aku melihat puting berwarna coklat muda lagi mengeras. Masih dengan mengenjot liang senggama-nya sesekali aku menyeenggol putingnya dan aku sentil.

Saat itu Dia memekik dan mendesah seperti ulat kepanasan .

“ Iya seperti itu Gar, terus remas… Ssssss… Aghhh… terus genjot dan remas yang kuat Gar, Oughhh…, ”

Karena aku baru pemula dalam hal sex, setelah kira-kira 10 menit aku-pun merasa ada yang endesak dari kejantanaku,
“ Tante kayaknya akau mau keluar nih… Oughhhh, ”

“ Tante juga Gar, udah keluarin didalem aja… Sssssssss… Aghhhhhhhh, ”

Selang berapa detik pada akhirnya kejantananku menyemburkan lahar panasnya,

“ Crotttttttttt…. Crottt… Crottt… Crottt…, ”

“ Oughhhhhh… enak sekali tante rasanya, lega sekali tante, ”

“ Wah puas ya kamu, sekrang kamu harus puasin tante, sekarang gosok-gosok itil tante ya gar , yang ini yah digosok terus!!!, ” ucapnya dengan wajah yang agak kecewa.

tanpa menjawab aka-pun mulai menyentuh Clitoris/itil-nya, ketika aku menyentuh clitoris Tante Wina, Aku disuruhnya terus mengusap usap daerah itu, kadang aku tekan bagian keduanya,

“ Oughhhh… Gar enak sekali, terus Gar jangan berhenti, Aghhhh…, ”

Setelah kira-kira 5 menit aku terus gosok dengan lembut tiba tiba Tante menegang dan,
“ Syurrrrr… Syurrrrr… Syurrrrr…,”

Aku mencari sumber bunyi yang pelan tapi jelas. Aku tahu kalau itu berasal dibagian sensitif Tante. Lalu dia terkulai lemas,

“ Makasih ya atas lulur plus-plusnya ya Gar, Untung ada kamu. Ternyata kamu ahli juga ya, ”

“ Hehehe, iya dong Tante, pokonya kalau hal kayak gini aku bisa andalkan deh Tante, ”

Setelah itu, Tante Wina-pun pergi dari kamar mandi itu. Aku memakai handuk untuk menutupi bagian tubuhku. Aku mengikutinya dari belakang. Ternyata dia berjalan jalan dirumah tanpa sehelai benang pun. Aku pun segera masuk ke kamar tidur yang dipersiapkan, tenyata ada pembantu yang tadi mengambilkan handuk sedang menata pakaianku ke dalam almari,

“ Den, Tegar, tadi kaget nggak ngeliat ibu telanjang, ” sebelum aku jawab.

Dia memberitahukan kalau Tante itu suka telanjang dan memamerkan tubuhnya ke semua orang baik perempuan maupun laki laki tapi tidak berani kalau ada suaminya. Pembantu itu juga memberitahukan kejadian yang aneh dia sering renang telanjang dan yang paling aneh kadang kadang ketika dia menyirami bunga dia telanjang dada di depan rumah tepatnya halaman depan, padahal sering orang lewat depan rumah,

“ Sudah ganti sana CD ada didalam almari itu tapi kayaknya anunya den Tegar masih amatir, ” dia menggodaku.

Setelah melewati beberapa hari akupun sering mandi sama Tante bahkan hampir tiap hari. Semakin dipandang tubuhnya makin oke aja. Itu semua pengalaman saya hidup dirumah Tante Wina yang aduhai. Tapi aku kecewa waktu aku meninggalkan rumah itu. Aku disana belum genap satu tahun. Karena harus balik lagi ke rumah karena ayah ibuku bekerja diluar kota dan aku harus tunggu bersama kakak kandungku. Selesai.

Bagaimana bro dengan cerita sex Hari ini dari SERBA HOT !!!. Muantapp dong pastinya, Nahh untuk Cerita Dewasa kami Selanjutnya di tunggu ya. Pastinya kami akan hadirkan yang lebih Super Panas dan Super Hot lagi. Tentunya untuk anda seluruh para pembaca setia kami di tanah air. Di tunggu ya Brooo cerita kami selanjutnya. Selamat Beraktifitas kembali bro. Terimakasih .